0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Listrik Mati? Begini tips Melaksanakan Pengaduan Ke Pln

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Adalah satu-satunya perusahaan yang menyuplai dan mengorganisir tata cara kelistrikan di Indonesia. Mereka menjadi tulang punggung bagi banyak perekonomian bangsa. Sudah lebih dari 60 tahun PLN melayani masyarakat Indonesia, mungkin dibanding apresiasi PLN justru lebih banyak mendapatkan keluhan utamanya setiap kali pemerintah mengoptimalkan tarif dasar listrik.

Listrik Mati? Begini Cara Melakukan Pengaduan ke PLN

Bukan tanpa alasannya mengapa masyarakat mengeluhkan adanya kenaikan. Sebab kinerja PLN dianggap masih kurang membuat puas. Pemadaman menjadi salah satu alasan besar mengapa banyak yang geram dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang satu ini.

Alasannya, kerap kali PLN tidak menawarkan penjelasan atau penyebab padamnya listrik selama beberapa ketika bahkan hingga berhari-hari. Penanganan, pelayanan dan pengaduan ke PLN juga dianggap lamban, sehingga menimbulkan stigma positif di mata warga.

(Baca juga: Intip 7 Trik Sederhana untuk Mencegah Badan Bungkuk, Cobain Deh!)

Nah untuk mengubah gambaran negatif tersebut kesudahannya PLN membangun tampang gres dengan menghadirkan call center yang siap melayani pengaduan ke PLN selama 24 jam 7 hari non-stop. Call center yang diketahui dengan PLN 123 tersebut akan setia menjawab setiap pertanyaan pelanggan.

Layanan PLN 123 adalah layanan yang dibentuk PLN untuk memperlihatkan kemudahan bagi konsumen yang ingin bertanya soal layanan listrik mereka.

Melalui layanan PLN 123 Anda mampu mengajukan permintaan pemasangan listrik sambungan gres, mengubah daya listrik, pemasangan layanan listrik sementara, melaporkan masalah atau gangguan yang dialami konsumen maupun meminta berita tentang tagihan listrik. Layanan PLN 123 aktif selama 24 jam non stop.

Cara Melakukan Pengaduan ke PLN

Adanya layanan PLN 123 ini hasilnya membuat lebih mudah pelanggan melakukan pengaduan ke PLN soal duduk perkara kelistrikan mereka. Ada beberapa cara yang bisa kita upayakan untuk menelepon PLN adalah melalui sambungan telepon, lewat aplikasi PLN Mobile dan melalui media sosial PLN.Mari kita bahas satu per satu.

  • Sambungan Telepon 

Salah satu upaya menghubungi layanan PLN 123 yakni melalui saluran telepon, pengguna hanya perlu memencet tombol 123. Sementara untuk pengguna ponsel, cuma perlu menambahkan arahan area daerah dimana Anda tinggal.

Misalnya kalau Anda tinggal di Jakarta, gunakan format nomor (021) 123. Namun menelepon layanan PLN via telepon ini dikenakan tarif pulsa alias tidak gratis.

  • Lewat Sosial Media

Di kurun 4.0 ini sosial media mengambil tugas penting dalam setiap lini kehidupan. Hampir semua perusahaan dan juga BUMN mempunyai akun sosial media selaku media yang menjembatani antara perusahaan dan pelanggan, begitupun juga dengan PLN.

Bagi pengguna Twitter, yang ingin mengajukan keluhan kepada PLN mampu menghubungi akun @pln_123, untuk sosial media Facebook PLN 123, untuk instagram pln123_pln.co.id Atau dengan mengirimkan email ke  alamat [email protected] 

  • Melalui Aplikasi

Selain sosial media PLN juga punya aplikasi khusus. Yaitu PLN Mobile yang dapat diunduh melalui App Store ataupun Play Store di smartphone Anda. Di Dalam aplikasi tersebut Anda akan dipandu oleh virtual assistant PLN 123 yang hendak menjawab dengan setia setiap pertanyaan mulai dari tagihan serta riwayat pembelian dan pengisian token listrik prabayar.

Anda juga  mampu mengajukan permintaan pemasangan listrik gres, pengubahan daya listrik, dan juga penyambungan listrik sementara melalui aplikasi ini. Segala macam berita terkait PLN dapat Anda susukan disini.

Sebagai satu-satunya penyedia listrik di Indonesia PLN berusaha untuk terus memajukan pelayanan salah satunya dengan memanfaatkan teknologi 4.0. Pelanggan Pun lebih gampang mengakses gosip yang dibutuhkan tanpa harus keluar ongkos dan energi yang berlebih. 

8 Jenis Gangguan Listrik yang Biasa Terjadi

Sebagai penduduk yang awam tentang kelistrikan wajar jika sedikit-sedikit kita melaksanakan pengaduan ke PLN jika merasa ada hal yang tidak benar terjadi pada tata cara kelistrikan di rumah.

Tindakan pengaduan ke PLN ini sudah sungguh tepat, dibanding Anda menjajal memperbaikinya sendiri dirumah sebab berpotensi mendatangkan marabahaya seperti kebakaran atau korsleting listrik.

Namun, dikala melakukan pelaporan biasanya pelanggan tidak menyebutkan dengan terperinci apa kerusakan yang terjadi. Pasalnya mereka kurang paham perihal istilah dan gangguan kelistrikan yang sering terjadi. Berikut ini ialah beberapa ungkapan pada gangguan listrik yang sering terjadi di rumah:

da banyak jenis gangguan listrik yang sering terjadi. Kita berkenalan dengan bermacam gangguan listrik, biar tahu problem yang terjadi dengan listrik yang ada di tempat tinggal kita, yuk!

1. Power Failure

Power failure merupakan salah satu gangguan listrik yang paling sering terjadi di rumah-rumah warga. Power failure adalah keadaan matinya sumber listrik sentra (utama). Masyarakat lebih sering menyebutnya sebagai mati lampu atau mati listrik.

Penyebab listrik mati umumnya ialah pemadaman bergilir, beban berlebih dan terjadinya hubungan arus pendek. Anda mesti waspada ketika mati listrik disebabkan alasannya beban berlebih karena dapat menimbulkan kerusakan pada alat-alat elektro di rumah.  n

2. Power Surge

Power surge atau spike terjadi kalau tiba-tiba voltase naik melampaui angka 100% dalam waktu singkat. Power surge ini sering mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik.

Salah satu penyebab terjadinya power surge yakni sambaran petir atau beban listrik yang terlalu berat. Ketika  power surge terjadi lekas hubungi PLN untuk menghindari resiko yang lebih besar

3. Power SAG

Power SAG terjadi ketika voltase turun datang-datang. Misalnya dari yang semula 220 volt turun hingga 80%. Power SAG ini sering terjadi alasannya kesalahan sang pemilik rumah yang memaksakan menggunakan banyak peralatan kelistrikan padahal daya yang ada tidak mampu menampungnya. Terjadinya power SAG juga dapat menciptakan perlengkapan listrik rusak. Makara, ketika memakai alat yang memerlukan ajaran listrik seharusnya gunakan secara bergantian.

4. Over Voltage

Over voltage yaitu kondisi tegangan listrik yang melewati batas-batas normal dalam era waktu cukup usang dan kerap terjadi (bisa saban hari). Over voltage ini memiliki peluang membuat peralatan elektronika kita rusak parah. Bahkan untuk perkara terburuk data-data pada komputer Anda bisa hilang sebab mati secara tiba-tiba. 

5. Under Voltage

Kebalikan dari over voltage, Under voltage yang jamak disebut dengan brown out ini yaitu kondisi berkurangnya tegangan listrik yang terjadi bisa cuma beberapa menit hingga berhari-hari. Senada dengan over voltage, under voltage juga memiliki peluang mengakibatkan kerusakan pada perlengkapan elektronik kita. 

6. Frequency Variation

Frequency variation ialah keadaan frekuensi listrik yang naik turun atau tak stabil dan memiliki pengaruh pada kerusakan alat elektronik.

7. Electrical Line Noise

Electrical line noise adalah gangguan gelombang listrik yang disebabkan oleh frekuensi radio, sambaran petir, atau instalasi listrik kurang baik.

8. Switching Transient

Switching transient yakni turunnya voltase dalam kurun waktu sungguh cepat (hanya beberapa nanodetik saja), lebih cepat dari masalah spike.

Itulah berbagai macam kerusakan listrik yang sering menimpa rumah kita. Sebaiknya jangan mencoba menanggulangi sendiri kerusakan ini dan segera hubungi PLN lewat media yang paling gampang Anda jangkau. Tak perlu menunggu hitungan hari sebab petugas PLN siap melayani dan memperbaiki sistem kelistrikan di rumah Anda.

Peralatan Elektronik yang Membuat Listrik Jebol

Kehidupan kita sehari-hari memang tidak bisa lagi dijauhkan dengan listrik dan alat elektronika. Tapi kerap kali orang tidak menyadari bahwa penggunaan alat elektro mereka terlalu berat dibanding beban voltase yang dimiliki. Akibatnya, tidak sedikit yang mengalami mati listrik secara tiba-tiba yang umum disebut “listrik turun”.

Untuk menangkal terjadinya listrik turun ini bekerjsama mudah, adalah jangan gunakan semua alat elektronika yang ada di rumah secara berbarengan.

Selain itu pilihan perangkat listrik yang eco-savvy atau irit energi alias tidak menyerap banyak daya bisa mengurangi terjadi mati listrik secara tiba-tiba. Lantas apa saja peralatan di rumah Anda yang menguras energi paling banyak?

  • Lampu

Ternyata lampu berada di daftar teratas perangkat elektronika yang mengkonsumsi energi besar. Wajar saja, dalam satu rumah biasanya ada lebih dari 5 lampu yang dipakai, pasalnya lampu diharapkan di setiap ruangan. Ketika dinyalakan bersamaan dan dalam waktu usang maka daya yang dibutuhkan juga besar.

Untuk menyiasati hal ini Anda dapat mengganti lampu yang lebih ramah lingkungan yaitu jenis LED ( Light Emitting Diode) yang ialah lampu tahan panas dengan ukuran daya (watt) kecil. Meski telah menentukan lampu ekonomis energi, pastikan ya mempergunakan cahaya matahari di siang hari untuk penerangan rumah Anda.

  • Penanak Nasi

Jika tagihan listrik Anda membengkak mungkin salah satu penyebabnya ialah penggunaan penanak nasi yang kurang bijak. Tahukah Anda, bila sedang menanak nasi besar daya yang diserap oleh penanak nasi ialah 395 watt? Sementara ketika memanaskan nasi daya yang diharapkan ialah rata-rata 77 watt.

Daya ini tentunya sungguh besar bukan? Untuk itu minimalkan pemakaian penanak nasi, setidaknya tak perlu berkali-kali memasak nasi, Cukup satu kali sehari.

  • Microwave dan Kompor Listrik

Microwave ini telah dikenal sebagai pemakan daya listrik terbesar, rata0rata microwave menyantap daya listrik 850-2000 watt dalam setiap kali penggunaan.

Microwave melakukan pekerjaan dengan memakai gelombang elektromagnetik untuk menghangatkan hingga memanggang makanan. Jika tak ingin tagihan listrik Anda membengkak seharusnya kurangi penggunaan microwave.

Selain microwave, kompor listrik juga ternyata menguras daya yang cukup besar. Ada baiknya Anda memilih kompor gas sebagai alternatif pengganti kompor listrik untuk menurunkan tagihan listrik Anda.

  • Pendingin Ruangan

Bagi masyarakatyang tinggal dikota besar seperti Jakarta dan Surabaya rasanya sukar untuk menyingkir dari penggunaan pendingin ruangan alasannya adalah suhu yang rata-rata tinggi.

Biasanya AC ½ PK mengkonsumsi listrik sebesar 350 watt, ¾ PK sebesar 500 watt, dan 1 PK sebesar 700 watt. Daya yang lebih besar diperlukan kalau ada kebocoran udara yang masuk keruangan. Jadi,selalu tentukan ruangan dalam keadaan tertutup bila sedang menyalakan pendingin ruangan.

  • Mesin Cuci

Kini nyaris tidak ada rumah tangga yang tidak memiliki mesin cuci di rumahnya. Mesin cuci juga menjadi perangkat elektronik yang menyantap daya besar. Setidaknya untuk tiap sekali pemakaian rata-rata mesin cuci membutuhkan 250-300 watt.

Anda mampu mengakali tingginya tagihan listrik dari penggunaan mesin cuci dengan tidak menggunakan mesin pengering selama animo kemarau berlangsung.

Itulah beberapa perangkat elektronik yang sering membuat tagihan listrik jebol. Bijaklah memakai energi dirumah dengan sehemat mungkin menggunakan daya listrik. Ingat, mengurangi penggunaan listrik juga mempunyai arti Anda sedang berperan menyelamatkan dunia dari krisis pemanasan global. Hemat dan efisien ialah hal penting, sama halnya dalam meminjam duit, Cekaja.com menawarkan akomodasi dalam meminjam uang secara cepat dan aman, anda tidak perlu cemas sebab Cekaja.com terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).