0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Beda, Penting Sistem Mengelola Mayit Pasien Virus Corona

Penularan COVID-19 yang semakin masif, tak ayal menciptakan korban terus berjatuhan di Indonesia. Hingga kini, 686 pasien harus berjibaku melawan penyakit tersebut. Korban meninggal pun naik menjadi 55 orang, dengan jumlah sembuh mencapai 30 pasien.

Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona

Virus ini memang tak coba-coba ketika menghampiri seseorang. Ketika dinyatakan nyata COVID-19, dikala itulah mereka harus berpisah dengan orang-orang tersayangnya untuk proses isolasi ketat.

Keluarga tidak diperbolehkan menjenguk, paling cuma dapat berkomunikasi melalui telepon. Bahkan bila pasien meninggal dunia, sistem pemakaman akan jauh berlawanan.

Jangankan ingin melihatnya untuk terakhir kali, melayat di kuburan saja mustahil dilakukan. Mengapa demikian?

Lain dengan penyakit biasa, mayat pasien yang meninggal balasan virus corona sendiri memiliki metode pemakaman khusus dan tidak bisa dilaksanakan oleh sembarang orang. Sebab meski nyawanya telah tiada, jasad tersebut tetap bisa menularkan penyakit.

Ketahui lebih dalam prosedur mengurus mayat pasien virus corona berikut ini, berdasarkan CDC (Center of Disease Control) dan Kementerian Agama Indonesia.

Himbauan CDC Terkait Pemakaman Jenazah Pasien Virus Corona

Ini Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona

CDC adalah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Dalam hal ini, pihaknya juga sudah mengeluarkan himbauan terkait pemakaman jenazah pasien virus corona secara global.

Melalui website resminya, CDC merekomendasikan untuk tidak menjamah badan mayat pasien virus corona.

Pasalnya, ada kemungkinan virus menyebar dari jenis sentuhan tertentu. Seperti mencium, memeluk, memandikan, sampai proses pemasangan pakaian tertentu atau kain kafan ke badan mayit.

Pastikan orang yang terlibat dalam proses pemandian dan pemakaman mayat ini, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Mulai dari baju hazmat, masker, sarung tangan lateks, kacamata goggle, dan pembungkus sepatu.

Sementara itu, pelayat tentu saja tidak diperbolehkan hadir demi menghalangi penularan virus corona.

(Baca Juga: Hindari Sosial Media Juga Bagus Untuk Tangkal Corona! Ini Alasannya)

Tata Cara Mengurus Jenazah Pasien Virus Corona Menurut Kemenag

Di Indonesia, sistem mengurus jenazah pasien sudah dikelola oleh Kementerian Agama. Menteri Agama Fachrul Razi menjelaskan dalam situs web resmi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, bahwa mayit pasien virus corona akan diurus oleh tim medis dan rumah sakit acuan yang sudah ditunjuk pemerintah.

Dari proses memandikan sampai pemakaman mayit pasien virus corona, yuk simak tata cara yang diusulkan oleh Kementerian Agama di bawah ini!

Memandikan

Saat mayit pasien virus corona dimandikan, petugas harus memenuhi beberapa prosedur agar tidak membahayakan diri sendiri ataupun orang lain. Berikut 7 hal di antaranya:

  1. Menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti yang dihimbau oleh CDC.
  2. Tidak makan, minum, merokok, dan menjamah muka saat berada di ruang mayit, autopsi, dan area untuk melihat mayat.
  3. Hindari kontak pribadi dengan cairan badan dan darah mayit.
  4. Jangan sampai terluka akibat benda tajam guna menyingkir dari penularan infeksi.
  5. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, atau sanitizer berbahan alkohol. Apabila petugas punya luka, secepatnya tutup dengan plaster atau perban tahan air.
  6. Usai dimandikan, mayit harus disemprot disinfektan atau cairan klorin. Hal serupa juga mesti dikerjakan pada petugas yang menanggulangi jenazah.
  7. Jenazah harus dimasukkan ke dalam peti mati atau kantong jenazah khusus.

Bagi yang beragama Islam, Menag turut menghimbau bahwa pelaksanaan salat jenazah sebagiknya dikerjakan di rumah sakit daerah pasien meninggal dunia, semoga disinfeksi mampu dilakukan secara baik sesuai mekanisme. Salat jenazah ini juga harus dijalankan tanpa menyentuh mayat.

Pemakaman

Selanjutnya untuk tata cara pemakaman, diperbolehkan menurut agama dan dogma masing-masing ialah dikubur atau dikremasi. Namun, dengan catatan sebagai berikut:

  • Proses Penguburan

Bila jenazah pasien virus corona dikubur, maka ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Pertama, lokasi kuburannya harus berjarak paling tidak 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum.

Lokasi tersebut pun harus berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman warga. Selain itu, mayat pun harus dikubur kurang lebih pada kedalaman 1,5 meter, serta ditutup dengan tanah setinggi 1 meter.

  • Proses Kremasi

Bagi mayat pasien virus corona yang hendak dikremasi, lokasi kremasi mesti berjarak setidaknya 500 meter dari pemukiman warga. Tidak direkomendasikan untuk kremasi beberapa jasad sekaligus guna meminimalkan polusi udara.

Kalau seluruh proses pemakaman jenazah final dilakukan, jangan lupa untuk membuang APD, zat kimia, atau benda yang lain yang termasuk limbah klinis ke tempat kondusif dari jangkauan orang lain.

Petugas juga harus kembali disemprot cairan disinfektan, untuk menyingkir dari risiko tertular COVID-19.

(Baca Juga: Selain Masker, Please Jangan Timbun Alat-Alat Kesehatan Ini!)

Begitulah kenyataannya jikalau seseorang tertular virus corona dan meninggal dunia. Sungguh memilukan, alasannya sejak dinyatakan positif COVID-19 sampai tinggal nama, tak ada lagi potensi untuk ditemani orang-orang tersayang saking berbahayanya wabah ini.

Intinya, jagalah kesehatanmu dengan mengikuti ajuan pemerintah dan tenaga medis. Selagi virus corona masih terus bergentayangan, diam #dirumahaja untuk menghindari penularannya. Hari-hari jelek ini akan berakhir, jikalau kita semua bisa disiplin kepada aturan.

Intip banyak sekali penawaran menawan dari Kredit Pintar yang siap memberimu bantuan online sampai Rp2,3 juta, selama kau membatasi aktivitas di beberapa ahad ke depan. Sekarang mampu apply melalui CekAja.com juga!