0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Coba tips-tips Penting Semoga Terbebas Dari Utang Dukungan Online

Saat ini marak beroperasi layanan santunan online di tengah-tengah penduduk . Dari sekian banyak bantuan online, tidak seluruhnya legal dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

cara bayar utang pinjaman online

Menurut data OJK, hingga tamat Januari terdapat 120 layanan pertolongan online ilegal yang beroperasi dan perlu dicermati oleh penduduk biar tidak terjebak utang dari forum ilegal tersebut.

Meminjam di sumbangan online memang perlu ketelitian, baik itu meminjam di perlindungan online legal terlebih yang ilegal sebab bunga yang ditetapkan untuk pinjamannya relatif tinggi, ialah 0,8% per hari.

Dan pada derma online ilegal bunganya bisa lebih tinggi lagi bahkan bisa sebesar 1,5% per hari.

Bagi yang sudah kadung terjebak dalam utang sumbangan online, ada tindakan yang perlu dilakukan agar bisa terbebas dari jeratan utang.

Agar terbebas dari utang tunjangan online model OJK

Satuan Tugas Waspada Investasi miiki OJK menjelaskan operasional dari santunan online ilegal susah untuk diberantas karena banyak masyarakat yang tidak paham.

Sehingga masih mengajukan pemberian dan mendapatkan keuntungannya. Walaupun mempunyai efek negatif dengan bunga yang menjerat.

Apabila penduduk telah kadung berhutang di pinjaman online ilegal, utang tersebut tetap mesti dibayar karena sudah ada kontrakperdata antara nasabah dan pemberi perlindungan.

Seandainya tidak mampu untuk mengeluarkan uang utang yang membesar, OJK menyampaikan tidak butuhuntuk melapor pada Satgas Waspada Investasi.

Namun, peminjam perlu untuk mengajukan restrukturisasi perlindungan pada saat jatuh tempo dengan meminta penjadwalan ulang pembayaran utang.

(Baca Juga: Hindari Kesalahan Kesalahan Peminjam KTA Yang Perlu Kamu Tahu!)

Selain itu, peminjam juga mampu menjajal untuk meminta pengurangan bunga. Sehingga memungkinkan masyarakat untuk mengeluarkan uang utang sesuai dengan kemampuannya.

Akan namun, Satgas Waspada Investasi menjelaskan apabila dalam proses penagihan utang oleh santunan online ke penduduk ada tindakan dan perbuatan tidak menggembirakan seperti adanya teror yang merugikan, masyarakat bisa mengadukannya terhadap polisi dan menempuh jalur aturan.

Tindakan diktatorial dalam penagihan pertolongan dilarang dibiarkan dan laporan kepada kepolisian untuk melaksanakan langkah-langkah dibutuhkan bisa menunjukkan imbas jera kepada pelaku sumbangan online ilegal.

Bunuh diri bukan solusi

Kita mungkin pernah banyak mendengar isu ataupun kisah orang yang bunuh diri sebab terjerat tunjangan online, khususnya santunan online yang ilegal.

Bagi kamu yang mungkin saat ini berada dalam jeratan dukungan online, jangan kerjakan agresi nekat bunuh diri alasannya bukan penyelesaian dan jalan keluar terbaik.

Ada beberapa langkah yang masih bisa diupayakan agar mampu terbebas dari jeratan utang dukungan online antara lain:

1. Fokus membayar utang

Apabila kau pernah mengajukan bantuan kepada aplikasi sumbangan online, maka konsekuensinya yakni utang yang menumpuk. Oleh sebab itu, perlu pula untuk bertanggung jawab membayar tagihannya secara berkala hingga lunas.

Oleh karena itu, kau perlu mengutamakan keuangan untuk membayar utang tersebut pada setiap kali mendapatkan penghasilan ataupun pendapatan dan jangan sampai terlupa karena akan menciptakan utang kian membengkak.

Dengan menimbulkan pembayaran utang selaku prioritas, maka gaya hidup juga perlu ditekan beberapa waktu dengan berhemat.

Tekan dulu keinginan dan harapan untuk membeli keperluan-keperluan gres mirip sepatu baru, baju gres, dan yang lain dengan mengutamakan penghasilan untuk membayar tagihan.

2. Cari pendapatan suplemen

Bekerja sampingan di luar pekerjaan utama bisa menjadi penyelesaian untuk bisa menerima penghasilan perhiasan. Sehingga mampu digunakan untuk menutupi utang dari tunjangan online.

Banyak jenis pekerjaan sampingan yang bisa dilaksanakan mirip berjualan online ataupun offline, menjadi penulis lepas, menjadi pengemudi transportasi online, ataupun pekerjaan sampingan yang lain.

Apabila memungkinkan, carilah pekerjaan sampingan yang tepat dengan kegemaran ataupun kemampuanmu, dan jangan hingga mengganggu waktu untuk menjalankan pekerjaan utama.

3. Komunikasikan dengan keluarga

Seandainya utang dari pinjaman online sangat mencekik dan sepertinya susah untuk dilunasi, jangan dipendam sendiri yang mampu berujung stress hingga mampu melakukan agresi nekat bunuh diri.

Oleh alasannya itu, cobalah terbuka dan sampaikan kepada keluarga terkait dilema yang sedang kau hadapi untuk meminta solusi dan masukan atas duduk perkara tersebut.

Dengan menceritakan problem terhadap keluarga, setidaknya beban asumsi mampu berkurang dan mungkin juga ada pihak keluarga yang bisa menolong untuk meringankan beban utang tersebut.

4. Jangan gali lubang tutup lubang

Jangan pernah sekalipun melakukan agresi gali lubang tutup lubang atau mengajukan dukungan online yang lain untuk melunasi utang derma online yang ada ketika ini, alasannya tidak akan pernah bisa menuntaskan dilema utang tersebut.

Cara gali lubang tutup lubang terlebih dengan mengajukan kembali dukungan online yang baru, hanya akan membuat kamu semakin terlilit dalam jeratan utang yang tak berkesudahan.

Oleh alasannya itu, jadilah nasabah yang bijak sebelum mengajukan dukungan dan sehabis mempunyai tanggung jawab sumbangan untuk dilunasi. Kelolanya utang dan keuangan dengan bijak dan cerdas.

5. Hitung aset yang dimiliki

Solusi lain yang mungkin bisa dijalankan adalah dengan coba mendata aset ataupun barang berharga yang kamu miliki seperti gadget, kendaraan bermotor, simpanan emas, ataupun barang elektronika.

Barang-barang berguna tersebut bisa digadai atau bahkan dijual semoga bisa menerima dana tunai pemanis yang bisa dipakai untuk melunasi utang tunjangan online agar tidak semakin menggunung.

Dampak yang disebabkan dari utang santunan online yang tak dilunasi

Apabila kau mempunyai utang derma online yang memberatkan dan justru kamu lepas tangan untuk membayar cicilannya, maka akan ada efek dan efek negatif yang mau terjadi.

Dampak negatif tersebut antara lain:

1. Utang kian membengkak

Seandainya utang dari santunan online tidak kunjung dibayar, tidak lantas membuat utang tersebut lunas begitu saja. Yang akan terjadi justru denda dan bunga akan tetap berlangsung.

Hal ini sesuai dengan hukum fintech yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yaitu pihak penyelenggara fintech p2p lending wajib menawarkan derma dengan bunga hanya 0,8% setiap harinya.

Apabila utang berasal dari layanan pinjaman online ilegal, maka bunganya bisa lebih besar lagi.

Selain itu, akan ada denda yang diakumulasikan sebesar 100% dari jumlah total derma. Penyelenggara sumbangan online lazimnya memberikan waktu selama 90 hari kerja untuk pelunasan dari batas terakhir ongkos tagihan.

Sebagai contoh, kalau kau mengajukan dukungan sebesar Rp5 juta, maka dana optimal yang harus dikeluarkan terhadap pihak penyelenggara sebesar Rp10 juta dalam masa waktu 90 hari.

Setelah abad waktu tersebut terlewati, maka pada hari ke 91 nasabah tidak akan ditagih lagi oleh penyelenggara, tetapi mesti membayar tagihan menjadi Rp10 juta.

2. Terganggu telepon tagihan

Aktivitas harian kau akan terganggu oleh seringnya telepon tagihan dari penyelenggara pemberian online yang masuk ke teleponmu.

Penyelenggara online akan terus menerus menghubungi. Sehingga acara harian kau akan terusik dengan adanya teror telepon tersebut.

Telepon tagihan sangat membuat tidak tenteram dan akan membuat kau takut setiap mampu telepon dari nomor yang tidak diketahui dan tidak terdaftar di kontak telepon.

3. Menyebabkan stres

Tagihan utang yang belum terbayarkan akan membuat denda dan bunga terus berjalan. Sehingga setiap harinya akan ada telepon tagihan yang meminta pembayaran utang.

Kondisi tersebut akan menciptakan hati tidak tenteram, anggapan berantakan, tidur terusik, dan bahkan tertekan. Sehingga banyak yang mengambil jalan pintas untuk bunuh diri.

Laporkan ke polisi bila terganggu penagihan yang tidak menggembirakan

Apabila kau terlanjur terjerat dalam utang tunjangan online dan menerima teror serta gangguan pada saat proses penagihan, maka jangan ragu untuk melaporkan kepada kepolisian.

Bentuk teror yang mungkin dilakukan pada saat penagihan santunan online antara lain:

  1. Teror bertubi-tubi melalui panggilan telepon setiap hari
  2. Menghubungi keluarga, saudara, sobat, hingga atasan kawasan kerja yang ada di dalam data kontak ponsel
  3. Membuat grup WhatsApp yang berisi keluarga, saudara, teman, sampai atasan kerja nasabah
  4. Menyebar foto nasabah hingga foto-foto berbau pornografi bila ada di dalam ponsel nasabah di dalam WhatsApp grup yang beliau bikin
  5. Diancam mesti menjual ginjal hingga pemerkosaan untuk melunasi utang
  6. Intimidasi dengan mengantarpesan singkat (SMS) ke seluruh nomor kontak yang ada ponsel
  7. Intimidasi dengan kata-kata caci maki tak patut dan pelecehan
  8. Dan masih banyak lagi bentuk teror dan ancaman serta intimidasi yang lain yang merugikan nasabah

Bila kau menerima perlakuan tidak menyenangkan tersebut, kamu perlu melaporkan hal ini terhadap polisi dengan cara-cara antara lain:

  1. Kumpulkan semua bukti teror, bahaya, intimidasi, atau pelecehan
  2. Datang ke kantor polisi terdekat
  3. Buat laporan sesampai di kantor polisi
  4. Atau adukan ke situs resmi OJK di https://konsumen.ojk.go.id/formulirpengaduan atau melaporkan ke situs aduankonten.id, maupun melalui Twitter @aduankonten

Oleh alasannya adalah itu, sebelum mengunduh aplikasi dukungan online dan mulai berutang, harus mengevaluasi legalitas perusahaan penyedia jasa kredit online ini, dengan cara:

  • Cek perusahaan santunan online yang legal di ojk.go.id
  • Klik Berita dan Kegiatan
  • Klik Publikasiâ
  • Pilih atau klik Daftar Fintech Terdaftar di OJK terbaru
  • Cek perusahaan dukungan online yang legal/resmi di www.sikapiuangmu.ojk.go.id

Sebaiknya, sebelum mengajukan pinjaman online, amati legalitas penyelenggara tunjangan online tersebut dan kerjakan perbandingan serta penyusunan rencana secara bijak agar mampu terhindar dari efek-efek jelek yang mungkin timbul dari perlindungan online tersebut.