0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Ciri Perusahaan Investasi Imitasi Alias Bodong, Pahami Semoga Tidak Tertipu!

Ciri perusahaan investasi imitasi sekarang wajib banget diketahui, terutama bagi investor pemula yang baru menggeluti di bidang pasar modal. Terlebih, baru-baru ini masalah terkuaknya salah satu perusahaan investasi palsu, yang merugikan nasabah kian membuat kita mesti makin berhati-hati.

Ciri Perusahaan Investasi Palsu Alias Bodong, Ketahui Agar Tidak Tertipu!

Belajar dari Kasus Jouska dan MeMiles

Kasus penipuan yang dilakukan perusahaan investasi artifisial tahun ini semakin santer terdengar. Sudah ada dua perkara besar yang cukup menghebohkan media massa dalam negeri.

Pada Januari 2020 lalu, masalah perusahaan investasi palsu berjulukan MeMiles terbongkar. MeMiles adalah perusahaan investasi palsu berkedok distributor iklan yang melaksanakan promosi secara digital.

Iming-iming laba besar bagi nasabahnya memang menggiurkan. Apalagi, nasabah cuma perlu bersungguh-sungguh melakukan top-up dana investasi.

Beberapa bukti kesuksesan investasi dari nasabah awalnya pun memang benar adanya. Ada nasabah yang mendapat ponsel pintar, sepeda motor, sampai kendaraan beroda empat glamor. Ada pula nasabah yang menerima laba berupa uang tunai mulai dari Rp3 juta hingga Rp7 juta untuk setiap top-up Rp300.000 saja. Mencurigakan, bukan?

Usut punya usut, semua laba ini ditemukan dari sketsa Ponzi. Yakni laba bagi nasabah usang didapat dari dana nasabah yang gres ikut bergabung. MeMiles memang menunjukkan jaminan laba pula bagi nasabah usang yang berhasil mengajak nasabah baru bergabung.

Tak cuma warga biasa, korban MeMiles bahkan sampai ke pekerja seni alias artis. Seperti Judika, Ello Tahitoe, Sammy Simorangkir, dan masih banyak lagi.

Selang beberapa bulan kemudian, yakni pada Juli 2020, giliran kebobrokan Jouska yang terungkap. Sebenarnya, Jouska merupakan perusahaan perencana keuangan yang cuma membantu klien menentukan produk investasi dan mengatur cash flow klien.

Tetapi, jasa yang disediakan Jouska justru melenceng hingga menjadi Manajer Investasi yang berhak mengorganisir dana investasi klien. Akibatnya, para klien yang tidak mempunyai pengetahuan investasi yang mumpuni pun menjadi korban. Total kerugian para klien mencapai Rp1,9 miliar.

Lewat thread kicauan Twitter di akun @terperdaya, salah satu korban Jouska juga membeberkan kronologi dikala dirinya bergabung hingga mengalami penipuan tersebut. Ada banyak kecacatan yang terjadi, tetapi sayangnya korban tidak menyadari hal tersebut karena minimnya literasi investasi.

(Baca Juga: Ini Lokasi Tanah yang Bagus untuk Investasi)

Perbedaan Perusahaan Perencana Keuangan dan Manajer investasi

Makara, sudah tahu kan bahwa ciri perusahaan investasi artifisial sangat perlu kau ketahui? Sebelum itu, ketahui dahulu perbedaan perusahaan perencana keuangan dengan perusahaan manajer investasi (perusahaan sekuritas).

Dua jenis perusahaan ini kini bertambah banyak jumlahnya. Perusahaan perencana keuangan ialah perusahaan yang menolong klien memperbaiki pengelolaan keuangan, sehingga cash flow akan semakin baik, hutang secepatnya terbayar dan menawarkan pengetahuan agar klien tidak lagi memilih berhutang di periode depan, serta mengalokasian dana darurat dan investasi jika memang memungkinkan.

Perusahaan perencana keuangan tidak mempunyai wewenang untuk mengurus dana investasi klien. Pihaknya cuma memperlihatkan wawasan investasi (utamanya pasar modal) pada klien, dan menentukan biar klien kian mempunyai literasi investasi dengan baik.

Sehingga nantinya klien akan bisa menentukan instrumen investasi yang tepat dengan profil dan kebutuhannya.

Sedangkan perusahaan Manajer Investasi ialah perusahaan yang memberikan layanan jasa untuk mengelola dana investasi yang dimiliki nasabah. Mereka memiliki wewenang untuk mengurus dana yang telah kau setorkan, untuk dialokasikan pada investasi pasar modal seperti reksadana, obligasi, atau saham.

Pemberian wewenang ini tidak sembarangan. Perusahaan manajer investasi harus terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keungan (OJK), sehingga langkah-langkah mengelolaan dana yang menyimpang mampu diproses secara hukum atau sesuai dengan peraturan dari OJK.

Ciri Perusahaan Investasi Palsu

Setelah mempelajari masalah penipuan di atas, kau wajib mengerti ciri perusahaan investasi artifisial. Berikut ini ciri perusahaan investasi artifisial yang paling kentara dan wajib diwaspadai.

1. Mengiming-Imingi Keuntungan Besar dalam Waktu Singkat

Ciri perusahaan investasi palsu yang pertama yaitu soal iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Perusahaan investasi palsu cenderung akan membesar-besarkan klarifikasi potensi menerima untung dalam waktu yang singkat.

Sedangkan risiko investasi justru tidak terlalu diterangkan dengan detil. Padahal, setiap instrumen investasi yang diseleksi pastinya mempunyai potensi laba dan risiko yang rasionya nyaris sama. Keuntungan yang didapat juga tidak mampu instan (dalam rentang waktu yang singkat)

(Baca Juga: 4 Rekomendasi Investasi Saat Pandemi)

2. Menawarkan Komisi Perekrutan

Jika pihak perusahaan investasi memberikan komisi berupa keuntungan setiap kali kamu berhasil merekrut nasabah baru, maka jadikanlah hal ini sebagai ciri perusahaan investasi imitasi.

Perusahaan investasi legal dan terpercaya cuma akan memberikan laba sesuai dengan keadaan pasar modal dan instrumen investasi yang diseleksi. Tidak ada metode pembagian keuntungan bagi perekrutan nasabah baru.

3. Tidak Kantongi Izin OJK

Ciri perusahaan investasi palsu yang paling jelas ialah soal izin OJK. Jangan cuma yakin pada keberadaan perusahaan investasi di media sosial atau lewat track record yang ditampilkan di situs resminya.

Jika mereka tidak terdaftar di OJK, maka sudah pasti ini yaitu perusahaan investasi ilegal. Inilah yang terjadi pada kasus Jouska.

Sebenarnya, kamu bisa mengecek pribadi di situs resmi OJK yaitu www.ojk.go.id, atau lewat rilisan daftar perusahaan investasi palsu yang dirilis OJK.

Kalaupun perusahaan tersebut terdaftar di OJK, cek kembali detil izin tersebut. Apakah izin memang ditujukan sebagai perusahaan investasi yang berhak mengelola dana nasabah, atau hanya sebatas perusahaan perencana keungan saja.

4. Surat Kesepakatan Berubah-Ubah

Pada thread Twitter yang dibuat oleh akun @terperdaya, diterangkan bahwa Jouska surat akad yang hendak ditandatangani klien mengalami perubahan dari offering letter pada advisory fee atau ongkos pembagian keuntungan kalau dana investasi mengalami peningkatan.

Yakni dari yang sebelumnya tertera pada offering letter sebesar 15 persen, menjadi 30 persen pada surat komitmen.

Sayangnya, korban yang menyadari kecacatan itu cuma mengoreksi dan meminta penggantian penulisan poin tersebut saja, bukannya segera membatalkan kesepakatan.

Padahal, ini ialah ciri perusahaan investasi imitasi yang sangat melanggar adat dan mencoreng profesionalitas perusahaan investasi.

5. Tidak Menjelaskan Pengelolaan Dana

Ciri perusahaan investasi imitasi yang yang lain yaitu perusahaan investasi tidak menjelaskan pengelolaan dana dengan baik.

Perlu diketahui, setiap abad tertentu, perusahaan investasi wajib menawarkan laporan pengelolaan dana yang sudah disalurkan ke instrumen investasi tertentu, lengkap dengan alasan-argumentasi konkritnya.

Perusahaan investasi terpercaya wajib menerangkan seni manajemen investasi, serta memilih instrumen investasi sesuai dengan profil dan harapan nasabah. Kaprikornus, tak ada yang ditutup-tutupi dari pengelolaan dana yang rutin disetorkan nasabah.

6. Memanfaatkan Nama Tokoh Besar

Ciri perusahaan investasi palsu yang terakhir ialah pihaknya akan mengaitkan pada produk investasi atau kesuksesan perusahaan dengan mempergunakan nama besar seorang tokoh. Misalnya menggembar-gemborkan nama artis selaku nasabah yang sudah menjangkau banyak laba.

Sebab, perusahaan investasi yang bagus akan melakukan pekerjaan secara profesional, tanpa perlu melaksanakan hal tersebut. Lagi pula, daftar nama nasabah ialah hal yang bersifat privat, bukan konsumsi publik.

Pilih Produk Finansial Lewat CekAja.com yang Terpercaya

Setelah mengenali ciri perusahaan investasi imitasi, tentukan juga bahwa dirimu memiliki wawasan yang cukup tentang investasi pasar modal. Jangan sampai tertipu dan justru mengalami kerugian besar.

Untuk memilih produk finansial lain mirip pemberian online, kartu kredit, sampai berbagai jenis asuransi, kamu bisa menentukan CekAja.com yang telah pasti terpercaya. Sebab CekAja.com sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Tidak cuma itu, CekAja.com juga aman alasannya adalah mengkaji ulang aktivitas dan layanan financial technology (fintech) yang kami tawarkan secara berkala, dengan kawan terpercaya. Sampai ketika ini, CekAja.com terus diandalkan OJK untuk menolong penduduk Indonesia menentukan produk finansial yang terbaik dan berintegritas.

Kami membantu membandingkan banyak sekali produk finansial dan usulan proses pengajuan termudah dengan metode online. Buat kau yang memerlukan santunan yang cair dalam waktu cepat dan proses sederhana, eksklusif saja ajukan lewat CekAja.com!