0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Bisakah Mengawali Bisnis Pakai Kartu Kredit? Cekaja!

Memulai bisnis pakai kartu kredit? Kartu kredit sebetulnya ditujukan sebagai alat ganti transaksi tunai. Dengan manfaat suplemen berupa diskon di aneka macam merchant dan juga akomodasi dalam pertolongan tunai atau biasa disebut dengan loan on phone. Namun pada prakteknya, kartu kredit sekarang lebih berfungsi selaku media berhutang baik untuk menyanggupi keperluan konsumtif maupun produktif.

Bisakah Memulai Bisnis Pakai Kartu Kredit? Cekaja!

Kebutuhan konsumtif misalnya hutang pembelian gadget atau kendaraan pribadi. Sedangkan hutang produktif contohnya bantuan untuk modal usaha mengawali bisnis. Kedua derma ini sama-sama diajukan melalui loan on phone atau dalam istilah yang lebih familiar adalah dana cepat kartu kredit.

(Baca juga: Manfaat Belanja Bahan Pokok dengan Kartu Kredit)

Besar pemberian loan on phone ini umumnya minimal adalah Rp 1 Juta dan optimal yaitu 50% dari limit sisa. Banyak usahawan pemula yang ternyata memulai bisnis pakai kartu kredit untuk mempergunakan dana cepat cair. Meskipun bahu-membahu ada sejumlah resiko yang menghadang.

Bolehkan Kartu Kredit Digunakan Modal Bisnis?

Bagi Anda yang masih tergolong gres dalam penggunaan kartu kredit, dan berencana memakai kartu kredit sebagai modal bisnis niscaya ada satu pertanyaan yang membuat Anda ragu dan ragu-ragu, ialah apakah boleh kartu kredit dipakai sebagai modal bisnis?

Pertanyaan ini jamak diajukan, karena perbankan Indonesia bahu-membahu telah merencanakan produk dukungan khusus yang ditujukan bagi para UKM adalah Kredit Tanpa Agunan (KTA) dan Kredit dengan Agunan atau yang biasa disebut dengan kredit multiguna.

Lantas mengapa banyak orang lebih menentukan kartu kredit selaku perlindungan modal? Karena prosesnya yang hanya dalam hitungan menit. Sementara KTA maupun kredit multiguna butuh berhari-hari dalam proses pengajuannya. Belum lagi ada sejumlah dokumen yang mesti disiapkan, sungguh merepotkan.

Melalui loan on phone, pengguna kartu kredit hanya perlu menghubungi call center perbankan yang mengeluarkan kartu kredit, dan meminta mereka untuk memperlihatkan dukungan dana cepat, dengan segera bank bakal mengantarkan derma yang Anda ejekan ke rekening tabungan.

Tapi permasalahannya, kartu kredit yang memang diperuntukkan selaku alat tukar ini bolehkan dipakai selaku modal bisnis? Jawabannya yaitu boleh. Selama bisnis Anda tidak menyalahi UU dan bukan merupakan bisnis ilegal atau melanggar hukum.

Dibanding jenis pertolongan lain, kartu kredit ini menunjukkan keleluasaan lebih luas untuk tujuan santunan. Selain itu, tidak diperlukan jaminan untuk mengajukan dukungan, jadi siapapun Anda bisa mengajukan kredit dana cepat ini.

Resiko Bisnis Pakai Kartu Kredit

Memulai bisnis pakai kartu kredit memang terlihat lebih prospektif namun bukannya tanpa resiko. Setiap jenis pertolongan memang mendatangkan resiko yang berbeda-beda. Karena itu kita mesti ketahui dulu apa saja resiko jika mengawali bisnis pakai kartu kredit.

1. Tumpukan Hutang

Jika Anda memakai kartu kredit untuk dua kepentingan, ialah pemenuhan keperluan domestik dan jadi modal bisnis beban hutang Anda akan sangat berat.

Pasalnya jumlah bunga yang mesti dibayar sungguh tinggi. Setidaknya masing-masing derma dibebankan bunga sebesar 2,5% tiap bulan, maka setidaknya Anda mesti membayar total bunga 5% perbulan.

Jika mengawali bisnis pakai kartu kredit tidak sesuai cita-cita. Bukan mustahil Anda bisa mengalami gagal bayar dan setiap keterlambatan pembayaran ada denda yang mesti disetor setidaknya Rp 150 Ribu tiap bulan. Pada simpulan tahun sumbangan maka beban Anda jadi berlipat yaitu cicilan, bunga menumpuk dan denda keterlambatan.

2. Menciptakan Riwayat Kredit Buruk

Tumpukan hutang yang tidak terbayar membuat Anda menjadi salah satu kredit macet dan data ini akan disimpan dengan baik oleh Bank Indonesia. Riwayat kredit yang jelek bakal menjadi pertimbangan utama dikala Anda ingin kembali mengajukan derma kepada bank.

Perbankan bakal susah memperlihatkan kredit jika melihat riwayat hutang Anda jelek meskipun pemberian yang diajukan untuk jenis kredit yang berlainan.

3. Bisnis Gagal

Karena Anda terlalu fokus mencari cara mengeluarkan uang cicilan dan bunga, jadinya fokus bisnis pun pecah. Sampai-sampai Anda melewatkan seni manajemen bisnis yang harus diambil buat mengoptimalkan keuntungan.

Jika sudah begitu kemungkinan besar Anda bakal mencari derma lain untuk menutupi kerugian dan terjebak pada hutang-hutang lain yang tak tertuntaskan sementara bisnis tidak juga berkembang. Tak jarang banyak pengusaha melarat alasannya jebakan hutang jenis ini.

Itulah beberapa resiko yang menghantui jikalau Anda menggunakan kartu kredit sebagai modal bisnis. Namun dengan trik yang tepat bantu-membantu resiko ini dapat diminimalkan atau bahkan dikurangi.

Keuntungan Menggunakan Kartu Kredit untuk Modal Bisnis

Banyak orang belum berani memanfaatkan kartu kredit untuk dijadikan modal bisnis. Pertama, alasannya adalah limit yang mampu diubah menjadi tunjangan mampu jadi kurang dari dana yang dibutuhkan untuk bisnis.

Kedua mungkin alasannya adalah kartu kredit malah lebih nyaman dipakai untuk belanja saja. Disamping itu semua, bantu-membantu ada laba tersembunyi ketika kita gunakan kartu kredit untuk modal bisnis, berikut diantaranya:

  • Bunga Tetap

Tidak seperti perlindungan yang ditawarkan perbankan lain, pertolongan yang diambil dari limit kartu kredit ini membebankan bunga yang lebih pasti alias tetap, sehingga kita tak perlu khawatir dengan tagihan yang datang-datang jerawat. Anda juga bisa mendapatkan cicilan tanpa buang dengan mempergunakan acara cicilan o%.

  • Fleksibel

Keunggulan kartu kredit dibanding jenis derma lain, ialah proses pengajuan pertolongan yang fleksibel dan mampu dilakukan by phone. Namanya saja loan by phone, cuma butuh beberapa menit dari Anda melaksanakan pengajuan dana cepat, pertolongan uang tersebut bakal diantarke rekening tabungan.

  • Tenor Pendek

Pinjaman dengan kartu kredit ini lazimnya dipatok dalam tenor pendek optimal 36 bulan, sehingga sangat sesuai untuk pembiayaan hutang jangka pendek.

Hal ini juga memberi keuntungan sebab bisnis tidak terus terjebak pada hutang. Artinya Anda punya peluang untuk menciptakan riwayat kredit yang sangat baik.

Itulah beberapa keuntungan yang bisa Anda nikmati dikala memulai bisnis dengan kartu kredit. Namun tidak selamanya kartu kredit memberikan manfaat yang Anda inginkan, bahkan malah menghadirkan resiko.

Agar penggunaan kartu kredit selaku modal bisnis tidak mendatangkan resiko Anda perlu mengerti cara bijak memakai kartu kredit dalam membangun bisnis.

(Baca Juga: Keuntungan Dan Kerugian Kartu Kredit)

Tips Memulai Bisnis Pakai Kartu Kredit

Agar Anda tak terjebak dalam tumpukan hutang yang menyiksa, cobalah praktikan kiat mengawali bisnis pakai kartu kredit dibawah ini:

1. Pilih Jenis Kartu Kredit yang Paling Sesuai

Setiap perbankan yang mengeluarkan kartu kredit umumnya memberikan lebih dari satu jenis kartu. Masing-masing kartu ditujukan untuk kelas berlawanan dengan patokan penghasilan yang berbeda.

Nah untuk keperluan bisnis tentunya Anda memerlukan kartu kredit yang menawarkan limit paling tinggi. Namun resikonya pendapatan bulanan atau tahunan Anda juga harus tinggi. Selain itu ada hal lain yang harus dipertimbangkan saat Anda ingin menentukan satu kartu kredit untuk keperluan bisnis, ialah:

  • Limit wajib tinggi karena maksudnya memang untuk digunakan sebagai modal bisnis via loan on phone. Jika penghasilan Anda memadai tetap pertahankan untuk mengambil limit yang kemungkinan paling sesuai dengan kondisi finansial untuk menghindari jumlah derma dengan pembayaran yang tidak mampu Anda lunasi dan karenanya menyebabkan riwayat kredit yang buruk
  • Upayakan mampu dipakai dimanapun dengan jaringan merchant paling luas, hal ini untuk menunjang acara bisnis Anda nanti yang bukan tidak mungkin sayapnya dapat melebar ke aneka macam kawasan di Indonesia atau bahkan di luar negeri
  • Pilih reward dan bonus paling tinggi, karena dikala sedang membuka usaha biasanya penggunaan transaksi kartu kredit meningkat sehingga kemungkinan menerima poin juga semakin banyak. Upayakan menentukan jenis kartu kredit dengan jumlah reward yang bisa lebih besar dari annual fee.
  • Pilih kartu kredit dengan suku bunga terjangkau, tergolong suku bunga sumbangan untuk dana cepat sehingga Anda mampu membagi pendapatan untuk membayar cicilan dan memutarnya untuk modal.

2. Aktif Gunakan Kartu Kredit

Perbankan umumnya hanya akan memperlihatkan tunjangan dana cepat untuk nasabahnya dengan riwayat penggunaan kartu kredit yang bagus, salah satunya yakni bersungguh-sungguh bertransaksi menggunakan kartu kredit dalam setiap kegiatan pembelanjaan.

Meskipun Anda merasa tidak begitu memerlukan transaksi dengan kartu kredit, upayakan gunakan sekurang-kurangnya30% dari limit yang diseleksi. Angka inilah yang umumnya dipakai bank untuk menganggap batas-batas kemampuan Anda membayar kredit.

Jika tidak ingin lagi memakai kartu kredit sebaiknya segera tutup, jangan didiamkan hingga di nonaktifkan oleh pihak bank alasannya adalah ini mampu menjadi pendapatbank untuk mengeluarkan tunjangan selanjutnya.

3. Hindari Telat Bayar

Jika ingin memutar dukungan dari kartu kredit untuk modal bisnis, seharusnya jangan sampai kena riwayat terlambat bayar. Sebab santunan yang sudah diterima bukannya meringankan malah jadi beban untuk bisnis Anda.

Ingat setiap satu kali menunggak setidaknya Anda harus mengeluarkan uang tunggakan sebesar Rp 150 Ribu, belum tergolong besar cicilan yang mesti dibayar plus bunganya.

4. Tetapkan Tujuan Penggunaan

Karena sejak awal Anda memang berencana memakai kartu kredit untuk bisnis, semestinya sejak permulaan pula telah memutuskan tujuan penggunaan kartu kredit tersebut.

Misalnya, siapa pegawai yang nantinya bertugas memegang kartu kredit ini dan digunakan untuk kebutuhan apa saja, apakah pembayaran tagihan bulanan atau cicilan utang belanja perusahan.

Dengan begitu penggunaannya tidak tercampur dengan kepentingan langsung. Sebaiknya jangan gunakan dana sumbangan dari kartu kredit sebagai modal utama, tetapi selaku tambahan modal saja. Sebab penggunaan modal utama dengan dana dari kartu kredit akan menambah beban keuangan eksklusif.

5. Manfaatkan Semua Fasilitas

Karena kartu kredit ini bisa digunakan untuk semua jenis pembayaran. Jangan batasi penggunaannya cuma untuk belanja barang saja. Manfaatkan setiap pembayaran untuk menerima poin dan reward yang mampu ditukarkan dengan gratis tiket pesawat dan gratis lounge yang sungguh berguna saat Anda maupun karyawan melakukan perjalanan bisnis.

6. Pahami Keuntungan dan Resikonya

Menggunakan kartu kredit untuk modal bisnis, artinya Anda harus tahu apa saja laba yang disediakan beserta resikonya. Sehingga Anda mampu menimbang apakah kemungkinan mampu memanfaatkan kartu kredit dengan baik atau tidak. Jangan sampai adanya kartu kredit bukannya meningkatkan bisnis malah membuat Anda jatuh dalam hutang berkepanjangan.

Itulah beberapa kiat jitu mengawali bisnis menggunakan kartu kredit. Upayakan olok-olokan pembuatan kartu kredit pada bank payroll Anda, karena kemungkinan besar pengajuan niscaya diterima.

Namun tetap perlu bandingkan faedah yang disediakan oleh perbankan lain agar mampu mendapatkan kartu kredit yang paling sesuai dan menguntungkan bisnis. Soal perbandingan kartu kredit mana yang pas untuk anda, Cekaja.com solusinya. Memilih kartu kredit yang aman dan nyaman itu sungguh penting, sebab banyak opsi kartu kredit dan yang terpenting Cekaja telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).