0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Jenis-Jenis Tes Covid-19 Di Indonesia, Mana Yang Lebih Akurat?

Jenis-jenis tes Covid-19 sepertinya perlu kau pahami, utamanya kalau ingin bepergian di abad pandemi ini. Di Indonesia sendiri sekarang sudah tersedia tiga jenis tes untuk mengenali apakah seseorang nyata terkena Corona atau tidak.

Perkembangan Terbaru Kasus Corona di Indonesia

Pandemi Covid-19 masih jadi ancaman terbesar di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Bahkan jumlah pasien yang terjangkit penyakit ini di tanah air terus bertambah.

Berdasarkan data pemerintah, sampai Kamis (3/9/2020), tercatat 3.622 orang yang konkret terkena Covid-19.

Penambahan perkara tersebut enggak cuma mengkhawatirkan, namun juga menimbulkan sederet pertanyaan perihal kapan berakhirnya pandemi di Indonesia.

Sebab dari data yang dilansir itu, mampu dikatakan inilah era di mana jumlah perkara aktual paling tinggi, terhitung semenjak pertama kali diumumkannya perkara Corona di Indonesia pada awal Maret lalu.

Walau total pasien yang sembuh lebih banyak ketimbang jumlah korban yang meninggal.

Namun sungguh disayangkan bila wabah ini masih “menghantui” Indonesia, utamanya di kota-kota besar seperti Jakarta.

(Baca Juga: 132 Rumah Sakit dengan Fasilitas Swab Test)

Bagaimana Sebenarnya Efek Corona pada Tubuh?

Sebelum membahas jenis-jenis tes Covid-19, semestinya mari kita bahas lebih detil lagi tentang virus Corona.

Virus ini dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO sejak 9 Maret 2020 kemudian.

Dikatakan pandemi alasannya virus yang pertama kali didapatkan di Kota Wuhan, pada simpulan Desember lalu ini terus meluas bahkan ke berbagai negara di seluruh dunia.

Sehingga enggak sedikit negara yang akhinrya memberlakukan lockdown untuk menekan angka penyebaran virus tersebut.

Virus Corona ialah virus yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.

Setiap orang bisa saja terkena virus ini setidaknya sekali seumur hidup, sebab penularannya melalui udara yang sangat cepat.

Saat virus ini masuk dalam tubuh, penderitanya akan langsung merasakan beberapa tanda-tanda yang sama dengan influenza.

Mulai dari flu, demam, batuk kering, pusing, diare, sampai abses paru-paru (pneumonia).

Mulanya, Covid-19 diketahui cuma menular dari binatang ke insan.

Namun sesudah muncul kasus di Wuhan, ternyata virus tersebut juga mampu menular dari insan ke insan. Penularannya sendiri mampu lewat cara-cara ini, diantaranya:

  • Tidak menggunakan masker saat berdekatan dengan orang yang aktual Corona
  • Tidak sengaja terkena percikan ludah dari penderita Corona dikala bersin ataupun batuk
  • Tidak mencuci tangan terlebih dulu dikala memegang lisan, hidung, maupun mata, sehabis menyentuh benda
  • Tidak menerapkan social distancing saat berhadapan dengan penderita Corona

Dalam beberapa kasus, virus Corona bisa menawarkan reaksi yang sangat “dahsyat” bagi badan.

Terlebih untuk penderita yang mempunyai tata cara kekebalan tubuh lemah, yang mana virus ini akan sangat susah untuk dilawan.

Malahan, dikala virus ini masuk ke dalam tubuh penderita dengan metode imun rendah, Corona akan terus meningkat biak dalam sel-sel akses pernapasan dan paru-paru.

Akibatnya, reaksi yang ditimbulkan justru menjadi berlebihan, di mana penderita bakal mengalami gejala Covid-19 yang cukup berat.

Mulai dari sesak napas, demam tinggi, sampai terjadinya kerusakan organ.

Bisakah Seseorang Terkena Virus Corona Dua Kali?

Selain membicarakan tentang imbas dan jenis-jenis tes Covid-19, banyak media besar tanah air yang juga membicarakan akan informasi ini.

Menurut beberapa sumber yang sudah dibaca oleh CekAja, setidaknya ada beberapa masalah di dunia yang memberikan bagaimana seseorang mampu terkena virus Corona bahkan dalam dua kali.

Dikutip dari laman Detik Health, beberapa bulan yang lalu sebanyak 10 persen pasien virus Corona yang sembuh, kembali dinyatakan terinfeksi virus tersebut.

Bahkan berdasarkan berita yang didapat dari laman Detik, di Rumah Sakit Tongji, Shanghai, juga diumumkan setidaknya ada 5 dari total 147 pasien yang kembali dinyatakan konkret Corona.

Hal tersebut sempat menciptakan geger khususnya bagi para ilmuwan.

Mereka menilai bahwa tak mungkin virus ini bisa menginfeksi penderita dalam dua kali.

Bahkan SARS dan MERS-CoV yang ialah “saudara” dari virus Corona saja, tidak pernah menginfeksi orang yang serupa hingga berulang.

Kemungkinan faktor yang membuat pasien kembali terinfeksi, bahkan usai menjalani salah satu dari jenis-jenis tes Covid-19 adalah sebab metode kekebalan tubuhnya.

Sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa menghasilkan antibodi yang sempurna, disinyalir jadi alasan utama seseorang bisa terkena Corona kembali.

(Baca Juga: Begini Prosedur Melakukan Swab Test yang Benar)

Jenis-jenis Tes Covid-19 di Indonesia

Di era new normal ini penduduk telah diperbolehkan kembali untuk travelling ke kota-kota lain di Indonesia.

Namun, sebelum memakai angkutanpublik mirip pesawat dan kereta, mereka wajib memilih salah satu dari jenis-jenis tes Covid-19.

Berikut ini jenis-jenis tes Covid-19 di Indonesia:

1. Rapid Test

Rapid test ialah salah satu dari jenis-jenis tes Covid-19 yang paling umum digunakan di Indonesia.

Tes ini dinilai lebih simpel dan cepat, karena hanya dengan mengambil sampel darah dari seseorang yang diuji.

Estimasi waktunya sendiri hanya sekitar 10 hingga 15 menit sehabis tes dilaksanakan.

Rapid test ini juga biasa dipilih penduduk saat akan bepergian dengan pesawat ataupun kereta.

Alat tes ini melakukan pekerjaan dengan cara menguji antibodi Immunoglobulin G, Immunoglobulin M, dan SARS-CoV-2, di dalam sampel darah.

Meskipun lebih simpel, namun rapid test tidak dapat dijadikan patokan diagnosis.

Bahkan kalaupun hasilnya negatif, kamu perlu mengulang kembali rapid test atau melanjutkan ke Swab PCR dalam masa waktu 7-10 hari.

Hal itu dikarenakan, antibodi yang diperiksa ketika rapid test kemungkinan belum terbentuk tepat.

2. Polymerase Chain Reaction (PCR)

Jenis-jenis tes Covid-19 lainnya selain rapid test ialah polymerase chain reaction atau lebih dikenal dengan istilah PCR.

Tes ini dikerjakan dengan mengambil sampel cairan di nasofaring.

Keakuratan dari PCR dinilai lebih baik ketimbang rapid test dalam hal mendeteksi virus Corona dalam badan.

Namun tes ini juga mempunyai kekurangan ialah dari sisi mekanisme, waktu hasil pemeriksaan, dan harga.

Dalam tes PCR, pengambilan sampel cairan di nasofaring dilaksanakan dengan tata cara swab.

Metode ini bisa memakan waktu sampai 15 detik, yang mana tenaga medis akan memasukkan cotton bud berskala besar ke pangkal tenggorokan atau hidung.

Sampel dari hasil swab test tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa karenanya.

Umumnya tes PCR ini membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk menunjukkan, apakah seseorang sungguh-sungguh faktual terinfeksi Corona atau tidak.

3. Tes Cepat Molekuler (TCM)

Selain rapid test dan PCR, ada pula TCM yang termasuk dalam jenis-jenis tes Covid-19 di Indonesia.

Tes ini sebelumnya cuma dipakai untuk pasien dengan penyakit Tuberkulosis.

Dalam pemeriksaan virus Covid-19, tes cepat molekuler menggunakan dahak selaku sampelnya dan dengan amplifikasi asam nukleat berbasis cartridge.

Cartridge yang khusus dipakai bakal mengidentifikasi RNA dari virus Corona, sehingga hasil tes ini juga mampu dikatakan cukup akurat.

Bahkan waktu yang diharapkan untuk memperlihatkan hasil dari TCM sendiri juga sangat cepat, adalah kurang lebih dua jam saja.

Awas Virus Corona, Lengkapi Proteksi Diri dengan Asuransi Kesehatan

Jangan coba-coba dengan virus Corona!

Meski enggak sedikit dari masyarakat yang mulai beranggapan akan konspirasi dari pandemi ini, tapi selayaknya kita juga harus berhati-hati.

Apalagi virus ini mampu kembali menyerang badan penderita, yang mana efeknya beneran enggak coba-coba bagi badan.

Sayangnya, dikala ini tidak sedikit dari kita yang merasa “aman” dan bisa kembali beraktivitas di muka publik.

Sah-sah saja sebenarnya, asalkan tetap dengan protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker dan rutin mencuci tangan.

Yang jadi urusan adalah mereka yang justru mulai mengendurkan protokol kesehatannya sendiri, seperti tidak memakai masker dikala di luar rumah.

Padahal masker yaitu obat paling mujarab saat ini untuk melindungi diri dari penularan Corona.

Selain itu, kamu juga mampu melengkapi diri dengan asuransi kesehatan.

Hal tersebut dianggap sempurna, alasannya adalah semua risiko kesehatan yang dialami bisa dituntaskan dengan manfaat yang diberikan oleh asuransi kesehatan itu sendiri.

Terus, di mana bisa apply asuransi kesehatan?

Tentu saja di CekAja.com. Lewat layanan finansial ini, kau bisa membandingkan sekaligus memiliki asuransi kesehatan dari mitra terkemuka yang ada di Indonesia.

Mulai dari PFI Mega Life, Asuransi Cigna, sampai Asuransi Ciputra Life.

Rekanan rumah sakitnya juga cukup luas lho, bahkan dengan cakupan derma yang dinilai paling komplet.

Yuk, tunggu apalagi?

Miliki segera asuransi kesehatan dari CekAja dan nikmati perlindungannya untuk diri sendiri maupun keluarga.