0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Hindari Panic Buying Dan Cerdas Dalam Penggunaan Kartu Kredit!

Masyarakat sempat mengalami fenomena panic buying seiring maraknya penyebaran wabah virus corona di China dan sejumlah negara. Serta pada 2 Maret kemudian mulai ada kasus positif virus korona di Indonesia.

fenomena panic buying

Fenomena panic buying tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di banyak negara mirip Malaysia dan Italia.

Berdasarkan teori psikologi yang paling lazim, panic buying merupakan respons insan untuk bertahan hidup. Menimbun ialah cara insan merespons situasi yang serba tak pasti. Seperti lockdown balasan penyebaran virus korona.

Dari segi ungkapan, panic buying berasal dari terminus psikologi. Terminus itu diperkenalkan dalam teori behavioristik. Khususnya tentang teori perilaku pelanggan. Istilah ini lalu kerap digunakan secara biasa di penduduk .

Panic Buying masuk dalam teori Herd behavior. Yakni, teori yang melihat tingkah seseorang yang bergerak secara kolektif dan tanpa komando. Teori ini menyaksikan manusia tak ubahnya hewan yang bergerak bareng dalam suasana yang tak menguntungkan.

Leonard Lee, Profesor Marketing NUS Business School, menyaksikan bahwa panic buying berkaitan dengan hilangnya kontrol diri seseorang. Oleh karena itu, dalam menghadapi situasi ketika ini, seharusnya kita mampu menghindari diri dari aksi membeli dengan kalap tanpa perhitungan tersebut.

Dampak negatif dari panic buying

Aksi panic baying bekerjsama bisa berakibat buruk bagi penduduk secara keseluruhan, sehingga perlu dikesampingkan.

Salah satu efek buruk dari panic buying yakni mampu menjadikan kelangkaan pasokan barang akibat lonjakan usul barang dalam waktu singkat. Kelangkaan pasokan barang tersebut bisa mengakibatkan inflasi. Sehingga akan mengerek harga-harga materi kebutuhan penduduk .

Pemerintah juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa penduduk tidak perlu ketakutan dalam menyikapinya. Sehingga pembelian yang dikerjakan tidak perlu berlebihan.

Pemerintah juga sudah memutuskan bahwa pasokan ketersediaan materi keperluan utama sungguh kondusif. Sehingga tidak butuhmemborong secara berlebihan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengimbau biar penduduk tidak perlu melakukan agresi panic buying balasan panik terjadinya penyebaran virus korona yang mau menciptakan bahan kebutuhan pokok habis.

Menurut dia, langkah-langkah berlebihan tersebut justru akan membuat kepanikan gres. Pada saat sebenarnya kebutuhan penduduk masih sangat tercukupi.

Selain itu, imbas negatif dari panic buying ialah pengeluaran menjadi membengkak alasannya aksi pembelian yang di luar kebiasaan sebelumnya. Aksi ini juga mampu membuat penduduk menggunakan kartu kredit secara tidak wajar untuk mampu berbelanja materi keperluan utama secara berlebihan, tanpa perkiraan.

Aksi penggunaan kartu kredit tanpa perhitungan juga mampu membuat besar pasak daripada tiang sehingga tagihan kartu kredit pada bulan selanjutnya akan membesar, akibat aksi pembelian yang tidak rasional.

Bagi masyarakat pengguna kartu kredit, seharusnya bijak dan cermat dalam penggunaan kartu kredit. Sehingga tidak perlu juga melakukan aksi panic buying.

Oleh alasannya itu, bagi pengguna kartu kredit utamanya bagi pemula, dibutuhkan mampu menggunakan kartu kredit dengan bijak.

Pahami rancangan penggunaan kartu kredit

Banyak orang yang salah dalam mengerti dan memakai kartu kredit. Khususnya alasannya adalah tidak mempertimbangkan sejak awal ke mana dan bagaimana cara menggunakan kartu kredit. Termasuk bila memakai kartu kredit untuk belanja secara berlebihan atau panic buying.

Orang-orang yang salah dalam pengelolaan dan penggunaan kartu kredit juga mampu ditentukan akan mengalami kesusahan dalam mengorganisir tagihan kartu kredit yang muncul sesudah dipakai. Sehingga bisa terjerat dalam utang kartu kredit. Biasanya, mereka yang gagal mengelola kartu kredit, akan mengajukan kartu kredit yang lain. Sehingga mampu berakibat pada terjerat utang di lebih dari satu kartu kredit yang pada akibatnya akan sulit untuk keluar dari problem tersebut.

Sejak permulaan pengguna kartu kredit mesti menyadari dengan baik, bahwa semua transaksi yang dilaksanakan dengan menggunakan kartu kredit yaitu utang. Artinya, pemilik kartu harus menggunakannya untuk aneka macam kebutuhan yang sungguh penting saja.

Atau hanya kalau diyakini memiliki sejumlah dana untuk membayar pada ketika tagihannya tiba. Jika fatwa mirip ini dimiliki sejak permulaan, maka risiko terlilit utang kartu kredit akan menjadi lebih kecil. Karena pengguna kartu kredit akan sungguh berhati-hati dalam memakai kartu kredit yang dimiliki.

Tips penggunaan kartu kredit yang benar

Dalam memakai kartu kredit, perlu untuk memahami beberapa tips dan trik berikut ini semoga tidak terjebak dalam dilema finansial di kemudian hari.

Pilih kartu kredit yang sempurna

Saat ini, ada puluhan jenis kartu kredit yang bisa dijadikan opsi. Masing-masing kartu kredit tersebut memberikan manfaat dan juga kelebihan yang berlawanan-beda antara satu dengan yang yang lain.

Oleh karena itu, penduduk yang ingin memakai kartu kredit bisa menentukan produk kartu kredit sesuai dengan kebutuhannya.

Apabila kau bahagia bepergian ke luar kota dan kegemaran traveling, maka ada baiknya untuk memakai kartu kredit yang mau membuat lebih mudah dan menunjukkan penawaran mempesona untuk melaksanakan reservasi hotel, pembelian tiket pesawat, akomodasi ruang tunggu di bandara, dan berbagai penawaran yang lain yang mampu mendukung perjalanan.

Kemudian, jika kamu senang melaksanakan perawatan di salon keayuan, maka semestinya Anda menentukan kartu kredit yang mempunyai banyak promo dan diskon mempesona di salon/klinik keayuan, dan pusat kebugaran.

Jenis kartu kredit yang sempurna akan membuatmu mempunyai kesempatan untuk mampu mendapatkan faedah maksimal dari kartu kredit tersebut.

Tidak perlu terlalu banyak kartu kredit

Sebagai pengguna pemula, semestinya kamu cuma menggunakan satu kartu kredit saja. Tetapi bila memang betul-betul diperlukan, maka sebaiknya jumlah kartu kredit yang digunakan tidak lebih dari 2 kartu saja.

Kamu perlu menyingkir dari memakai kartu kredit yang banyak, apalagi jikalau tidak benar-benar membutuhkannya. Terlalu banyak kartu cuma akan menciptakan sakit kepala dengan sejumlah tagihan dan tanggal pembayaran yang berbeda-beda.

Jaga identitas kartu dengan baik

Kartu kredit sangat rentan kepada banyak sekali tindakan kejahatan, khususnya pembobolan yang bisa saja terjadi tanpa sepengetahuan pemiliknya. Untuk itu, jagalah kerahasiaan data kartu kredit yang kau miliki dari orang lain. Walaupun itu kerabat atau sobat sendiri. Hal ini merupakan persiapan kepada tindak penyalahgunaan yang bisa merugikanmu nanti.

Pergunakan di daerah yang tepat

Apabila kamu ingin mendapatkan faedah optimal dari kartu kredit yang dimiliki, maka kau harus menggunakannya di tempat dan waktu yang sempurna. Hal ini bermakna penggunaan kartu kredit harus dipakai untuk aneka macam hal yang dibutuhkan saja. Dengan memanfaatkan berbagai penawaran serta diskon yang disediakan kartu kredit tersebut.

Hal ini akan membantu kau berhemat dengan mudah. Informasi terkait aneka macam penawaran menawan dari kartu kredit bisa kamu ketahui dengan melihat katalog yang biasanya akan dikirim berbarengan dengan tagihan bulanan.

(Baca Juga: Keuntungan Dan Kerugian Penggunaan Kartu Kredit, Perlu Dipahami!)

Akan namun, jangan sampai kamu justru membuat transaksi yang bahwasanya sama sekali tidak kamu butuhkan, hanya alasannya adalah banyak sekali penawaran menarik tersebut. Pastikan kamu hanya memanfaatkan penawaran mempesona yang memang betul-betul diharapkan dan sesuai dengan kesanggupan keuangan.

Teliti dikala bertransaksi

Kamu mesti teliti dan waspada dikala akan melakukan transaksi pembelian secara online. Karena hal ini sangat rawan atau mengandung risiko yang tinggi terhadap keselamatan data. Serta dana yang terdapat di dalam kartu kredit kau.

Terdapat banyak kasus pengguna kartu kredit mengalami kerugian yang besar setelah melaksanakan transaksi belanja online. Hal ini mungkin terjadi akhir adanya transaksi yang dilakukannya pada toko online yang tidak dapat dipercaya.

Jika kau sungguh-sungguh memerlukan sesuatu yang mesti dibeli secara online, maka tentukan transaksi hanya dilakukan pada toko online yang mampu dipercaya. Artinya toko tersebut memiliki reputasi yang baik. Serta menjamin keselamatan transaksi yang kau lakukan.

Kondisi ini juga sama berlaku bila kau melaksanakan transaksi di toko offline, atau yang memang didatangi secara eksklusif. Kamu juga harus memutuskan toko tersebut bisa dipercaya dan mempertahankan keselamatan transaksi yang kau kerjakan.

Selalu amati dengan baik dikala penjaga kasir memegang kartu kredit kamu dan pada saat melaksanakan penggesekan pada mesin EDC. Jangan biarkan mereka menggesek kartu tersebut dua kali, utamanya jikalau dijalankan pada mesin EDC yang berlainan.

Hindari tarik tunai dengan kartu kredit

Hal yang perlu kau ketahui yakni kartu kredit berlainan dengan kartu debit yang selalu bisa digunakan untuk mengambil sejumlah dana tunai pada ketika diharapkan di mesin ATM.

Setiap transaksi penarikan tunai yang kamu lakukan dengan menggunakan kartu kredit, akan dikenakan ongkos penarikan yang jumlahnya rata-rata sebesar 4% atau minimal Rp50 ribu per transaksi. Oleh sebab itu, kamu perlu memikirkan kembali cita-cita untuk melakukan penarikan dana secara tunai dari kartu kredit.

Bukan hanya biaya tarik tunai saja, sejumlah dana yang ditarik dari kartu kredit juga akan secepatnya dikenakan bunga harian oleh pihak bank penerbit. Transaksi ini berlainan dengan pembelanjaan. Dalam transaksi tarik tunai, bunga yang dikenakan akan secepatnya dijumlah mulai pada hari transaksi tersebut dilakukan.

Oleh karena itu, kau perlu disiplin dalam memakai kartu kredit. Jangan hingga kartu kredit digunakan untuk transaksi yang tidak penting. Seperti dengan melakukan pembelian panic buying.

Tidak perlu takut kekurangan materi kebutuhan primer, sebab pemerintah menjamin ketersediaanya. Dengan begitu, kamu tidak perlu menggunakan kartu kredit untuk belanja secara berlebihan.