0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Benarkah Perokok Dan Vapers Rentan Terkena Corona? Penting Penjelasannya

Benarkah perokok dan vapers rentan terkena corona? Pertanyaan semacam itu sering kali dipertanyakan oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, virus Covid-19 ini mampu menyerang siapa saja, bahkan orang dengan tingkat imunitas tinggi sekalipun.

perokok corona

Meluasnya virus Covid-19 di Indonesia, menyebabkan kekhawatiran sendiri bagi masyarakatnya.

Bagaimana tidak, persebaran dan penularan virus yang satu ini sungguh cepat, sehingga perlu penanganan yang cepat pula untun menghentikannya.

Untuk itu, pemerintah menerapkan kebijakan social distancing dengan menghimbau masyarakatnya untuk mengisolasi diri di rumah demi menghentikan rantai persebaran virus Covid-19.

Selain itu, pemerintah juga meminta agar setiap penduduk mempertahankan kebersihan diri dan lingkungannya masing-masing. Salah satu cara yang mampu kamu lakukan yaitu dengan rajin mencuci tangan memakai sabun.

Jika sedang berada jauh dari sumber air, kau bisa menggunakan hand sanitizer untuk membunuh basil yang menempel di tangan mu. Setelah itu, hindari menjamah bab paras dengan tangan.

Sebab, tangan menjadi salah satu media yang menciptakan virus Covid-19 masuk dan menyebar ke dalam badan mu.

Nah, bila semua kebijakan pemerintah terkait pencegahan Covid-19 sudah diterapkan, namun kebiasaan merokok dan vape masih dilaksanakan, benarkah perokok dan vapers rentan terkena corona?

(Baca Juga: Cara Negara-Negara Lain Tangani Corona, Inspirasi Buat Indonesia)

Fakta Perokok dan Vapers Rentan Terkena Corona

Salah satu gejala kalau kau terjangkit virus Covid-19 adalah mengalami sesak nafas yang merujuk terhadap penyakit pneumonia. Sebab, bab utama yang diserang oleh virus corona sendiri adalah tata cara pernapasan manusia.

Bagi orang yang telah memiliki riwayat sakit pada paru-paru, mereka akan lebih rentan terkena virus Covid-19 ini.

Namun nyatanya, para perokok dan pengguna vape juga memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi virus corona mirip yang dijelaskan di laman Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Pada laman tersebut WHO menjelaskan, salah satu faktor rentannya perokok terinfeksi virus corona, adalah dikarenakan saat merokok, orang akan menjepitkan rokoknya di jepitan jari telunjuk dan jari tengah.

Di mana kedua jari tersebut belum pasti bersih dari kuman, dan secara tidak sadar jari-jari tersebut seringkali menyentuh area bibir.

Maka dari itu, kegiatan merokok berkemungkinan mengembangkan risiko penyaluran virus dari tangan ke verbal.

Pasalnya, dengan merokok fungsi kekebalan di paru-paru pun menjadi stress dan mampu menyebabkan peradangan. Selain itu, paru-paru juga akan memproduksi lebih banyak lendir pada perokok aktif.

Lendir tersebut yang nantinya akan menyumbat area paru-paru dan membuatnya sangat rentan terkena virus corona.

Lebih dari itu, para perokok dan pengguna vape jangka panjang memiliki risiko tinggi untuk terkena penyakit paru-paru kronis.

Meski begitu, namun hingga dikala ini belum ada observasi secara mendalam terkait risiko vapers dengan jerawat virus corona.

Tetapi, bagi perokok yang telah terinfeksi virus corona, tidak menutup kemungkinan jika proses penyembuhannya lebih usang ketimbang orang yang tidak merokok.

Pada keadaan terparahnya, para perokok tersebut akan terkena virus corona dengan komplikasi yang serius.

Bagi pengguna vape sendiri, sejatinya paparan aerosol pada vape bisa menghancurkan sistem pernapasan, sehingga meminimalkan kemampuan dari sel paru untuk menyikapi sinyal dari bengkak virus.

Bahkan, vape juga mempunyai imbas akut berjulukan E-Cigarette or vaping use-associated lung injury (EVALI) atau yang disebut selaku cedera paru akibat dari penggunaan vape.

Di mana, EVALI juga menjadi salah satu aspek yang bisa menyebabkan kerusakan paru-paru hingga kematian yag tidak kalah seram dengan virus Covid-19.

Maka dari itu, akan sungguh masuk akal jika mengasumsikan merokok dan vape mampu meningkatkan risiko terinfeksi virus corona, mirip yang dikatakan para ilmuwan pada goresan pena Scientific American.

(Baca Juga: Merayakan Earth Hour saat Corona? Kenapa Tidak!)

Cara Mengurangi Kemungkinan Tertular Virus Corona

Adapun cara untuk mengurangi kemungkinan tertular virus Covid-19 yaitu dengan menerapkan beberapa kebijakan pemerintah, seperti yang telah disinggung sedikit sebelumnya.

Di mana kebijakan pemerintah tersebut berisi anjur untuk setiap penduduk agar melaksanakan social distancing, dengan tidak beraktivitas di luar rumah kalau tidak dalam keadaan darurat, dan senantiasa mencuci tangan untuk menjaga kebersihkan.

Namun nyatanya, mempertahankan kesehatan fisik saja tidak cukup. Tetapi kamu juga perlu mempertahankan kesehatan mental. Cara yang bisa kau kerjakan diantaranya ialah olahraga, meditasi atau pun pembatasan makanan .

Dengan melakukan beberapa hal tersebut, kamu bisa menciptakan mental mu menjadi lebih tenang di tengah-tengah kepanikan dan kekhawatiran penduduk menghadapi wabah virus corona.

Melansir dari lifestyle.kompas.com, mentalhealth.org juga menyarankan untuk lebih berkala melakukan kontak dengan keluarga atau pun kerabat lewat media umum maupun telepon.

Kamu juga bisa melakukan acara-kegiatan yang kamu sukai, seperti menonton film, membaca lebih banyak buku yang kamu sukai dan beberapa kegiatan lainnya.

Sebab, hal tersebut akan membuat mu lebih senang dan bahagia dalam menjalani hari-hari. Sehingga pikiran mu secara tidak eksklusif akan teralihkan dari kepanikan yang sedang terjadi.

Dengan begitu, imunitas badan mu pun menjadi meningkat dan sulit untuk terinfeksi virus.

Hindari pula konsumsi barang-barang yang tidak mempunyai manfaat untuk jangka panjang dan untuk kesehatan diri, mirip merokok dan minum alkohol.

Sebaiknya, kau mengonsumsi makanan dan minuman sehat yang baik untuk badan mu.

Tidak cuma itu, alangkah lebih baik jika kau juga mempertahankan dan melindungi kesehatan diri dengan asuransi kesehatan. Kamu tidak perlu cemas jikalau belum memilikinya.

Kini kamu mampu mengajukan asuransi kesehatan dengan mudah dan proses yang cepat hanya di CekAja.com. Makara, tunggu apalagi? Yuk, olok-olokan sekarang!