0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Hukum Psbb Terbit: Penting Daftar Larangan Dan Kegiatan Usaha Yang Boleh Beroperasi

Rencana pemerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak coba-coba. Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sudah menerbitkan Peraturan Nomor 9 Tahun 2020 sebagai hukum turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Setidaknya ada 19 pasal dalam Permenkes yang diteken Terawan pada 3 April 2020 lalu, yang mampu dijadikan acuan para Kepala Daerah dalam menerapkan PSBB di daerahnya masing-masing.

Secara garis besar, ada dua hal yang diatur dalam Permenkes ini, yakni pembatasan aktivitas atau kita sebut saja larangan serta acara usaha yang masih diperbolehkan beroperasi selama status PSBB berlaku. Kita simak bersamayuk rinciannya di bawah ini:

Pembatasan/Larangan Kegiatan

Beberapa acara yang dibatasi berdasarkan Pasal 13 Permenkes PSBB, ialah:

1. Peliburan sekolah dan tempat kerja

Menurut Permenkes tersebut, yang dimaksud dengan peliburan sekolah yaitu penghentian proses belajar mengajar di sekolah dan mengubahnya dengan proses belajar mengajar di rumah dengan media yang paling efektif.

Selain itu pemerintah juga melarang kegiatan semua forum pendidikan, pembinaan, penelitian, pelatihan, dan forum sejenisnya, dengan tetap mampu melaksanakan proses pembelajaran lewat media yang paling efektif dengan mengutamakan upaya pencegahan penyebaran penyakit.

Pengecualian peliburan sekolah cuma diperuntukkan bagi lembaga pendidikan, training, observasi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Sementara yang dimaksud dengan peliburan tempat kerja yakni pembatasan proses bekerja di kawasan kerja dan menggantinya dengan proses melakukan pekerjaan di rumah/tempat tinggal, untuk menjaga produktivitas/kinerja pekerja.

2. Pembatasan acara keagamaan

Kemudian yang masuk kategori pembatasan acara keagamaan dikerjakan dengan cara menutup semua daerah ibadah untuk lazim, serta acara pemakaman orang yang meninggal bukan karena Covid-19 dengan jumlah yang datang tidak lebih dari 20 orang

3. Pembatasan kegiatan di kawasan atau kemudahan lazim

Tidak disebutkan petunjuk teknis atau kriteria pembatasan kegiatan di tempat atau akomodasi umum dalam Permenkes ini.

4. Pembatasan aktivitas sosial dan budaya

Melarang kerumunan orang dalam kegiatan perkumpulan atau konferensi politik, olah raga, hiburan, akademik, dan budaya.

5. Pembatasan moda transportasi

Meskipun semua layanan angkutanudara, bahari, kereta api, kendaraan umum dan eksklusif di jalan raya tetap diperbolehkan, tetapi dioperasikan dengan mengamati pembatasan jumlah penumpang dan menjaga jarak antar penumpang.

(Baca juga: Cara Negara-Negara Lain Tangani Corona, Panutan Banget!)

Pemerintah cuma mengecualikan hukum ini bagi moda transpotasi barang dengan memperhatikan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

6. Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait faktor pertahanan dan keamanan

Tidak disebutkan isyarat teknis atau persyaratan pembatasan aktivitas di daerah atau akomodasi biasa dalam Permenkes ini.

Kegiatan Usaha yang Masih Boleh Beroperasi

Sesuai Pasal 13 ayat 7 Permenkes PSBB, berikut ialah jenis-jenis kegiatan usaha yang masih boleh beroperasi. Namun pihak pengurus mesti tetap mempertahankan jumlah minimum karyawan dan pengaturan jarak orang biar memprioritaskan upaya pencegahan penyebaran penyakit Covid-19.

1. Toko materi pangan dan kebutuhan penting

Toko-toko yang bekerjasama dengan bahan dan barang pangan atau kebutuhan pokok serta barang penting, yang mencakup kuliner tetap buka seperti umumdengan pengawasan ketat pihak pengelola.

2. Bank dan kantor asuransi

Semua perusahaan penyelenggara metode pembayaran dan ATM, tergolong vendor pengisian ATM dan vendor IT untuk operasi perbankan, call center perbankan dan mesin ATM tetap beroperasi.

3. Media cetak dan elektronika

Media cetak dan elektronika tetap beroperasi, dengan pengaturan kesehatan dan keselamatan karyawan dari perusahaan pemiliknya.

4. Telekomunikasi, layanan internet, penyiaran dan layanan kabel

IT dan layanan yang diaktifkan dengan IT (untuk layanan esensial) sebisa mungkin diupayakan untuk bekerja dari rumah, kecuali untuk mobilitas penyelenggara telekomunikasi, vendor/supplier telekomunikasi/IT, dan penyelenggara infrastruktur data.

5. Logistik/pengiriman bahan dan barang pangan atau barang pokok serta barang penting termasuk kuliner, obat-obatan, peralatan medis

6. SPBU dan sejenisnya

Layanan pompa bensin, LPG, outlet ritel dan penyimpanan Minyak dan Gas Bumi tetap beroperasi.

7. Pembangkit listrik, unit dan layanan transmisi dan distribusi

Layanan listrik PT PLN (Persero) dan perusahaan penyedia listrik swasta lainnya tetap beroperasi.

8. Layanan pasar modal sebagaimana yang ditentukan oleh Bursa Efek Indonesia

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku pengurus lantai bursa memilih kebijakan terkait layanan investasi dan jam kerja karyawan yang bergerak di sektor pasar modal.

9. Layanan ekspedisi barang, tergolong sarana angkutan roda dua berbasis aplikasi

Khusus untuk pengemudi ojek online, dibatasi cuma untuk memuat barang dan tidak untuk penumpang

10. Layanan penyimpanan dan pergudangan hambar (cold storage)

11. Layanan keselamatan langsung

12. Perusahaan industri dan acara produksi

Khusus unit buatan komoditas esensial, tergolong obat- obatan, farmasi, perangkat medis atau alat kesehatan, perbekalan kesehatan rumah tangga, materi baku dan zat antaranya.

(Baca juga: Mengenal Perbedaan Pembatasan Sosial dan Darurat Sipil)

Sementara untuk unit produksi yang memerlukan proses berkelanjutan, mampu tetap beroperasi setelah menerima izin yang diharapkan dari Kementerian Perindustrian.

13. Produksi minyak dan gas bumi, batubara dan mineral dan kegiatan yang terkait dengan operasi penambangan

14. Unit manufaktur bahan kemasan untuk makanan, obat-obatan, farmasi dan alat kesehatan

15. Kegiatan pertanian bahan pokok dan holtikultura

16. Unit bikinan barang ekspor

17. Unit produksi barang pertanian, perkebunan, serta produksi perjuangan mikro kecil menengah.

Virus Corona ternyata bikin repot siapa pun ya. Bukan hanya dari segi kesehatan, namun juga dari sisi ekonomi. Kalau tidak mau perusahaan tempat kamu bekerja melarat atau merumahkan karyawannya demi efisiensi, ayo sadar diri dan mengikuti anjuran pemerintah untuk di rumah saja sementara waktu ini.

Kalau cadangan materi makanan di rumah sudah habis, manfaatkan layanan belanja keperluan harian secara online dengan memakai kartu kredit Citibank. Dijamin kamu bakal lebih ekonomis, karena beragam promo dan potongan harga yang ditawarkan oleh Citibank bagi pengguna kartu kreditnya.

Pilih, olok-olokan, dan miliki kartu kredit Citibank sekarang juga lewat CekAja.com.