0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Hari Bank Dunia Jatuh Di Tengah Pandemi Corona, Apa Kabar Perekonomian Dunia?

Tepat hari ini, yakni Rabu, 1 April 2020, dunia sedang memperingati Hari Bank Dunia. Namun, mirip yang kita tahu juga, dikala ini dunia sedang mengalami problem besar yang disebabkan oleh mewabahnya Covid-19 atau virus corona yang merebak di sejumlah negara.

Pasalnya, tidak hanya mengakibatkan maut pada sebagian populasi insan di setiap negara, seperti di China, Italia, Iran, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan masih banyak lagi termasuk Indonesia. Mewabahnya virus corona juga mengakibatkan perekonomian dunia menjadi terdampak yang bisa memicu terjadinya krisis moneter.

Lantas, bagaimana forum-lembaga keuangan di setiap negara beserta Bank Dunia menyikapi problem tersebut, di Hari Bank Dunia tahun ini? Namun, sebelum membicarakan lebih dalam terkait pengaruh virus corona ke perekomnomian dunia, mari simak dulu sejarah dari Hari Bank Dunia.

Sejarah Singkat Hari Bank Dunia

Bukan cuma menjadi perayaan semata, Hari Bank Dunia juga mempunyai sejarah yang panjang, hingga timbul Bank Dunia yang sungguh menolong perekonomian negara-negara di seluruh dunia.

Singkat dongeng, sebuah pertemuan bertajuk United Nations Minetary and Financial Conference di Bretton Wood, New Hampshire, Amerika Serikat diselenggarakan pada, 1 April 1944.

Di dalam konferensi tersebut, akibatnya dibentuklah suatu badan yaitu Bank Dunia, yang memiliki peran untuk bertanggung jawab dalam menangani persoalan perekonomian dunia.

Apa Tugas Utama dan Tanggung Jawab Bank Dunia?

Seperti yang telah disebutkan di atas, Bank Dunia mempunyai peran dan tanggung jawab untuk mengatasi dilema perekonomian dunia, dengan cara memberikan dana santunan atau dana moneter, kepada negara-negara yang mempunyai masalah ekonomi.

Contohnya, seperti negara-negara yang sedang dilanda pandemi virus corona, dan memutuskan status lockdown, sehingga segala bentuk jual beli, nilai tukar mata duit, bisnis, ekspor, impor di negara tersebut terhenti.

Di sinilah Bank Dunia sungguh diperlukan untuk membantu menangani persoalan perekonomian di negara-negara tersebut. Namun, tahukah kau negara apa yang pertama kali mendapatkah pertolongan dari Bank Dunia?

(Baca Juga: Perekonomian Indonesia Terancam Corona)

Perancis Jadi Negara Pertama yang Dapat Bantuan dari Bank Dunia

Negara Perancis ialah negara pertama yang mendapatkan sumbangan dari Bank Dunia. Ketika itu, Perancis sedang mengalami krisis moneter, yang disebabkan adanya pertempuran. Perancis setidaknya menerima dana tunjangan dari Bank Dunia sebesar 250 juta dollas AS, untuk membangun kembali insfrastruktur di negaranya.

Tidak hanya disebabkan oleh krisis moneter pasca perang, Bank Dunia juga memberikan dana pemberian terhadap negara yang tertimpa musibah, krisis moneter, wabah penyakit (mirip virus corona yang dikala ini sedang merebak di sejumlah negara), dan hal-hal lainnya.

Hingga saat ini, Bank Dunia mempunyai kantor cabang di 11 negara dari seluruh dunia, dan mempunyai 184 negara anggota yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Dampak Virus Corona kepada Perekonomian Dunia, Khususnya di Indonesia

Penyebaran virus corona yang sungguh cepat meluas ke banyak sekali negara di dunia, ternyata menjinjing efek buruk bagi perekonomian dunia. Sebut saja, perekonomian dari sisi jual beli, ekspor, impor, investasi, sampai pariwisata, yang terhenti balasan virus corona.

Sebut saja mirip negara China yang diketahui selaku negara dengan eksportir terbesar di dunia. Mereka terpaksa harus menghentikan acara tersebut, demi menekan jumlah penyebaran virus corona.

Sebagai negara yang sering melaksanakan impor barang dari China, membuat Indonesia menjadi kualahan. Pasalnya, China merupakan salah satu mitra jualan terbesar Indonesia.

Permintaan materi mentah dari China menurun, seperti kerikil bara dan kelapa sawit. Hal tersebut juga akan menggangu sektor ekspor di Indonesia yang bisa menimbulkan penurunan harga komoditas dan barang tambang.

Nah, di sinilah duduk perkara perekonomian skala besar timbul dan kuat pada jual beli dunia. Pasalnya, tidak cuma negara China dan Indonesia yang terkena imbas tekanan ekonomi, tetapi negara-negara lainnya yang terkena wabah corona, juga ikut terdampak.

(Baca Juga: Ingin Mengajukan KTA, Berapakah Limit Peminjam Pemula?)

Lalu Bagaimana Peran Bank Dunia dengan Adanya Masalah Perekonomian Dunia Akibat Corona?

Diketahui, Bank Dunia dan Organisasi Dana Moneter (International Monetary Fund/IMF) akan menggelontorkan dana derma, untuk menolong negara-negara di dunia dalam menghadapi tekanan ekonomi akhir pandemi virus corona.

Seperti yang dihimpun dari laman cnnindonesia.com, hal tersebut nampaknya sudah diungkap oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), ialah Perry Warjiyo, meski belum dimengerti berapa besaran dana santunan dari kedua forum internasional ini.

Diketahui, Perry Warjiyo mengungkapkan hal tersebut usai mengikuti pertemuan bareng para menteri keuangan, dan gubernur bank sentral dari negara-negara G20, lewat video conference 23 Maret silam.

Seperti yang telah dikenali sebelumnya, Bank Dunia memang mempunyai tanggung jawab untuk menolong negara-negara yang sedang dalam duduk perkara ekonomi. Nah, di sini Bank Dunia juga akan mengeluarkan kebijakan dukungan pendanaan bagi negara-negara, terutama negara meningkat dalam menghadapi tekanan ekonomi di tengah pandemi corona.

Bantuan pendanaan dari Bank Dunia ini, nantinya bisa dipakai sebagai pelengkap stimulus kepada penduduk dan dunia perjuangan. Nah, buat para pebisnis yang mencicipi efek tekanan ekonomi akibat virus corona, mungkin mampu melakukan berbagai upaya, biar perjuangan kamu tetap berlangsung.

Salah satunya adalah dengan menikmati layanan tunjangan tanpa jaminan atau kredit tanpa agunan (KTA), dengan bunga rendah, dari Standard Chartered Bank (SCB).

Dengan mengajukan KTA SCB, kamu akan mendapatkan dana santunan untuk melaksanakan usahamu. Selain itu, mengajukan pinjaman di SCB juga sangat mudah dengan proses pencairan yang cepat. Berikut spesifikasinya:

  • Praktis, mampu mengajukan via online
  • Bunga rendah dari 0,65%
  • Tanpa agunan atau jaminan
  • Proses pencairan 3-5 hari
  • Tenor sampai 5 tahun
  • Wajib WNI
  • Usia: 21-60 tahun
  • Berpenghasilan sekurang-kurangnyaRp8 juta per bulan
  • Wajib tinggal atau melakukan pekerjaan di Jabodetabek, Bandung dan Surabaya
  • NPWP

Yuk, segera usikan perlindungan dana untuk jalankan usaha, di SCB melalui situs CekAja.com!