0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Daftar Penyakit Yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan

Polis asuransi yang memuat kewajiban dan hak faedah harus dimengerti betul oleh nasabah. Di dalam produk asuransi kesehatan, ada beberapa penyakit yang tidak dicover asuransi alias tidak ditanggung asuransi. Berikut penjelasannya untukmu.

Daftar Penyakit Yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan

Sesuaikan Manfaat Asuransi dengan Kebutuhan

Asuransi kesehatan yakni suatu produk finansial yang memberikan jaminan nasabah pada banyak sekali risiko kesehatan. Sehingga dikala terjadi suatu kecelakaan atau penyakit yang diidap nasabah, maka ongkos pengobatan dan perawatannya akan ditanggung oleh pihak perusahaan asuransi.

Dengan nilai premi yang dibayarkan, kamu bisa menikmati berbagai layanan kesehatan dengan nilai duit pertanggungan yang menguntungkan. Memiliki asuransi akan memberi dispensasi, khususnya untuk kamu yang belum mempunyai dana darurat yang cukup.

Sebab, premi asuransi dibayar sebulan sekali saja dengan nilai yang terjangkau. Sehingga kapanpun terjadi risiko kesehatan, pelayanan kesehatan dijamin kamu peroleh.

Namun, menentukan asuransi kesehatan memang bukan perkara yang mudah. Kamu harus menyesuaikannya dengan keperluan, kemampuan membayar premi bulanan, serta mengetahui betul daftar penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan maupun yang dicover.

Juga, cek daftar rumah sakit dan forum kesehatan lain yang menjadi rekanan pihak asuransi tersebut. Biaya layanan kesehatan di rumah sakit non-rekanan akan simpel ditolak sebagai klaim.

Penyakit yang Tidak Dicover Asuransi Kesehatan

Inti dari faedah asuransi kesehatan memang memberi pertanggungan layanan kesehatan nasabahnya. Namun bukan memiliki arti semua penyakit atau keluhan kesehatan akan dicover olehnya.

Untuk mendapat perlindungan pada penyakit-penyakit itu, kamu akan diarahkan pada produk asuransi yang tepat atau diusulkan untuk mengambil manfaat suplemen yang bermakna mesti mengeluarkan uang premi lebih.

Agar kau lebih paham dengan seluk beluk faedah asuransi kesehatan, berikut ini daftar penyakit yang tidak dicover pihak asuransi kesehatan.

1. Penyakit Bawaan

Penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan yang pertama yaitu penyakit bawaan. Yang dimaksud dengan penyakit bawaan yakni penyakit yang diderita Tertanggung balasan penyakit keturunan, kelainan badan semenjak usang atau cacat tubuh sejak lahir.

Misalnya seperti asma, penyakit yang berhubungan dengan seseorang yang berkebutuhan khusus, hernia, dan sebagainya.

2. Penyakit Langka

Pihak perusahaan asuransi juga lazimnya tidak menampung penyakit langka sebagai penyakit yang diberikan jaminan. Jenis penyakit langka yang dimaksud yaitu penyakit yang kasusnya sungguh jarang ditemui di dunia.

Misalnya seperti kelainan otot, penyakit genetik pada bayi yang menyebabkan pertumbuhan otak terganggu, dan lain-lain.

3. Penyakit Kritis

Salah satu penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan berikutnya yaitu penyakit-penyakit kritis yang mematikan. Biaya penyakit kritis juga lazimnya sangatlah mahal dan perawatannya mesti dikerjakan secara intensif.

Jenis-jenis penyakit kritis tidak dicover ialah penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, paru-patu, diabetes, dan lain sebagainya.

Namun, ada pula asuransi yang menanggung penyakit-penyakit di atas. Untuk mendapat manfaat itu, kau harus memilih produk asuransi khusus penyakit kritis.

(Baca Juga: Rekomendasi Asuransi Penyakit Kritis Untuk Keluarga)

4. Penyakit Kritis Stadium Awal

Sebagian asuransi kesehatan juga ada yang memasukkan penyakit kritis selaku penyakit yang dijaminkan ongkosnya. Dengan catatan, penyakit itu diidap pada tahap stadium simpulan. Sedangkan penyakit kritis stadium awal yakni penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Untuk itu, kau harus mengetahui setiap detil manfaat dalam polis asuransi, ya. Jangan sampai terkecoh dengan manfaat yang lalu dipahami dengan arti yang berlawanan olehmu.

5. Penyakit Psikologis

Sama mirip penyakit kritis, beberapa perusahaan asuransi juga tidak menyertakan penyakit psikologis ke dalam anjuran manfaat polis.

Untuk para calon nasabah yang mengingkan faedah sumbangan ini mampu memilih produk asuransi yang menampung penyakit psikologis sebagai penyakit yang dicover.

6. Penyakit yang Disebabkan Wabah

Penyakit yang disebabkan oleh wabah akan menyebar dengan cepat di beberapa daerah. Sehingga jumlah penderitanya akan sangat banyak. Ternyata, penyakit mirip ini juga masuk ke daftar penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Misalnya saja mirip ebola, polio, malaria, kolera, flu burung, dan lain sebagainya.

Nah, di periode pandemi Covid-19 seperti kini yang sudah sungguh mendunia, beberapa perusahan asuransi akhirnya ada yang menunjukkan tunjangan terhadap korban Covid-19. Sekalipun Covid-19 ialah penyakit balasan wabah.

7. Penyakit yang Diidap Sebelum Memiliki Asuransi

Selain itu, salah satu penyakit yang tidak dicover ialah penyakit yang diidap sebelum kamu membeli asuransi kesehatan. Sebelum berbelanja asuransi kesehatan, calon nasabah harus melakukan check-up kesehatan.

Sehingga kalau didapatkan penyakit tertentu, maka penyakit itu akan dimasukkan ke dalam daftar penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Tetapi, ada juga produk asuransi yang tidak membutuhkan check-up kesehatan secara keseluruhan. Semuanya tergantung dengan ketelitianmu ketika ingin mengajukan asuransi kesehatan.

(Baca Juga: Layanan dan Penyakit yang tidak dicover BPJS Kesehatan)

8. HIV/AIDS

Pengidap HIV/AIDS niscaya akan memiliki imunitas badan yang lemah, sehingga mudah sekali terserang penyakit. Maka dari itu, sebagian besar perusahaan asuransi memasukkan HIV/AIDS sebagai penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan.

Selain itu, HIV/AIDS juga dianggap selaku penyakit yang muncul sebab aspek kesengajaan akibat penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik, maupun akibat seks bebas.

9. Pengecekan dan Perawatan Kehamilan

Segala perawatan kehamilan mulai dari pengecekan kehamilan permulaan, ongkos kasus keguguran, biaya layanan IGD yang berhubungan dengan ganjalan kandungan saat hamil, serta ongkos melahirkan tidak dicover oleh asuransi kesehatan.

Demikian pula dengan perawatan anak pasca kelahiran, mirip imunisasi bayi atau pengecekan kesehatan ibu dan bayi pasca kelahiran tidak tergolong selaku tanggungan.

10. Penyakit yang Dikecualikan

Penyakit yang tidak dicover asuransi kesehatan yang terakhir adalah penyakit yang semenjak permulaan memang dikecualikan dalam polis asuransi. Ya, perusahaan asuransi memiliki daftar penyakit yang dikecualikan di dalam sebuah lembar pengecualian yang perlu kau pahami dengan seksama.

Beberapa penyakit itu antara lain transplantasi organ, basuh darah, kelainan mata, check-up kesehatan gigi terjadwal yang bukan diakibatkan suatu penyakit, biaya perawatan untuk pembatasan makanan yang menurunkan berat badan, ongkos pengobatan alternative, dan lain sebagainya.

Setiap perusahaan asuransi kesehatan mempunyai ketentuan polis yang berlainan-beda, demikian juga dengan daftar penyakit yang menjadi tanggungannya. Oleh karena itu, simak dengan betul daftar manfaat di dalam polis sebelum kamu memutuskan untuk membeli asuransi.

Bandingkan dan Ajukan Asuransi Lewat CekAja.com

Nggak usah ragu untuk membeli asuransi alasannya khawatir akan rugi. Kepemilikan asuransi sekarang semakin untung dan gampang dengan pengajuan melalui media pembanding mirip CekAja.com.

Kami akan membantumu membandingkan produk-produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan keperluan, premi terjangkau, dan duit pertanggungan yang menguntungkan.

Jika kamu kepincut untuk mengajukannya, kau cukup isi formulir pengajuan secara online, dan pengurusan selanjutnya akan dibantu oleh petugas terpercaya.

Makara, menerapkan social distancing dijamin kian sip, alasannya kamu nggak perlu repot mengunjungi kantor cabang perusahaan asuransi. Yuk, bandingkan dan usikan asuransi kesehatan sekarang juga!