0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Kenapa Menstruasi Bisa Telat? Penting Aspek Penyebabnya

Siklus menstruasi atau mens pada perempuan harusnya terjadi setiap satu bulan sekali. Namun, ada pula sebagian perempuan yang mengalami mens terlambat meskipun sedang tidak hamil. Tak usah galau, simak beberapa faktor mens telat berikut ini.

10 Faktor Mens Telat yang Wajib Diketahui

Siklus Normal Mens

Mens ialah proses keluarnya darah dari vagina yang disebabkan oleh terlepasnya dinding rahim (endometrium). Sebelum terlepas bareng dengan darah, endometrium ini mengalami penebalan yang mengandung pembuluh darah.

Jika tidak terjadi pembuahan sperma dengan sel telur, maka endometrium ini akan luruh dan keluar serempak dengan darah. Mens ialah siklus bulanan yang alami pada wanita. Siklus normal mens umumnya terjadi setiap 21 hari hingga 35 hari sekali. Dalam setiap periodenya, pendarahan saat mens terjadi 3 hari hingga 7 hari.

Namun, memang ada sebagian perempuan yang mempunyai perbedaan siklus serta usang terjadinya mens. Bahkan, sebagian di antaranya juga mengalami mens yang datangnya telat. Sekalipun mereka sedang tidak hamil.

Jika kamu salah satu di antaranya, kau tak mampu mengabaikannya begitu saja. Ada beberapa aspek mens terlambat yang mampu saja terjadi padamu. Berikut pemaparannya.

Faktor Mens Telat

1. Kelelahan

Kelelahan

Faktor mens telat yang pertama yakni alasannya adalah kelelahan. Tubuh yang menjalani aktifitas berat saban hari akan mengalami pengurasan energi. Termasuk ketika kamu rutin melakukan olahraga yang berat dan menjadikan kehilangan lemak badan yang banyak.

Hal ini bisa mengacaukan jadwal siklus mens kamu. Untuk itu, kau disarankan untuk mengetahui batas kemampuan badan dalam menjalani aktifitas. Biasakan untuk istirahat yang cukup dengan tidur 7 sampai 8 jam per hari.

2. Stres

Stress

Selain kecapekan secara fisik, kelelahan secara mental juga mampu menjadi salah satu aspek mens telat. Hormon hipotalamus di otak yang bertugas menertibkan kelancaran siklus mens akan terusik.

Jika kamu mencicipi frustasi balasan aktifitas yang terlalu padat atau tekanan dari banyak sekali hal, segeralah untuk melakukan relaksasi diri. Kamu bisa menyediakan waktu untuk me time dengan yoga, pergi pijat dan spa, atau sekadar berolahraga ringan, dan aktivitas yang menggembirakan supaya terhindar dari depresi.

(Baca Juga: Perbedaan Cuti Menstruasi di Berbagai Negara)

3. Faktor Hormonal

Faktor Hormonal

Peningkatan hormon prolaktin (yang dihasilkan oleh kelenjar pitiutari di otak) yang tidak normal dapat mengganggu kinerja hormon lain yang berperan mempertahankan siklus mens. Hal ini disebabkan oleh banyak sekali hal, seperti efek menyusui, gangguan ginjal, atau tumor kelenjar pitiutari.

Selain itu, ketidakseimbangan hormon estrogen dan hormon progesteron juga mampu memicu mens terlambat muncul. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat kesuburan seseorang. Untuk mencegah ketidakseimbangan hormon ini, kamu harus mempunyai pola hidup yang sehat.

4. Pengaruh Alat Kontrasepsi

Pengaruh Alat Kontrasepsi

Bagi para wanita yang aktif secara seksual dan memilih untuk menghalangi kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi, risiko mens terlambat tentu telah diketahui sebagai pengaruhnya. Alat kontrasepsi dalam bentuk pil, cairan yang disuntikkan, maupun alat kontrasepsi hormonal yang ditanam sama-sama menjadi aspek mens telat.

Sebab, penggunaan alat kontrasepsi akan mensugesti hormon estrogen dan progestin yang menangkal indung telur melepaskan sel telurnya. Jika kau ingin mendapatkan siklus mens yang terstruktur, setidaknya kamu mesti menunggu selama 6 bulan dari jarak sehabis berhenti memakai alat kontrasepsi.

5. Berat Badan Naik Atau Turun Drastis

Berat Badan Naik

Berat tubuh yang tidak ideal juga menjadi aspek mens terlambat. Jika kamu mengalami obesitas ataupun mengalami penurunan berat tubuh secara drastis balasan gangguan makan (mirip anoreksia atau bulimia), maka fungsi badan akan terusik termasuk siklus mens.

Atur acuan makan dengan baik dengan kuliner bergizi sepadan. Kamu bisa memantau berat tubuh ideal dengan rumus BMI. Yakni berat tubuh (satuan kilogram) dibagi dengan tinggi tubuh (satuan meter) kuadrat.

Contohnya, berat badan 55 kilogram dan tinggi badan 160 centimeter. Maka, BMI = 55 : (1,60 x 1,60) = 21,4.

Seseorang yang mempunyai hitungan BMI di bawah 18,5 maka masuk ke kategori sangat kurus. Sedangkan seseorang yang mempunyai hitungan BMI antara 25,1 – 27,0 masuk ke dalam klasifikasi gemuk tingkat ringan. Serta kategori obesitas untuk hitungan BMI di atas 27,1.

6. PCOS

PCOS

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) yakni kondisi di mana seseorang mengalami kelainan hormon dan tata cara metabolisme tubuh yang berakibat pada gangguan fungsi indung telur.

Pengidap PCOS memiliki siklus mens yang tidak terstruktur, bahkan bisa tidak mengalami mens selama berbulan-bulan. Hal ini berhubungan pula dengan tingkat kesuburan, dan harus dikerjakan oleh dokter.

(Baca Juga: 5 Mitos Tentang Kesehatan dan Fakta Kebenarannya)

7. Gangguan Kelenjar Tiroid

Gangguan Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang terletak di bab depan leher, yang berperan dalam menertibkan kecepatan tubuh dalam melakukan metabolisme. Seperti membakar energi, memproduksi protein tubuh, mengontrol tingkat sensitifitas tubuh pada hormon-hormon.

Kelenjar tiroid yang terganggu akan membuatmu menjadi mudah letih, rambut rontok, tidak nyaman pada suhu udara cuek maupun panas, dan berat tubuh yang tidak stabil. Kemudian, ini akan menjadi aspek mens telat.

Untuk mengobati gangguan kelenjar ini, pasien akan menjalani pengobatan dan operasi bila diharapkan.

8. Efek Merokok

Efek Merokok

Kita tentu tahu bahwa merokok memiliki banyak imbas negatif bagi badan. Kandungan nikotin dan zat berbahaya lainnya di dalam rokok akan mengganggu hormon estrogen dan progesteron, sehingga menciptakan siklus mens tidak terstruktur atau telat.

9. Penyakit Berbahaya

Penyakit Berbahaya

Beberapa penyakit juga menjadi faktor mens terlambat. Seperti diabetes, radang usus kecil, kanker rahim, kista, amenorrhea atau gangguan alat reproduksi perempuan, dan lain-lainnya.

Siklus mens terlambat mampu terjadi selaku imbas dari makin melemahnya kondisi tubuh akhir serangan penyakit tersebut.

10. Menopause

Menopause

Menopause ialah keadaan di mana wanita tidak lagi mengalami mens. Meskipun usia rata-rata perempuan yang menopause berkisar 45 tahun hingga 55 tahun, tetapi ada pula sebagian di antaranya yang mengalami menopause dini di bawah usia 40 tahun.

Itulah beberapa aspek mens telat yang bisa saja terjadi pada diri seseorang. Segera periksakan dirimu bila mengalami siklus mens terlambat secara terus menerus. Pemeriksaan yang cepat dijalankan akan semakin baik untukmu.

Tak usah khawatir dengan biaya layanan kesehatan, selama kau mempunyai asuransi kesehatan. Berbagai layanan kesehatan mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga pembedahan akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi.

Kamu bisa menerima segudang manfaat hanya dengan membayar premi bulanan yang terjangkau. Yuk, miliki asuransi kesehatan untukmu dan keluarga. Bandingkan dan olok-olokan saja lewat CekAja.com.