0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Ingin Mengajukan KTA, Berapakah Limit Peminjam Pemula?

Banyak orang yang memerlukan aksesori ongkos untuk modal usaha ataupun untuk keperluan hidup. Namun tidak tahu bagaimana cara untuk mendapatkan pembiayaan tersebut.

limit pinjaman untuk peminjam pemula

Bagi orang yang gres pertama kali ingin mengajukan bantuan, perlu mengenali bahwa ada banyak pilihan pengajuan dukungan yang bisa coba diajukan.

Terkait jumlah limit sumbangan, sungguh tergantung pada beberapa tolok ukur pada forum keuangan. Biasanya tergantung pada besaran penghasilan bulanan seseorang serta riwayat kredit yang dimilikinya.

Bagi seorang pemula yang belum pernah mengajukan sumbangan. Sehingga yang tidak memiliki riwayat kredit, tetap bisa mengajukan perlindungan sesuai kebutuhannya.

Berikut ini beberapa opsi sumber pembiayaan bagi pemula yang memerlukan pelengkap dana:

Kredit Usaha Rakyat

Bagi kau yang membutuhkan perhiasan dana untuk modal perjuangan, mampu menjajal untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). KUR merupakan program pemerintah untuk pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKM).

Program ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan penanggulangan kemiskinan lewat peningkatan jalan masuk pada sumber pembiayaan.

Secara garis besar, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yakni kredit/pembiayaan modal kerja dan/atau investasi kepada debitur individu/perseorangan, tubuh perjuangan dan/atau kalangan usaha yang produktif dan layak. Namun belum mempunyai agunan komplemen atau agunan komplemen belum cukup.

UMKM dan Koperasi diharapkan dapat mengakses KUR yang bergerak di sektor perjuangan produktif. Antara lain pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam.

Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung oleh UMKM dan Koperasi di Kantor Cabang atau Kantor Cabang Pembantu Bank Pelaksana. Untuk lebih mendekatkan pelayanan terhadap usaha mikro, maka penyaluran KUR mampu juga dilakukan secara tidak langsung.

Maksudnya usaha mikro dapat mengakses KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro dan KSP/USP Koperasi. Atau lewat kegiatan linkage program yang lain yang berhubungan dengan Bank Pelaksana.

Bunga dari Kredit Usaha Rakyat ini sungguh terjangkau dan tidak memberatkan. Karena hanya sebesar 6% per tahun, atau sekitar 0,5% per bulan dengan limit tunjangan optimal yang mampu diperoleh debitur sebesar Rp50 juta dan plafon anggaran yang disediakan pemerintah mencapai Rp190 triliun.

Kredit Usaha Rakyat mampu diajukan melalui banyak perbankan, terutama seluruh 4 bank BUMN dan perbankan swasta. Kamu bisa mengajukan KUR lewat perbankan yang menyalurkan pinjaman ini.

Namun, KUR cuma mampu diakses untuk keperluan usaha mirip oleh para pelaku UMKM, calon TKI yang mau melakukan pekerjaan di luar negeri, calon pekerja magang di mancanegara, anggota keluarga dari karyawan yang berpenghasilan tetap atau melakukan pekerjaan sebagai TKI, TKI yang pernah melakukan pekerjaan di mancanegara, ataupun pekerja yang terkena PHK.

Selain itu, KUR juga bisa diakses oleh pelaku UMKM di daerah Indonesia yang memiliki batas dengan negara lainnya. Serta mampu diakses oleh kelompok perjuangan. Seperti kelompok perjuangan bareng , gabungan golongan tani dan nelayan, serta kelompok perjuangan yang lain.

Apabila kamu membutuhkan perhiasan dana untuk kebutuhan lainnya selain untuk modal usaha, bisa menjajal untuk mengajukan produk pertolongan lain selain KUR, seperti Kredit Tanpa Agunan.

Kredit Tanpa Agunan

Kredit Tanpa Agunan (KTA) mampu menjadi opsi sumber pendanaan untuk peminjam pemula yang memerlukan pemanis dana untuk banyak sekali keperluan.

Tidak hanya untuk keperluan modal perjuangan saja, namun mampu juga untuk renovasi rumah, biaya pendidikan, ongkos kesehatan, ataupun untuk keperluan konsumtif.

Pinjaman melalui KTA tidak memerlukan adanya jaminan yang diagunkan oleh debitur terhadap kreditur untuk menerima derma ongkos.

Walaupun tanpa agunan, tetap ada tolok ukur untuk meyakinkan penyalur kredit bahwa kredit tersebut akan tanpa gangguan guna menyingkir dari kredit macet khususnya oleh peminjam pemula.

Idealnya, pembiayaan KTA dipakai oleh masyarakat menengah untuk memenuhi keperluan sekunder mereka. Kebutuhan ini pun semestinya yang dapat mendorong taraf hidup atau mampu mendukung kinerja dalam bekerja.

Sehingga akan mampu memajukan pendapatan bulanan, meskipun KTA mampu untuk kredit konsumtif, tetapi sekaligus mampu menjadi produktif.

Terlebih lagi, perusahaan pemberi dukungan akan lebih mudah untuk memperlihatkan dana kepada penduduk tingkat menengah dengan catatan mereka mempunyai jaminan pendapatan per bulan untuk melunasi kredit tersebut.

Produk KTA dimiliki oleh hampir seluruh perbankan dan lembaga keuangan nonbank dengan aneka macam fitur layanan, baik online ataupun offline. Suku bunga yang diberikan berlainan-beda oleh setiap penyalur KTA, yang lazimnya dimulai dari 0,88% sampai 1,59% per bulannya.

Biaya lain selain bunga

Selain ongkos bunga, ada aneka macam biaya yang lain dalam unsur tunjangan KTA, mirip biaya manajemen, biaya pelunasan dipercepat, denda keterlambatan pembayaran, dan biaya lainnya seperti ongkos tahunan yang memiliki besaran berlawanan tergantung pada forum pemberi kredit.

Secara umum, ongkos admin pada KTA sebesar 3,5% dari jumlah bantuan yang disetujui dengan memotong jumlah sumbangan yang diterima oleh debitur.

Kemudian, bila kau melunasi cicilan lebih singkat sebelum waktunya, ada ongkos sebesar 6% dari sisa pokok perlindungan. Denda keterlambatan umumnya sebesar Rp225 ribu atau 6% dari cicilan per bulannya, serta ongkos tahunan sebesar Rp150 ribu per tahun.

Limit pembiayaan yang mampu diajukan oleh debitur juga bermacam-macam tergantung dari besaran penghasilan tetap debitur. Beberapa lembaga keuangan ada yang mampu memperlihatkan limit pembiayaan optimal sampai Rp300 juta terhadap debitur dengan tenggat waktu perlindungan secara umum sampai 5 tahun atau 60 bulan.

Proses pengajuan sumbangan lewat KTA ini relatif singkat dan gampang, dengan rata-rata proses pencairan sekitar 3 sampai 5 hari kerja.

Secara umum, pengajuan KTA memiliki patokan yang serupa di nyaris setiap bank. Usia bagi nasabah yang mengajukan KTA minimal 18 tahun walaupun ada beberapa perbankan yang mensyaratkan batas usia minimal 21 tahun.

Selain itu, pemohon KTA mesti mempunyai penghasilan tetap bulanan minimal Rp3 juta biar mampu mengajukan permintaan KTA. Penghasilan tersebut juga menjadi penilaian bank bahwa kandidat nasabah mampu melakukan pembayaran cicilan KTA setiap bulannya.

Kelengkapan standar lazim yang mesti dilengkapi pemohon KTA antara lain fotokopi KTP, fotokopi rekening tabungan bank yang aktif, dan fotokopi slip gaji atau rekening koran calon debitur.

Kemudian, sebagian lembaga keuangan mewajibkan calon debitur sudah mempunyai catatan kredit. Melalui penggunaan kartu kredit untuk bisa mengecek risiko kredit calon nasabah, tapi peminjam pemula juga mampu untuk mengajukan KTA selama mememuhi standar lazim dari perbankan. Khususnya terkait besaran penghasilan tetap setiap bulannya.

Pinjaman Online dari aplikasi P2P Lending

Selain KUR dan KTA, ada juga sumber pembiayaan yang bisa diajukan oleh debitur pemula dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, ialah lewat santunan online dari aplikasi financial technology peer to peer lending.

Akan namun, para debitur pemula harus hati-hati dan mengerti betul konsekuensi dari bantuan lewat aplikasi online tersebut. Hal pertama yang perlu dipahami yaitu selaku debitur mesti menentukan bahwa aplikasi pemberian online yang akan menjadi tujuan pengajuan santunan ialah betul-betul legal dengan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Legalitas aplikasi sumbangan online sungguh penting. Karena berbagai beredar aplikasi perlindungan online ilegal yang ujung-ujungnya akan mencekik debitur.

Alih-alih membantu untuk menuntaskan persoalan keuangan debitur melalui santunan yang diberikannya.

Persyaratan pengajuan dukungan online jauh lebih gampang dibandingkan mengajukan tunjangan KUR ataupun KTA. Karena mampu dilaksanakan lewat aplikasi handphone saja. Seluruh standar mirip KTP, foto diri, dan yang lain bisa dilampirkan secara digital.

Akan namun, sebab kemudahannya tersebut maka suku bunga dari perlindungan online ini relatif tinggi. Aplikasi santunan online yang legal memberikan suku bunga harian dengan optimal tidak lebih dari 0,8% per hari.

(Baca Juga: Tips Cara Menggunakan Dana Pinjaman Yang Tepat)

Limit tunjangan lewat tunjangan online juga tidak sebesar KTA, umumnya optimal cuma Rp5 juta saja.

Sebagaimana diterangkan sebelumnya, kehati-hatian memilih aplikasi pinjaman online yang legal sungguh dibutuhkan. Karena banyak aplikasi sumbangan online ilegal yang menawarkan suku bunga mencekik, hingga 1,5% per hari. Sehingga sangat memberatkan debitur.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, ada lebih dari 120 entitas aplikasi dukungan online ilegal yang berseliweran lewat situs web, aplikasi, ataupun media yang lain untuk menjerat debitur yang memerlukan pertolongan. Namun tidak waspada dan hati-hati.

Selain ongkos bunga, pada sumbangan online juga terdapat biaya yang lain mirip ongkos provisi yang jauh lebih besar dari KTA, yakni 5 hingga 8% dari total pemberian. Kemudian ada ongkos manajemen sebesar 1% dari total pinjaman, dan biaya layanan 1% dari total perlindungan.

Kemudian, juga ada biaya keterlambatan pembayaran sebesar 1 sampai 3%. Yang pastinya disesuaikan dengan lamanya hari keterlambatan. Apabila tunjangan telat dibayarkan selama 1-7 hari, maka akan terkena denda 1% dan kalau keterlambatan mencapai 14 hari akan terkena denda 2%.

Waspada dan bijaksana dalam pengajuan dukungan

Walaupun ada banyak sumber pembiayaan yang mampu diakses oleh debitur, khususnya debitur pemula untuk mendapatkan pembiayaan, kewaspadaan dan kebijaksanaan dalam pengajuan dukungan sangat diharapkan, supaya pembiayaan yang sebaiknya mampu menjadi solusi pendanaan, tidak bermetamorfosis persoalan finansial yang justru memberatkan di lalu hari.