0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Idul Fitri From Home, Simak Tata tips Pelaksanaan Salat Ied Di Rumah

Usai satu bulan melaksanakan ibadah puasa di bulan bulan rahmat, umat Muslim mulai bersiap menyambut hari kemenangannya dengan merayakan Idup Fitri. Hari raya ini akan jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020 mendatang.

Tata Cara Pelaksanaan Salat Ied di Rumah

Idulfitri tahun ini bisa ditentukan sungguh berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kendati masa darurat Covid-19 belum juga rampung, tradisi malam takbiran sampai silaturahmi mau tidak ingin mesti ditiadakan. Bahkan, pelaksanaan salat Ied pun direkomendasikan agar berjalan di rumah masing-masing saja.

Waktu dan Tempat Salat Ied

Salat Ied dikerjakan pada Idul Fitri, sempurna di tanggal 1 Syawal. Berbeda dengan shalat idul adha yang dilaksanakan pada waktu pagi dan lebih permulaan, salat Ied dilaksanakan lebih akhir sekitar pukul 7-8 sebab setelahnya tidak ada pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

Mengenai kawasan pelaksanaannya, melaksanakan salat Ied berjamaah di tanah lapang lebih afdhol ketimbang di masjid. Hal ini tertera dalam HR Abu Said yang berbunyi “Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam umumkeluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.”

Namun jikalau mempunyai uzur (pengecualian) seperti hujan atau tak ada tanah lapang, boleh saja melaksanakannya di dalam masjid. Sementara dengan kondisi pandemi Covid-19 ini, maka salat Ied boleh dilakukan di rumah secara berjamaah ataupun sendiri.

(Baca Juga: Cara Bikin Kartu Idulfitri Digital Keren Bermodal Aplikasi)

Aturan Pelaksanaan Salat Ied Saat Pandemi        

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah menerbitkan fatwa yang memperbolehkan salat Ied dikerjakan di rumah selama era pandemi Covid-19-19 ini. Adapun dalam pedoman Majelis Ulama Indonesia Nomor 28 Tahun 2020, berikut ketentuan pelaksanaan salat Ied di kawasan zona merah virus corona:

  • Salat Ied boleh dilakukan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri ( munfarid), khususnya bila ia berada di daerah penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.
  • Jika umat Muslim berada di tempat Covid-19 yang sudah terkendali pada dikala 1 Syawal 1441 H, ditandai dengan angka penularan menurun dan kebijakan pelonggaran aktifitas sosial menurut ahli yang kredibel dan amanah, maka salat Ied bisa dikerjakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau kawasan lain.
  • Bila umat Islam berada di daerah terkendali atau tempat yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan (mirip di kawasan pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada kasus abses, dan belum ada riwayat keluar masuk orang), salat Ied boleh dilakukan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushalla, atau daerah lain.
  • Pelaksanaan salat Ied, baik di kawasan umum maupun rumah mesti tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan selalu dalam kondisi bersih demi mencegah terjadinya kesempatanpenularan Covid-19.

Tata Cara Salat Ied di Rumah - Lebaran From Home Simak Tata Cara Pelaksanaan Salat Ied di Rumah

Tata Cara Salat Ied di Rumah

Di rumah saja tak menghalangi kita untuk tetap salat Ied. Meskipun hukunya sunnah, rasanya kurang kalau merayakan Idul Fitri tanpa melaksanakan ibadah tersebut. Berdasarkan hukum dari MUI, simak metode pelaksanaan salat Ied berikut ini:

  1. Sebelum sholat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  2. Mulai salat dengan menyeru “ash-shalâta jâmi’ah”, tanpa azan dan iqamah.
  3. Lanjutkan dengan membaca niat shalat Idul Fitri, yang jikalau dilafalkan berbunyi;

         أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

         “Ushallii sunnatan lii’idil fitri rak’ataini [imaaman / makmuuman]                      lillahi  ta’aala.”

         Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi                   makmum/imam) sebab Allah ta’ala.”

  1. Membaca takbiratul ihram (الله أكبر) sambil mengangkat kedua tangan.
  2. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu disarankan membaca:

         سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

         “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

         Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain                 Allah, Allah maha besar.”

  1. Membaca surah al-Fatihah, kemudian disunnahkan membaca surah surah al-Ghasyiyah.
  2. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga bangkit lagi mirip shalat biasa.
  3. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat bangkit (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

         سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

         “Subhanallah wal hamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

         Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada dewa selain                 Allah, Allah maha besar.”

  1. Membaca Surah al-Fatihah, kemudian dilanjutkan membaca surah pendek dari Quran.
  2. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Setelah salam, khatib disunnahkan memberi khutbah Idul Fitri. menyimak khutbah Idul Fitri. Namun, kalau jumlah jamaah kurang dari empat orang atau bila dalam pelaksanaannya tak ada orang yang berkemampuan untuk khutbah, salat Ied boleh dilaksanakan tanpa khutbah.

Begitulah tata cara pelaksanaan salat Ied di rumah. Mudah, bukan?Sebenarnya tak jauh berlawanan dengan prosesi salat Idul Fitri seperti biasa. Hanya imam dan kawasan saja yang membedakan. Hitung-hitung jadi pengalaman gres tak terlupakan, deh.

Gunakan kartu kredit BNI supaya segala transaksimu dalam menyiapkan lebaran nanti lebih dimudahkan. Belanjanya tetap dari rumah secara online ya, kan masih PSBB. Miliki produk keuangan yang satu ini,  apply kartu kredit terbaik pilihanmu lewat CekAja.com. Mudah dan cepat!

(Baca Juga: THR Jangan Dihabiskan ya, Lakukan 5 Hal Ini Biar Tetap Hemat)