0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Jenis-Jenis Alergi Pada Kulit Beserta Gejala Dan tips Mengobatinya

Jenis-jenis alergi pada kulit sepertinya memang perlu dimengerti dan dilarang dianggap sepele begitu saja.

Sebab, beberapa macam alergi kalau tidak secepatnya diobati mampu berakibat fatal pada penderitanya.

Apa itu Alergi Pada Kulit?

Dilansir dari situs hellosehat.com, alergi merupakan sebuah reaksi gila dari sistem imun badan dikala tengah melawan senyawa aneh yang bergotong-royong tidak berbahaya bagi tubuh.

Ketika mengalami suatu reaksi alergi, maka badan akan membuktikan tanda-tanda-tanda-tanda tertentu, mirip sesak napas, batuk, sampai mata lembap.

(Baca Juga: 6 Buah Kaya Kolagen)

Bahkan di beberapa perkara tertentu, alergi juga bisa menjadikan reaksi bermacam-macam pada kulit, seperti iritasi kulit, ruam, gatal, kulit kemerahan, sampai pembengkakan.

Perlu dimengerti setiap orang belum tentu mempunyai alergi yang sama satu sama lain, yang mana juga tak lepas dari usia dan faktor risiko.

Akan tetapi, sebagian besar penderita alergi lazimnya telah mengalami dilema pada kulit ini semenjak mereka masing kanak-kanak.

Jenis-jenis Alergi pada Kulit

Nah, seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa setiap orang mempunyai alergi yang berlainan-beda.

Maka dari itu, supaya tidak salah penanganan, ada baiknya bila kita mengetahui tentang jenis-jenis alergi pada kulit yang paling kerap terjadi, yaitu ialah:

1. Eksim (dermatitis atopik)

Salah satu dari jenis-jenis alergi pada kulit yang akan kita bahas pertama ialah eksim atau dermatitis atopik, yakni sebuah keadaan dimana kulit sangat gampang kering dan mengakibatkan gatal-gatal.

Alergi ini umumnya dialami oleh anak-anak. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan hal tersebut juga bisa terjadi pada orang cukup umur

Apabila kulit telah mengalami tanda-tanda, maka biasanya juga akan menjadikan benjolan kecil berisi cairan bening atau kekuningan.

Kebanyakan perkara eksim ini merupakan faktor genetik atau memang telah memiliki riwayat penyakit eksim di dalam anggota keluarga.

Selain itu, eksim ini juga kadang-kadang dikaitkan dengan asma, rhinitis alergi, dan alergi makanan.

Penyebab

Penderita eksim umumnya akan menyebabkan tanda-tanda jika berkontak dengan beberapa faktor berikut ini:

  • Debu, bulu binatang, dan serbuk sari dari tumbuhan
  • Sabut atau alat pembersih lainnya
  • Metal mirip nikel yang ada di suplemen, ponsel, sabuk, dan lain-lain
  • Kontak dengan parfum atau pengharum jenis yang lain
  • Formaldehyde yang biasa ditemukan pada produk cat kuku dan disinfektan
  • Produk dari karet seperti sarung tangan dan lateks

Cara Mengobati

Agar tidak memperparah gejala yang timbul, penderita memang wajib menghindari faktor-faktor yang menjadi penyebabnya.

Akan tetapi jikalau gejala telah kadung muncul, maka mampu diobati dengan beberapa cara berikut ini:

  • Oleskan pelembab kulit yang dijual secara bebas pada kulit, dengan tujuan untuk menangkal hilangnya air dari kulit dan melembabkan kulit. Bisa itu berupa lotion, krim, atau salep. Lakukan dengan berkala sesudah mandi atau kapanpun saat kulit terasa kering.
  • Untuk meminimalisir peradangan, kamu bisa memakai obat seperti hidrokortison topikal.
  • Konsumsi obat antibiotik yang ditujukan untuk bengkak kulit, namun harus sesuai petunjuk dokter.
  • Phototherapy, ialah sebuah metode penggunaan sinar ultraviolet untuk menanggulangi peradangan. Cara ini juga mesti di bawah pengawasan dokter.
  • Pastikan untuk minum air yang cukup, gunakan sarung tangan dikala berada di suhu dingin, dan jangan gunakan pakaian yang bisa mengiritasi kulit.

2. Dermatitis Kontak Alergi

Jenis-jenis alergi pada kulit berikutnya ialah dermatitis kontak alergi. Biasanya, jenis alergi satu ini menunjukkan tanda-tanda bila penderita bersinggungan secara langsung dengan alergen, atau hal-hal yang memang menjadikan timbulnya tanda-tanda alergi.

Alergen itu sendiri bisa berupa apa saja, tergantung dari jenis-jenis alergi pada kulit yang tengah terjadi, mampu berbentuklateks, logam, wewangian, hingga flora.

Umumnya, gejala yang muncul tidaklah parah, namun sungguh mengusik. Seperti contohnya, dikala memakai tidak cocok menggunakan produk skin care atau deterjen baru, maka kulit akan memunculkan gejala iritasi dan kemerahan.

Nah, tanda-tanda yang muncul ini juga berlainan-beda. Ada yang eksklusif muncul seketika itu juga dikala sungguh penderita baru menyentuh alergen, ada pula yang baru timbul hingga berbulan-bulan setelah terpapar zat alergen.

Oleh alasannya adalah itu, semoga tidak salah mendeteksi dan melakukan pengobatan, kamu perlu berkonsultasi ke dokter apalagi dahulu dikala mendiagnosa sebuah alergi tertentu.

Penyebab

Beberapa gejala dari salah satu jenis-jenis alergi pada kulit ini adalah:

  • Kulit kering yang bersisik
  • Gatal-gatal andal
  • Kulit kemerahan
  • Adanya benjolan lembap
  • Kulit terlihat gelap atau berangasan
  • Kulit terbakar
  • Sensitif kepada sinar matahari
  • Terjadinya pembengkakan, utamanya pada area mata, paras , dan selangkangan

Pengobatan

Untuk meredakan gejala pembengkakan, kau mampu mengatasinya dengan membeli beberapa obat yang dijual bebas tanpa membutuhkan resep dokter dan dengan melakukan sejumlah cara, adalah adalah:

  • Mengkonsumsi obat jenis antihistamin, mirip diphenhydramine untuk menghemat rasa gatal
  • Oleskan petroleum jelly untuk menenangkan area kulit yang terdapat alergi
  • Oleskan krim hidrokortison
  • Oleskan salep mirip lotion calamine
  • Kompres air acuh taacuh pada area kulit yang gatal
  • Mandi dengan sabun yang lembut dan air hangat untuk menetralisir iritasi
  • Jangan pernah menggaruk area kulit yang iritasi, sebab justru bisa memperburuk iritasi itu sendiri dan menyebabkan abses kulit.

3. Urtikaria (biduran)

Salah satu dari jenis-jenis alergi pada kulit berikutnya yaitu urtikaria atau yang diketahui selaku biduran, ialah sebuah reaksi ketika kulit terpapar alergen atau abses virus.

Biasanya, tanda-tanda yang ditimbulkan berupa munculnya bentol-bentol pada kulit yang berwarna kemerahan, gatal, serta menonjol.

Ukurannya pun juga bervariasi dan mampu timbul dimana saja. Terdapat dua jenis urtikaria, adalah urtikaria akut dan urtikaria kronis.

Namun, yang paling sering terjadi pada umumnya yakni urtikaria akut. Biasanya, jenis urtikaria satu ini akan menimbulkan gejala ketika penderita menyantap suatu kuliner atau benda yang bersifat alergen.

Tak hanya itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh suhu panas, obat-obatan, serta gigitan serangga.
Sementara itu, urtikaria kronis justru jarang ditemui, yang mana sebagian besar juga belum ditemukan penyebabnya.

Tak hanya itu, urtikaria kronis ini juga bisa berjalan selama berbulan-bulan sampai beberapa tahun, sedangkan urtikaria akut biasanya hanya berjalan tidak lebih dari 6 minggu.

Penyebab

Beberapa hal yang mampu menyebabkan terjadinya urtikaria atau biduran ini yaitu:

  • Bersentuhan langsung dengan pemicu atau penyebab alergi, seperti lateks atau bulu hewan
  • Mengkonsumsi masakan yang mampu menyebabkan urtikaria, mirip kacang, coklat, masakan bahari, telur, gandung, dan susu
  • Hampir semua obat-obatan mampu menyebabkan urtikaria
  • Zat aditif atau bahan perhiasan yang terdapat di makanan, seperti pelengkap, pengawet, penguat rasa, pewarna, pengental, dan lain-lain
  • Infeksi, seperti hepatitis dan demam kelenjar
  • Gigitan serangga
  • Faktor lingkungan, seperti cuaca yang terlalu panas atau dingin, sinar matahari, atau jenis air tertentu

Pengobatan

Sebenarnya, pada umumnya kasus urtikaria ini tidak membutuhkan pengobatan khusus, alasannya adalah gejalanya mampu saja hilang hanya dalam hitungan hari atau jam.

Akan namun, jika terasa begitu mengganggu, maka direkomendasikan untuk memakan antihistamin untuk menanggulangi rasa gatalnya.

Selain itu, kau juga perlu menghindari beberapa alergen yang bisa mengakibatkan alergi kambuh dan secepatnya menelepon dokter yang menangani jenis-jenis alergi pada kulit secara khusus untuk menerima penanganan yang sempurna dan aman.

4. Angioedema

Nah, jenis-jenis alergi pada kulit yang mau kita diskusikan terakhir yakni angioedema, yakni suatu kondisi penumpukan cairan pada kulit yang menjadikan pembengkakan.

Umumnya, kondisi ini memang tidak berbahaya, akan tetapi di beberapa kasus yang jarang, penderita mampu membuktikan gejala sulit bernapas, karena pembengkakan terjadi di saluran pernapasan.

Perbedaannya dengan urtikaria yakni, pembengkakan angioedema ini justru terjadi di bab bawah kulit, dan sering terjadi pada jaringan lunak, mirip kelopak mata, bibir, tenggorokan, atau bahkan alat kelamin.

Namun pada umumnya, angioedema ini timbul serentak dengan urtikaria. Angioedema memiliki berbagai macam, ialah allergic angioedema, drug-induced angioedema, hereditary angioedema dan idiopathic angioedema.
Masing-masing dari jenis angioedema tersebut mempunyai disebabkan oleh faktor-aspek yang berbeda.

Oleh alasannya itu, untuk mengenali jenis angioedema apakah yang kamu miliki, ada baiknya jikalau segera melakukan konsultasi ke dokter.

Gejala Angioedema

Meski memiliki penyebab yang berlawanan-beda, biasanya angioedema menjadikan tanda-tanda yang tidak jauh berlainan, ialah yakni:

  • Pembengkakan di bawah permukaan kulit yang juga menjadikan rasa gatal. Di beberapa perkara juga bisa diikuti dengan urtikaria
  • Sensasi panas dan nyeri di area yang mengalami pembengkakan
  • Sesak napas, kalau pembengkakan terjadi di tenggorokan dan paru-paru
  • Mata merah, jikalau pembengkakan terjadi di konjungtiva (selaput bening yang melapisi bab depan mata)
  • Sulit berkemih, akhir pembengkakan di kandung kemih atau terusan lubang kencing (umumterjadi oleh penderita angioedema karena faktor genetik)
  • Sakit perut, balasan pembengkakan di lambung dan usus, yang bisa menyebabkan diare, mual dan muntah (lazimterjadi oleh penderita angioedema sebab faktor genetik)

Pengobatan

Untuk berbagai jenis angioedema yang menimbulkan gejala ringan, maka mampu dikerjakan secara mandiri di rumah, yakni dengan cara:

  • Kompres memakai air acuh taacuh untuk area yang infeksi
  • Mengenakan pakaian longgar untuk menghalangi iritasi kulit
  • Tidak menggaruk area yang abses

Sementara itu, jika penderita justru menunjukan gejala yang cukup parah, maka ada baiknya jikalau pribadi diperiksakan diri ke dokter untuk menerima penanganan yang sempurna dan aman. 

Nah, selaku santunan ekstra, jangan lupa juga untuk memanfaatkan benefit yang diberikan oleh asuransi kesehatan.

(Baca Juga: 8 Buah Tinggi Antioksidan)

Sebab, datangnya asuransi kesehatan mampu memberikanmu perlindungan finansial bila suatu saat memerlukan tindakan dokter dan pengobatan yang memerlukan biaya mahal.

Agar lebih aman dan tenteram, secepatnya ajukan saja di CekAja.com. Dengan seluruh proses pengajuan yang dijalankan secara online, kamu bahkan juga mampu menentukan jenis asuransi kesehatan yang dikehendaki dan diadaptasi dengan kemampuan dalam membayar premi.
Kaprikornus, tunggu apa lagi? Yuk segera olok-olokan asuransi kesehatan cuma di CekAja.com.