0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Juni Ngantor Lagi, Simak Panduan New Normal Untuk Pekerja

Kebijakan pembatasan sosial berukuran besar (PSBB)  di wilayah DKI Jakarta akan rampung pada 4 Juni 2020. Setelah ini, kelihatannya aturan tersebut enggan dilanjutkan, kendati pereknonomian negara yang makin terpuruk. Pemerintah pun sepakat menerapkan ‘new normal’ dalam waktu dekat sehingga aktivitas bisa tetap berjalan, tetapi dengan mengikuti protokol kesehatan agar terhindar dari penularan Covid-19.

Panduan New Normal untuk Pekerja

Seiring dengan new normal yang mau segera diterapkan, semua mal di ibukota akan dibuka satu per satu. Perusahaan BUMN atau swasta juga bakal kembali memberdayakan karwayannya di kantor seperti biasa. Maka itulah, bimbingan hidup new normal untuk pekerja wajib dimengerti.

Apa Itu New Normal?

New normal disebut-sebut menjadi kala gres setelah pandemi Covid-19 tak kunjung mereda di Indonesia. Istilah ini pertama kali timbul dari Presiden Joko Widodo. Beliau menegaskan bahwa segera penduduk harus mampu berkompromi, hidup berdampingan, dan berdamai dengan virus corona supaya tetap produktif. Apa maksudnya?

Dilansir dari Kompas.com, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan, new normal yang dimaksud lebih menitikberatkan pergantian budaya masyarakat untuk bertingkah hidup sehat, meskipun nantinya mesti kembali beraktivitas.

Sementara menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita, masyarakat akan menjalani kehidupan secara new normal hingga ditemukannya vaksin atau obat untuk dipakai sebagai penangkal virus corona.

Dengan begitu, hadirnya new normal maka diperlukan penduduk bisa kembali melaksanakan kegiatan rutin yang diiringi dengan protokol kesehatan yang disiplin, sehingga kehidupan tetap berjalan walaupun diiringi dengan pandemi Covid-19.

(Baca Juga: 5 Cara Unik Kepala Daerah Menangani Corona)

Catat Panduan New Normal untuk Pekerja

Catat Panduan New Normal untuk Pekerja

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah mempublikasikan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) nomor HK.01.07/ MENKES/328/2020 ihwal Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Seperti dikutip melalui lembar KMK, terdapat tutorial new wajar untuk pekerja yang hendak kembali melakukan pekerjaan dari kantor dalam waktu akrab. Panduan ini terbagi menjadi tiga bentuk, adalah dikala perjalanan menuju tempat kerja, selama berada di daerah kerja dan ketika kembali ke tempat tinggal. Berikut rinciannya:

Saat menuju kawasan kerja:

  • Pekerja mesti dalam keadaan sehat ketika akan pergi ke kantor. Jika ada batuk, pilek, atau demam diusulkan untuk melakukan pekerjaan dari rumah.
  • Selama perjalanan, kenakan selalu masker dengan baik dan benar.
  • Tidak sering menyentuh fasilitas lazim dan gunakan senantiasa handsanitizer
  • Usahakan tidak menggunakan transportasi lazim.
  • Kalau terpaksa menggunakan transportasi biasa , tetaplah mempertahankan jarak minimal 1 meter dengan orang lain.
  • Jika memakai ojek online, dianjurkan untuk memakai langsung.
  • Pembayaran transportasi umum disarankan memakai transaksi secara non tunai.
  • Bila terpaksa memegang duit, secepatnya memakai handsanitizer sesudahnya.
  • Selama perjalanan, upayak tidak menyentuh wajah atau mengucek mata dengan tangan atau gunakan tissue higienis bila terpaksa.

Saat datang dan berada di daerah kerja:

  • Segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Upayakan memakai siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift.
  • Tidak berkerumun dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling membelakangi.
  • Bersihkan meja/area kerja dengan desinfektan.
  • Hindari menjamah fasilitas/peralatan yang dipakai bareng di area kerja.
  • Adapun jikalau telah menjamah biar secepatnya menggunakan handsanitizer.
  • Jaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter.
  • Usahakan pemikiran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja.
  • Disiplin memakai masker dan membiasakan tidak berjabat tangan.

Saat pulang ke tempat tinggal:

  • Jangan bersentuhan dengan anggota keluarga sebelum mandi dan ganti baju
  • Disarankan semoga secepatnya mencuci pakaian dan masker dengan deterjen
  • Jika pakai masker medis, robek dan basahi pakai desinfektan sebelum dibuang agar tidak mencemari petugas pengurus sampah.
  • Bersihkan handphone, kacamata, tas dengan desinfektan.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi sebanding, aktifitas fisik minimal 30 menit perhari, tidur minimal 7 jam, dan berjemur di pagi hari.
  • Hati-hati kalau memiliki penyakit degeneratif mirip diabetes, hipertensi, gangguan paru atau ginjal, penyakit autoimun, dan kehamilan.
  • Upayakan penyakit degeneratif selalu dalam kondisi terkontrol.

Pendapat WHO Tentang New Normal

The New Normal tak hanya akan terjadi di Indonesia. Spanyol pun rencananya akan menerapkan kebijakan ini pada Juni 2020.  Beberapa hukum yang diberlakukan adalah penerapan social distancing pada tubuh-tubuh usaha seperti hotel. Kemudian membuka sekolah secara perkala, dalam arti tidak semua sekolah pribadi dibuka secara berbarengan. Badan usaha seperti kedai makanan juga dapat mulai kembali membuka tokonya, tetapi batas tamu dihentikan lebih dari 30 persen.

Penerapan new normal  tidak bisa asal pilih dilaksanakan. Menurut WHO, pemerintah harus memenuhi beberapa standar terlebih dahulu agar perkara aktual tidak justru semakin menggunung. Oleh alasannya adalah itu, setidaknya Indonesia perlu menyanggupi hal-hal di bawah ini:

  1. Sistem kesehatan dapat mendeteksi, menguji, mengisolasi, serta mengatasi setiap perkara dan melacak setiap kontak.
  2. Penularan setiap penyakit mampu dikendalikan.
  3. Masyarakat sepenuhnya dididik, dilibatkan, dan diberdayakan untuk hidup di The New Normal.
  4. Sekolah, tempat kerja dan ruang-ruang publik lainnya sudah memutuskan langkah-langkah pencegahan.
  5. Risiko zona merah dihemat di kawasan-tempat rentan, mirip panti jompo.
  6. Risiko mengimpor masalah baru mampu dikontrol.

Pandemi yang mau berjalan panjang, faktanya memang tak mungkin dihindari. Surutnya perekonomian di aneka macam sektor, menciptakan tidak sedikit orang hidup terlantar sebab berbondong-bondong menjadi korban PHK. Di samping itu, virus corona gres ini pun tak main-main penularanya. Begitu sedarhana dan cepat kalau lengah menjaga diri.

Lantas, mampukah Indonesia menjalani periode new wajar ? Tentu tak ada lagi pilihan lain selain kembali ngantor demi kelangsungan hidup, meski mesti ‘berdampingan’ dengan Covid-19. Kuncinya, budayakan disiplin mulai dari tak luput memakai masker kemanapun kita pergi, serta mekanisme kebersihan yang lain. Jangan lupa, maksimalkan pertolongan dirimu dengan memiliki asuransi kesehatan yang menanggung pasien virus corona seperti Ciputra Life. Dapatkan sekarang juga melalui CekAja.com!

(Baca Juga: Siap Hidup di Era New Normal? Pakai KTA Bank Permata Biar Tambah PD)