0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Kuy Simak, 5 Fakta Kebijakan Listrik Gratis Di Tengah Corona

Sebagian masyarakat Indonesia kini tengah mengalami kurun-kurun sulit akibat imbas dari penyebaran wabah Covid-19. Pemerintah berupaya membantu penduduk dalam menghadapi kesulitan sekarang ini. Salah satunya memberikan dispensasi dengan menggratiskan biaya listrik.

5 Fakta Kebijakan Listrik Gratis di Tengah Corona

Keringanan ini ditujukan untuk penduduk kecil. Apalagi banyak orang yang terpaksa tidak bisa optimal dalam bekerja, alasannya mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak banyak melaksanakan kegiatan di luar rumah, kecuali untuk urusan yang mendesak.

Maka itu, sebagian masyarakat tidak mempunyai penghasilan untuk membiayai hidup sehari-hari, termasuk masalah ongkos listrik.

Tapi diperlukan kebijakan perihal sumbangan gratis listrik oleh pemerintah ini mampu sedikit mengendorkan beban penduduk kecil.

Bagaimana sebetulnya kebijakan ini diberlakukan?

(Baca juga: Yuk Intip 8 Restoran Romantis Untuk Dinner Di Bali)

1. Pemerintah alokasikan dana 3,5 triliun

Presiden Joko Widodo pada Senin pekan ini memberitahukan pembebasan tarif listrik selaku perlindungan pemerintah atas efek pandemi virus corona.

Alokasi anggaran tambahan sebesar Rp 3,5 triliun digelontorkan.

Kebijakan baru ini merupakan lanjutan dari sebelumnya.

Dana alokasi tersebut merupakan bagian dari embel-embel anggaran dari keseluruhan alokasi budget jaringan pengawalan sosial, balasan dampak dari Covid-19 yang meraih Rp65 triliun.

2. Gratis untuk listrik reguler

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana mirip dilaporkan CNN Indonesia menyampaikan, pembebasan tarif listrik diberlakukan bagi 24 juta konsumen yang termasuk golongan 400 Volt Ampere (VA).

Rata-rata konsumsi kalangan ini sekitar 85,25 kWh per bulan dengan ongkos Rp36.000 per bulan.

Sementara, potongan harga tarif sebesar 50 persen ditujukan kepada 7 juta pelanggan kalangan 900 VA bersubsidi. Dengan rata-rata konsumsinya 104,27 kWh per bulan.

Nah, bagi pelanggan 450 VA pascabayar atau reguler, secara otomatis pemakaian listrik untuk bulan April, Mei, dan Juni digratiskan.

Jadi nantinya, berapa pun pemakaian yang dijalankan pada ketiga bulan tersebut, konsumen 450 VA tidak perlu mengeluarkan ongkos.

3. Gratis untuk listrik prabayar

Tak cuma bagi pemakaian listrik reguler. Kebijakan ini juga berlaku bagi pemakai listrik prabayar atau pengguna token dengan golongan 450 VA.

Aturannya, token akan diberikan sebesar daya penggunaan tertinggi selama 3 bulan terakhir.

Misalkan, kalau penggunaan daya selama bulan Januari sebesar 200 kWh, Februari sebesar 250 kWh, dan Maret sebesar 300 kWh, maka PLN akan menawarkan token sebesar 300 kWh untuk bulan April, Mei, dan Juni secara bertahap.

Pihak PLN pun akan dengan gampang melacak dan menerima data dari Setiap profile pelanggan, berapa pemakaian terakhir listrik dalam tiga bulan terakhir itu.

Jadi, konsumen listrik tidak mampu sembarang pilih untuk mampu mendapatkan klaim gratis atau besaran listrik yang mereka dapatkan nanti.

4. Mengakses lewat aplikasi PLN

Salah satu akomodasi yang bisa didapatkan ternyata pelanggan tak perlu ribet untuk mendapatkan listrik gratis ini.

Kamu juga tak perlu cemas tidak bisa mendapatkan listrik gratis.

Sistem PLN sudah terintegrasi dengan aplikasi kau tinggal mengasekseanha lewat aplikasi PLN.

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi, seperti dilaporkan Kompas.com, memberi langkah dan cara untuk menganalisa dan menggunakan listrik gratis.

Menurutnya, nantinya pemerintah akan mempersiapkan aplikasi. Kaprikornus penduduk tinggal memasukkan ID pengguna listrik, lalu akan menerima aba-aba voucher.

Nah berikutnya token akan terisi secara otomatis sesuai dengan data penggunaan yang terekam di metode PLN.

(Baca juga: Penyebab Tagihan Listrik Mahal, Perlu Dipahami Agar Hemat Biaya!)

5. Berlaku selama 3 bulan

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini tarif gratis dan keringanan tarif tersebut akan berlaku selama tiga bulan, dari bulan April, Mei, dan Juni 2020.

Hal tersebut juga sesuai dengan salah satu poin yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2020.

Di dalam Perppu itu disebutkan adanya pembebasan biaya listrik 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik 450 VA dan potongan harga 50 persen untuk 7 juta pelanggan 900 VA.

Itulah 5 fakta perihal kebijakan pemerintah yang memberikan keringanan terhadap masyarakat kecil dengan menggratiskan listrik.

Semoga kebijakan tersebut bisa betul-betul dicicipi penduduk ya!

Nah dana listrik mampu kau pakai untuk buat modal usaha kecil-kecilan. Seperti membuka usaha jus buah atau panganan sehat lainnya. Kalau butuh modal lebih, mampu jalan masuk Kredivo.

Banner Kredivo