0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Catat 2 Syarat Masuk Jakarta, Lengkapi Dengan Asuransi Kesehatan Ciputra

Meski telah dihentikan, sebagian orang tetap melaksanakan pulang kampung pada idul fitri kemarin. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 37.878 kendaraan meningalkan wilayah DKI Jakarta pada hari pertama perayaan Idul Fitri 1441 H, Minggu (24/5). Namun kosekuensinya, warga yang ingin memasuki kembali Ibukota harus mengantongi sejumlah syarat. Bahkan aturan ini berlaku selamanya, tergolong bagi pekerja dari daerah Bodetabek.

Syarat Masuk Jakarta

Sebagai gosip, sektor yang diperbolehkan untuk keluar-masuk kawasan DKI Jakarta hanya mencakup bidang kesehatan, keuangan, logistik, industri strategis, bahan pangan, energi, perhotelan, konstruksi,komunikasi dan teknologi informatika, pemenuhan keperluan sehari-hari, pelayanan dasar, utilitas publik dan industri. Kesemuanya ditetapkan selaku obyek vital nasional dan obyek tertentu. Apa sajakah syarat masuk ke Jakarta?

Harus Memiliki SIKM

Harus Memiliki SIKM - Catat 2 Syarat Masuk Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, penduduk yang tidak mengantongi dokumen izin operasi selama masa pandemi virus corona tidak boleh masuk wilayah DKI Jakarta. Dokumen tersebut antara lain berbentukSurat Izin Keluar-Masuk (SIKM).

SKIM diatur langsung dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 47 Tahun 2020. Dalam Pergub tersebut, dijelaskan juga bahwa SIKM dapat diperoleh lewat laman resmi corona.jakarta.go.id atau bit.ly/SIKMJABODETABEK.

Pemenuhan persyaratan tersebut dibagi dua, yaitu untuk warga yang bertempat tinggal Jakarta dan domisili Non-Jabodetabek. Berikut Syarat-syarat Mendapatkan Izin Keluar-Masuk Jakarta menurut Domisili:

Domisili Jakarta

  • Pengantar RT dan RW yang menjelaskan aktivitas perjalanan dinas
  • Surat Pernyataan Sehat.
  • Surat Keterangan Bekerja di DKI Jakarta dari tempat kerja (untuk perjalanan berulang).
  • Surat Keterangan Perjalanan Dinas (untuk perjalanan sekali).
  • Scan KTP asli
  • Pas foto berwarna.

Domisili Non-Jabodetabek

  • Pengantar desa/kelurahan yang menjelaskan kegiatan perjalanan dinas.
  • Surat Pernyataan Sehat.
  • Surat Keterangan Bekerja di DKI Jakarta dari kawasan kerja (untuk perjalanan berulang).
  • Surat Jaminan dari keluarga atau tempat kerja yang berada di Provinsi DKI Jakarta yang dikenali oleh Ketua RT setempat (untuk perjalanan sekali).
  • Rujukan dari rumah sakit (untuk perjalanan sekali).
  • Scan KTP.
  • Pas foto berwarna.

Setelah pemohon ini melengkapi syarat berdasarkan domisili, lalu pemohon izin tinggal membuka laman corona.jakarta.go.id/izin-keluar-masuk-jakarta dan mengklik tombol “Urus Perizinan”. Apabila permohonan izin dikabulkan, kau akan mendapatkan SIKM, kemudian cetak suratnya. Surat izin tersebut akan dilengkapi QR Code untuk membuat lebih mudah investigasi oleh petugas di lapangan.

(Baca Juga: Juni Ngantor Lagi, Simak Panduan New Normal untuk Pekerja)

Wajib Tes Covid-19

Wajib Tes Covid-19 - Catat 2 Syarat Masuk Jakarta

Selain SIKM, persayaratan lain yang harus dimiliki bagi setiap warga yang mau memasuki wilayah DKI Jakarta yaitu surat informasi sehat dan dibuktikan dengan hasil tes cepat (Rapid Test) dan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Melansir Detik.com, setiap orang yang bepergian wajib menunjukkan surat informasi sudah mengikuti rapid tes untuk jangka waktu busuk tiga hari, serta PCR untuk rentang waktu bau 7 hari di setiap kawasan pemeriksaan. Entah itu di bandara, pelabuhan, ataupun di check point selama melaksanakan perjalanan darat, termasuk kereta api

Rapid test dilakukan menggunakan sampel darah. Hasilnya apat menawarkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di badan. Jika ada, maka hasil rapid test dinyatakan kasatmata ada infeksi. Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan nanah Covid-19. Maka dari itu, tes ini sesungguhnya kurang akurat. Alat rapid test sendiri mampu dibeli seharga Rp500 ribu – Rp900 ribu.

Sementara itu, pemeriksaan swab atau PCR dinilai lebih akurat sebab eksklusif memakai sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Swab test lazimnya harus dijalankan di rumah sakit atau menentukan layanan home service dengan tenaga andal. Adapun dengan biaya yang mesti dikeluarkan untuk lewat tes ini sedikitnya yakni Rp2 juta.

Iringi Mobilitasmu dengan Asuransi Kesehatan Ciputra

Pandemi Covid-19 akan susah ditentukan kapan akan berarkhir. Hingga detik ini, vaksinnya pun belum ditemukan. Provinsi DKI Jakarta sendiri masih menjadi daerah dengan angka masalah virus corona tertinggi dengan jumlah terkonfirmasi faktual sebanyak 6.628 yang mana ada 2.044 masih dalam perawatan, 1.648 dinyatakan sembuh, 506 meninggal dunia dan sebanyak 2.430 melaksanakan isolasi mampu berdiri diatas kaki sendiri.

Di sisi lain pemerintah sediri sudah meminta seluruh penduduk biar bisa menyesuaikan diri dengan virus corona, sembari terus mengikuti protokol kesehatan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari model new normal dalam waktu akrab. Oleh kesudahannya, penting untuk melengkapi dukungan dirimu dengan asuransi kesehatan sesudah kembali beraktivitas nanti.

Sebagai upaya berjaga-jaga, tak ada salahnya menentukan asuransi yang menanggung risiko Covid-19 mirip Ciputra Life. Dalam konteks perawatan pasien dengan virus corona, melalui polis asuransi Citra Proteksi Kesehatan Aktif, biaya rawat inap rumah sakit sampai sembuh akan diganti sepenuhnya. Sedangkan jikalau kemungkinan terburuknya pihak tertanggung meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan berhak atas 100 persen pengembalian premi.

Dengan mempunyai perlindungan ini, kamu pun akan mendapa pelayanan kesehatan yang lebih baik, gesit, dan berkualitas. Makanya, yuk miliki asuransi Ciputra Life kini juga dengan mengajukannya eksklusif lewat CekAja.com!