0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Gejala Lengkap Penyebab Dbd, Mulai Dari Fase Demam Sampai Kritis

Selain dihantui dengan adanya pandemi virus Corona. Indonesia juga harus menghadapi kenyataan pahit kalau negara ini juga sedang berjuang melawan virus DBD. Virus yang senantiasa hadir saat ekspresi dominan penghujan ini telah merenggut ribuan nyawa semenjak dulu. Sama halnya dengan virus Corona, DBD juga belum didapatkan obatnya. Proses perawatan yang bisa dikerjakan hanyalah menguatkan tata cara imun tubuh untuk menangkal adanya perdarahan dan komplikasi lain.

Gejala Lengkap Penyebab DBD, Mulai Dari Fase Demam Hingga Kritis

Jarang diangkat kasusnya oleh media. Ternyata penyebab DBD telah merenggut banyak nyawa sampai kuartal pertama 2020 ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat korban yang meninggal dunia balasan penyakit demam berdarah dengue (DBD) sudah meraih 170 jiwa. Selama era 1 Januari 2020 sampai 18 Maret 2020. Jumlah ajal terbanyak terjadi di Nusa Tenggara Timur, yakni sebanyak 39 jiwa.

(Baca juga: Hindari Ini! 7 Benda yang Menjadi Penularan Virus Corona)

Kurangnya tenaga dan peralatan medis jadi argumentasi mengapa banyak pasien tidak tertangani dan mesti kehilangan nyawa. Gaya hidup yang kurang sehat juga memberi sumbangsih terhadap lonjakan pasien demam berdarah.

Apa itu Demam Berdarah?

Apa itu Demam Berdarah - Gejala Lengkap Penyebab DBD Mulai Dari Fase Demam Hingga Kritis

Demam berdarah atau yang lebih familiar disebut DBD yaitu salah satu penyakit menular yang terjadi sebab gigitan nyamuk penyebab DBD/ virus dengue. Dua jenis nyamuk yang jadi perantara DBD adalah  Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering mengembangkan penyakit ini di Indonesia yaitu nyamuk betina jenis Aedes aegypti.

Tidak mirip virus flu yang mampu menular pribadi dari insan ke manusia. Penyakit DBD memerlukan mediator yakni nyamuk untuk mematangkan virusnya. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit orang yang terinfeksi DBD lalu menggigit orang normal. Virus berpindah melalui gigitan tersebut.

Proses penularan DBD cukup cepat yakni sekitar 4-5 hari sehabis pasien pertama memberikan tanda-tanda DBD. Karena itulah rantai penularan DBD susah diputus. Penyakit ini pada tanda-tanda permulaan hanya menjadikan capek, namun jika tidak secepatnya diobati mampu menyebabkan komplikasi sampai kematian.

DBD Sering Menyerang Kawasan Tropis

Banyak penderita DBD (DHF) berada di wilayah tropis dan subtropis, khususnya kawasan Asia Tenggara, Amerika Tengah, Amerika dan Karibia. Setidaknya lebih dari 100 negara dilaporkan pernah terjangkiti virus dengue, terutama kawasan perkotaan yang padat penduduk dan pemukiman seperti di Brasil, bab lain Amerika Selatan, Karibia, Asia Tenggara, dan India.

Sekitar 40 persen masyarakatdunia atau sekitar 2,5 miliar. Orang yang tinggal di daerah endemis DBD terinfeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk dan 90% nya terjadi pada anak di bawah 15 tahun.

Spesies nyamuk penyebab DBD lazimnya berkembang di penampungan air yang jarang dibersihkan, mirip kolam mandi, kaleng bekas, ban bekas atau benda-benda lain yang dapat menampung air.

Sebenarnya tingkat ajal balasan DBD di Indonesia secara umum menurun, namun di beberapa provinsi justru mengalami peningkatan secara terjadwal.

Seperti Gorontalo (6,1%), Maluku (6,0%) dan Papua Barat (4,6%) masih tinggi. Bahkan di beberapa daerah DBD sempat menjadi KLB (Kondisi Luar Biasa).

Indonesia yang beriklim tropis menghidangkan cuaca dan udara yang mendukung berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Karena itu sukar untuk 100% mampu membasmi penyakit ini, terlebih penularannya lewat nyamuk.

Yang perlu dilaksanakan adalah mengupayakan pencegahan optimal untuk menghemat gejala berat yang mampu mengakibatkan pendarahan hingga komplikasi.

Gejala Lengkap Penyakit DBD

Seseorang yang mengalami DBD bakal mencicipi dua fase tanda-tanda, adalah ringan dan berat. Pada fase ringan susah memilih apakah seseorang terkena DBD atau cuma flu biasa. Sehingga sering kali dokter gres menawarkan diagnosa saat gejala memasuki fase sedang.

Berikut ialah tanda atau tanda-tanda seseorang terinfeksi virus DBD:

Gejala demam dengue pada fase demam

1. Demam tinggi mendadak

Sebenarnya demam ini yakni keadaan yang umum dan dapat menimpa semua orang mulai dari belum dewasa, akil balig cukup akal, orang cukup umur, sampai lansia. Namun sangat sukar membedakan antara demam yang diakibatkan karena flu lazimdengan DBD.

Namun berdasarkan para peneliti kesehatan, ada cara gampang untuk mengukur demam Anda tergolong jenis demam apa. Demam umumbiasanya terjadi alasannya sebuah sebab misalnya kehujanan. Sementara demamnya tiba secara mendadak dan tidak dimengerti apa penyebab DBD.

Ciri lain terkait demam yakni dikala flu orang condong demam dibarengi bersin, batuk dan hidung meler sementara DBD tidak. Demam biasa akan membaik dalam satu atau dua hari. Sementara DBD demamnya mampu berlangsung 2 hingga 7 hari.

Jangan menyepelekan masalah demam, sebab ini yaitu gejala permulaan adanya penyakit berat dalam badan. Bahkan untuk anak dan bayi fase demam ini mampu menyebabkan mereka kekurangan cairan tubuh.

2. Sakit kepala

Setelah demam tanda-tanda DBD pada tingkatan selanjutnya adalah sakit kepala. Namun berlainan dengan sakit kepala biasanya yang biasanya dinikmati di sisi kanan kiri atau keduanya. Sakit kepala alasannya adalah DBD ini dicicipi di sekitar dahi, beberapa mungkin merasakan sakit di belakang mata

3. Nyeri, mual, dan muntah

Selain pusing, tanda-tanda demam berdarah yang lain yakni nyeri yang terasa di bab otot dan sendi. Beberapa penderita juga sempat mengalami mual dan muntah, menimbulkan rasa tidak tenteram di area perut sampai punggung. Gejala ini akan menyerang selama 2 sampai 4 hari.

4. Kelelahan

Rasa letih menjangkit para penderita DBD alasannya adalah demam dan mual yang tidak kunjung sembuh. Penderita pun lambat laun akan kehilangan nafsu makan bahkan kekurangan cairan tubuh. Karena itu infus diharapkan untuk memperbesar cairan badan.

Gejala demam dengue pada fase kritis atau berat

1. Ruam merah pada kulit

Selain demam tinggi mendadak, gejala khas lain yang dialami penderita demam berdarah yaitu hadirnya ruam pada kulit. Kemunculan ruam tersebut menawarkan pasien sudah masuk fase kritis.

Ruam ini timbul pertama kali pada area muka lalu menyebar ke leher dan dada. Ruam akan mulai menyusut pada hari ke-4 dan ke-5 sampai risikonya hilang pada hari ke-6.

2. Perdarahan dan plasma leaked

Gejala terakhir yang menyebabkan pasien mengalami komplikasi yakni perdarahan dan plasma leaked. Yakni keadaan badan yang kehilangan plasma darah, glukosa dan nutrisi lainnya sebab penurunan metode imun badan. Kondisi ini disebut juga dengan plasma leakage atau kebocoran plasma.

Kebocoran plasma mampu menghambat anutan darah, dan berakibat tubuh tidak menerima nutrisi dan oksigen yang diperlukan. Kondisi ini kalau tidak segera dikerjakan dapat menimbulkan keadaan yang lebih serius seperti kegagalan sistem peredaran darah, perdarahan jago, stress berat, hingga maut

Jika Anda menemukan tanda-tanda mirip dibawah ini secepatnya bawa ke dokter:

  • Nyeri hebat pada perut
  • Muntah secara terus-menerus
  • Pendarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah darah
  • Feses berwarna hitam
  • Kulit pucat dan terasa cuek saat disentuh
  • Mengalami kesusahan bernapas
  • Trombosit menurun

Itulah tanda-tanda lengkap seseorang yang terjangkit demam berdarah. Perawatan dengan tenaga medis mumpuni dan dokter yang mengetahui dapat menurunkan resiko ajal pasien. Perawatan yang dilaksanakan umumnya konsentrasi untuk menguatkan metode imun dengan menawarkan cairan dan nutrisi sehingga tubuh lebih mudah menangkal virus DBD.

Mengenal Vaksin Demam Berdarah

Meski belum didapatkan obat DBD, namun vaksinnya sudah tersedia yaitu vaksin CYD-TDV (Dengvaxia). Vaksin ini berisi virus dengue tetravalen yang sudah dilemahkan.

Tetravalen di sini artinya vaksin tersebut dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap empat tipe virus dengue yang beredar, yaitu virus dengue serotipe 1 – 4.

Vaksin ini sudah menerima ijin edar di beberapa negara endemik demam berdarah, dan biasanya diberikan tiga kali dengan jarak waktu antara penyuntikannya yaitu empat hingga enam bulan.

Pertimbangan Sebelum Membeli Vaksin DBD

Namun sebelum menetapkan untuk berbelanja vaksin DBD ini ada sejumlah fakta yang harus Anda fikirkan, berikut diantaranya:

  • Hanya untuk Usia 9 Tahun Keatas

Para dokter mengusulkan vaksin DBD ini tidak diberikan terhadap anak dibawah usia 9 tahun. Sebab berdasarkan penelitian sumbangan vaksin DBD pada balita dan bayi justru dapat memajukan resiko terkena demam berdarah. Vaksin DBD sungguh disarankan diberikan kepada orang yang berusia antara 9 – 45 tahun.

  • Hanya efektif pada golongan tertentu

Uniknya vaksin ini melakukan pekerjaan efektif terhadap orang yang pernah mengalami nanah virus DBD, dan justru memajukan resiko penyakit ini untuk orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue.

Sementara menentukan seseorang pernah menderita DBD atau tidak juga sangat sulit. Hal yang bisa kita lakukan yaitu melakukan skrining atau deteksi dini, untuk menghindari pinjaman vaksin kepada mereka yang belum pernah menderita demam berdarah.

  • Harganya mahal

Karena masih tergolong vaksin jenis gres, harga vaksin demam berdarah ini cukup mahal yaitu sekitar Rp1 Juta untuk setiap takaran penyuntikan (dosis rekomendasi vaksin demam berdarah yaitu tiga kali penyuntikan) dan hanya dapat diperoleh di rumah sakit atau praktek dokter anak pribadi.

Selain itu vaksin juga tidak menjamin anak maupun orang renta sungguh-sungguh terhindar dari DBD. Karena observasi menunjukan bahwa orang yang telah divaksin pun masih mampu terjangkit DBD.

Pencegahan Virus DBD

Karena Indonesia ialah salah satu negara tropis dengan resiko DBD besar. Namun belum obat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Wajib hukumnya untuk setiap masyarakat senantiasa melakukan tindakan pencegahan mulai dari dalam rumah sendiri. Ada dua cara yang mampu diupayakan untuk meredam penyebaran DBD adalah:

1. Memberantas Nyamuk Dewasa

Memberantas nyamuk dewasa menjadi salah satu cara jitu meminimalkan jumlah korban balasan DBD. Pemberantasan nyamuk cukup umur ini bisa dilaksanakan dengan pengasapan (fogging) secara terpola.

Di kota-kota besar upaya ini sering dikerjakan pemerintah lokal saat demam isu penghujan tiba. Gorong-gorong, rumah dan lahan yang nampak berpeluang menjadi sarang nyamuk dijalankan pengasapan. Nyamuk-nyamuk bisa mati dalam sekejap saat bersinggungan dengan partikel insektisida yang ada dalam cairan pengasapan.

2. Memberantas Jentik Nyamuk

Jentik ialah induk dari berkembangnya nyamuk-nyamuk penyebab DBD. Karena itulah memberantas jentik tenteram juga memiliki arti mampu memutus rantai penularan DBD.

Pemerintah sudah punya cara untuk mengkampanyekan pemberantasan jentik nyamuk ini ukani dengan 3 M (menyedot) tempat penyimpanan air, mirip kolam mandi/WC, dan lain-lain.

Menutup rapat tempat penyimpanan/penampungan air (contohnya tempayan, drum, dll) semoga nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur, dan  mengubur barang bekas. Sementara untuk kawasan-kawasan yang sulit dikuras, taburkan bubuk abate ke dalam genangan air untuk menentukan jentik-jentik nyamuk mati.

Itulah beberapa pencegahan yang bisa kita kerjakan untuk menghemat resiko munculnya virus demam berdarah. Paling penting adalah selalu menjaga asupan nutrisi badan yang sempurna semoga metode imun kita senantiasa kuat.

Saat ini sudah banyak platform yang menawarkan fitur PayLater alias beli sekarang bayar belakangan. Salah satunya yakni Kredivo. Di platform ini kamu bisa menikmati fitur kredit belanja tanpa memakai kartu kredit.