0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Buku Pramoedya Ananta Toer Paling Laku Dan Paling Eksis Selain Bumi Insan

Sangat fenomenal, siapa yang tak tahu Pramoedya Ananta Toer, yakni seorang sastrawan terbaik Indonesia. Karya-karyanya berupa novel atau buku Pramoedya Ananta Toer pun, tak kalah populer. Sebut saja mirip Tetralogi Pulau Buru, di mana bisa menghasilkan empat novel.

buku pramoedya ananta toer

Tetralogi Pulau Buru, ialah karya yang membicarakan perihal roman sejarah Indonesia pra kemerdekaan. Bahkan, satu di antara empat novel tersebut ialah Bumi Manusia, telah disesuaikan menjadi film oleh sutradara tangguh, Hanung Bramantyo.

Lewat film Bumi Manusia juga, buku Pramoedya Ananta Toer menjadi makin terkenal, khususnya di golongan milenial. Bahkan, karya-karyanya juga sering diulas di media sosial, dan banyak memberi ide kaum muda.

Nah, sebelum membicarakan terkait buku Pramoedya Ananta Toer yang populer dan selalu best seller ini, mari intip dulu perjalanan sang sastrawan terbaik Indonesia berikut ini.

Mengenal Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer ialah seorang sastrawan yang lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925. Namun, dia telah wafat pada 30 April 2006 di Jakarta, yakni di usianya yang sudah menginjak 81 tahun.

Pramoedya Ananta Toer yang memiliki nama orisinil Pramoedya Ananta Mastoer, ialah anak sulung dari kedua orang tuanya. Ayah Pramoedya Ananta Toer yaitu seorang guru, sedangkan ibunya seorang pedagang nasi.

(Baca Juga: 4 Rekomendasi Buku Motivasi Diri Terbaik Sepanjang Masa)

Perjalanan Karier Pramoedya Ananta Toer

Bagaimana perjalanan Pramoedya Ananta Toer, hingga akhirnya bisa menjadi seorang sastrawan kebanggan Indonesia? Pramoedya Ananta Toer menempuh pendidikan di Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya.

Setelah lulus, beliau melakukan pekerjaan selaku juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta. Pasca tahun 1945 sesudah merdeka, Pramoedya mengikuti golongan militer di Jawa.

Selama karir militernya dia menulis cerpen serta buku, bahkan ketika beliau dipenjarakan Belanda di Jakarta pada tahun 1948. Setelah banyak mengalami hal-hal elok dan pahit yang terjadi di hidupnya, di situlah banyak karya-karyanya tercipta dengan sangat bagus. Seperti Bumi Manusia, Gadis Pantai, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu, dan masih banyak lagi.

Selain sejarah, banyak tulisannya yang menjamah tema interaksi antar budaya. Di antaranya yaitu antarbudaya Belanda, Kerajaan Jawa, Orang Jawa secara umum, dan Tionghoa.

Pramoedya Ananta Toer Wafat Karena Didiagnosa Radang Paru-paru

Hingga tamat hayatnya, dia pun masih aktif menulis, meski kesehatannya menurun akhir dikonsumsi usia, serta kegemarannya kepada rokok. Di tanggal 30 April 2006, Pramoedya Ananta Toer pun akibatnya menghembuskan nafas terakhir.

Pramoedya Ananta Toer didiagnosa menderita radang paru-paru, di mana penyakit tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Ditambah dengan komplikasi ginjal, jantung, dan diabetes.

Namun, selama Pramoedya Ananta Toer hidup, setidaknya ia sudah menciptakan lebih dari 50 karya. Bahkan, karya-karya tersebut juga telah diterjemahkan ke lebih dari 42 bahasa ajaib.

Selain itu, ada hal yang membanggakan lainnya terkait novel-novel karya Pramoedya Ananta Toer. Di mana buku Pramoedya Ananta Toer, menjadi buku yang harus dibaca dan menjadi bahan ajar wajib sekolah-sekolah dan universitas di mancanegara.

Buku Pramoedya Ananta Toer

Nah, dari banyaknya karya Pramoedya Ananta Toer, kira-kira buku Pramoedya Ananta Toer yang mana yah, yang menjadi buku paling laku, paling disenangi para pembaca Indonesia?

Berikut gugusan buku Pramoedya Ananta Toer yang paling laku dan paling banyak dibaca:

1. Bumi Manusia

Buku Pramoedya Ananta Toer yang paling fenomenal yang pertama ialah Bumi Manusia. Telah diadopsi menjadi film layar lebar di 2019 kemudian, menciptakan kisah Bumi Manusia kian populer.

Buku yang berlatar pada awal kurun ke-19 dan masa-20 ini, bercerita perihal seorang cowok Jawa keturunan bangsawan bernama Minke. Jika di film tokoh Minke diperankan oleh Iqbaal Ramadhan, tetapi Minke ternyata juga bukanlah nama yang bantu-membantu.

Tokoh Minke merupakan anak seorang bupati yang bersekolah di Hogere Burger School (H.B.S) Surabaya. Selain itu, disebut-sebut, Surabaya juga mempunyai asumsi bahwa, acara menulis merupakan sebuah hal yang penting.

Nah, di sini Minke sangat dikenal sebagai putra pribumi yang arif menulis, sehingga karya-karyanya berhasil dipublikasikan di koran. Di Bumi Manusia ini, sungguh menggambarkan abjad tokoh Minke yang revolusioner, bahkan kerap menantang ketidakadilan kepada bangsanya.

Untuk kamu yang belum tahu cerita tentang Bumi Manusia, kamu bisa membacanya atau bisa juga dengan menonton filmnya. Buku Pramoedya Ananta Toer “Bumi Manusia” mampu kamu beli di toko buku offline atau online, begitupun buku yang yang lain.

Harga buku: Sekitar Rp130.000

2. Gadis Pantai

Tidak hanya Bumi Manusia, buku Pramoedya Ananta Toer yang juga menjadi best seller adalah Gadis Pantai. Di mana buku ini menceritakan wacana gadis berusia 14 tahun, yang berasal dari kampung nelayan di pesisir Utara Jawa Tengah, Kabupaten Rembang.

Gadis Pantai ini adalah buku Pramoedya Ananta Toer yang menjajal membongkar tradisi feodalisme Jawa, yang sarat dengan ketidakadilan terhadap wanita.

Pasalnya, wanita selalu diposisikan dalam posisi terbawah dalam budaya patriarki Jawa. Nah, si Gadis Pantai ini sendiri ialah gambaran agresif perihal siapa nenek Pramoedya Ananta Toer, yang sesudah diusir dari rumah Bendro, mencoba untuk hidup mandiri.

Harga buku: Sekitar Rp75.000

3. Arus Balik

Selanjutnya ada Arus Balik, yang juga ialah buku Pramoedya Ananta Toer paling laris. Buku ini menceritakan wacana Nusantara di masa kejayaannya.

Memiliki 760 halaman, buku ini bercerita pada zaman Majapahit, di mana Nusantara merupakan kesatuan bahari dan kerajaan bahari terbesar di dunia.

Akan namun, arus pun berbalik, utara menguasai selatan dan menguasai kehidupan Nusantara dan menimbulkan perpecahan. Sampai pada kesannya Indonesia dan sekitarnya harus mendapatkan realita sekian kala lamanya telah dijajah.

Harga buku: Sekitar Rp40.000

4. Jejak Langkah

Selanjutnya ada Jejak Langkah yang ialah buku Pramoedya Ananta Toer lanjutan dari Tetralogi Pulau Buru, sesudah Anak Semua Bangsa.

Nah, di buku ini Pram menceritakan Minke melawan pemerintah kolonial dengan membentuk organisasi serta membangun pers. Hal tersebut digunakannya sebagai alat untuk memobilisasi massa, biar terlibat melawan kolonial.

Setelah itu, Minke melanjutkan sekolahnya di School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA) atau Sekolah Pendidikan Dokter Pribumi, pada 1901. Siswa yang sekolah di sini akan dipekerjakan oleh gubermen (pemerintah kolonial Belanda).

Dari awal ia bersekolah, Minke tidak pernah berhenti untuk menulis. Bahkan, tulisannya banyak yang berkaitan dan mengkritik pemerintah dan diterbitkan di koran.

Harga buku: Sekitar Rp143.000

5. Nyanyi Sunyi Seorang Bisu

Ada satu lagi buku Pramoedya Ananta Toer yang wajib banget dibaca, yakni Nyanyi Sunyi Seorang Bisu. Buku ini bercerita ketika Pram berada di Pulau Buru dan diizinkan untuk menulis.

Di sana, Pram selalu menuliskan surat yang ingin diberikan kepada putrinya. Namun, sayangnya surat tersebut tidak mampu keluar, bahkan tidak pernah tersampaikan.

Nah, dari tulisan-goresan pena itulah, buku Nyanyi Sunyi Seorang Bisu timbul tahun 1995. Di buku tersebut, Pram menuliskan bagaimana keluh kesah dan pandangan Pram mengenai kehidupan di Pulau Buru.

Harga buku: Sekitar Rp75.000

Nah, itu ia beberapa dari sekian banyak buku Pramoedya Ananta Toer yang paling banyak dibaca. Buat kau yang enggak mau ketinggalan tentang cerita-dongeng karya Pramoedya Ananta Toer, kau bisa berbelanja bukunya sekarang juga.

Buku-buku nya masih tersedia di toko buku offline maupun online. Nah, biar lebih mudah ketika membeli buku, kau mampu menggunakan kartu kredit selaku alat pembayarannya.

Belum Punya Kartu Kredit? Ajukan Lewat Cekaja.com Saja!

Yuk, olok-olokan secepatnya kartu kredit pilihanmu, yang mampu diubahsuaikan dengan keperluan, hanya di Cekaja.com!

Dapatkan juga info menawan lainnya, seperti perbandingan antara kartu kredit yang satu dan yang yang lain, sampai berita promo menawan lainnya, terkait produk kartu kredit.