0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Ciri Darah Rendah, Aspek Penyebab Dan Sederet tips Mengatasinya

Kamu sering merasa pusing, mual, kehilangan cairan tubuh, bahkan jatuh pingsan? Hati-hati, bisa saja kamu terkena darah rendah. Pasalnya, hal-hal tersebut merupakan bagian dari ciri darah rendah.

Ciri Darah Rendah, Faktor Penyebab dan Sederet Cara Mengatasinya

Untuk memutuskan apakah kau benar terkena darah rendah atau tidak, ada baiknya simak ulasan ihwal ciri darah rendah di bawah ini dahulu, yuk!

Apa itu Darah Rendah?

Sebelum membahas lebih jauh ihwal ciri darah rendah, ada baiknya jika kau mengetahui apalagi dahulu definisi darah rendah itu sendiri beserta sekilas info lainnya.

Karena, sampai saat ini masih banyak orang yang belum mampu membedakan antara darah rendah dengan anemia.

Sejatinya, darah rendah ialah suatu kondisi tubuh dikala tekanan darah berada pada angka di bawah wajar .

Di mana, angka untuk tekanan darah wajar ialah 90/60 mmHg. Sehingga, seseorang akan didiagnosa terkena darah rendah bila tekanan darahnya di bawah 90/60 mmHg.

Kondisi seperti ini bantu-membantu tidak terlalu berbahaya, tetapi bila kau memiliki riwayat atau mengalami darah rendah, maka itu mengambarkan bahwa beberapa bab badan, mirip otak, jantung dan yang lain tidak mendapatkan darah yang tepat dengan kebutuhannya.

Meski ada beberapa gejala yang ditunjukkan sebelum terserang darah rendah, namun ada pula orang yang mengalami darah rendah tanpa menunjukkan gejala apapun.

Maka dari itu, kau perlu berhati-hati dengan keadaan darah rendah atau hipotensi, yang mampu menyerangmu kapan saja dan dimana saja.

Apabila yang terjangkit darah rendah yaitu orang yang sudah memiliki riwayat penyakit tersebut, maka penanganan yang mesti dikerjakan pun berlawanan.

Orang itu, semestinya mendapatkan penanganan dan perawatan khusus dari tenaga medis di rumah sakit atau klinik.

(Baca Juga: Ciri-ciri Darah Rendah dan Darah Tinggi)

Apakah Darah Rendah dan Anemia Sama?

Pada pembahasan sebelumnya telah disinggung, bahwa masih banyak orang yang nyatanya hingga ketika ini belum bisa membedakan antara darah rendah dengan anemia.

Seperti yang dimengerti, darah rendah atau hipotensi ialah suatu kondisi saat tubuh memiliki tekanan darah di bawah batas wajar . Tidak hanya itu, darah rendah juga biasanya lebih sering dialami oleh wanita ketimbang pria.

Sementara, anemia sendiri ialah sebuah kondisi ketika tubuh kelemahan sel darah merah atau eritrosit.

Yang mana, sel darah merah ini mempunyai kandungan hemoglobin yang melakukan pekerjaan untuk mengikat oksigen dan menghantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Selain itu, anemia juga lazimnya terjadi karena kekurangan zat besi, kelemahan vitamin B12, terjadinya pendarahan, kelemahan asam folat hingga alasannya mengidap penyakit kritis, mirip misalnya kanker.

Bagaimana, sudah terlihat sungguh jelas bukan perbedaan antara darah rendah dengan anemia?

Beberapa Ciri Darah Rendah

Jika di pembahasan sebelumnya kau sudah mengenali sekilas informasi perihal darah rendah serta perbedaannya dengan anemia, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengenali beberapa ciri darah rendah.

Adapun beberapa gejala atau ciri darah rendah yang biasanya terjadi, sebelum seseorang terjangkit darah rendah atau hipotensi, di antaranya yaitu:

  • Rasa mual
  • Selalu merasa kehausan atau dehidrasi
  • Tingkat konsentrasi menurun
  • Cepat merasa letih
  • Pandangan menjadi kabur
  • Wajah terlihat pucat
  • Sering merasa kebingungan
  • Suhu tubuh cenderung hambar
  • Kulit menjadi lembap
  • Laju pernapasan menjadi cepat dan rendah
  • Sakit kepala atau pusing
  • Kerap kali pingsan
  • Depresi.

Semua ciri darah rendah di atas semestinya kamu memahami dan ketahui dengan baik. Tujuannya ialah semoga kamu bisa menganalisis atau mendiagnosa sementara tubuhmu apakah terkena darah rendah atau tidak, dikala menawarkan beberapa ciri darah rendah tersebut.

Faktor Penyebab Darah Rendah

Setelah mengetahui ciri darah rendah di pembahasan sebelumnya, mungkin kamu akan mengajukan pertanyaan, apa bahu-membahu yang menjadi aspek penyebab terjadinya darah rendah. Karena sudah niscaya, terjadinya suatu penyakit karena dipicu oleh beberapa faktor.

Begitu pula dengan darah rendah atau hipotensi. Penyakit ini, muncul karena dipicu oleh beberapa aspek, yang di antaranya yaitu:

  • Kekurangan vitamin B12
  • Mengalami emosi yang intens
  • Terlalu lama bangkit
  • Terlalu lama tidur atau berbaring
  • Terjadi jerawat berat atau septikemia
  • Karena kehamilan, yang umumnya terjadi di minggu ke-24
  • Adanya gangguan hormon endokrin, mirip misalnya hipotiroid
  • Mengalami kekurangan cairan tubuh yang parah
  • Terjadi reaksi alergi atau anaphylaxis
  • Efek samping dari diabetes
  • Tubuh berada dalam suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
  • Terlalu banyak makan
  • Kekurangan darah
  • Menurunnya volume atau jumlah darah dalam badan
  • Terdapat gangguan pada jantung dan pembuluh darah
  • Efek samping dari alkohol
  • Mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi secara berlebih
  • Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, mirip contohnya diuretik dan lain sebagainya.

Faktor Risiko

Semua poin di atas merupakan faktor penyebab terjadinya darah rendah. Namun, ada beberapa aspek yang lain yang justru mampu meningkatkan risiko terjangkit darah rendah.

Seperti yang dilansir dari hellosehat.com dan ditinjau oleh dr. Tania Savitri, beberapa aspek yang mampu memajukan risiko terserang darah rendah tersebut di antaranya, ialah faktor usia, kondisi kesehatan dan pemakaian obat-obatan tertentu, yang masuk ke dalam faktor risiko. Untuk tahu lebih terperinci tentang tiga aspek risiko tersebut, yuk simak ulasan berikut ini.

1. Faktor Usia

Faktor risiko yang pertama yakni faktor usia. Seperti yang dimengerti, usia memang sangat menentukan kemungkinan seseorang terserang suatu penyakit, tidak terkecuali penyakit darah rendah atau hipotensi.

Pada penyakit ini sendiri, hipotensi sendiri mampu menyerang siapa saja, baik bawah umur, cukup umur hingga lansia. Untuk anak-anak dan cukup umur sendiri, darah rendah umumnya terjadi ketika mereka bangkit terlalu lama atau neurally mediated hypotension (NMH).

Sedangkan untuk lansia sendiri, darah rendah atau hipotensi umumnya terjadi dikala melakukan perubahan posisi dari duduk ke berdiri tegak. Lansia yang kadang kala terjangkit darah rendah lazimnya berada pada kisaran usia 65 tahun.

2. Kondisi Kesehatan

Faktor risiko selanjutnya ialah keadaan kesehatan. Yang mana, orang-orang dengan riwayat atau memiliki penyakit kritis umumnya memiliki risiko terkena darah rendah yang lebih besar dari orang-orang yang lain.

Beberapa penyakit kritis yang mampu mengembangkan risiko terkena darah rendah, di antaranya seperti diabetes, jantung dan penyakit Parkinson.

3. Pemakaian Obat-obatan Tertentu

Faktor terakhir yang bisa memajukan risiko terkena darah rendah yakni pemakaian obat-obatan tertentu. Di mana, semua jenis obat-obatan memiliki fungsi dan efek sampingnya sendiri.

Seperti misalnya, kamu menggunakan obat tekanan darah rendah, adalah alpha blockers, maka kamu cuma menambahrisiko terkena darah rendah atau hipotensi.

Cara Mengatasi Darah Rendah

Rasanya, sesudah mengenali beberapa penjelasan di atas, kini sudah mengerti dan paham ihwal darah rendah.

Mulai dari ciri darah rendah, perbedaannya dengan anemia, sampai faktor-faktor penyebab darah rendah itu sendiri.

Namun, rasanya kurang lengkap kalau kau belum mengenali cara menangani darah rendah.

Mengingat, darah rendah ini bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, dikala tubuhmu merasa asupan darah di beberapa bagian tidak terpenuhi sesuai dengan keperluan.

Untuk itu, di bawah ini CekAja.com sudah merangkum beberapa cara menanggulangi darah rendah yang mampu kau simak dan jadikan tumpuan. Dan cara-cara tersebut di antaranya:

  • Hindari duduk dan bangun dalam waktu yang usang
  • Perbanyak minum air putih
  • Perbanyak memakan kuliner dalam rentang waktu yang bersahabat, tetapi dalam takaran kecil atau sedikit
  • Jika ingin memakan alkohol, tentukan kamu mengkonsumsinya dalam batas wajar atau seperlunya
  • Hindari menyantap minuman yang mengandung kafein di malam hari
  • Hindari mengganti posisi atau postur badan secara secara tiba-tiba, seperti misalnya dari posisi kepala menunduk ke posisi tegak atau posisi duduk ke posisi berdiri tegak
  • Jika ingin bangun sehabis duduk, usahakan bangun secara perlahan
  • Saat berbaring atau tidur, naikkan kepala setinggi 15 cm dari daerah tidur. Kamu mampu memakai bantal yang ditumpuk dua, ataupun guling untuk mengganjal kepala supaya berada pada posisi yang tinggi
  • Hindari bangkit secara langsung atau mendadak dari kawasan tidur. Ada baiknya jika sebelum bangun kau duduk sejenak untuk menentukan semua bab badan mendapatkan darah yang sesuai keperluan

Namun, jika kamu ingin mengobatinya memakai obat-obatan, di bawah ini merupakan jenis obat darah rendah yang kondusif untuk dikonsumsi para penderitanya, adalah:

Obat Catecholamine

Jenis obat-obatan yang pertama ialah Catecholamine. Jenis obat yang masuk ke dalam obat dopamine, adrenalin dan noradrenalin ini, mempunyai tugas untuk mempengaruhi metode saraf pusat dan simpatetik.

Sehingga, obat ini bisa menciptakan jantung berdetak lebih cepat dan kuat dari biasanya, dan mempersempit pembuluh darah.

Oleh alasannya itu, tak aneh kalau obat yang satu ini ampuh untuk mengatasi darah rendah, alasannya memang imbas yang ditimbulkan dari obat ini ialah peningkatan tekanan darah.

Obat Vasopresin

Jenis obat yang selanjutnya yakni Vasopresin. Obat jenis ini, memiliki pekerjaan yang sama dengan Catecholamine, sebab menyederhanakan pembuluh darah.

Sehingga, orang yang terkena darah rendah jikalau minum obat ini, tekanan darahnya menjadi meningkat.

Obat Vasopressin juga mampu digunakan dengan vasolidator, mirip nitroprusside dan nitroglycerin.

Kombinasi dua obat tersebut ditujukan untuk menjaga tekanan darah biar berada dalam batas normal, serta memajukan kerja otot jantung.

Obat Hipotensi Lainnya

Selain dua obat di atas, kamu juga bisa memakai obat darah rendah atau hipotensi lainnya mirip fludrokortison dan midodrine. Hanya saja dua obat itu ditujukan untuk jenis hipotensi dengan tingkat yang berbeda.

Untuk obat fludrokortison sendiri, ditujukan untuk hipotensi ortostatik tingkat sedang. Seperti contohnya tekanan darah yang terjadi alasannya terlalu lama bangun.

Sementara, untuk obat midodrine ditujukan untuk hipotensi ortostatik kronis. Sehingga, untuk mendapatkan obat midodrine ini kau memerlukan resep dokter.

(Baca Juga: Penyakit Kawasaki yang Berbahaya Bagi Anak)

Itulah beberapa hal terkait darah rendah yang telah kamu pahami, mulai dari definisi, perbedaannya dengan anemia, ciri darah rendah sampai beberapa cara menangani darah rendah itu sendiri.

Namun, dari semua poin tersebut, yang terpenting untuk kamu pahami dan ketahui adalah ciri darah rendah.

Sebab, dengan mengenali ciri darah rendah, kau mampu menganalisa apakah kamu terkena darah rendah atau tidak, jikalau tubuh sudah menawarkan beberapa tanda-tanda, mirip pusing, dehidrasi, senantiasa merasa letih dan lain sebagainya.

Apabila tubuh telah memperlihatkan beberapa ciri darah rendah di atas, mungkin saja kau memang terkena darah rendah.

Apabila tanda-tanda yang ditimbulkan ringan dan kau baru pertama kali terkena darah rendah, kau cukup melaksanakan istirahat di rumah dan meminum beberapa obat darah rendah.

Tetapi, kalau ciri darah rendah yang ditunjukkan termasuk berat dan sering terjadi, maka semestinya kau langsung memeriksanya ke dokter, baik di klinik maupun rumah sakit. Hal itu ditujukan semoga kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Namun pastinya, kamu mesti mempunyai tabungan dana yang cukup besar jika melakukan pengobatan di rumah sakit.

Karena mirip yang dimengerti, ongkos pengobatan di rumah sakit cukup mahal, setidaknya mengkonsumsi ongkos sebesar ratusan ribu rupiah.

Maka dari itu, untuk mencegah besarnya biaya pengobatan yang mesti dikeluarkan, kau semestinya memakai asuransi kesehatan.

Pasalnya, asuransi kesehatan menjamin semua ongkos perawatan dan pengobatan selama kau sakit.

Kamu tidak perlu resah, memilih asuransi kesehatan yang mana yang sempurna untukmu. Sebab, kamu bisa menyaksikan beberapa opsi asuransi kesehatan terpercaya dan mengajukannya di CekAja.com.

Sebab, CekAja.com memperlihatkan pelayanan yang cepat, mudah dan aman alasannya adalah sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kaprikornus, buat kau yang belum memiliki asuransi kesehatan tunggu apalagi? Yuk segera olok-olokan di CekAja.com!