0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Indonesia Luncurkan Aplikasi Pelacak Covid 19 Bernama Pedulilindungi

Meski telah memasuki periode new wajar , bukan berarti tingkat penyebaran virus Covid 19 di Indonesia telah selsai. Maka dari itu, pemerintah masih tetap berusaha menekan penyebaran pandemi ini dengan berbagai cara, salah satunya melalui aplikasi pelacak Covid 19 bernama PeduliLindungi yang diluncurkan pada Maret kemudian.

Indonesia Luncurkan Aplikasi Pelacak Covid 19 Bernama PeduliLindungi

Apa itu Aplikasi Pelacak Covid 19 PeduliLindungi?

Sebagai aplikasi pelacak Covid 19, PeduliLindungi diluncurkan oleh pemerintah untuk menekan dan memutus rantai penyebaran virus Covid 19 atau corona di Indonesia.

Aplikasi ini sejatinya hadir atas dasar Keputusan Menteri Kominfo No. 171 tahun 2020 wacana Penetapan Aplikasi PeduliLindungi, dalam rangka Pelaksanaan Surveilans Kesehatan menangkal Covid 19, serta melengkapi Keputusan Menkominfo sebelumnya, yakni KM No. 159 tahun 2020.

Aplikasi PeduliLindungi dinilai sungguh memiliki kegunaan bagi penduduk , untuk sama-sama saling menjaga dan melindungi diri dari kemungkinan terpapar virus Covid 19.

Pasalnya, aplikasi ini mempunyai tracking yang bisa mendeteksi penyebaran serta pergerakan virus selama 14 hari ke belakang.

Cara kerja dari aplikasi ini sendiri menggunakan Bluetooth dan GPS. Sehingga, para penggunanya diwajibkan untuk mengaktifkan kedua fitur tersebut ketika menggunakan aplikasi ini, biar bisa merekam beberapa isu yang dibutuhkan.

Ketika dalam radius Bluetooth ditemukan perangkat lain yang juga memakai aplikasi PeduliLindungi, maka aplikasi secara otomatis akan melakukan pertukaran ID anonim yang nantinya akan direkam oleh masing-masing ponsel.

(Baca Juga: Prosedur Melakukan Swab Test)

Tidak cuma itu, aplikasi PeduliLindungi juga sudah terhubung dengan beberapa operator seluler.

Sehingga, mampu melakukan kenali terhadap orang-orang yang pernah berada di sekitar Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang dinyatakan faktual Covid 19 melalui tracking dan tracing nomor ponsel.

Dari hasil tracking dan tracing tersebut, nantinya para pengguna yang terdeteksi berada disekitar orang nyata Covid 19, akan diberikan himbauan untuk secepatnya menjalankan protokol kesehatan, seperti melakukan physical distancing atau karantina diri.

Lebih dari itu, himbauan atau perayaan juga diberikan oleh aplikasi PeduliLindungi untuk pasien nyata Covid 19 yang telah melalui batas lokasi isolasi.

Dengan begitu, para pengguna jadi mengenali kondisi serta keadaan kesehatan diri serta lingkungan sekitarnya.

Terlebih, hal ini juga membantu pengguna yang tidak mengingat riwayat perjalanan dan dengan siapa pengguna sudah melakukan kontak fisik.

Melalui aplikasi ini juga, pemerintah merencanakan planning untuk melakukan monitoring kepada orang-orang yang berada di kerumunan selama masa pandemi Covid 19 masih berlangsung.

Pelaksanaan monitoring ini dilaksanakan lewat nomor ponsel Mobile Station International Subscriber Directory Number (MSISDN) yang didapatkan dari data Base Transceiver Station (BTS).

Melalui nomor tersebut, orang-orang yang berada dalam kerumunan akan mendapatkan peringatan melalui SMS untuk tidak berkumpul dan segera memisahkan diri dari kerumunan.

Keamanan Data Aplikasi PeduliLindungi

Aplikasi PeduliLindungi

Jika mengatakan ihwal keselamatan data dari aplikasi pelacak Covid 19 PeduliLindungi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menjamin bahwa seluruh data pengguna pada aplikasi ini terlindungi dengan baik sesuai dengan perundang-permintaan.

Tidak hanya itu, melansir dari liputan6.com, Sekretaris Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), Satriyo Wibowo juga mengatakan hal serupa bahwa seluruh data pengguna pada aplikasi PeduliLindungi sudah terjamin keamanannya.

Hal tersebut dikarenakan banyaknya pihak yang terlibat dalam pengerjaan dan pengembangan aplikasi ini, di antaranya yakni pemerintah dan beberapa operator seluler mirip Telkom.

Lebih dari itu, aplikasi PeduliLindungi ini juga sudah tersedia di Play Store dan App Store. Apabila suatu aplikasi telah sukses lolos masuk App Store, maka aplikasi tersebut sudah terjamin keamanannya.

Apple sendiri tidak akan asal-asalan melakukan review kepada suatu keselamatan aplikasi, yang nantinya akan dipakai oleh para penggunanya.

Dalam hal ini, Apple juga tidak memandang jabatan ataupun instansi dari pengembang atau pihak-pihak yang turut berkontribusi dalam aplikasi tersebut.

Untuk bisa published di App Store, tim verifikasi Apple pun akan meneliti dengan teliti sebuah aplikasi.

Terlebih, aplikasi mirip PeduliLindungi yang memakai fitur location atau GPS dan Bluetooth.

Tim verifikasi Apple akan memutuskan dengan teliti bahwa aplikasi tersebut nantinya tidak akan melaksanakan penyalahgunaan, yang menimbulkan kebocoran data pengguna. Oleh alasannya adalah itu, waktu yang dibutuhkan untuk verifikasi cukup lama.

Para pengguna juga tidak perlu cemas dengan kemungkinan ponsel terjangkit malware (virus) dan phising.

Sebab, pengguna hanya bisa mengunduh aplikasi pelacak Covid 19 PeduliLindungi di Play Store dan App Store, bukan lewat APK yang memungkinkan malware dan phising menyerang ponsel.

Sejak peluncurannya, aplikasi PeduliLindungi sampai dikala ini sudah diunduh oleh nyaris 4 juta pengguna, baik di Play Store maupun App Store. Tidak cuma itu, aplikasi ini juga sudah menerima ratings sebanyak 906.

5 Aplikasi Pelacak Covid 19 Lainnya

Pada pembahasan sebelumnya kau telah mengenali beberapa informasi terkait aplikasi pelacak Covid 19 produksi Indonesia, ialah PeduliLindungi.

Namun bergotong-royong, aplikasi pelacak Covid-19 tidak cuma dimiliki oleh Indonesia saja, namun beberapa negara lainnya juga memiliki aplikasi serupa.

Untuk itu, di pembahasan kali ini CekAja.com akan mengulas lima aplikasi pelacak Covid 19 dari beberapa negara, yang di antaranya:

1. Covid Symptom Study

Covid Symptom Study

Covid Symptom Study merupakan aplikasi pelacak Covid 19 hasil kolaborasi antara peneliti di King’s College London dengan rumah sakit Guy and St Thomas, yang dibuat untuk melacak pergerakan virus Covid 19 di Inggris.

Tidak cuma itu, aplikasi ini juga bisa mengetahui semua orang warga Inggris yang berada dalam risiko besar untuk terpapar virus tersebut.

Caranya adalah, setiap warganya harus memperlihatkan laporan terkait keadaan kesehatan setiap harinya melalui aplikasi ini.

2. TraceTogether

TraceTogether

Aplikasi pelacak Covid 19 yang kedua ialah TraceTogether. Aplikasi yang dikembangkan negara Singapura ini, dibuat untuk mengidentifikasi orang-orang yang potensial terinfeksi Covid 19.

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga tidak jauh berlainan dengan aplikasi PeduliLindungi, karena memanfaatkan fitur Bluetooth selaku media untuk melakukan pengidentifikasian.

Caranya, yakni dengan menghubungkan sinyal Bluetooth dari satu ponsel ke ponsel yang lain, dengan maksimal jarak 2 meter.

3. Home Quarantine

Home Quarantine

Berikutnya ada aplikasi Home Quarantine. Aplikasi yang berasal dari Polandia ini sengaja dibentuk khusus untuk memastikan bahwa setiap warganya berada di dalam rumah selama periode karantina.

Cara kerja dari aplikasi yang satu ini sungguh unik, sebab setiap warganya harus mengantarkan foto selfie ke aplikasi Home Quarantine selama periode karantina.

Apabila tidak melakukannya, maka pihak kepolisian Polandia akan mendatangi rumah dari warga tersebut.

4. AC19

AC19 - cekaja.com

Nyatanya Iran juga tidak ingin kalah dari negara-negara yang lain. Iran mengeluarkan aplikasi pelacak Covid 19 berjulukan AC19.

Yang mana, aplikasi ini ditujukan untuk mendeteksi para penggunanya terinfeksi virus Covid 19 atau tidak dalam hitungan detik.

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga menunjukkan saran atau nasehat bagi para penggunanya apakah mesti ke tempat tinggal sakit atau cuma melakukan karantina mandiri apabila mengalami tanda-tanda-tanda-tanda Covid 19.

5. Close Contact Detector

Close Contact Detector

Aplikasi pelacak Covid 19 yang terakhir yakni Close Contact Detector. Aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah China ini merupakan hasil kerja sama dengan perusahaan China Electronics Technology Group Corp (CETC).

Pengembangan aplikasi ini, sejatinya ditujukan untuk mendiagnosa status kesehatan seseorang.

Di mana, para penggunanya bisa memakai aplikasi ini untuk mengenali kondisi kesehatan seseorang, apakah sudah terpapar virus Cocid 19 atau belum.

(Baca Juga: Apakah Boleh Membeli dan Melakukan Rapid Test Mandiri?)

Adanya beberapa aplikasi pelacak Covid 19 di atas, pasti menjadi salah satu terobosan yang manis untuk menekan penyebaran virus Covid 19.

Terlebih, kedua aplikasi ini sama-sama menguntungkan kedua belah pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Pemerintah bisa dengan mudah mengawasi pergerakan virus Covid 19 dan penduduk pun mampu dengan gampang mengenali keadaan kesehatan pribadi maupun orang-orang yang ada di sekitarnya.

Lebih dari itu, aplikasi pelacak Covid 19 juga berperan sebagai pelindung kesehatan penduduk , layaknya asuransi kesehatan.

Sebab, sama-sama memberikan jaminan kesehatan untuk masyarakat. Maka dari itu, kalau mempunyai dua hal ini kamu tentu akan lebih merasa kondusif dan nyaman.

Makara, bagi kau yang belum memiliki asuransi kesehatan, tunggu terlebih? Langsung saja usikan asuransi kesehatan dengan gampang dan cepat melalui CekAja.com.

Terlebih, sebagai perusahaan financial technology, CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), loh! Yuk, olok-olokan kini!