0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Harap Bersabar, 3 Tempat Penting Ditolak Psbb-Nya Oleh Menkes Terawan

Pemerintah telah menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Jakarta per 10 April kemarin. Hal itu dilaksanakan guna memutus penyebaran virus Corona yang sampai dikala ini belum memperlihatkan perlambatan sedikit pun.

Penetapan PSBB di Jakarta merupakan satu hal yang wajib dilaksanakan mengenang Jakarta menjadi kawasan di Indonesia yang paling banyak perkara kasatmata Corona. Data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 per 13 April 2020 memberikan ada sekitar 2.044 kasus Corona terkonfirmasi di Jakarta dengan jumlah meninggal sebanyak 195 orang dan sembuh 142 orang.

Adanya PSBB tersebut membuat penduduk tidak mampu keluar dan masuk kawasan Jakarta secara bebas. Anggota Tentara Nasional Indonesia dan Polri diperintahkan untuk memantau jalannya PSBB tersebut. Di sisi lain, pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten yang lain di Indonesia menghendaki semoga adanya pemberlakukan PSBB di daerahnya.

Setelah Jakarta, daerah yang lain mirip Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta kawasan yang mempunyai perkara faktual Corona terbanyak juga diberikan izin untuk memberlakukan PSBB. Adapun yang berhak memperlihatkan izin pemberlakukan PSBB ialah pemerintah sentra, dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui menterinya, Terawan Agus Putranto.

Dalam menetapkan PSBB, yang menjadi acuan adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 perihal PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 wacana Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Dalam peraturan tersebut diatur ketentuan perihal penetapan PSBB di setiap daerah. Ketentuan tersebut di antaranya yaitu pertama jumlah kasus dan/atau ajal balasan penyakit berkembangdan menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa kawasan.

Ketentuan yang kedua ialah terdapat kaitan epidemiologis dengan insiden serupa di daerah atau negara lain.

Berkaitan dengan hal tersebut, Menkes Terawan gres-gres ini menolak permohonan PSBB beberapa daerah di Indonesia. Berikut daftarnya.

1. Kota Sorong, Papua Barat

Salah satu kawasan yang ditolak ajakan izin untuk PSBB oleh Menkes Terawan yaitu Sorong, Papua Barat. Penolakan izin PSBB untuk Kota Sorong didasari dari jumlah kasus dan atau maut akibat Covid-19 yang belum banyak.

(Baca juga: Aturan PSBB Terbit: Ini Daftar Larangan dan Kegiatan Usaha yang Boleh Beroperasi)

Dilansir dari situs covid19.go.id, sampai 13 April 2020 gres ada 3 kasus Corona yang terkonfirmasi di daerah Papua Barat dengan jumlah meninggal 1 orang. Atas dasar itu izin PSBB untuk Sorong belum mampu dikeluarkan oleh Menkes Terawan.

2. Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah

Palangka Raya menjadi kawasan selanjutnya yang tidak menerima izin untuk memberlakukan PSBB dari Menkes Terawan. Sama mirip Sorong, Menkes Terawan berdalih ibu kota Kalimantan Tengah tersebut belum masuk patokan daerah yang mesti ditetapkan PSBB.

Berdasarkan data dari situs covid19.go.id per 13 April 2020, terdapat 24 masalah Corona yang terkonfirmasi di Kalimantan Tengah. Dari 24 perkara tersebut, 7 di antaranya telah sembuh dan seorang warga Kalimantan Tengah meninggal balasan Corona. Adapun data tersebut dianggap Menkes Terawan masih belum masuk kriteria untuk penetapan PSBB di Palangka Raya.

3. Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Wilayah lain yang izinnya untuk pemberlakuan PSBB ditolak Menkes Terawan yaitu Kabupaten Rote Ndao di Provinsi NTT. Adapun yang menjadi argumentasi penolakan tersebut adalah Rote Ndao belum menjadi kawasan yang masuk tolok ukur penetapan PSBB dari peraturan pemerintah.

Penolakan tersebut pun telah disampaikan Menkes Terawan kepada Bupati Rote Ndao Paulina Haning Ballu pada Sabtu, 11 April kemarin. Di sisi lain, gres-baru ini 2 orang warga Rote Ndao yang berstatus orang dalam pengawasan atau ODP sudah terindikasi aktual Covid-19 berdasarkan hasil rapid test yang dikerjakan.

Penolakan izin PSBB untuk Sorong, Palangka Raya, dan Rote Ndao ini kemudian menimbulkan polemik. Pemerintah dianggap tidak serius menangani penyebaran virus Corona karena PSBB cuma diberlakukan untuk daerah yang jumlah perkara dan atau kematian akhir virus Corona sudah dalam jumlah yang banyak.

Banyak yang menyayangkan sikap Menkes Terawan tersebut lantaran harus menunggu adanya korban dahulu baru mampu dipraktekkan PSBB. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan upaya pemutusan rantai penyebaran virus Corona yang begitu cepat.

(Baca juga: Ini Perjalanan Karir Menkes Terawan Buat Yang Belum Tahu!)

Namun, Menkes Terawan tetap bergeming dan berharap biar pemerintah provinsi, kota, dan atau kabupaten yang tidak mendapatkan izin PSBB untuk tetap melaksanakan upaya penanggulangan Covid-19 sesuai dengan protokol dan ketentuan peraturan perundang-ajakan.

Bagaimana dengan kabupaten/kota tempat kau tinggal? Apakah telah mengajukan izin penerapan PSBB terhadap Pemerintah Pusat? Kalau belum atau bahkan ditolak, tidak butuhberkecil hati. Urusan pencegahan tertular Covid-19 bisa dimulai dari keluarga sendiri kok.

Caranya dengan meminimalkan kegiatan di luar rumah, kecuali untuk mencari nafkah. Selain itu, tekun-rajin mencuci tangan dan mengenakan masker dikala hendak ke luar rumah.

Penuhi segala keperluan bahan kuliner saat di rumah saja, dengan menggunakan kartu kredit CIMB Niaga. Niscaya budget belanja bulanan kamu mampu ditekan berkat bermacam-macam diskon dan promo yang ditawarkan bagi pemegang kartu kredit CIMB Niaga.

Miliki kartu kredit CIMB Niaga yang memberikan banyak keuntungan sekarang juga. Ajukan aplikasinya melalui CekAja.com ya, prosesnya cepat dan syaratnya sangat mudah.