0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Korban Virus Corona Tembus 9.000 Orang, Italia Di-Lockdown!

Kasus penularan virus corona melonjak berkali-kali lipat dalam hitungan minggu di Italia. Sampai hari ini (10/3), ‘Negeri Pizza’ tersebut sudah mengantongi sekitar 9.172 kasus faktual COVID-19. Sebanyak 463 orang di antaranya meninggal dunia dan 724 pasien dinyatakan sembuh. Alhasil, Italia lockdown negaranya hingga 3 April 2020.

Italia Dilockdown karena Virus Corona

Berdasarkan jumlah pasien terinfeksi yang membludak itu, Italia pun menjadi negara dengan kasus penularan COVID-19 terbanyak kedua di dunia sehabis China. Menyusul Korea Selatan (7.400 korban), Iran (7.100 korban), dan Jepang (1.100 korban).

Sementara untuk WNI yang tinggal menetap di Italia, diketahui berjumlah sekitar 1.239. Namun, KBRI Roma menentukan belum ada satupun dari mereka yang terinfeksi virus corona.

Keputusan Lockdown Resmi Berlaku

Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte akhirnya memutuskan lockdown alias penutupan seluruh wilayah negara. Hal ini dikerjakan dalam upaya menekan penularan virus corona yang makin merajalela di sana. Lockdown kabarnya akan berlansung sampai 3 April 2020.

Kementerian Luar Negeri RI dalam situs resminya mengumumkan bahwa ada belasan daerah yang ditutup, antara lain Lombardia, Veneto (Provinsi Venezia, Padova, Treviso), Emillia Romagna (Provinsi Modena, Parma, Piacenza, Reggio Emilia, Rimini), Piemonte (Provinsi Alessandria, Asti, Novara, Verbano, Vercelli), dan Marche (Provinsi Pesaro-Urbino).

Melansir AFP, berikut aturan dekrit lockdown virus corona yang ditandatangani pada Senin (9/3) waktu setempat:

1. Dilarang keluar rumah kecuali darurat

Segala bentuk pergerakan dari 60 juta warga Italia bakal dibatasi. Bahkan jikalau ada yang mengalami demam atau gejala dilema pernapasan, diminta tidak tetap di rumah demi menghindari close contact dengan orang lain. Perusahaan-perusahaan juga sudah diminta memberikan cuti aksesori bagi karyawannya, agar tidak ada alasan pergi untuk bekerja.

2. Tidak boleh berkumpul di daerah lazim

Pemerintah melarang segala bentuk pertemuan di tempat lazim, atau lokasi yang sifatnya terbuka untuk publik. Agenda olahraga mirip olimpiade tetap dilanjutkan sampai selesai, dengan catatan tidak ada yang menonton. Semua atlet, instruktur, dan ofisial akan terus dipantau kondisinya kesehatannya.

3. Penutupan ruang publik

Agar warga memilih membisu di rumah, Roma mengumumkan bahwa kafetaria ataupun kedai makanan cuma diizinkan buka mulai pukul 06.00 sampai 18.00. Beberapa ruang publik lain mirip bak renang, kawasan spa, gelanggang olahraga, sentra kebugaran, serta resor ski pun dihentikan beroperasi selama masa lockdown.

4. Sekolah diliburkan

Lembaga pendidikan diliburkan, baik itu sekolah maupun sekolah tinggi tinggi. Segala bentuk cobaan juga ditiadakan. Institusi keagamaan tetap dibuka, tapi dengan syarat tiap jemaah harus menjaga jaraknya satu meter. Kemudian, ritual peribadatan, mirip pembaptisan, pemakaman, hingga upacara pernikahan, tidak boleh diselenggarakan.

Sebelumnya, pemerintah Italia telah megerahkan upaya pembagian 22 juta masker bedah demi menghemat penyebaran corona. Namun apa daya, virus ini tak juga takluk dan malah terus mengkonsumsi banyak korban.

(Baca Juga: Tidak Hanya Corona, Waspadai Juga Demam Berdarah)

Liga Sepak Bola Serie A dan Euro 2020 Dihentikan

Seiring dengan diberlakukannya kebijakan lockdown, seluruh persaingan olahraga tergolong Serie A liga sepak bola kasta teratas di Italia, resmi tidak boleh untuk beberapa waktu. Dengan begitu, tidak ada juara Liga Italia ekspresi dominan ini. Hanya ada kepastian tim-tim yang menempati zona persaingan Eropa melalui perolehan poin klasemen.

Misalnya klasemen lima besar Liga Italia sampai saat ini ditempati oleh Juventus, Lazio, Inter Milan, Atalanta, dan AS Roma. Artinya, mereka berhak melenggang ke Liga Champions dan Liga Europa musim depan.

Lalu, bagaimana nasib Euro 2020 yang rencananya akan diruanrumahi Italia? Melansir Anadolu Agency, UEFA (United European Football Association) sudah memastikan bahwa persaingan sepak bola antar negara Eropa itu akan tetap digelar sesuai acara meski tengah berada dalam ancaman wabah virus corona. Namun, jika penularan COVID-19 terus meluas, Euro 2020 juga mampu ditangguhkan sampai ekspresi dominan gugur atau bahkan sampai tahun depan.

Mengapa Italia Paling Terpapar Corona di Eropa?

Saat menyaksikan Italia menjadi negara dengan masalah virus corona terbesar di Eropa, tidak sedikit orang yang mengerenyitkan dahi akhirnya. Kok bisa ya? Pertama, kemungkinan besar alasannya adalah arus bisnis di sana cukup produktif. Hal tersebut otomatis menghadirkan ekspatriat dari berbagai negara epidemi COVID-19, tergolong China untuk mengelola kepentingan bisnis mereka.

(Baca Juga: Corona Masuk Indonesia, Konsumsi 5 Makanan Penangkalnya!)

Italia adalah salah satu negara di Eropa yang juga menunjukkan banyak daerah wisata menawan. Mulai dari peninggalan sejarahnya, sentra fashion dunia, sampai pantai nan eksotis. Sehingga pelancong-pelancong pun ramai berdatangan tanpa henti dan berisiko menularkan virus.

Virus corona bekerjsama sudah beredar di Italia pada final Januari 2020. Namun, entah mengapa wabah tidak cepat terdeteksi. Virus lalu menyebar luas hingga menginfeksi pasien “gelombang pertama”. Paolo Bonanni, Profesor Ilmu Kebersihan di Universitas Florence menyebut, kasus bisul tersebut kurang diawasi ketat semenjak permulaan.

Sementara berdasarkan PM Italia yang dilansir lewat Liputa6.com, lemahnya kemudahan medis di rumah sakit bab utara turut memicu penularan virus corona yang tak terbendung. Jadilah korban terinfeksi kian hari, semakin menumpuk.

Di Indonesia sendiri, jumlah pasien terifeksi virus corona bertambah menjadi 27 orang. Lakukan senantiasa upaya pencegahannya dengan tekun mencuci tangan, serta menjauhi kerumunan orang.

Penuhi segala kebutuhanmu untuk memerangi COVID-19, olok-olokan pemberian online di Kredit Pintar. Beli stok masker, hand sanitizer, dan materi kuliner tak perlu lagi menungguu gajian!