0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Hindari Penyebaran Covid-19, Masyarakat Mulai Minimalkan Bepergian Lewat Udara

Dampak pandemi global Covid-19 telah mulai dirasakan di banyak sekali sektor. Salah satunya di layanan angkutanudara, jumlah penumpang pesawat di beberapa bandara dilaporkan mengalami penyusutan. Masyarakat tampaknya mulai meminimalisir kegiatan bepergian.

Masyarakat Mulai Kurangi Bepergian

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola operasionalisasi beberapa bandara, PT Angkasa Pura II (Persero) mengakui terdapat sedikit penurunan jumlah penumpang pada abad Januari – Maret 2020.

Pergerakan penumpang pesawat di rute domestik dan internasional di seluruh bandara PT Angkasa Pura II, mengalami penyusutan 4,84% dibanding periode yang sama tahun kemudian.

Adapun jumlah penumpang yang tercatat mencapai 20,79 juta penumpang.

Namun disisi lain terjadi peningkatan pergerakan pesawat sebesar 3,44% menjadi 184.776 pergerakan dari sebelumnya 178.624 pergerakan.

(Baca juga: Aman Melancong dengan Aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri)

1. Bandara Soekarno Hatta

Bandara yang masuk dalam klasifikasi salah satu Bandara tersibuk dunia, Soekarno Hatta juga terkenda imbas penyebaran Covid-19.

Meskipun sebelumnya pernah digelar Travel Fair kala pandemi Corona belum seheboh kini.

Nyatanya dalam tiga bulan pertama di tahun ini jumlah penumpang tetap amblas 5,11% menjadi 12,09 juta penumpang.

Untuk pergerakan pesawat juga turun tipis 0,26% menjadi 93.599 pergerakan dari sebelumnya 93.847 pergerakan.

Sebagai catatan, hingga Maret tahun ini, Angkasa Pura II merupakan pengelola dari 19 bandara yang tersebar di aneka macam wilayah di Indonesia.

Sebelumnya perusahaan mengorganisir 16 bandara, adapun tiga pemanis bandara gres yang diatur pada tahun ini adalah Radin Inten II (Lampung), HAS Hanandjoeddin (Belitung) dan Fatmawati Soekarno (Bengkulu).

2. Bandara Kualanamu

Bandara yang berada di daerah Deli Serdang, Sumatera Utara itu ialah bandara tersibuk kedua yang dikontrol oleh Angkasa Pura II.

Di lokasi tersebut, jumlah penumpang pesawat pada periode Januari sampai Maret tahun ini mencapai 1,87 juta penumpang. Jumlah tersebut susut 7,71% dari masa yang sama tahun lalu.

Namun pergerakan pesawat di Kualanamu justru mengalami kenaikan 3,68% dari sebelumnya 15.657 pergerakan menjadi 16.223 pergerakan.

Presiden Direktour PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, bergotong-royong penerbangan nasional mulai bernafsu pada permulaan tahun ini selepas gosip tiket mahal pada tahun kemudian.

Kendati jumlah pergerakan penumpang mulai menurun pada Maret 2020 selaku pengaruh dari Pandemi COVID-19, seluruh bandara PT Angkasa Pura II tetap beroperasi wajar dengan senantiasa mengutamakan aspek keamanan, keamanan, pelayanan serta mematuhi peraturan yang ada, ungkapnya lewat keterangan resmi.

(Baca juga: Asuransi Perjalanan Terbaik, Agar Nyaman Saat Traveling!)

3. Jumlah penumpang sempat naik

Pada dua bulan pertama tahun ini, bergotong-royong penerbangan tanah air telah kembali garang.

Secara year-on-year, pada Januari 2020 jumlah penumpang naik 3,18%, kemudian Februari 2020 naik 3,71%.

Tetapi pada pada Maret 2020 menggalami penurunan 21,27%, alasannya penduduk merespons cukup baik tawaran pemerintah untuk tidak bepergian ke luar kota atau ke luar negeri.

Masyarakat lebih menentukan untuk stay at home dan work from home guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Dampak COVID-19 memang telah dicicipi sejak awal tahun, namun hanya pada penerbangan internasional,” tambah Awaluddin.

Bandara yang dikontrol Angkasa Pura II sendiri sebesar 70% melayani penerbangan domestik. Pada Kuartal pertama tahun ini penurunan penumpang belum terlalu dalam.

Bahkan pergerakan pesawat justru meningkat karena maskapai memperbesar kapasitas untuk mengantisipasi kenaikan seruan di rute domestik.

Di samping itu, perusahaan juga mengimplementasikan aneka macam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 sesuai dengan instruksi regulator serta sejumlah penemuan perseroan.

Berbagai upaya pencegahan Covid-19 dan kebijakan modern terkait dengan perjalanan serta agenda penerbangan terkini dapat dilihat dari banyak sekali media yang dimiliki perseroan.

Sosialisasi tentang acara penerbangan, informasi terkini, peraturan atau kebijakan terbaru terkait COVID-19 dilaksanakan lewat berbagai platform seperti website, aplikasi INAirport, media sosial, dan juga melalui layanan contact center Airport 138, tutupnya.

PT Angkasa Pura II saat ini mengorganisir 19 bandara yaitu Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Halim Perdanakusuma (Jakarta).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya) dan Kertajati (Majalengka), Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh) dan Minangkabau (Padang).

Kamu yang ingin bepergian, ditahan dahulu ya.

Jika memang tidak terlampau penting urusannya, lebih baik ditangguhkan apalagi dahulu.

Diam dirumah dan kembangkan diri lewat gosip yang ada jauh lebih baik untuk dijalankan.

Jika perlu modal untuk pengembangan perjuangan, jangan ragu terusan Kredivo. Dapatkan suku bunga yang mempesona dan fasilitas lainnya.