0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Jokowi Minta Diskon Listrik Dan Harga Pangan Terjangkau Jelang Ramadan

Tak lama lagi, umat muslim akan mengerjakan ibadah Ramadan yang dibarengi dengan Hari Raya Idul Fitri. Lantas, bagaimana perilaku Pemerintah Indonesia kepada bulan dan hari besar umat Islam tersebut? Berikut ini tiga aba-aba dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hingga ketika ini, angka temuan perkara konkret Corona makin meningkat, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Dikutip dari laman resmi pemerintah terkait isu virus Corona, covid19.go.id, data terakhir per 2 April 2020 pukul 16.00 WIB menunjukkan bahwa jumlah pasien kasatmata Corona di Indonesia mencapai angka 1.790 orang. Adapun pasien yang dinyatakan meninggal meraih 170 orang dan yang sembuh sebanyak 112 orang.

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Infeksi Covid-19 telah memutuskan status darurat Corona di Indonesia hingga 29 Mei 2020 mendatang.

Artinya, dalam periode status darurat itu, terdapat bulan dan hari besar umat Muslim, yaitu bulan ampunan dan Idul Fitri.

Dalam rangka menyambut Ramadan dan Lebaran tersebut, Jokowi telah memberikan tiga aba-aba dikala menunjukkan pengantar dalam Rapat Terbatas pada Selasa (2/4) kemarin. Apa saja isinya?

1. Cek Ketersediaan Bahan-bahan Pokok

Merebaknya wabah virus Corona memang memaksa orang-orang untuk mengganti cara berperilakunya. Perubahan itu pun masuk sampai ke ranah ibadah keagamaan semua agama.

Sejalan dengan hal itu, dalam rangka antisipasi bulan pahala dan Idul Fitri, pemerintah mengakui bahwa ibadah umat Muslim kali ini akan dijalani dalam konteks yang berlawanan dibanding sebelumnya. Sebab, dikala ini kita sedang berhadapan dengan virus Corona yang juga tengah menguras perhatian dunia internasional.

(Baca juga: Atasi Corona, Jokowi Perlu Rp405,1 Triliun. Buat Apa Saja?)

Karena itu, Jokowi meminta supaya ketersediaan bahan-bahan pokok betul-betul dicek di lapangan. Sebab, kebutuhan primer merupakan hal yang krusial di tengah pandemi ini apalagi mau menyambut bulan ampunan dan Idul Fitri.

“Saya sudah cek juga ke Bulog, saya cek ke kawasan-daerah mengenai panen raya mirip apa. Saya melihat beras, daging, telur, gula, terigu, dan lain-yang lain masih berada pada keadaan baik,” kata Jokowi dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet.

Gula yang sempat langka di pasaran bakal dijual dengan harga wajar pada minggu-minggu depan. Menteri Pertanian sudah menyampaikan ke Jokowi bahwa harga gula akan kembali turun pada kondisi wajar , adalah Rp12.500. Selain itu, Menteri Perdagangan juga telah melaporkan bahwa bawang putih akan kembali ke harga wajar di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000.

Tidak hanya soal ketersediaan bahan pokok di lapangan, Jokowi juga meminta jajarannya untuk menentukan bahwa distribusi logistik mampu berlangsung dengan tanpa hambatan. Menteri Dalam Negeri diminta untuk menegur kepala tempat yang melakukan pemblokiran jalan. Hal itu dapat mengusik penyaluran bahan keperluan pokok ke kawasan-kawasan.

2. Eksekusi Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial

Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan paket sumbangan sosial dan jaminan sosial kepada penduduk yang berada di lapisan bawah. Jokowi menyuruh jajarannya agar hal itu mampu segera dieksekusi dan pribadi dibagikan kepada penduduk yang menajdi sasaran.

Berbagai paket derma sosial dan jaminan sosial itu berhubungan dengan PKH, sembako, kartu pra-kerja, hingga pembebasan ongkos listrik untuk pelanggan 450 Volt Ampere (VA) dan pertolongan keringanan tagihan sebesar 50 persen terhadap pelanggan bersubsidi 900 VA.

“Kalau ini segera bisa di lapangan tereksekusi akan baik untuk masyarakat kita,” ucap Jokowi.

Terkait ongkos listrik, Jokowi telah mengeluarkan kebijakan pembebasan dan peringanan biaya tarif listrik bagi dua kriteria pelanggan di atas. Perusahaan Listrik Negara (PLN) pun sudah menyiapkan cara mendapatkan program tersebut.

Listrik gratis bagi konsumen dengan daya 450 VA dan potongan harga sebesar 50 persen bagi konsumen subsidi dengan daya 900 VA itu diberikan selama 3 bulan, yakni pada bulan April, Mei, dan Juni 2020.

(Baca juga: Imbas Corona, Ini 4 Janji Bantuan Jokowi Buat Rakyat Kecil)

Untuk mekanismenya, konsumen kelompok tersebut cukup menginput atau mengantarkan ID pelanggan ke website www.pln.co.id atau ke nomor WhatsApp 08122-123-123. Setelah itu, masing-masing konsumen akan mendapatkan token gratis.

3. Tokoh Agama dan Ormas Diminta Mengedukasi Masyarakat Soal Corona

Menyikapi penyebaran virus Corona, Jokowi meminta agar tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh organisasi kemasyarakatan atau ormas dilibatkan guna mengedukasi masyarakat.

Pelibatan tokoh-tokoh tersebut diperlukan dapat memperlihatkan pendidikan kepada khalayak serta menyosialisasikan pentingnya disiplin dalam penerapan menjaga jarak kondusif.

Selain itu, para tokoh ini juga dibutuhkan menyampaikan hal-hal tentang pentingnya mencuci tangan, pengurangan mobilitas keluar rumah, perlunya memakai masker, serta penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan angka penyebaran virus Corona.

“Ini perlu disampaikan dalam rangka kita menjalankan protokol kesehatan secara ketat, baik di rumah maupun di luar rumah secara disiplin,” ucap Jokowi.

Itu beliau sekurang-kurangnya tiga aba-aba yang disampaikan Jokowi kepada jajarannya dikala melakukan Rapat Terbatas pada Selasa (2/4) lalu. Hal itu disampaikan demi mempertahankan kelancaran pelaksanaan ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri di tengah merebaknya wabah virus Corona serta mengembangkan kesadaran di penduduk akan pentingnya menjaga kesehatan diri.

Kamu sendiri sudah melakukan persiapan apa menjelang hadirnya bulan bulan pahala di selesai April ini? Semoga dalam keadaan sehat fisik semua ya. Tidak kalah pentingnya juga yaitu kesehatan keuangan keluarga.

Kalau kau memerlukan dana secara tiba-tiba untuk membeli kebutuhan materi makanan selama bulan rahmat, olok-olokan Kredit Tanpa Agunan (KTA) dari bank Standard Chartered melalui CekAja.com. Prosesnya cepat, syaratnya mudah, niscaya cairnya, dan telah tentu kondusif pastinya.