0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Imbas Corona, Walt Disney Rumahkan Karyawan Sebanyak 43.000

Gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) tak hanya menjangkiti perusahaan-perusahaan Tanah Air.

Walt Disney Rumahkan 43.000 Karyawan

Raksasa hiburan dan media, Walt Disney World bahkan harus merumahkan sebanyak 43.000 karyawan mulai Minggu (19/4).

Keputusan ini diperuntukkan bagi seluruh pekerjanya di Amerika Serikat, termasuk para eksekutif dan honorer. Jika Disney rumahkan karyawan, bagaimana nasib ribuan orang tersebut?

“Kami belum mengenali kapan bisnis akan kembali dibuka. Terpaksa, kami mesti mengambil keputusan berat dengan menangguhkan para karyawan kami,” tulis perusahaan dilansir CNN.com, Jumat (3/4).

Namun, keputusan ini hanya berlaku sementara. Karyawan yang terkena efek lay off dapat kembali bekerja usai krisis akhir virus corona dinyatakan berakhir.

Selama dirumahkan, pekerja akan tetap menerima asuransi kesehatan, gigi, dan jiwa sampai 12 bulan ke depan. Mereka juga mampu mengakses bantuan pengangguran dari The Fed, bank sentral AS.

Sedangkan dari semua pekerja yang dirumahkan sementara, hanya ada 200 orang serikat yang hendak tetap bekerja, antara lain di sektor penahanan, masakan, rumah tangga dan patroli tempat danau.

Disneyland Tutup, Awal ‘Keambyaran’

Sejak pandemi COVID-19 merebak secara global, Disney telah mengorbankan sejumlah bisnisnya di aneka macam segmen.

Mulai dari menutup taman hiburan, menunda bisnis pelayaran kapal pesiar, membatalkan pertunjukan teater, serta mengulur distribusi film secara domestik dan internasional.

Disneyland yang telah ditutup nyaris tiga bulan, pasti mengalami kerugian amat besar. Otoritas 12 negara yang mempunyai cabang theme park tersebut, mengeluarkan larangan untuk berkerumun hingga pandemi ini selsai.

Mengenai dampaknya secara nominal, Disney menyampaikan bawha di China saja (Hongkong dan Shanghai), penutupan temporer ini mengakibatkan kerugian sekitar USD175 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun.

Film-Film Disney Batal Tayang

Tak cuma penutupan sementara Disneyland di seluruh dunia. Disney juga harus menanggung kerugian lain tergolong penundaan banyak sekali film.

Seperti live action Mulan yang semestinya rilis pada 27 Maret lalu, dipaksa mundur dan siap tayang pada 24 Juli 2020.

Berikut daftar film lain buatan Grup Disney baik melalui Disney, Searchlight Pictures dan 20th Century yang akan dirilis pada kuartal ketiga dan terpaksa ditangguhkan sementara:

  • New Mutans – 3 April (ditunda)
  • Antlers – 17 April (ditunda)
  • Black Widow – 1 Mei (ditangguhkan )
  • The Personal History of David Copperfield – 8 Mei (ditangguhkan )
  • The Woman in the Window – 15 Mei (ditunda)
  • Artemis Foul – 29 Mei
  • Soul – 19 Juni

Di samping itu itu, mengutip Collider.com, film yang tergabung dalam superhero Marvel Cinematic Universe (MCU) fase 4 pun mengalami perombakan total.

Black Widow yang batal tayang di bulan 24 April 2020 akan menggantikan slot The Eternals pada November 2020. Artinya, ada perubahan menyeluruh dalam penayangan film MCU fase 4 yang notabene selalu berkesinambungan.

(Baca Juga: Kena Gelombang PHK? Hindari 5 Sikap Ini Agar Cepat Bangkit)

Pejabat Disney Rela Tak Digaji

Dalam merespon krisis ekonomi akhir wabah corona, orang-orang yang bangun di level manajemen Walt Disney World menolak bersikap egois.

Senin (30/3) lalu, CEO Disney Bob Chapek menyatakan melalui e-mail terhadap para pekerjanya bahwa dia cuma akan mengambil setengah dari gajinya.

“Meski aku yakin kami dapat melewati kala sulit ini bersama-sama tapi langkah-langkah untuk menguatkan keuangan perusahaan juga perlu diambil,” tulis Chapek mirip dilansir dari laman CNN Indonesia.

Adapun honor pokok Chapek sekarang mencapai USD2,5 juta (Rp41 milyar). Nilai itu belum tergolong bonus dan kompensasi lain hingga USD22,5 juta (Rp368 miliar).

Ia juga menyampaikan, setengah dari gajinya tersebut akan dipakai untuk menolong memerangi virus corona bagi orang-orang yang membutuhkan.

Selain Chapek, Bob Iger selaku Executive Chairman pun berjanji tidak akan mengambil gajinya sepeser pun selama pandemi COVID-19.

(Baca Juga: 5 Miliuner Dunia Ini Paling Banyak Berdonasi Atasi Corona)

Melansir New York Post, Selasa (31/3), Iger menerima kompensasi total sebesar USD47,5 juta  (sekitar Rp777 miliar) selaku CEO pada tahun fiskal 2019, dengan honor pokok hanya USD3 juta (Rp49 miliar). Keputusan yang sangat bijaksana dan adil ya!

Indonesia tak sendiri dalam menghadapi imbas virus corona. Seluruh dunia merasakan imbas horornya selain ketimbang kesehatan; krisis ekonomi dan gelombang PHK.

Tetaplah #dirumahaja demi memutus rantai penularan COVID-19. Semakin disiplin, kondisi akan cepat berangsur normal, bisnis pun kembali berlangsung mirip dahulu periode.

Keuangan yang semakin menipis tentunya membuatcemas. Apalagi, kondisi sedang tidak mendukungmu untuk bebas mencari penghasilan komplemen kesana-kemari.

Jangan cemas, kan ada bantuan online dari JULO. Dana optimal Rp15 juta siap dipinjamkan dengan bunga rendah. Ajuka kini juga lewat CekAja.com!