0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Cek Corona Jabar Di Situs Pikobar, Cek Sekarang!

Awal tahun 2020 yang cukup menegangkan dialami oleh dunia. Kemunculan virus gres berjulukan Corona sungguh populer, dan mencekam masyarakat hampir di seluruh penjuru dunia. Ceritanya telah sangat mirip dengan film film science fiction ala Hollywood, bahkan ada celetukan yang mengatakan bahwa virus ini layaknya senjata biologis dalam perang dunia. Namun efeknya tak hanya menyerang fisik, bahkan psikis penduduk dunia. Muncul panic buying di beberapa kota dan negara, bahkan di Indonesia sendiri, ini selaku satu imbas lanjutan dari ketakutan masyarakat yang takut tertular virus yang hingga saat ini belum ada obatnya ini dan menjadi serakah dengan menyetok dan menguruk masakan di rumah semoga tak pergi kemana-mana, dan efeknya, masyarakat pun ada yang tak bisa memenuhi kebutuhannya, atau jika pun dapat ya harga barang pokok yang biasanya murah menjadi mahal.

cek corona jabar situs pikobar

Penyebaran virus Corona di Indonesia kian membuat penduduk merasa cemas. Apalagi jika dilihat dari kesiapan pemerintah yang terlihat tidak siap untuk menangani kasus virus Corona. Setelah tanggal 2 Maret 2020 semenjak Presiden menginformasikan pertama kalinya ada masalah faktual Corona di Indonesia kini sudah ada 134 orang yang terdiagnosa faktual. Bahkan yang meninggal ada 5 orang. Berita yang tersebar di penduduk bahkan menyebutkan lebih dari itu. Transparansi pemerintah untuk mengungkap kasus faktual Corona memang banyak disangsikan penduduk . Karena itulah berbagai berita yang hoax dan simpang siur yang kesannya cuma akan membuat ketakutan penduduk . Sekarang kau di Jawa barat mampu mengakses pribadi data terpercaya dari pemerintah dengan situs cek corona jabar (situs pikobar) secara langsung.

Pemerintah bahu-membahu berkomitmen cuma akan menyampaikan jumlah, usia dan gender para penderita yang terdiagnosa positif Covid-19 ini. Namun beberapa isu belakang layar tentang identitas penderita sempat bocor di kalangan penduduk . Padahal sejatinya identitas eksklusif dilarang dibocorkan ke khalayak umum. Masyarakat pun semakin penasaran tentang penyebaran penyakit Covid-19 ini alasannya tidak adanya berita perihal kawasan sebarannya.

(Baca juga: COVID-19: Tak Ada Lockdown di RI, Apa Social Distancing Saja Cukup?)

Karena penyakit yang disebabkan oleh virus Corona ini mampu menular dari insan ke manusia maka ini akan menjadi sungguh gampang untuk menyebar. Apalagi Indonesia memiliki jumlah masyarakatyang sangat banyak. Sebenarnya penduduk cuma mengharapkan pemerintah memberitahu tempat mana saja yang ada masalah nyata Covid-19. Tetapi sepertinya pemerintah utamanya pemerintah sentra belum mau membuka dengan terperinci di mana saja. Untuk itu beberapa kepala tempat memiliki gagasan untuk menciptakan peta sebaran kasus Covid-19 ini. Misalnya saja ada DKI Jakarta yang membuat website yang menampung info wacana sebaran kasus alasannya virus Corona ini. Begitu juga dengan provinsi Jawa Barat. Provinsi yang dipimpin oleh Ridwan Kamil sebagai Gubernurnya ini membuat situs untuk cek Corona Jabar (situs pikobar).

Situs Pikobar ini dibentuk agar penduduk utamanya warga Jawa Barat bisa dengan mudah mengakses gosip perihal kasus Covid-19 atau penyakit abses virus Corona. Sekarang warga Jawa Barat mampu mengaksesnya melalui ponsel pintar dan PC yang terhubung jaringan internet. Berikut ini klarifikasi tentang situs cek Corona Jabar (situs pikobar). Ini tentunya akan lebih mempermudah warga untuk menemukan gosip yang benar, supaya tak terjebak berita atau isu hoaks yang membuat ketakutan.

Situs Pikobar

Cek Corona Jabar Di Situs Pikobar Cek Sekarang

Situs ini beralamat di https://pikobar.jabarprov.go.id/ dan untuk media sosialnya yaitu instagram @pikobar_jabar. Situs Pikobar sendiri adalah Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar Jabar). Dengan mengakses situs ini kita akan mampu menyaksikan peta sebaran, tips, daftar rumah sakit, dan isu-berita modern perihal Covid-19. Tentu ini cukup lengkap ya, sehingga penduduk Jawa Barat utamanya mampu lebih berjaga jaga dan mengenali penanganan pertama jika terjadi jangkitan virus.

Dimulai di halaman utama kita akan disuguhi dengan adanya nomor layanan darurat ialah 119 dan nomor telepon Dinkes Jabar di 0811 2093 306. Selanjutnya ada suatu peta hitam dari provinsi Jawa Barat yang memuat titik-titik dengan warna berbeda. Titik-titik yang mempunyai warna berlainan ini membuktikan tingkatan kasusnya. Ada yang berwarna biru untuk perkara ODP (Orang Dalam Pemantauan), warna kuning untuk PDP (Pasien Dalam Pemantauan) dan merah untuk Positif masalah Covid-19. Titik-titik lokasi tersebut masih merupakan titik acak by tata cara. Ini tidak merujuk terhadap alamat pasti masing-masing perkara. Data akan terus di update melalui informasi yang telah diterima pemerintah provinsi Jawa Barat untuk diteruskan terhadap masyarakat.

Kementerian Kesehatan Indonesia memakai perumpamaan ODP dan PDP selain konkret. Apakah sudah banyak yang tahu apa itu ODP dan PDP itu? Jika belum yuk simak penjelasannya. ODP (Orang Dalam Pemantauan) berlainan dengan PDP (Pasien Dalam Pemantauan). Yang membedakan ialah adanya kontak fisik dan riwayat perjalanan, apakah mereka melaksanakan perjalanan ke negara yang terinfeksi atau tidak. PDP disebutkan dengan gejala seperti batuk, demam, sesak nafas dan sakit tenggorokan. Sementara ODP mengalami tanda-tanda ringan batuk, sakit tenggorokan dan demam tetapi tidak melaksanakan kontak dengan penderita yang nyata.

RS referensi di Jabar

Selanjutnya dalam situs cek corona Jabar (situs pikobar) ada juga daftar rumah sakit acuan yang bisa dipilih seperti RSU Dr. Hasan Sadikin Bandung, RSTP Dr. H. A. Rotinsulu Bandung, Rumah Sakit Tk. II Dustira Cimahi, RSU Dr. Slamet Garut, RSU Gunung Jati Cirebon, RSU R. Syamsudin, SH Sukabumi, RSUD Indramayu, dan RSUD Subang. Disebutkan juga alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Selain itu diberikan juga beberapa kiat, gejala dan pencegahannya semoga penduduk bisa lebih berhati-hati.

Saat ini di Jawa Barat terdapat 787 kasus ODP, 83 perkara PDP dan positif 8 kasus. Di situs Pikobar juga bisa menyaksikan di kawasan mana saja perkara-kasus itu terjadi. Namun berdasarkan data lapangan ada beberapa kasus yang berlawanan dengan yang di situs Pikobar. Ini menciptakan beberapa kepala tempat di wilayah Jawa Barat merasa data itu belum valid. Padahal data yang divisualisasikan oleh situs itu berasal dari lapangan.

Selain data perkara Covid-19, situs corona jabar (Pikobar) juga menyuguhkan kiat untuk mencuci tangan, cara memakai masker yang benar, himbauan untuk hidup sehat, pesan untuk petugas kesehatan hingga gejala dan pencegahan Covid-19 ini. Karena meski itu adalah isu lazim dan banyak dikenali penduduk , tapi selama ini jarang diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Yuk simak klarifikasi masing-masing di bawah ini.

6 Langkah Cara Mencuci Tangan Yang Benar

Sesuai himbauan dari WHO dalam pencegahan penularan penyakit Covid-19 ini harus sering cuci tangan sekurang-kurangnya20 detik dengan sabun dan air mengalir. Makara buat kalian yang selama ini basuh tangannya ngasal dan super kilat, tentukan mulai sekarang bisa mencuci tangan dengan lebih benar ya. Nah ada 6 langkah cara untuk cuci tangan yang benar mirip:

  1. Basahi telapak tangan, pakai sabun dan gosok kedua telapak tangan dengan lembut dengan gerakan memutar sampai sabun berbusa.
  2. Gosok kedua punggung tangan secara bergantian kiri dan kanan.
  3. Gosok juga di sela-sela jari sampai higienis, alasannya di sinilah sarang kumannya.
  4. Usap ujung jari secara bergantian dengan cara kedua telapak tangan saling mengunci.
  5. Gosok dan putarkan kedua ibu jari secara bergantian sampai bersih.
  6. Taruh ujung jari di telapak tangan dan usap-usapkan. Bilas dengan air bersih dan mengalir kemudian keringkan.

Cara Memakai Masker Yang Benar

Setelah heboh virus Corona, ternyata banyak juga yang gres sadar bahwa mereka selama ini sudah salah dalam menggunakan masker. Memakai masker sesungguhnya ditujukan bagi orang yang sedang sakit atau para petugas kesehatan. Nah jikalau kita adalah salah satu orang yang sedang pilek seharusnya menggunakan masker. Lalu bagaimana cara menggunakan masker yang benar? Ini jawabannya.

  1. Tutup lisan, hidung serta dagu kita dengan masker. Pasangkan tali ke pendengaran dan yang berwarna berada di depan.
  2. Bagian atas masker ditekan sehingga mengikuti bentuk hidung dan bab bawah dagu ditarik ke belakang.
  3. Saat akan melepas masker hanya pegang talinya saja dan pribadi buang di daerah sampah.
  4. Cuci tangan dengan bersih memakai sabun sesudah membuang masker.
  5. Ingat untuk senantiasa mengubah masker jikalau sudah kotor atau berair. Saat batuk bila tidak menggunakan masker harus ditutup memakai lengan bab dalam (budpekerti batuk).

Di situs cek corona Jabar (situs pikobar) juga di tampilkan tanda-tanda-gejala penyakit alasannya adalah virus Corona ini. Gejala lazimnya memang mirip tanda-tanda flu tapi disertai sesak nafas. Biasanya orang yang terinfeksi virus Corona ini akan mencicipi batuk, demam di atas 38°C dan sesak nafas. Namun jikalau menginfeksi orang yang sedang sakit atau punya riwayat sakit kronis yang lain maka bisa menyebabkan kematian. Tingkat maut untuk penyakit yang disebabkan karena virus Corona ini sebesar 2%. Jika imunitas tubuh berpengaruh dan baik maka penyakit ini bisa disembuhkan. Didunia perkara yang telah sembuh bahwasanya jauh lebih banyak ketimbang yang meninggal dunia.

(Baca Juga: Cara Efektif Karyawan Bekerja di Rumah)

Untuk menghalangi penularan penyakit virus Corona ini pemerintah selalu merekomendasikan untuk hidup sehat dengan cara GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Caranya ada aneka macam macam seperti:

  • Makan masakan dengan gizi yang sepadan.
  • Jaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.
  • Rutin minum air putih 8 gelas/hari.
  • Rajin melaksanakan olahraga dan istirahat yang cukup.
  • Tidak merokok.
  • Mencuci tangan 6 langkah dengan sabun.
  • Masak masakan dengan matang tepat khususnya daging.
  • Pakai masker ketika batuk dan bersin atau ditutupi dengan lengan atas bab dalam.
  • Bila merasa demam dan sesak nafas segera periksa ke pelayanan kesehatan setempat.

Nah itu beliau informasi wacana situs untuk cek corona Jabar (Situs Pikobar). Pemerintah Provinsi Jawa Barat senantiasa berupaya menunjukkan transparansi yang membuat lebih mudah masyarakatnya mengakses aneka macam informasi penting. Kaprikornus, semoga dengan adanya situs-situs seperti ini mampu memenuhi rasa ingin tahu dan mengedukasi penduduk perihal penyakit Covid-19 atau bisul virus Corona. Data pada situs juga diperlukan lebih akurat alasannya ini sudah menyangkut peristiwa nasional dan telah dikatakan pandemi oleh WHO. Mengingat penyebaran hoaks juga menjadi satu persoalan besar dikala ini, jadi keberadaan situs ini terperinci mampu dipakai masyarakat untuk mengkroscek semua berita. Selalu hati-hati , jaga kebersihan, dan peroleh segala berita yang valid biar tak gampang cemas.