0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Faktor-Aspek Yang Mensugesti Harga Saham, Dari Fundamental Perusahaan Hingga Keadaan Ekonomi

Perubahan harga saham dari naik ke turun atau sebaliknya sangatlah lumrah terjadi. Hal ini alasannya adalah adanya aspek yang mensugesti harga saham tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Bagaimana tidak? Ketika dihadapkan pada dua aspek utama, yakni fundamental dan teknikal, maka tanda-tanda fluktuasi harga saham kemungkinan akan terlihat.

Oleh karena itu, banyak investor pemula yang disarankan untuk paham betul cara “bermain” saham dan apa saja aspek yang mensugesti harga saham tersebut kalau tidak ingin menanggung kerugian.

Soalnya instrumen investasi ini mempunyai acuan yang berlawanan dari jenis investasi lainnya. Jika dikerjakan secara asal-asalan, bukan laba melimpah yang mau didapat, melainkan kerugian dalam jumlah besar.

(Baca Juga: Lebih Pilih Asuransi atau Investasi? Yuk, Pahami Bersama)

Pahami Pergerakan Indeks Saham Saat Menganalisis Perubahan Harga Saham

Sebelum kamu mencari tahu lebih dalam mengenai faktor yang mempengaruhi harga saham, ada baiknya memang kau paham akan berbagai macam jenis indek saham di Indonesia, salah satunya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.

IHSG ini sangatlah diharapkan guna memahami pergerakan harga saham di Indonesia, sehingga dapat dijadikan contoh pada portofolio saham.

Selain itu, parameter IHSG juga lazimnya dijadikan contoh pada tren pasar bursa, sebab seluruh harga saham yang tercatat di BEI ada di IHSG.

Ketika indeks saham mengalami kenaikan, maka sebagian besar harga saham juga turut bergerak naik. Sebaliknya, jika indeks saham mengalami penurunan, maka sebagian besar harga saham pun juga bergerak turun.

Untuk Indeks Harga Saham Gabungan pada hari ini (15/06/2020), dilansir dari Kompas.com akan bergerak menguat pada kisaran 4.774 sampai 4.956, dengan teladan rising wedge.

Pola ini berlawanan dengan falling wedge, yang mana biasanya akan terlihat saat pasar berkonsolidasi dengan sudut kemiringan garis atau support yang jauh lebih curam dibandingkan dengan garis resistance.

Sehingga nantinya akan terlihat harga low yang semakin usang meninggi jikalau ketimbang nilai high.

Sementara itu, masih dari sumber yang serupa, berdasarkan Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee, penguatan IHSG terdorong oleh sentimen nyata baik dari kenaikan cadangan devisa dalam negeri, yang diindikasikan berasal dari anutan dana aneh yang kembali masuk ke pasar Indonesia.

Tidak cuma itu saja, kebijakan Bank Sentral Amerika akan suku bunga yang diprediksi tidak akan mengalami peningkatan sampai dua tahun kedepan, juga dianggap selaku sentimen faktual bagi pasar negara berkembang, salah satunya Indonesia.

(Baca Juga: Ini Tips Investasi Emas Menguntungkan untuk Pemula)

5 Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Makara, telah paham kan betapa pentingnya pergerakan indeks saham? Nah, selanjutnya pada poin berikut, CekAja bakal memberikan gambaran kepadamu tentang aspek-faktor yang mempengaruhi harga saham sebelum kau memutuskan untuk bermain pada instrumen investasi yang satu ini.

1. Kondisi Fundamental Perusahaan

Setiap perusahaan pasti membutuhkan penanam modal guna perluasan bisnis maupun menjaga arus kas tetap berjalan. Maka dari itu, penting halnya bagi administrasi perusahaan untuk membuat kinerja seluruh karyawan pada perusahaan tersebut tetap stabil, atau bahkan bergerak naik selama satu kuartal.

Begitupula dengan kebijakan yang diambil, seperti menyangkut tentang akuisisi, merger, maupun divestasi. Kebijakan-kebijakan ini haruslah dipikirkan secara matang karena otomatis nantinya akan menjadi faktor yang mensugesti harga saham.

Misal, perusahaan yang kau miliki melaksanakan merger dengan perusahaan lain guna mengembangkan popularitas kedua perusahaan. Hal ini terang saja menimbulkan berbagai asumsi, khususnya bagi penanam modal yang menilai bahwa perusahaan milikmu ialah perusahaan yang berpengaruh karena menggandeng perusahaan lain. Efeknya, harga saham perusahaan mengalami peningkatan yang cukup pesat.

2. Gejala Turun-Naiknya Kurs Rupiah Atas Mata Uang Asing

Faktor yang mempengaruhi harga saham selanjutnya yakni tanda-tanda turun-naiknya kurs Rupiah atau fluktuasi kepada mata duit ajaib. Konsekuensinya sendiri mampu dirasakan oleh perusahaan-perusahaan tertentu yang memang mempunyai utang mata duit gila.

Jika sewaktu-waktu kondisi nilai tukar Rupiah menurun, maka imbasnya bakal pribadi dinikmati oleh perusahaan terbuka, utamanya yang bergerak di bidang ekspor impor.

Apabila kegiatan ekspor menurun mampu diartikan selaku penurunan penjualan produk-produk perusahaan di sebuah negara, maka kemungkinan untuk membeli saham ialah hal mustahil.

Begitupun dengan kondisi impor yang tinggi pada sebuah negara, sehingga image perusahaan akan tampaklemah di mata para penanam modal. Akibatnya, pihak perusahaan akan menanggung modal lebih besar untuk berbelanja materi baku dan juga biaya operasional sendiri.

3. Tren Beli-Membeli Investor

Kalau yang satu ini sih sudah pasti dimengerti dan dianggap sebagai salah satu aspek yang mempengaruhi harga saham. Betapa tidak, tren beli-membeli di kalangan investor ini lazimnya mempunyai efek yang besar dan berjamaah dalam dunia bursa.

Sebagai teladan, harga saham mengalami peningkatan akibat beberapa penanam modal berbelanja saham A, maka penanam modal-investor yang lain pun tidak mau ketinggalan untuk berbelanja saham tersebut.

Sementara, bila banyak penanam modal yang kesannya memutuskan untuk memasarkan saham tersebut itu berarti harga saham akan mengalami penurunan.

Tren beli-berbelanja ini juga diketahui dalam dua ungkapan loh, adalah bullish dan bearish. Bullish diartikan selaku keadaan di mana harga saham di pasaran mengalami kenaikan, dan sebaliknya bearish diartikan sebagai keadaan di mana harga saham turun.

4. Manipulasi Harga Saham dan Kepanikan

Mungkin kamu akan berpendapat bahwa manipulasi harga saham yaitu hal negatif yang semestinya tidak dijalankan. Tapi percaya atau tidak, kondisi mirip itu sering kali dilakukan dan sudah menjadi lumrah, utamanya di kelompok penanam modal besar yang memiliki banyak modal.

Mereka mampu saja mempergunakan kekuatan media massa untuk memanipulasi harga saham, baik untuk menurunkan maupun mengembangkan harga guna mencapai maksudnya. Sehingga hal ini juga dianggap sebagai faktor yang mempengaruhi harga saham.

Tidak hanya itu saja, kepanikan akan pergantian image sebuah perusahaan pun dianggap menjadi aspek lainnya yang menyebabkan harga saham menurun.

Perubahan image ini bisa terjadi karena tersebarnya isu negatif di media massa mengenai perusahaan, sehingga para penanam modal menjual saham tersebut.

5. Kondisi Ekonomi Negara

Terakhir, faktor yang mempengaruhi harga saham yakni keadaan ekonomi. Seperti halnya fluktuasi kurs Rupiah terhadap mata duit gila, ekonomi negara maupun global juga mempunyai imbas yang tak main-main untuk pasar modal.

Beberapa indikator ekonomi yang mengakibatkan harga saham tidak stabil, ialah:

  • Suku bunga contoh akhir kebijakan moneter tiap negara yang berlawanan. Jika suku bunga mengalami peningkatan, maka perusahaan dengan utang perbankan akan mengalami penyusutan keuntungan.
  • Tingkat inflasi menghipnotis peningkatan suku bunga teladan sehingga bunga kredit mengalami peningkatan.
  • Penurunan Indeks Harga Konsumen yang berakibat pada terjadinya deflasi.

Itulah bermacam aspek yang menghipnotis harga saham. Ingat, instrumen investasi yang satu ini memang enggak mampu dilakukan secara abal-abal ya. Jadi, jikalau kau masih belum yakin untuk bermain saham, sebaiknya dipikirkan kembali alhasil.

Apabila tujuan permulaan bermain saham alasannya ingin meningkatkan bisnis yang dimiliki, cobalah alternatif lain seperti mengajukan santunan modal melalui CekAja.com. Melalui kami, kamu mampu mendapatkan dukungan tanpa agunan dengan bunga terendah langsung online cuma 0,65 persen saja. Bagaimana, menawan bukan?