0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Fetish: Pemahaman, Penyebab Dan Gejalanya Yang Harus Diwaspadai

Kata fetish akhir-akhir ini kembali terdengar dan ramai diperbincangkan. Berawal dari perkara pemerkosaan, yang belum lama ini dilakukan oleh seorang mahasiswa, yang menjadi pelaku fetish jarik dan aksinya dibongkar oleh salah seorang korbannya di media umum Twitter.

Setelah diusut selama beberapa waktu, jadinya pelaku secara resmi dikeluarkan dari universitas tempat ia menuntut ilmu, kemudian lalu ditangkap oleh pihak kepolisian setempat di kampung halamannya, yakni di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Sebenarnya, kasus pemerkosaan ini bukan perkara yang gres terjadi pertama kali dan tersebar di media sosial. Sebelumnya pun pasti telah ada beberapa kasus fetish yang lain, yang mungkin tidak tersorot media dan korbannya tidak berani untuk buka suara.

Namun yang menjadi pertanyaan ialah, apa itu fetish yang sebetulnya? Lalu apa saja penyebab dan gejalanya? Jika sebuah penyakit, apakah perilaku penyimpangan seksual ini bisa diobati?

Untuk mengenali jawaban dari semua pertanyaan tersebut, pada peluang kali ini CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kamu. Yuk, simak bersama-sama!

Apa Itu Fetish?

Jika melihat definisinya, fetish merupakan sebuah kesenangan atau ketertarikan seksual, kepada benda-benda dan bab tubuh yang biasanya tidak dipandang selaku sesuatu yang seksual, ditambah dengan gangguan klinis yang terjadi secara signifikan.

Singkatnya, perilaku penyimpangan seksual jenis ini, merupakan salah satu bentuk dari paraphilia, karena seseorang dapat “terangsang” dengan benda-benda atau bagian-bagian badan non-seksual.

Sementara, seseorang semestinya akan “terangsang” dengan bab-bab badan seksual, seperti alat kelamin dan payudara (bagi wanita).

Selain dengan bagian tubuh seksual, seseorang juga biasanya akan “terangsang” dengan benda-benda yang berkaitan dengan relasi seksual, seperti misalnya sex toys, lingerie, pakaian dalam dan lain sebagainya.

Berbeda bagi orang yang mempunyai gangguan fetish, alasannya mereka lebih kesengsem dan “terangsang” dengan benda-benda atau bagian badan non-seksual.

Bagian tubuh non-seksual tersebut mirip ketiak, telapak kaki, lengan, pusar, jempol kaki, sepatu, rambut, pasangan yang obesitas, tato dan yang lain.

Perilaku penyimpangan seksual ini, pada dasarnya mampu terjadi pada semua orang, namun kenyataannya lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita.

Tidak hanya itu, orang yang mempunyai perilaku menyimpang ini lazimnya memerlukan objek yang bisa dilihat, untuk memainkan fantasi seksualnya kepada objek tersebut, hingga mencapai kepuasan seksual yang optimal.

(Baca Juga: Ajarkan Pendidikan Seks Kepada Anak)

Penyebab Timbulnya Fetish

Jika berbicara perihal penyebab, sebenarnya hingga kini belum dikenali penyebab niscaya dari fetish itu sendiri.

Namun, sejumlah andal menganggap bahwa sikap penyimpangan seksual ini terjadi dan berkembang, seiring dengan pengalaman yang terjadi di kurun kecil. Tepatnya, dikala sebuah objek dikaitkan dengan bentuk gairah seksual yang berpengaruh.

Seperti misalnya, dikala seseorang di kurun lalunya pernah menyaksikan orang lain menunjukkan sikap seks yang menyimpang, maka apa yang beliau lihat tersebut terekam sampai orang tersebut beranjak dewasa.

Selain itu, sikap menyimpang juga dapat terjadi pada seseorang sebab beberapa aspek yang lain, mirip orang tersebut pada kurun kecilnya pernah menjadi korban pemerkosaan, atau bahkan pengalaman seksual yang terjadi ketika kurun pubertas dewasa.

Tetapi apabila seseorang pada masa pubertas remaja pernah mengenal objek non-seksual yang mengasyikkan, bisa jadi orang tersebut akan langsung mengaitkannya dengan fantasi seksual, yang lalu berlanjut menjadi suatu kebutuhan seiring berjalannya waktu.

Pada beberapa perkara juga didapatkan, bahwa perilaku penyimpangan seksual ini juga mampu terjadi akibat dari rasa ragu seorang pria terhadap maskulinitasnya, atau bahkan rasa takut mendapatkan penolakan dan penghinaan dari musuh jenis.

Gejala Fetish

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-5 (DSM-5), mirip yang dilansir pada kompas.com, bahwa perilaku penyimpangan seksual yang satu ini biasanya dapat dikenali.

Adapun tandanya mampu dilihat, kalau seseorang selalu merasa ketergantungan dengan benda-benda mati, atau bahkan bagian badan non-seksual tertentu untuk mencapai gairah seksual.

Menariknya, fetish pun ternyata terbagi dalam beberapa kategori, adalah klasifikasi ringan dan kategori akut.

Untuk klasifikasi ringan sendiri, seseorang lazimnya tetap bisa berafiliasi seksual dengan orang lain, cuma saja orang lain tersebut harus memiliki atau memakai objek fetish-nya, seperti misalnya kaos kaki.

Sementara untuk klasifikasi akut, umumnya orang tersebut tidak membutuhkan adanya relasi seksual, karena kehendak atau gairahnya bisa tercukupi hanya dengan menyaksikan, serta menikmati objek non-seksualnya tersebut.

Gejala dari kedua kategori perilaku menyimpang itu sebetulnya tidak jauh berlainan, karena secara garis besar orang dengan perilaku penyimpangan seksual mempunyai tanda-tanda seperti:

1. Memiliki perilaku memaksa

Orang dengan sikap penyimpangan seksual, biasanya mempunyai sikap memaksa untuk mendapatkan objek non-seksual yang diharapkan.

Bahkan, orang tersebut tidak segan-segan untuk mencuri barang yang menjadi objek fetish-nya demi mendapatkan kepuasan optimal.

Pasalnya, apabila orang tersebut tidak menerima objeknya, maka dia akan senantiasa merasa tertekan, putus asa, sampai memiliki impian untuk melaksanakan bunuh diri.

Jika telah di tahap ini, maka orang tersebut mesti mendapatkan penanganan khusus, karena sudah membahayakan diri sendiri dan orang lain.

2. Tidak mampu fokus dengan pasangan

Gejala kedua yang lazimnya ditunjukkan dari perilaku penyimpangan seksual jenis ini yakni seseorang tidak mampu fokus dengan pasangannya.

Hal tersebut dikarenakan, orang tersebut akan lebih fokus dengan benda-benda yang dipakai pasangannya.

Sebab, benda-benda non-seksual itulah yang menciptakan orang tersebut lebih “terangsang”, dibandingkan pasangannya. Sehingga, pasangannya menjadi terabaikan dan kekerabatan pun tidak berlangsung seperti kebanyakan.

3. Melibatkan dan mengganggu orang lain

Gejala terakhir yang menjadi tanda, bahwa seseorang memiliki sikap penyimpangan seksual adalah jika seseorang sudah melibatkan dan mengganggu kehidupan orang lain, baik itu kehidupan eksklusif maupun sosial.

Apabila seseorang telah meraih titik ini, maka fetish sudah berada di tahap gangguan seksual dan harus mendapatkan penanganan khusus dari dokter atau mahir kejiwaan.

Biasanya dalam mengatasinya, dokter atau jago kejiwaan akan memberikan obat-obatan khusus atau terapi untuk meminimalisir, bahkan secara perlahan menetralisir sikap penyimpangan seksual ini.

Cara Mengatasi Fetish

Seperti yang sudah disinggung di pembahasan sebelumnya, kalau perilaku penyimpangan seksual ini sejatinya tidak membutuhkan penanganan khusus bila tidak mengusik dan merugikan orang lain.

Tetapi, jikalau telah mengusik orang lain sampai ke tahap kehidupan pribadi dan kegiatan sosialnya, maka orang dengan perilaku penyimpangan seksual mesti secepatnya menerima pinjaman dan penanganan khusus.

Mengingat, perilaku penyimpangan seksual ini sifatnya jangka panjang dan fluktuatif, maka perawatan yang harus diberikan pun bersifat jangka panjang, seperti contohnya pertolongan terapi maupun obat-obatan khusus.

Pasalnya, sumbangan obat dapat membantu menghemat fatwa-ajaran kompulsif, yang mendorong keinginan seseorang untuk menerima objek non-seksualnya dengan cara apapun.

Sehingga dengan memakan obat-obatan, orang tersebut dapat lebih fokus dikala menjalani perawatan atau konseling.

Selain itu, obat-obatan serta perawatan yang diberikan juga ditujukan untuk mengendalikan hormon medroxyprogesterone acetate dan cyproterone.

Sebab, hormon tersebut bisa menurunkan kadar testosteron yang dapat menurunkan dorongan seksual, untuk orang dengan perilaku penyimpangan seksual berfantasi.

Maka dari itu, cara efektif yang bisa dilakukan untuk menanggulangi perilaku penyimpangan seksual jenis ini yaitu terapi, serta pemakaian obat-obatan yang sesuai dengan proposal dokter atau mahir kejiwaan.

Namun tidak hanya itu, beberapa penelitian juga menyampaikan bila sikap penyimpangan seksual ini dapat tertuntaskan dengan model perilaku kognitif.

Karena, versi ini dinilai bisa secara efektif merawat dan menyembuhkan orang-orang yang mempunyai paraphilia.

Kasus Fetish di Indonesia

Pada pembahasan sebelumnya kau telah mengenali beberapa gosip terkait fetish, mulai dari pengertiannya, faktor penyebab, gejala yang ditimbulkan hingga cara menangani perilaku penyimpangan seksual itu sendiri.

Semua hal tersebut perlu kau ketahui dengan baik, untuk bisa waspada dan melindungi diri kalau berjumpa dengan orang-orang yang menawarkan tanda-tanda tersebut.

Sebab, mampu saja kamu menjadi target dari orang yang mempunyai perilaku penyimpangan seksual jenis ini.

Apalagi, masalah-masalah jenis ini telah banyak terjadi di Indonesia, baik yang tersorot media maupun yang tidak.

Untuk yang tersorot media sendiri, belum lama ini ada kasus sejenis yang pelakunya meminta sang korban untuk membungkus dirinya menggunakan kain jarik.

Seperti yang telah dibahas di awal pembahasan, jikalau insiden ini dilakukan oleh seorang mahasiswa di salah satu universitas terkemuka di Surabaya. Yang mana, pelaku menjebak sang korban dengan argumentasi riset.

Pada awalnya, pelaku menelepon korban melalui media umum, lalu beralih ke salah satu aplikasi pengantarpesan. Di sana, pelaku secara halus meminta bantuan terhadap korban untuk risetnya.

Namun, lama-kelamaan pelaku secara tidak pribadi memaksa sang korban, untuk melaksanakan permintaannya dan mengikuti kode yang diberikan.

Padahal, sejak awal dijelaskan rangkaian “riset” yang mesti dilaksanakan, sang korban telah menolak secara halus, alasannya adalah merasa ada yang janggal.

Tetapi, pelaku tetap membujuk sang korban untuk melakukannya, dengan menawarkan kepastian bahwa semuanya aman dan tidak akan membahayakan keamanan korban.

Yang bekerjsama, korban harus melilit seluruh tubuhnya dengan lakban dan membungkusnya memakai kain jarik atau kain batik.

(Baca Juga: Melawan Pelecehan dan Kekerasan Seksual)

Dari apa yang telah dilakukan pelaku mampu dilihat, bahwa itu semua merupakan gejala dari sikap penyimpangan seksual.

Adapun sikap tersebut, sudah masuk ke dalam klasifikasi akut atau sungguh parah, karena merugikan dan mengusik kehidupan pribadi serta aktivitas sosial korban.

Maka dari itu, pelaku mesti mendapatkan penanganan khusus dari dokter atau mahir kejiwaan di rumah sakit. Penanganan khusus ini juga bahwasanya harus diberikan terhadap orang-orang, dengan tanda-tanda sikap penyimpangan seksual yang sama.

Untuk itu, buat kamu yang mungkin mempunyai keluarga atau bahkan saudara yang mempunyai tanda-tanda serupa, dan pernah mengganggu kehidupan langsung dan acara sosial orang lain, kau mampu membawanya pribadi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan khusus.

Meskipun, ongkos yang mesti dikeluarkan cukup besar karena perawatan ini sifatnya jangka usang, namun kau tidak perlu khawatir kalau memiliki asuransi kesehatan. Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawat selama kamu sakit.

Nah, buat kau dan orang-orang sekitarmu yang belum memiliki asuranasi kesehatan, sekarang saatnya untuk mengajukan asuransi kesehatan secara online lewat CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan yang mampu kamu pilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun gampang, cepat dan aman sebab telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kaprikornus, tunggu terlebih? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga!