0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Kiat Alokasi Gaji Paling Tepat, Agar Gak Habis Diembat!

Hari ini, 17 Juli 2020 diperingati selaku Hari Keadilan Internasional. Keadalian masih terus menjadi isu yang merepotkan terpenuhi dengan baik di banyak sekali negara, tergolong Indonesia. Oleh kesudahannya, penting memakai momen ini untuk menyuarakan pentingnya penegakan keadilan, dan kesepakatan pemerintah atas upaya penegakan keadilan yang menyeluruh.

Tips Alokasi Gaji yang Tepat

Tapi selain keadilan di sebuah negara, sebagai individu pun rasanya banyak hal dalam kehidupan eksklusif yang belum kita perlakukan dengan adil. Semisal kebiasaan memakai duit yang masih kurang imbang antara kebutuhan dengan cita-cita. Contohnya setiap habis gajian, kita seringkali lupa mendahulukan kepentingan yang bersifat urgent hanya demi menuruti hasrat kebendaan. Alhasil gres tanggal belasan, honor sudah hampir ludes dan gagal menabung.

4 Kebiasaan Buruk yang Bikin Gaji Selalu Habis

Gaji habis tak bersisa dan senantiasa gagal menabung? Mungkin selain porsi alokasinya keliru, ada kebiasaan-kebiasaan buruk yang tanpa disadari amat berpengaruh kepada cashflow bulananmu. Sebelum membahas kiat alokasi honor, ketahui apalagi dahulu kebiasaan yang juga perlu disingkirkan dalam menggunaakan duit berikut ini:

1. Belanja dahulu baru nabung

Belanja dulu baru nabung - Tips Alokasi Gaji Paling Tepat Biar Gak Habis Diembat

Saat gajian datang, niscaya pada umumnya dari kita pribadi ‘gatal’ ingin memakai uangnya untuk belanja. Terutama bagi para wanita dengan wishlist di e-commerce yang numpuk. Kebiasaan belanja dahulu gres nabung ini, baiknya segera ditinggalkan demi keuangan yang lebih sehat. Seperti kata raja penanam modal Warren Buffett, semestinya jangan menabung dari apa yang tersisa setelah kau belanja, namun belanjakan apa yang tersisa setelah kita menabung.

 2. Tabungan mudah diakses

Tabungan mudah diakses - Tips Alokasi Gaji Paling Tepat Biar Gak Habis Diembat

Kemajuan teknologi membuat semuanya jadi lebih gampang, termasuk dalam mengakses tabungan melalui m-banking. Dengan hp di tangan, otomatis kamu bisa melakukan transaksi apapun tanpa mesti ke ATM. Kebiasaan ini ternyata cukup membahayakan cashflow, karena uang semakin mudah keluar. Sebisa mungkin jangan gunakan m-banking, kecuali untuk simpanan yang menampung duit operasional setiap bulan saja.

(Baca Juga: 10 Negara Termiskin di Dunia dengan GDP per Kapita Paling Rendah)

 3. Ogah mencatat pengeluaran

Ogah mencatat pengeluaran - Tips Alokasi Gaji Paling Tepat Biar Gak Habis Diembat

Kebiasaan buruk yang juga turut mempengaruhi periode depan keuanganmu adalah ogah mencatat pengeluaran. Dengan berkala mencatat pengeluaran, kemana saja duit keluar dan dipakai lebih mampu terpantau. Apakah pengeluaran tersebut penting atau tidak? Sehingga kau pun akan disiplin dalam memakai duit sehari-harinya, serta lebih menentukan untuk menabung.

4. Selalu termakan promo dan diskon

Selalu tergoda promo dan diskon - Tips Alokasi Gaji Paling Tepat Biar Gak Habis Diembat

Promo dan diskon berbagai macam barang di marketplace pasti sungguh menarik hati. Kelihatannya sih murah, tetapi membeli barang promo justru menjadi salah satu aspek gagal menabung. Dilansir dari lifehack.org, ternyata kebiasaan membeli barang yang murah tidak selamanya bikin kantong irit. Sebab, barang murah kadang kualitasnya tidak manis, jadi kala pakainya juga tidak lama.

Cek Porsi Alokasi Gaji yang Tepat

Disadari atau tidak, berapapun gaji tak akan cukup menyanggupi keperluan hidup kalau cara mengelolanya salah. Oleh karena itu jalan satu-satunya yang bisa diambil ialah dengan mengetahui kiat alokasi honor yang sempurna di sini.

Porsi alokasi gaji yang tepat dirumuskan dengan formula 40-30-20-10. Angka tersebut ialah persentase setiap pos keuangan. Formula ini bersifat universal, sehingga mampu diterapkan pada rentang gaji berapa pun mulai dari honor UMP hingga Rp10 jutaan. Seperti ini pembagian terstruktur mengenai lengkapnya:

  • 40% untuk biaya hidup

Begitu gajian, sebisa mungkin eksklusif alokasikan 40% duit untuk pengeluaran berkala di setiap bulan. Kebutuhan tersebut biasanya berupa biaya makan sehari-hari, air + listrik, kuota  internet, transportasi, dan lain sebagainya. Pastikan alokasi ini telah mencakup semua keperluan mulai dari yang sifatnya pokok hingga rekreasional ya, sehingga kamu tak perlu mengambil duit lagi dari pos-pos lain.

  • 30% untuk cicilan

Alokasikan juga 30% gajimu ke dalam cicilan. Cicilan ialah tanggung jawab yang tak boleh dihindari dan sebisa mungkin bayarlah tepat waktu. Selama hutang tersebut dipakai untuk membeli aset yang sifatnya produktif, punya cicilan sah-sah saja. Misalnya cicilan rumah atau kendaraan bermotor. Hindari pula berhutang untuk hal konsumtif, karena ujung-ujungnya hanya akan membebanimu.

  • 20% untuk simpanan

Nah, kini waktunya mengalokasikan ke pos tabungan dengan persentasi sebesar 20%. Khusus untuk alokasi ini, kau mampu membaginya ke dalam beberapa pos lagi mirip untuk tabungan, asuransi, dana darurat maupun investasi. Dengan adanya takaran alokasi tersebut, tak ada lagi argumentasi skip menabung, kan? Uang pun jadi terpakai untuk hal-hal bermanfaat untuk kala depanmu.

  • 10% untuk bantuan

Terakhir,  gunakan 10% dari gaji yang tersisa untuk kebaikan terhadap sesama. Mulai dari bederma, sedekah, bantuan maupun bederma. Ingat, menunjukkan sebagian dari pemasukan kita kepada orang-orang membutuhkan juga tergolong kebaikan yang berbuah rezeki di lalu hari. Bila penghasilanmu tergolong pas-pasan, kau mampu menghemat persentase ini tetapi usahakan untuk tetap ada.

Seperti itulah kira-kira kiat alokasi gaji yang perlu kamu terapkan sesegera mungkin. Demi mampu menabung dan semua kebutuhan tercukupi seadil-adilnya. Jika sekiranya alokasi tersebut masih belum mencukupi untuk kau terapkan memiliki arti kau harus membenahi manajemen keuanganmu, kamu dapat menyiasatinya dengan menambah pemasukan. Pemasukan pemanis ini mampu didapat melalui kerja sampingan atau mencoba buka usaha.

Dapatkan kemudahan pemberian sampai Rp300 juta dari KTA Standard Chartered, sebagai modal awalmu menjalani perjuangan. Suku bunganya rendah mulai 0,65%, jangka tenor yang diberikan pun cukup panjang yaitu 4 -5 tahun. Tunggu apa lagi? Ajukan kini juga produk keuangan ini lewat CekAja.com.

(Baca Juga: Cara Budidaya Tanaman Singkong Termudah Bebas Hama)