0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Cegah Obesitas Pada Anak, Penting 6 tips Yang Wajib Dijalankan

Cegah obesitas pada anak sejak dini sungguh penting untuk dijalankan orang renta. Sebab, bila anak telah terkena obesitas, maka dampak yang akan dinikmati tidak cuma dari segi kesehatannya saja, namun juga dari segi psikologisnya.

Cegah Obesitas pada Anak, Ini 6 Cara yang Wajib Dilakukan

Jika menyaksikan imbas dari sisi kesehatannya, anak yang obesitas mempunyai risiko lebih tinggi untuk terserang berbagai jenis penyakit.

Sementara, jikalau dilihat dari sisi psikologisnya, anak mungkin akan merasa malu dengan bobot tubuhnya dan tidak menutup kemungkinan anak akan mendapat perlakuan yang berlawanan dari belum dewasa lainnya.

Maka dari itu, sebelum hal-hal tersebut terjadi, ada baiknya kau mengenali terlebih dahulu sekilas informasi wacana obesitas pada anak, yang akan CekAja.com ulas secara lengkap berikut ini.

Sekilas wacana Obesitas

Sebelum kau mengetahui lebih jauh tentang cara cegah obesitas pada anak, alangkah lebih baik bila kau apalagi dahulu mengetahui beberapa hal dasar wacana obesitas.

Sejatinya, obesitas atau yang dikenal dengan kelebihan berat tubuh, merupakan suatu keadaan kronis yang terjadi akibat penumpukan lemak dalam tubuh yang sungguh tinggi.

Obesitas lazimnya terjadi karena tubuh mendapatkan lebih banyak asupan kalori, dibandingkan aktivitas mengkremasi kalori.

Sehingga, badan menyimpan banyak lemak yang akan terus bertambah setiap harinya, hingga terjadi penumpukan.

Penumpukan lemak tersebut jika dibiarkan begitu saja, hanya akan menambah berat badan hingga tubuh meraih titik obesitas.

Yang mana, obesitas sendiri terbagi menjadi tiga kelas, yaitu obesitas kelas I, obesitas kelas II dan obesitas kelas III (kelas tertinggi).

Tiga kelas obesitas itu, dibagi berdasarkan berat badan yang dihitung menggunakan rumus Body Mass Index (BMI), yakni membagi jumlah berat badan dalam satuan kg dengan tinggi tubuh dalam satuan m.

Seseorang dapat dibilang obesitas apabila BMI-nya mencapai 30 atau lebih. Oleh alasannya itu, bila kamu memiliki nilai BMI sebesar 30, maka kamu sudah termasuk ke dalam obesitas kelas I. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai BMI dari setiap kelas, yuk simak uraian berikut ini.

  • Nilai BMI untuk obesitas kelas I, sebesar 30,0 – 34,9
  • Nilai BMI untuk obesitas kelas II, sebesar 35,0 – 39,9
  • Nilai BMI untuk obesitas kelas III, sebesar > 40,0

Nilai BMI untuk tiga kelas obesitas di atas mampu kau jadikan kriteria untuk mengenali, apakah nilai BMI yang kamu peroleh masuk ke dalam tiga kelas tersebut atau tidak. Namun, nilai BMI juga tidak mampu kau jadikan asumsi kadar lemak dalam tubuh begitu saja.

Sebab, kebanyakan atlet mempunyai nilai BMI yang besar dan bisa masuk ke dalam klasifikasi obesitas.

Tetapi nyatanya, pada umumnya atlet tidak memiliki banyak lemak dalam tubuh. Hal tersebut dikarenakan atlet memiliki otot, yang juga memberikan dampak terhadap nilai BMI.

(Baca Juga: Memahami Obesitas pada Anak)

Penyebab Obesitas pada Anak

Mengetahui penyebab obesitas nyatanya tidak kalah penting dari mengenali cara cegah obesitas pada anak. Pasalnya, ada banyak aspek yang dapat menyebabkan belum dewasa mengalami obesitas, mulai dari gaya hidup, psikologis sampai aspek keturunan.

Di bawah ini, CekAja.com telah merangkum beberapa penyebab obesitas pada anak, yang di antaranya yakni:

Gadget

Gadget

Faktor penyebab obesitas yang pertama yakni gadget. Tidak mampu dibantah lagi, bahwa sekarang anak-anak telah sangat bergantung dengan gadget.

Anak-anak merasa bahwa semua hiburan yang mereka perlukan ada pada gadget, mulai dari permainan hingga tayangan favorit anak-anak.

Sayangnya, gadget dinilai menjadi salah satu pemicu obesitas pada anak. Sebab, anak-anak akan menjadi malas beraktivitas ketika telah bermain gadget.

Seperti misalnya, belum dewasa telah tak maubermain sepeda, layang-layang dan aktivitas fisik yang lain di luar rumah.

Faktor Psikologis

Selain gadget, penyebab obesitas pada anak yang lainnya yaitu faktor psikologis. Seperti yang dikenali, banyak orang termasuk belum dewasa yang meluapkan emosinya kepada makanan dan minuman anggun.

Biasanya, coklat atau es krim menjadi makanan yang sering dikonsumsi oleh bawah umur, ketika sedang merasa lelah, senang ataupun marah.

Padahal, coklat dan es krim mengandung kalori tinggi, yang dapat membuat bobot badan menjadi bertambah.

Gaya Hidup Anak

Gaya hidup anak

Faktor penyebab obesitas yang berikutnya adalah pola hidup. Di mana, kini aneka macam ditemukan kuliner yummy yang mengandung kalori tinggi, mirip misalnya permen, coklat, es krim dan aneka macam jenis kuliner fast food lainnya.

Jika bawah umur sering mengkonsumsi makanan-kuliner tersebut tanpa dibarengi dengan acara fisik mirip olahraga, maka tidak menutup kemungkinan jikalau anak ketika-waktu terkena obesitas.

Terlebih, jikalau belum dewasa menyantap masakan tersebut, sambil duduk di depan TV atau komputer dalam rentang waktu yang lama, maka risiko anak untuk terkena obesitas semakin besar.

Faktor Keturunan

Faktor penyebab yang terakhir ialah faktor keturunan atau genetik. Sesuai dengan namanya, bahwa belum dewasa bisa saja terkena obesitas alasannya adalah diturunkan oleh anggota keluarga yang lain, mirip orang renta atau nenek dan kakek.

Meski sifatnya tidak mutlak, tetapi belum dewasa dengan riwayat orang renta atau anggota keluarga yang lain mengalami obesitas, memiliki risiko untuk terkena obesitas sebesar 50 persen.

Jika telah begitu, maka orang bau tanah mesti lebih hati-hati dan mengatur asupan makanan serta gaya hidup anak sejak dini.

Dampak dari Obesitas

Dampak dari Obesitas

Untuk mampu cegah obesitas pada anak dengan cara yang tepat, kau tentu perlu mengenali apalagi dulu apa saja efek yang ditimbulkan dari obesitas.

Seperti yang telah disinggung di permulaan pembahasan, bahwa obesitas tidak cuma memperlihatkan efek dari sisi kesehatan saja, melainkan juga dari sisi psikologis.

Dampak dari sisi kesehatan

Jika melihat dampak dari sisi kesehatannya sendiri, obesitas dapat mengakibatkan timbulnya aneka macam macam penyakit berbahaya.

Mulai dari diabetes tipe 2, gangguan pola tidur yaitu mendengkur, kolesterol tinggi, gangguan pada tulang, penyakit perlemakan hati non-alkoholik, asma, hingga tekanan darah tinggi.

Dampak dari sisi psikologis

Dampak dari psikologis

Sementara, jikalau dilihat dari imbas psikologisnya, beberapa anak mungkin akan merasa aib dan tidak yakin diri dengan keadaan tubuhnya, mengalami gangguan bersosialisasi dengan orang lain, sampai depresi.

Maka dari itu, dalam hal ini peran orang bau tanah sungguh penting dalam mendampingi anak, supaya anak tetap merasa nyaman dan tidak terlalu mencemaskan apa yang dibicarakan orang lain tentangnya.

Cara Cegah Obesitas pada Anak

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu telah mengenali sekilas tentang obesitas, faktor-faktor yang menjadikan obesitas serta dampaknya. Maka, di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui cara cegah obesitas pada anak yang efektif untuk dijalankan.

Adapun beberapa cara cegah obesitas pada anak tersebut, telah CekAja.com rangkum di bawah ini dan akan diulas secara lengkap khusus untuk kamu. Simak tolong-menolong, yuk!

1. Buat Pola Hidup Sehat

Cara cegah obesitas pada anak yang perlu kau lakukan pertama ialah membuat acuan hidup sehat. Yang mana, kau mampu memulainya dengan membuat daftar hidangan kuliner sehat yang mesti dimakan anak setiap harinya.

Tidak cuma makanan berat saja, namun kau juga mesti menyediakan makanan ringan yang sehat sebagai makanan ringan anak.

Kamu mampu menyediakan banyak sekali jenis buah-buahan yang dapat dikonsumsi anak, sesuai dengan jam makannya.

Untuk masakan berat sendiri, ada baiknya kamu memperhatikan dan memastikan bahwa masakan tersebut memiliki kandungan nutrisi yang lengkap dan rendah lemak.

Selain itu, kau juga perlu menghalangi penggunaan gula dalam konsumsi masakan dan minuman anak sehari-hari.

Selain membentuk pola hidup sehat dari sisi masakan dan minuman yang dimakan, kau juga perlu memperhatikan acuan tidur anak. Pastikan anak mempunyai waktu tidur yang cukup dan berkualitas.

Hilangkan secara perlahan kebiasaan anak tidur larut malam, untuk bermain gadget atau melakukan kegiatan yang lain yang tidak penting.

Sebab, hal itu menjadi pemicu utama anak-anak terkena obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.

Untuk mengetahui waktu tidur ideal anak, berikut CekAja.com akan menguraikan durasi tidur ideal berdasaran usia anak, yang di antaranya yakni:

  • Durasi tidur ideal untuk usia 1-3 tahun, yakni 12-14 jam per hari
  • Durasi tidur ideal untuk usia 3-5 tahun, ialah 11-13 jam per hari
  • Durasi tidur ideal untuk usia 5-12 tahun, adalah 10-11 jam per hari
  • Durasi tidur ideal untuk usia 12-18 tahun, adalah 8,5 jam per hari

2. Melakukan Pemeriksaan Rutin BMI

Selain menciptakan contoh hidup sehat, kau juga bisa cegah obesitas pada anak dengan cara melakukan pemeriksaan rutin Body Mass Index (BMI).

Di mana, kau bisa melakukannya di rumah sakit ataupun klinik, untuk mengenali berapa BMI-mu dikala ini dan mendeteksi risiko obesitas.

3. Memberikan Perhatian dan Kasih Sayang Lebih

Memberikan perhatian dan kasih sayang lebih, nyatanya juga menjadi cara cegah obesitas pada anak yang bisa kamu lakukan.

Kamu cukup memberitahunya secara perlahan dan mengatakan dari hati ke hati dengan anak, bahwa kau mencintainya tanpa syarat dan apa adanya.

Sehingga, anak tidak perlu khawatir tentang bentuk tubuhnya dan perkataan orang lain tentangnya.

Jika kamu memberikan dan melaksanakan hal ini pada anak, maka rasa yakin diri anak menjadi meningkat.

Hal tersebut dikarenakan, anak merasa keberadaannya diterima dan dia terdorong untuk terbuka serta bercerita tentang duduk perkara yang dihadapi, yang mampu menyebabkan timbulnya obesitas.

4. Memberikan Edukasi pada Anak

Cara cegah obesitas pada anak yang keempat adalah memberikannya edukasi. Kamu mampu mulai memberitahu hal-hal sederhana pada anak.

Seperti contohnya, ancaman dari memakan terlalu banyak makanan, beserta imbas samping atau risiko penyakit yang mampu muncul.

Dengan begitu, anak akan berpikir dan memiliki kesadaran bahwa pola hidup sehat itu penting. Ia mesti mulai mengendalikan masakan dan minuman apa saja yang mau dia konsumsi.

5. Melakukan Aktivitas Fisik

Kamu juga bisa cegah obesitas pada anak dengan mengajak belum dewasa untuk rajin melakukan aktivitas fisik. Tidak cuma olahraga, tetapi juga aktivitas fisik yang lain yang menggembirakan, seperti mengolah makanan masakan sehat, piknik di taman, berenang dan lain sebagainya.

Jika kamu dan anak melakukannya secara rutin, maka risiko anak untuk terkena obesitas akan menurun.

6. Hilangkan Kebiasaan Menuruti Permintaan Anak

Cara cegah obesitas pada anak yang terakhir adalah mulai menghilangkan kebiasaan menuruti usul anak. Terlebih, kalau permintaan anak yang harus dituruti yakni usul berbelanja banyak makanan ringan yang mengandung gula serta kalori tinggi.

Pasalnya, hal itu tidak cuma mengakibatkan anak untuk terkena obesitas saja. Tetapi juga mengakibatkan timbulnya banyak sekali jenis gangguan kesehatan atau penyakit pada anak.

Sebagai solusi, kau bisa mengganti seruan anak dengan mengajaknya melakukan aktivitas fisik yang mengasyikkan, seperti piknik misalnya.

(Baca Juga: 5 Tips Langsing Selama di Rumah Aja)

Itulah beberapa gosip terkait obesitas, mulai dari definisi, penyebab obesitas, dampak yang ditimbulkan, serta cara cegah obesitas pada anak.

Cara-cara tersebut bisa kamu jadikan referensi dan kriteria untuk mulai diterapkan, dalam rangka cegah obesitas pada anak.

Namun, satu hal penting yang wajib kamu lakukan secara berkala yakni pengecekan BMI. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya juga, bahwa kamu bisa melaksanakan pengecekan BMI di rumah sakit atau klinik.

Hanya saja, bila kamu ingin melaksanakan pengecekan BMI di rumah sakit, biaya yang mesti kamu keluarkan pun lebih besar.

Kamu harus memiliki antisipasi uang lebih, agar dapat melaksanakan pengecekan dengan tenteram tanpa khawatir kelemahan biaya.

Tetapi, jikalau dana yang kamu miliki dikala ini belum memadai, jangan cemas. Karena ada asuransi kesehatan, yang akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan mu selama sakit.

Maka dari itu, buat kau yang ingin mendapatkan jaminan ongkos kesehatan, langsung saja olok-olokan di CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai dengan keperluan. Makara, kalau gitu tunggu terlebih? Yuk, usikan sekarang!