0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Kenali Dahulu Perbedaan Antara Kpr Subsidi Dan Non-Subsidi

Secara ideal, di dunia ini, rumah adalah daerah yang paling tenteram, bahkan bila boleh dikatakan tidak ada tempat lain yang akan membuatmu senantiasa rindu saat pergi jauh selain rumah. Ya, karena rumah adalah tempat dimana jiwa dan hati berada.

perbedaan antara kpr subsidi dan non-subsidi

Ungkapan-istilah terkenal ini menawarkan bahwa rumah ialah suatu tempat yang diharapkan dan ada di hati dan juga fikiran setiap orang, seperti halnya di lokasi fisik tertentu. Dalam banyak sekali budaya insan dan selama berabad-kurun orang dengan aneka macam cara telah membangun rumah untuk diri mereka sendiri dan bagi orang-orang yang mereka sayangi. Manusia terperinci berevolusi menjadi pembangun rumah, ibu rumah tangga, dan penghuni rumah. Tempat tinggal yang diketahui selaku rumah dengan bermacam-macam evolusinya telah didapatkan di mana-mana yang sudah dilihat oleh para arkeolog dan antropolog, mewakili setiap periode sejarah dan prasejarah. Mulai dari rumah pohon, rumah gua, rumah kayu, bahkan rumah dengan bangunan kokoh yang mirip kita lihat saat ini.

Rumah selalu menjadi kawasan berkumpul, tempat berlindung, dan tempat paling nyaman yang menjadi kawasan pelarian dari kegiatan dan gangguan dunia luar. Banyak yang bisa kita lakukan di rumah, banyak yang dihasilkan dari rumah, rumah mampu menjadi sumber ide, dan menjadi daerah berguru pertama setiap manusia sebelum memasuki dingklik sekolah. Bagi banyak orang, rumah yaitu sebuah lingkungan yang sarat kasih dan suportif untuk tumbuh dan memperoleh diri sendiri. Kebanyakan orang akan memiliki lebih dari satu rumah seumur hidup mereka jika mereka memiliki keunggulan duit, dan bila yang pertama tidak menciptakan mereka bahagia, senantiasa ada potensi untuk berbuat lebih baik saat menciptakan rumah baru.

Karena ternyata tak siapa saja mampu merasakan sebuah kebahagiaan di rumah mereka, apalagi jika mereka berasal dari keluarga yang berantakan. Berada di rumah mungkin akan sungguh membuat mereka tersiksa. Jadi, jika desain awal rumah memang daerah menjadi daerah paling tenteram dan kondusif, seiring berjalannya waktu, semua mungkin tidak semudah kedengarannya bagi mereka yang ingatannya ihwal rumah ialah situasi yang menindas atau kejam.

(Baca Juga: Pinjaman Untuk Renovasi Rumah)

Namun apapun yang dirasakan, rumah yakni satu kebutuhan wajib dan pokok setiap insan, rumah merupakan keharusan yang sangat mendesak. Tetapi bahkan dikala itu yakni lingkungan yang damai dan penuh kasih, rumah bagi kita semua yakni lingkungan politik di mana kita harus menegosiasikan hak dan hak istimewa, membuat kompromi, dan mencari pemberdayaan melalui penegasan diri.

Memiliki rumah sendiri adalah suatu kebutuhan yang menjadi harapan untuk banyak orang. Harga rumah yang ketika ini makin mahal dari tahun ke tahun rasanya semakin memberatkan. Namun sekarang ini ada banyak cara untuk berbelanja rumah sendiri salah satunya kamu bisa membeli lewat KPR. KPR yaitu kredit pemilikan rumah. Membeli rumah melalui KPR ini walaupun Harganya mampu hingga ratusan juta, namun kau akan lebih merasa ringan untuk membayarnya. Kredit pemilikan rumah ini ialah jenis kredit yang memerlukan agunan atau jaminan. Jenis jaminan yang bisa dipakai pun mampu bermacam-macam mirip tanah, rumah yang ditempati kini, kendaraan beroda empat atau motor yang dimiliki, logam mulia ataupun yang lainnya.

Sifat dari derma KPR ini yakni konsumtif sehingga kamu hanya bisa menggunakannya untuk biaya rumah dan kau tidak mampu menggunakannya untuk modal bisnis  kau. Di Indonesia secara umum ada 3 jenis KPR. Mereka yakni KPR subsidi, KPR non-subsidi, dan KPR Syariah. KPR yang sering diambil oleh masyarakat Indonesia yaitu KPR subsidi dan non-subsidi. Meskipun banyak juga yang menggunakan KPR Syariah. Kali ini kita akan membicarakan perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi.

KPR Subsidi

KPR subsidi adalah  KPR yang dilaksanakan oleh pemerintah yang melakukan pekerjaan sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Sederhananya KPR ini dibantu oleh dana pemerintah. Suku bunga yang diberikan adalah 5% dan itu yaitu bunga tetap selama jangka waktu kredit. KPR ini juga mewajibkan adanya uang wajah sebesar mulai dari 1%. Untuk rentang waktu pelunasan santunan KPR subsidi ini maksimal bisa sampai 20 tahun.

Persyaratan  diperhatikan ketika kamu akan mengajukan KPR subsidi ini adalah selaku berikut:

  • Warga Negara Indonesia yang berdomisili di wilayah Indonesia sia
  • Telah berusia 21 tahun atau sudah menikah
  • Memiliki masa kerja atau perjuangan sekurang-kurangnya1 tahun
  • Belum pernah memiliki rumah dan juga belum pernah mendapatkan sumbangan pemerintah untuk kepemilikan rumah
  • Memiliki penghasilan optimal Rp4 juta untuk KPR rumah Sejahtera tapak dan Rp7 juta untuk KPR rumah Sejahtera susun
  • Memiliki NPWP dan SPT tahunan serta PPH
  • Menuruti ketentuan penggunaan 

Sedangkan untuk dokumen-dokumen yang mesti disiapkan dalam pengajuan KPR subsidi ini antara lain:

  • Formulir aplikasi kredit yang disertai dengan pas foto modern pemohon dan pasangan
  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan,  KK, surat nikah atau cerai
  • Surat informasi penghasilan atau slip gaji terakhir, fotokopi SK untuk pegawai
  • Surat izin perjuangan perdagangan tanda daftar perusahaan, dan surat informasi domisili serta pembukuan keuangan bagi pemohon wiraswasta
  • Fotokopi izin praktek untuk pemenuhan profesional
  • Fotocopy NPWP
  • Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir
  • Surat pernyataan belum pernah memiliki rumah
  • Surat pernyataan belum pernah mendapatkan derma untuk kepemilikan rumah dari pemerintah.

KPR non-subsidi

KPR non-subsidi umumdisebut dengan KPR konvensional yaitu jenis produk kredit Perumahan yang dikerjakan oleh bank lazim konvensional kepada seseorang. Dalam hal ini tidak ada campur tangan dari pemerintah. Sedangkan untuk standar serta ketentuan akan pinjaman  KPR non subsidi ini sudah ditentukan antara pihak bank dengan pihak peminjam. Hal yang membedakan dengan KPR subsidi antara lain rentang waktu kredit, derma, persentase pembayaran dan suku bunga.

Jenis suku bunga

Jenis suku bunga yang diberikan untuk KPR non subsidi ini dibagi menjadi  2. Yang pertama yaitu bunga tetap atau fixed rate dan yang kedua ialah bunga mengambang atau floating rate.

  • Bunga tetap atau fixed  rate ialah bunga yang tidak akan berganti untuk era abad yang telah diputuskan. Jika kredit di pasaran berubah tetapi kamu masih dalam pembayaran yang memberlakukan bunga tetap maka cicilan kamu tetap dan tidak akan berganti.
  • Bunga mengambang atau floating rate yaitu bunga yang senantiasa mengikuti perubahan suku bunga kredit di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik maka cicilan mu juga akan bertambah sebaliknya kalau bunga di pasaran sedang turun maka otomatis di jalan kau juga ikut turun.

Sedangkan untuk patokan umum dalam mengajukan KPR non subsidi ini ialah selaku berikut:

  • Warga Negara Indonesia 
  • Berusia minimal 18 tahun atau telah menikah
  • Memiliki status karyawan, usahawan atau profesional
  • Untuk karyawan sekurang-kurangnyasudah melakukan pekerjaan 1 tahun dan terlatih kerja minimal 2 tahun
  • Untuk pebisnis dan profesional usaha atau acara paling tidak Sudah 2 tahun pada bidang yang serupa
  • Saat kredit lunas maximum untuk karyawan harus berusia 55 tahun dan usahawan atau profesional 65 tahun

Itu ia perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi yang mungkin kau belum tahu. Setelah mengenali perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi maka berikutnya kita akan membahas perbedaan mengenai rumah yang dibeli dengan KPR subsidi dan nonsubsidi. Perbedaan rumah KPR subsidi dan non-subsidi bisa dilihat dari banyak sekali faktor. Untuk penjelasannya mampu kau lihat di bawah ini.

Harga rumah

Perbedaan yang paling mencolok untuk rumah KPR subsidi dan non-subsidi yakni harga rumahnya. Untuk rumah yang diambil dengan KPR subsidi harganya jauh lebih hemat biaya alasannya ini mendapat derma dana dari pemerintah dan juga tidak dikenakan PPN. Suku bunga yang dimiliki pun lebih rendah sehingga cicilan rumah subsidi juga tetap sebab bunganya yakni bunga flat. Berbeda dengan rumah yang diambil dengan KPR non-subsidi harganya bisa jauh lebih mahal dari rumah dengan KPR subsidi. Suku bunganya pun lebih tinggi alasannya adalah tidak menerima santunan dana dari pemerintah.

Fasilitas

Rumah dengan KPR non-subsidi tentunya menerima kemudahan yang jauh lebih baik daripada rumah yang bersubsidi ini dikarenakan bunga yang tinggi bangunan rumah nya juga lebih besar dan biasanya telah ada dapur. Berbeda dengan rumah subsidi biasanya cuma dilengkapi dengan kamar tidur kamar mandi dan ruang tamu. Untuk dapur kamu bisa memperbesar dengan biaya sendiri.

Ukuran atau tipe rumah

Selain harga, bedanya rumah yang diambil dengan KPR subsidi dan non-subsidi mampu dilihat dari faktor kekerabatan atau diterima. Biasanya untuk rumah bersubsidi cuma mempunyai ukuran luas maksimal 36 m2 atau type 36. Sedangkan untuk rumah dengan KPR non-subsidi ukuran luas maksimal mampu lebih dari 36 m2. Rumah dengan ukuran  ini dianggap ideal untuk pasangan muda yang gres menikah. Jika nantinya pasangan itu akan memiliki anak maka mampu membangun atau memperluas di masa depan.

Lokasi

Untuk lokasi rumah subsidi dan nonsubsidi juga sangat berlawanan. Banyak pengembang yang membangun rumah dengan KPR non-subsidi bersahabat dengan fasilitas lazim atau berada di lokasi yang strategis. Lain halnya dengan rumah dengan KPR subsidi lazimnya malah berada di pinggiran kota dan jauh dari fasilitas umum atau bahkan sentra kota. Meski begitu sekarang Para pengembang mulai membangun rumah subsidi yang nantinya akan menjadi bagian dari suatu kota yang gres yang sedang dikembangkan. Rumah subsidi itu bisa akrab dengan akomodasi umum atau berada di lokasi yang strategis mirip rumah non subsidi.

Renovasi

Bentuk rumah non subsidi tentu kau akan lebih leluasa untuk merenovasinya  di abad depan. Harga jual rumah non subsidi juga lebih tinggi dan lebih cepat terjual ketimbang rumah bersubsidi. Biasanya untuk rumah bersubsidi memiliki aturan bahwa renovasi bisa dikerjakan setelah 2 tahun pertama. 

Itulah klarifikasi singkat mulai dari perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi sampai perbedaan rumah yang diambil dengan KPR subsidi dan non-subsidi. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu kau untuk memutuskan akan berbelanja rumah dengan cara KPR subsidi atau non subsidi. Sesuaikan keinginan untuk membeli rumah dengan keadaan finansial kamu ya. Dan jadikanlah rumahmu kawasan ternyaman untuk kau dan keluarga.

Wujudkan rumah idamanmu dengan KPR terbaik cuma di Cekaja.com.