0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Hari Pramuka: Sejarah, Tugas Dan Laba Ikut Ekskul Pramuka

Siapa sih yang tidak tahu jika hari ini, 14 Agustus ialah Hari Pramuka. Ya, hari dimana lahirnya organisasi atau gerakan Kepanduan, yang hingga hari ini tersebar di aneka macam negara di dunia.

Sama mirip hari besar yang lain, Hari Pramuka juga tidak hadir begitu saja. Melainkan ada sejarah panjang yang melatar belakangi lahirnya Hari Pramuka.

Nah, buat kamu yang belum tau sejarah terbentuknya Hari Pramuka, pada potensi kali ini CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kau, simak bersama-sama, yuk!

Sejarah Pramuka

Hari Pramuka yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, sejatinya merupakan sebuah gerakan Kepanduan yang juga dikenal dengan nama Scouting atau Scout Movement di dunia internasional.

Awalnya, gerakan ini diciptakan oleh salah seorang anggota angkatan darat di Inggris berjulukan Robert Baden-Powell. Sebelum gerakan ini tercipta, Robert apalagi dulu menulis sebuah buku berjudul Scouting for Boys sekitar tahun 1906-1907.

Buku Scouting for Boys yang ia tulis tersebut, berisi fatwa untuk para perjaka dan pemudi dikala itu melatih kemampuan dan ketangkasan, cara bertahan hidup yang benar, hingga pengembangan dasar-dasar budpekerti.

Semua anutan yang diberikan pada buku itu, kemudian dicetuskan selaku dasar hadirnya gerakan kepanduan dan menyebar ke nyaris seluruh dunia.

Jika dunia internasional mengenal gerakan ini selaku gerakan kepanduan, maka Indonesia mengenalnya dengan Pramuka.

Perayaan Hari Pramuka Internasional diperingati setiap tanggal 22 Februari. Hal tersebut dikarenakan, Robert Baden-Powell selaku pelopor lahir pada 22 Februari 1857, di London. Maka dari itu, hari lahir Robert dijadikan selaku peringatan Hari Pramuka Internasional.

Berbeda dengan Hari Pramuka di Indonesia, yang diperingati setiap tanggal 14 Agustus, sesuai dengan disahkannya Hari Pramuka berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 448 Tahun 1961.

Yang mana, keputusan tersebut tentu dibentuk berdasarkan beberapa pendapatdan sejarah yang terjadi.

Sejarah Terbentuknya Pramuka di Indonesia

Ya, Pramuka di Indonesia sejatinya sudah ada dan aktif terlaksana semenjak zaman kolonial Hindia Belanda. Namun pada 1916, berdiri sebuah organisasi berjulukan Javaansche Padvinders Organisatie yang digagas oleh Mangkunegara VII di Surakarta.

Hadirnya organisasi rintisan Mangkunegara VII, menciptakan gerakan-gerakan serupa ikut bermunculan.

Semua gerakan tersebut, tentunya dikelola oleh beberapa organisasi pergerakan, seperti Hizbul Wathan atau yang saat ini diketahui dengan Muhammadiyah, Sarekat Islam Afdeling Padvinderij atau Sarekat Islam, Nationale Islamitische Padvinderij atau Jong Islamieten Bond, Nationale Padvinderij atau Boedi Oetomo dan lain sebagainya.

Sejak saat itu, organisasi gerakan Kepanduan di Indonesia pun terus meningkat , sampai kesudahannya masuk ke lingkup nasional mulai tahun 1923, yang ditandai dengan didirikannya Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung dan Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO) di Batavia atau Jakarta.

Setelah tiga tahun dua organisasi tersebut berlangsung, risikonya pada tahun 1926 NPO dana JIPO bergabung menjadi sebuah organisasi besar bernama Nationale Padvinderij Organisatie, atau yang disebut dengan INPO.

Organisasi gerakan Kepanduan itu pun berjalan dan berkegiatan secara aktif, sampai akibatnya masuk masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Saat itu, Presiden Soekarno mempunyai keinginan untuk menyatukan seluruh gerakan Kepanduan di Indonesia.

(Baca Juga: Aktivitas Asyik Pramuka Indonesia)

Dan akhirnya, harapan itu terealisasikan dengan nama Pramuka, yang disahkan pada 14 Agustus 1961. Sejak dikala itu, nama Pramuka secara resmi sudah bisa digunakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dan tanggal 14 Agustus juga secara resmi menjadi peringatan Hari Pramuka.

Gerakan Pramuka ini pada dasarnya ditujukan untuk mendidik cowok dan pemudi Indonesia, dari semua jenis usia serta golongan agar memajukan rasa cinta tanah air dan bela negara.

Tidak hanya itu, Sri Sultan Hamengkubuwono IX pun mencetuskan istilah Pramuka, sebab terinspirasi dari kata Poromuko yang artinya pasukan terdepan dalam perang.

Namun, istilah Pramuka sendiri hasilnya diartikan sebagai akronim dari kalimat Praja Muda Karana, yang berarti Jiwa Muda yang Gemar Berkarya.

Mencetuskan banyak sekali macam hal terkait Pramuka, membuat Sri Sultan Hamengkubuwono IX ditetapkan selaku Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Jabatan tersebut ditempati oleh Sultan HB IX dengan baik hingga tahun 1974, hingga risikonya dia menerima gelar selaku Bapak Pramuka hingga saat ini.

Peran Pramuka untuk Indonesia

Jika kau ialah bab dari anggota Pramuka, kau sedikit banyak mungkin telah tahu tugas Pramuka untuk Indonesia.

Tetapi, bagi kamu yang bukan anggota Pramuka dan hanya penduduk biasa, apakah kau tahu apa saja peran dari organisasi yang satu ini?

Maka dari itu sebelum merayakan Hari Pramuka, ada baiknya kamu mengetahui apalagi dahulu beberapa peran Pramuka yang telah dilakukan untuk Indonesia. Adapun beberapa tugas tersebut di antaranya:

1. Menjadi media dalam mendidik huruf cowok Indonesia

Fungsi utama Pramuka di Indonesia sendiri sejatinya yakni untuk mendidik aksara perjaka, di luar lingkup sekolah dan keluarga.

Meskipun, kini banyak sekolah yang telah mengakibatkan Pramuka selaku salah satu kegiatan yang wajib dibarengi oleh setiap siswa-siswinya.

Kegiatan Pramuka sendiri sejatinya akan dibimbing dan dilatih oleh anggotanya sendiri. Namun pastinya, anggota yang terpilih menjadi instruktur dan pembimbing yaitu anggota yang sudah senior, serta memiliki pengetahuan dan kesanggupan yang mumpuni terkait Pramuka.

Semua acara yang dilaksanakan di Pramuka sifatnya nyata. Karena setiap kegiatannya dapat membantu para anggotanya menjadi lebih produktif dan kreatif. Sehingga, sungguh sempurna kalau Pramuka disebut selaku media pendidikan abjad anak bangsa.

2. Meningkatkan rasa bantu-membantu antar anak bangsa

Peran Pramuka untuk Indonesia, terutama anak bangsa yang selanjutnya adalah bisa mengembangkan rasa gotong royong antar anak bangsa. Pasalnya, hampir semua aktivitas di Pramuka memerlukan kerja sama.

Dengan begitu, setiap anggotanya secara tidak eksklusif akan berpengalaman kemampuannya dalam bekerja sama. Memiliki kemampuan kolaborasi yang baik itu sejatinya sungguh dibutuhkan dalam kehidupan jangka panjang.

Sebab, hal itu sesuai dengan pepatah dan juga slogan bangsa Indonesia, adalah “Bersatu kita teguh, Bercerai kita runtuh”, serta fitrahnya manusia yang memang diciptakan selaku makhluk sosial, yang selalu berhubungan dan memerlukan orang lain.

3. Membentuk kepribadian anak bangsa yang gampang menyesuaikan diri

Sudah menjadi belakang layar lazim, jika kemampuan beradaptasi sangat diharapkan, khususnya di periode seperti dikala ini. Sehingga, melatih kemampuan beradaptasi menjadi hal yang sangat penting untuk kau kerjakan.

Pramuka menjadi wadah yang sangat tepat untuk melatih, bahkan membentuk kepribadian anak bangsa. Sesuai dengan lambang Pramuka, yaitu kelapa, yang ialah tanaman yang mampu tumbuh dimana saja.

Dalam Pramuka sediri, penggunaan kelapa selaku suatu lambing, diartikan selaku media atau wadah untuk menolong anak bangsa, dalam membentuk kemampuan beradaptasi agar dapat dengan gampang menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Artinya, Pramuka menjadi salah satu wadah yang bisa mencetak generasi dengan huruf mudah mengikuti keadaan dan hidup berdampingan, termasuk dengan negara lain.

Karakter ini nantinya akan menjadi ciri dari bangsa Indonesia yang percaya diri, berdiri di tengah negara-negara besar di seluruh dunia.

4. Mengajarkan dan menanamkan nilai kejujuran pada anak bangsa

Pramuka juga berperan dalam mengajarkan dan menanamkand nilai kejujuran pada anak bangsa. Hal ini ditunjukkan lewat Dasa Dharma Pramuka atau 10 sikap yang harus dimiliki anggota pramuka.

Dasa Dharma Pramuka ini menjadi dasar atau nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi dan ditanamkan dengan baik di dalam diri setiap anggota Pramuka. Isi dari Dasa Dharma Pramuka beberapa di antaranya, ialah sanggup menerima amanah, suci dalam fikiran, suci dalam perkataan dan suci dalam tindakan.

Melalui isi tersebut, Dasa Dharma Pramuka mengajarkan dan menanamkan nilai kejujuran kepada para anggota Pramuka, agar nantinya menjadi generasi yang sanggup menerima amanah dan jauh dari perbuatan yang tidak baik.

5. Membangkitkan rasa kebangsaan dan yakin diri anak bangsa

Sebagai warga negara Indonesia, kau tentu perlu memiliki rasa kebangsaan dan yakin diri dengan bangsamu sendiri. Mengikuti acara Pramuka secara efektif mampu menghidupkan rasa kebangsaan dan percaya diri.

Sebab, di sana kamu akan diajarkan bagaimana cara biar tidak gentar dalam menghadapi pertumbuhan peradaban, sambil menjinjing identitas diri dengan besar hati selaku bangsa Indonesia.

Karena, dengan rasa yakin diri itulah nantinya kamu akan menenteng Indonesia, selaku negara yang lebih disegani di dunia Internasional.

Keuntungan Ikut Ekstrakurikuler Pramuka

Merayakan Hari Pramuka memang mampu dilakukan dengan banyak hal. Namun, sebisa mungkin kau mengisinya dengan hal-hal atau kegiatan yang aktual, mirip misalnya mengikuti ekstrakurikuler Pramuka.

Pramuka diketahui menawarkan banyak sekali manfaat dan laba, tidak hanya untuk anggotanya namun juga untuk bangsa Indonesia. Adapun beberapa laba mengikuti ekstrakurikuler Pramuka di antaranya, ialah:

  • Membangkitkan semangat gotong royong
  • Membentuk abjad diri yang pantang menyerah
  • Menjadikan diri sebagai langsung yang berdikari dan disiplin
  • Membentuk eksklusif yang gampang bersosialisasi
  • Mengetahui cara bertahan hidup yang benar
  • Membangkitkan rasa tenggang rasa kepada alam dan lingkungan sosial
  • Melatih kesanggupan leadership
  • Meningkatkan kreativitas
  • Meningkatkan rasa yakin diri
  • Meningkatkan kesehatan jiwa dan raga
  • Mendorong kemajuan sosial dan emosional
  • Dan lain sebagainya.

(Baca Juga: bisnis/” target=”_blank” rel=”noreferrer noopener”>Terapkan Jiwa Pramuka dalam Karir dan Bisnis)

Nah, kini kamu sudah mengetahui beberapa gosip terkait Pramuka di Hari Pramuka ini, mulai dari sejarah terbentuknya Pramuka di dunia internasional dan Indonesia, peran Pramuka untuk Indonesia, sampai cara merayakan Hari Pramuka dengan mengikuti ekstrakurikuler Pramuka dan sederet keuntungannya.

Semua berita tersebut, pastinya memperbesar pengetahuanmu terkait Pramuka. Terlebih, ini juga menjadi salah satu cara faktual, yang kamu kerjakan dalam merayakan Hari Pramuka.

Sebab, dengan mengetahui beberapa gosip terkait Pramuka, kau mungkin akan semakin kesengsem dengan Pramuka dan ingin bergabung ke dalam organisasinya.

Kamu bisa bergabung mulai dari lingkup yang kecil terlebih dahulu, mirip misalnya Pramuka di ekstrakurikuler sekolah.

Apabila kamu telah sungguh mendalami dan ingin lanjut ke lingkup yang lebih luas, kamu mampu gabung ke Pramuka tingkat kecamatan bahkan nasional.

Namun tentu saja, kau perlu memiliki busana Pramuka dan beberapa atribut lainnya yang diharapkan, untuk mampu bergabung secara aktif selaku anggota Pramuka.

Di tengah pandemi Covid-19 ketika ini, kau mungkin akan sedikit sukar memperoleh toko yang menjual peralatan Pramuka.

Tetapi itu bukan suatu hambatan, alasannya kamu bisa membelinya secara online di e-commerce. Agar aktivitas belanja menjadi lebih irit dan mudah, kau mampu menggunakan kartu kredit sebagai tata cara pembayarannya.

Sebab, kartu kredit kadang-kadang menunjukkan promo belanja menawan yang mampu dinikmati para penggunanya, baik dalam bentuk cuilan harga, cashback, maupun rewards point.

Maka dari itu, buat kamu yang belum mempunyai kartu kredit, kini mampu mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk kartu kredit yang bisa kamu pilih sesuai keperluan dan kesanggupan finansial. Selain itu, proses pengajuannya pun gampang, cepat dan aman alasannya sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kalau begitu, tunggu apalagi? Yuk pastikan kartu kredit terbaikmu dan ajukan melalui CekAja.com!