0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Corona Tanpa Tanda-Tanda, Bagaimana tips Deteksi Dan Siapa Yang Masuk Klasifikasi Tersebut?

Merebaknya virus Covid-19 alias virus corona di sejumlah negara, membuat banyak perumpamaan-ungkapan baru terkait corona yang perlu diketahui. Terlebih, gres-baru ini istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) juga sering terdengar. Lantas, apa pengertian OTG, yang disebut bisa tularkan corona tanpa tanda-tanda, dan bagaimana cara deteksinya?

corona tanpa gejala

Sebelum membicarakan lebih dalam terkait penularan corona tanpa tanda-tanda dan cara deteksinya, mari simak dulu pemahaman dari OTG itu sendiri.

Pengertian Istilah OTG

Sebagaimana Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Dideade (Covid-19), yang dikeluarkan Kemenkes, OTG atau Orang Tanpa Gejala ialah seseorang yang tidak bergejala namun berisiko sudah tertular virus corona dari pasien Covid-19.

Tidak hanya itu, OTG juga pernah memiliki kontak erat (kontak fisik, berada dalam satu ruangan dengan pasien corona, pernah berkunjung, berjumpa dalam radius 1 meter) dengan kasus nyata corona.

(Baca Juga: Tangkal Corona, Intip 7 Cara Meningkatkan Imunitas Anak)

Siapa Saja Orang yang Termasuk Kontak Erat?

Pedoman Pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19), dalam model terbarunya mennjelaskan wacana orang-orang yang termasuk kontak akrab. Di mana menurut Kemenkes, individu atau orang dengan klasifikasi ini, masuk dalam klasifikasi kontak bersahabat, yaitu:

  • Petugas media

Petugas kesehatan yang melakukan pekerjaan di rumah sakit, merupakan orang yang masuk dalam klasifikasi kontak erat. Di mana mereka yang menilik, merawat, mengantarkan, dan membersihkan ruangan daerah perawatan khusus pasien corona, tanpa menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai patokan.

  • Berada dalam satu ruangan dengan pasien virus corona

Selanjutnya, adalah orang yang berada dalam satu ruangan dengan pasien corona. Bukan hanya di rumah sakit, tetapi juga dikala berapa di daerah kerja, kelas, rumah, atau dikala mengikuti program besar, dalam 2 hari sebelum pasien tersebut mengalami tanda-tanda dan hingga 14 hari setelahnya.

  • Orang yang berpergian dengan pasien virus corona

Selain itu, orang yang bepergian bersama dengan pasien corona (dalam radius 1 meter), dengan segala jenis transportasi atau kendaraan, dalam 2 hari sebelum pasien mengalami gejala, hingga 12 hari setelah timbul tanda-tanda.

Lantas Bagaimana dengan Pasien Corona Tanpa Gejala? Dan Bagaimana Cara Deteksinya?

Virus yang tak terlihat ini memang membuat siapapun tak menyadari kalau virus ini, ternyata sudah menjangkit badan kamu. Pasalnya, jika imun tubuh kuat atau kau masih muda, mungkin saja kamu terserang corona namun tidak bergejala. Sehingga kamu cuma menjadi perantara penularan virus.

Adakah Ciri-ciri yang Bisa Dilihat Terkait Corona Tanpa Gejala?

Dari seluruh pasien aktual virus corona di Indonesia, data mengungkapkan bahwa 70 persen diantaranya terinfeksi corona tanpa tanda-tanda dan bisa tularkan virus. Sehingga, penduduk diimbau untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi.

Nah, perlu dikenali juga bahwa orang yang seperti ini dalam dunia medis disebut ‘carrier’ atau pembawa. Berikut cara deteksi penularan corona tanpa tanda-tanda.

  • Tanpa gejala

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa rata-rata orang yang terjangkit virus corona tidak mencicipi sakit, mirip apa yang sebaiknya. Sehingga, kau mampu disebut sebagai carrier virus tanpa gejala.

Sehingga, meski kau tidak merasa sedang sakit, atau sakit tetapi tidak sama dengan gejala virus corona, seharusnya gunakanlah masker. Jika cuma untuk menghalangi penularan (bukan betul-betul sakit), kamu mampu menggunakan masker kain bukan masker medis.

Karena, kita tidak pernah tahu, diri kita sendiri atau orang lain sedang menjinjing virus atau tidak. Gunakanlah masker selaku pelindung diri dari penularan orang tanpa tanda-tanda.

  • Usia Muda

Dilansir cnnindonesia.com dari laman Stat News, pada Februari 2020, otoritas kesehatan China merilis publikasi terkait statistik pasien corona. Dalam statistik tersebut menyebutkan bahwa ada lebih 44 ribu perkara terkontaminasi, dan ‘cuma’ sekitar 1 persen bawah umur berusia 9 tahun ke bawah yang sakit, serta tidak ada satu pun dari mereka yang meninggal.

Sehingga, mampu ditarik kesimpulan bahwa usia muda merupakan salah satu ciri yang masuk dalam klasifikasi orang tanpa tanda-tanda, dan sebagai pembawa virus. Berbeda dengan masalah yang terjadi pada orang dewasa hingga manula. Setidaknya ada sebanyak 20 persen orang sampaumur, berusia 80 tahun ke atas yang terinfeksi dan meninggal.

  • Kehilangan Indera Perasa

Ciri selanjutnya dari orang yang menjadi pembawa virus corona tanpa tanda-tanda ialah hilangnya kemampuan penciuman. Di mana mereka yang terinfeksi virus terutama pada orang yang tidak memiliki gejala yang nampak, akan kehilangan indera perasa seperti penciuman, atau dalam bahasa medisnya umumdisebut anosmia.

Bahkan, jikalau kau mencicipi hal-hal seperti anosmia, hal tersebut mampu dijadikan sebagai cara mendeteksi kemungkinan infeksi corona. Sehingga, kalau kau mendapatkan tanda-tanda mirip ini, semestinya pertimbangka untuk melakukan tes dan mengisolasikan diri.

(Baca Juga: Walaupun di Rumah Aja, 7 Ide Pesta Ulang Tahun Ini Bikin Anak Happy!)

Coba Deteksi Virus Corona Diri Sendiri, dengan Cara Berikut:

  • Tahan napas selama 10 detik atau lebih. Jika kau batuk, sesak atau merasa tak tenteram, kemungkinan besar ada problem di jalan masuk pernapasan kau. Namun, jika kamu bisa melaksanakan hal tersebut tanpa batuk, bukan berarti kamu terbebas dari virus corona, atau penyakit paru-paru lainnya.
  • Merasa sakit, di antaranya seperti batuk kering, sering merasa lelah, dan demam. Untuk beberapa orang mungkin bisa meningkat ke beberapa bentuk penyakit mirip pneumonia.
  • Cara deteksi yang paling manjur yaitu dengan melakukan tes laboratorium. Makara apapun ciri-ciri yang kamu khawatirkan, akan kamu ketahui jawabannya kalau kau tes di lab.

Nah, tak maubukan, bila kau tergolong salah satu orang yang menularkan virus corona tanpa tanda-tanda? Agar hal tersebut tidak terjadi pada kamu, dan menularkan ke keluargamu, jangan lupa selalu hidup sehat jaga kesehatan dan kebersihan, serta mengisolasikan diri.

Salah satu cara yang mampu kau kerjakan, untuk melindungi diri dan keluarga dari virus corona ialah dengan mendaftarkan asuransi kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kau jadi terlindungi dari berbagai macam bahaya mirip virus corona.

Selain itu, ada banyak manfaat dan laba, yang bisa kamu peroleh juga dari asuransi kesehatan. Untuk soal premi, kemudahan, sampai rentang waktu, kamu mampu pilih sesuai kebutuhan,

Yuk, tunggu apa lagi, segera ejekan asuransi kesehatan pilihanmu, hanya di CekAja.com!