0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Jangan Dianggap Sepele! Berhati-Hati Gejala Gerd Dan tips Mengatasinya

Sepertinya setiap orang telah harus mulai waspada tanda-tanda GERD dan cara mengatasinya. Apakah kau pernah mendengar ihwal penyakit GERD? Atau mungkin kau ialah salah satu yang sering mengalami penyakit GERD itu sendiri?

waspada gejala GERD dan cara mengatasinya

Perlu dimengerti bahwa GERD nyatanya yaitu penyakit yang patut kita waspadai. Mengapa? Karena jika diabaikan maka mampu berakibat fatal bagi kesehatan badan.

Maka dari itu, di dalam kesempatan kali ini kita akan membicarakan ihwal waspada tanda-tanda GERD dan cara mengatasinya. Yuk disimak bahu-membahu.

Apa itu GERD?

Dilansir dari alodokter.com, GERD atau gastroesophageal reflux disease ialah penyakit asam lambung yang disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah.

Normalnya, katup ini akan terbuka semoga kuliner dan minuman dapat masuk dan dicerna oleh lambung. Nah, sesudah masakan atau minuman tersebut telah berhasil masuk ke lambung, maka katup tersebut akan tertutup kencang guna menangkal isi lambung kembali naik ke kerongkongan.

(Baca Juga: Obat Tanpa Resep Dokter Penyakit Asam Lambung yang Ada di Apotek)

Hanya saja, pada penderita GERD, katup ini justru melemah sehingga tidak mampu tertutup dengan baik. Akibatnya, isi lambung yang telah berisi makanan dan minuman serta asam lambung naik ke kerongkongan.

Dan apabila kondisi ini terjadi secara terus-menerus, maka lapisan kerongkongan akan mengalami iritasi hingga peradangan dan menjadi lemah secara perlahan. Tentu hal ini mampu berakibat fatal pada tubuh.

Waspada Gejala GERD

Penyakit GERD umumnya akan menjadikan gejala mirip adanya rasa asam atau pahit pada mulut sekaligus sensasi perih atau panas terbakar di dada dan ulu hati. Gejala-gejala tersebut umumnya akan semakin memburuk apabila penderita membungkuk, berbaring, atau sesudah makan.

Lalu, selain gejala yang yang baru saja disebutkan, penderita GERD juga bisa mengalami tanda-tanda lainnya lho, ialah:

  • Kesulitan menelan kuliner alasannya adalah perasaan mirip adanya benjolan di tenggorokan.
  • Gangguan pernapasan, mirip batuk dan sesak napas. Biasanya, orang yang mempunyai penyakit asma juga akan sering kambuh kalau gejala GERD sedang kumat.
  • Suara serak.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit tenggorokan.
  • Keluarnya isi lambung tanpa disadari.
  • Gangguan tidur.
  • Kerusakan gigi karena terlalu sering terkena asam lambung.
  • Munculnya busuk mulut.

Banyak orang yang menyalah artikan bahwa GERD sama dengan serangan jantung, alasannya adalah keduanya sama-sama mengakibatkan sensasi perih di dada dan nyeri ulu hati. Akan tetapi, bergotong-royong kedua penyakit tersebut justru sungguh berbeda. GERD tidak sama dengan serangan jantung.

Nyeri pada ulu hati atau nyeri dada pada penyakit jantung lazimnya akan dinikmati sungguh berat, menyebar sampai ke lengan, leher, atau rahang, dan kebanyakan akan timbul setelah melakukan aktivitas fisik.

Sementara itu nyeri hati pada GERD lazimnya dibarengi dengan adanya rasa asam pada verbal, tidak selalu diperparah oleh acara fisik, tidak menyebar hingga lengan atau leher, dan akan dirasa semakin jelek apabila penderita berbaring.

Cara Mengatasi GERD

Salah satu cara menanggulangi GERD yang bisa kamu lakukan ialah dengan mengonsumsi obat-obatan kelompok tertentu sebagaimana berikut ini:

·   Antasida

Merupakan obat yang berguna untuk menetralisir asam pada perut dengan santunan bahan kimia alkali, seperti Mylanta, Rolaids, dan Tums. Akan tetapi, mengkonsumsi jenis obat satu ini tidak terlalu ampuh dalam memulihkan peradangan kerongkongan yang diakibatkan dari asam lambung. Dan jika kau terlalu sering mengkonsumsi obat ini, maka bisa menawarkan efek samping berbentukdiare, sembelit, serta gangguan ginjal.

·   H-2 Receptor Blocker

H-2 receptor blocker ialah obat untuk menghemat jumlah asam lambung dengan cara menekan sel-sel penghasil asam lambung itu sendiri. Beberapa contoh obat yang tergolong ke dalam klasifikasi ini adalah cimetidine, famotidine, nizatidine, dan ranitidine. Seluruh obat-obatan tersebut dapat membantu dalam menangani GERD dan bermaksud untuk menangkal serta menghalangi sekresi asam lambung

Walaupun cara kerjanya tidak secepat antasida, tetapi H-2 receptor blocker mampu membantu menghemat buatan asam lambung dalam masa waktu yang cukup usang, yaitu sampai 12 jam.

·   Proton Pump Inhibitor (PPI)

Penghambat pompa proton atau PPI ialah obat yang bertugas selaku penghambat bikinan asam sekaligus memulihkan keadaan kerongkongan. Sebab, tidak menutup kemungkinan kerongkongan dapat mengalami iritasi akibat dari GERD.

Dalam menangani penyakit GERD itu sendiri, jenis obat satu ini dapat dikatakan lebih kuat dari H-2 receptor blocker dalam menghalangi buatan asam. Tidak cuma itu, obat PPI ini juga menawarkan waktu penyembuhan yang lebih cepat untuk jaringan kerongkongan yang berurusan.

Namun, untuk mengetahui kira-kira jenis obat-obatan mana saja yang cocok untuk dimakan, kamu perlu berkonsultasi apalagi dulu pada dokter.

(Baca Juga: 5 Jenis Makanan Diet yang Aman Bagi Penderita Maag)

Nah, selain obat-obatan yang baru saja disebutkan, GERD nyatanya juga bisa terselesaikan dengan merubah gaya hidup lho, seperti:

  • Tidak merokok
  • Menurunkan berat tubuh apabila dirasa memiliki berat berlebih
  • Meninggikan posisi kepala saat tidur
  • Tidak berbaring atau tidur setidaknya dalam era waktu 2 – 3 jam sehabis makan
  • Menghindari makanan atau minuman yang bisa menyebabkan asam lambung, mirip alkohol, susu, kopi, mint, cokelat, serta kuliner pedas dan berlemak.
  • Tidak mengenakan busana yang terlalu ketat

Sebenarnya, setiap orang bisa mengalami gejala asam lambung baik, utamanya dikala sehabis makan dalam jumlah banyak, makanan pada larut malam, atau mengkonsumsi kuliner yang dapat mengakibatkan produksi asam lambung.

Hanya saja, asam lambung naik ini gres bisa dibilang selaku penyakit jika gejala yang dialami justru muncul setidaknya 2 kali dalam sepekan. Maka dari itu, biar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih parah lagi, akan lebih baik jikalau kau waspada tanda-tanda GERD dan cara mengatasinya serta mulai melakukan beberapa langkah penanganan semenjak dini.

Namun, penting juga untuk mulai berkonsultasi pada dokter sesegera mungkin apabila gejala GERD tidak kunjung membaik. Selain itu, kalau nyeri dada dinikmati mulai menyebar sampai ke rahang dan lengan yang dibarengi dengan sesak napas dan keringat acuh taacuh, segeralah pergi ke IGD untuk menerima penanganan lebih lanjut. Bisa jadi tanda-tanda tersebut bukanlah GERD melainkan membuktikan dari serangan jantung.

Siapa Saja yang Bisa Mengalami GERD?

Walaupun sebelumnya sempat disebutkan bahwa penyakit GERD mampu menyerang siapapun, cuma saja gejala GERD itu sendiri justru lebih tinggi dialami oleh beberapa kategori orang sebagaimana berikut ini:

  • Obesitas
  • Gangguan jaringan ikat (scleroderma)
  • Ibu hamil
  • Perokok aktif
  • Terlalu sering minum alkohol

Makara, GERD memang bukanlah penyakit yang mampu dianggap enteng begitu saja. Sehingga penting untuk kau mengenali perihal tanda-tanda GERD serta cara mengatasinya, alasannya adalah nyatanya penyakit satu ini mampu menyerang siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Maka dari itu, wajib untuk kamu waspada tanda-tanda GERD dan cara mengatasinya semoga tidak kian memburuk. Nah, disamping itu, semoga kau dan keluarga tetap terlindungi dari aneka macam permasalahan kesehatan, khususnya di dalam kondisi yang sedang tidak menentu seperti saat ini, jangan lupa juga untuk secepatnya mengajukan asuransi kesehatanmu di CekAja.com.