0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Beberapa Opsi Perlindungan Online Untuk Mahasiswa, Simak Artikelnya!

Masalah keuangan terkadang dialami oleh mahasiswa. Terlebih lagi yang kuliah di luar kota daerah tinggalnya dan masih mengandalkan uang kiriman orang tua.

pinjaman online untuk mahasiswa

Walaupun ada mahasiswa yang sudah berpenghasilan karena kerja paruh waktu, mungkin penghasilannya juga belum optimal alasannya waktu dan konsentrasinya harus terbagi antara kuliah dan bekerja.

Kebutuhan mendesak yang paling sering dialami mahasiswa ialah untuk mengeluarkan uang duit kas ataupun untuk biaya hidup pada dikala duit kiriman belum tiba, atau mungkin belum gajian bagi yang telah melakukan pekerjaan .

Meski begitu, bergotong-royong banyak sumber dana yang bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk menerima pembiayaan ataupun pertolongan dengan tolok ukur yang tidak ribet, sehingga cocok untuk mahasiswa.

Salah satu pilihan pembiayaan yang bisa dimanfaatkan mahasiswa ialah melalui tunjangan online. Karena tolok ukur administrasinya tidak terlampau ribet dan menyusahkan.

Namun, sebelum mengajukan bantuan online untuk mahasiswa perlu mengamati beberapa hal utama. Antara lain legalitas dari aplikasi dukungan online tersebut apakah legal dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

(Baca Juga: 5 Tips Menghemat Uang buat Mahasiswa Rantau)

Mahasiswa juga perlu memastikan rekam jejak dan review dari aplikasi perlindungan online. Apakah sering menggunakan data eksklusif nasabahnya dengan semena-mena tanpa tanggung jawab.

Kamu juga perlu memikirkan manfaat dari bantuan online untuk mahasiswa, antara lain:

  • Jumlah limit dukungan apakah mampu disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa selaku calon nasabah
  • Penggunaan dana sumbangan mampu diubahsuaikan dengan kebutuhan kandidat nasabah
  • Cicilan atau angsuran tetap dan tidak mengikuti suku bunga yang berlaku
  • Proses cepat dan singkat sehingga pinjaman cepat cair cuma dalam berjam-jam saja

Selain itu, mahasiswa juga perlu memperhatikan apakah ada penawaran kemudahan perhiasan. Seperti kemudahan cicilan tanpa ongkos pelengkap semoga mampu memudahkan pembayaran pertolongan di kemudian hari setelan tunjangan cair.

Mahasiswa juga perlu mengamati berapa usang sumbangan mampu cair supaya mampu diadaptasi dengan waktu pengajuan sehingga pencairan dana mampu sesuai pada dikala dibutuhkan. Pastikan juga standar untuk pengajuan pemberian mampu dituntaskan dengan cepat sehingga dana bisa cepat cair.

Selain itu, mahasiswa yang hendak mengajukan pemberian juga perlu mengamati jangka waktu pertolongan yang diberikan oleh pemberi derma. Pada dikala memilih tenor atau jangka waktu sumbangan, seleksilah opsi yang cocok dan tidak memberatkan kondisi keuangan kedepannya.

Sebaiknya pula kandidat nasabah memertimbangkan kemungkinan kondisi keuangan yang belum membaik. Agar terhindar dari risiko adanya gangguan dalam pembayaran santunan.

Bagi mahasiswa yang belum mempunyai penghasilan tetap memang sering kali menjadi problem untuk pengembalian pertolongan. Oleh karena itu, ada baiknya mengawali untuk mengambil pekerjaan paruh waktu. Sehingga mampu memudahkan dalam pengembalian perlindungan. Dan pastinya tidak hanya memberatkan orang tua untuk membayar cicilan.

Berikut ini beberapa aplikasi pertolongan online yang mungkin cocok selaku sumber pembiayaan mahasiswa:

1. Uang Teman

Salah satu opsi bantuan online untuk mahasiswa ialah aplikasi Uang Teman. Karena menawarkan santunan santunan tanpa jaminan. Akan namun, Uang Teman mengharuskan calon nasabah mempunyai pekerjaan atau sumber penghasilan tetap.

Tenor pinjaman yang ditawarkan aplikasi ini mulai dari 10 hingga 30 hari dengan minimal jumlah pemberian Rp1 juta. Kamu mampu memilih pilihan cicilan jikalau mengajukan santunan lewat aplikasi Uang Teman.

Persyaratan biasa pengajuan derma dari Uang Teman antara lain berusia 21-65 tahun, mengakses aplikasi dari wilayah Indonesia, dan berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Yogyakarta, Solo, Magelang, dan Klaten.

Orang yang mengajukan pertolongan harus memiliki penghasilan minimal Rp2,3 juta bagi yang berdomisili di Jabodetabek dan Rp2 juta untuk yang bertempat tinggal di Yogyakarta, Solo, Magelang, dan Klaten. Pada ketika pengajuan, calon nasabah mesti menambahkan KTP dan foto langsung, memiliki rekening tabungan atas nama kandidat nasabah, serta memiliki email.

2. Dana Rupiah

Selain Uang Teman, ada juga aplikasi Dana Rupiah yang mampu dijadikan opsi untuk pengajuan perlindungan online untuk mahasiswa. Karena bisa menunjukkan dukungan tanpa harus ada jaminan yang disertakan oleh calon nasabah.

Pengajuan perlindungan di Dana Rupiah hanya bisa diajukan lewat aplikasi dengan keunggulan proses pencairan pemberian mampu dilaksanakan dalam waktu cepat. Calon nasabah bisa mengajukan derma mulai dari Rp400 ribu sampai Rp8 juta.

Persyaratan untuk pengajuan pemberian di aplikasi ini antara lain harus berusia sekurang-kurangnya18 tahun, mempunyai rekening bank di Indonesia atas nama sendiri, serta memiliki KTP.

3. Kredit Pintar

Opsi pembiayaan melalui sumbangan online lain untuk mahasiswa adalah lewat aplikasi Kredit Pintar. Karena bisa mengajukan tunjangan tanpa mesti menyertakan slip honor dan tanpa jaminan.

Tenor pinjaman yang ditawarkan aplikasi ini antara lain 14 hari, 30 hari, dan 3 bulan dengan jumlah dukungan sampai Rp2 juta. Persyaratan yang mesti dipenuhi antara lain peminjam mesti warga negara Indonesia, berusia 18-55 tahun, memiliki KTP, punya rekening bank langsung, dan berdomisili di Indonesia.

Perdana

Aplikasi Perdana juga cocok untuk dijadikan opsi pengajuan derma lewat aplikasi online untuk mahasiswa. Jumlah pinjaman yang mampu diajukan melalui aplikasi ini antara lain Rp800 ribu, Rp1,5 juta, Rp1,8 juta, dan Rp2 juta.

Pengajuan sumbangan lewat aplikasi ini tidak memerlukan jaminan apapun, hanya perlu menyertakan foto KTP dan proses pencarian cuma 5 menit. Untuk tenor tunjangan dari aplikasi ini selama 14 hari dengan bunga santunan 0,8 persen tanpa adanya ongkos lain.

Dokumen yang perlu ditambahkan pada ketika pengajuan dukungan antara lain berita eksklusif, gosip pekerjaan, informasi kontak darurat dan relasi dengan peminjam, foto KTP, dan foto eksklusif.

4. Tunai Kita

Aplikasi bantuan lain yang mampu dicoba adalah Tunai Kita alasannya adalah kandidat nasabah mampu mengajukan dukungan mulai dari Rp500 ribu hingga Rp20 juta dengan tenor pemberian mulai dari 10 hari sampai 6 bulan.

Calon peminjam mesti memenuhi tolok ukur antara lain berusia sekurang-kurangnya21 tahun dan optimal 60 tahun, warga negara Indonesia, mempunyai KTP, dan memiliki rekening bank eksklusif.

Opsi derma melalui aplikasi tunjangan online yang disampaikan di atas cocok untuk mahasiswa yang memerlukan dana darurat. Karena seluruhnya telah legal dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga aman untuk menjadi daerah pengajuan kredit.

Selain opsi-pilihan di atas, masih banyak sumber pembiayaan online lain yang cocok untuk pengajuan santunan bagi mahasiswa, dengan syarat utama aplikasi mesti legal dan terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Kehati-hatian dalam mengajukan perlindungan online lewat aplikasi peer to peer lending sungguh diharapkan. Karena Otoritas Jasa Keuangan mencatat sampai 31 Januari terdapat 120 entitas aplikasi santunan tak terdaftar alias ilegal dan menawarkan bunga bantuan melebihi ketentuan 0,8% per hari. Aplikasi perlindungan online ilegal bisa memberikan pinjaman dengan bunga sampai 1,5% per hari sehingga akan sangat memberatkan peminjamnya.

Aplikasi santunan online ilegal banyak yang beroperasi melalui website, aplikasi, ataupun pesan singkat untuk menjerat calon nasabahnya yang minim literasi dan pemahaman terkait dukungan online. Kewaspadaan sungguh diperlukan agar mampu terbebas dari jeratan utang sumbangan online yang ilegal.

Mahasiswa juga bisa memanfaatkan Kredit Tanpa Agunan

Selain melalui pengajuan online lewat aplikasi pada layanan financial technology peer to peer lending, mahasiswa juga mampu memanfaatkan sumber pembiayaan dari perbankan lewat produk Kredit Tanpa Agunan.

Pengajuan KTA dikala ini dari beberapa perbankan juga telah makin gampang. Karena bisa diajukan secara online lewat website ataupun aplikasi resmi perbankan yang bersangkutan.

Kredit Tanpa Agunan cocok menjadi sumber pembiayaan ataupun tunjangan untuk mahasiswa. Karena tidak membutuhkan adanya agunan untuk peminjaman.

Persyaratan biasa untuk bisa mengajukan bantuan Kredit Tanpa Agunan antara lain yaitu Warga Negara Indonesia, berusia minimal 21 tahun dan maksimal 55 tahun, serta memiliki penghasilan minimal Rp2,5 juta per bulan.

Pada ketika pengajuan aplikasi perlindungan Kredit Tanpa Agunan, calon peminjam juga harus menambahkan foto ataupun fotokopi KTP, KK, dan surat nikah bagi yang sudah berkeluarga. Selain itu, juga perlu dilampirkan fotokopi NPWP, cetak rekening simpanan 3 bulan terlahir, surat informasi kerja dan slip gaji, tagihan kartu kredit terakhir kalau ada, serta materai.

Kredit Tanpa Agunan menawarkan suku bunga bantuan mulai dari 0,95% per bulan dengan limit tunjangan besar mencapai Rp300 juta dan tenor bantuan mulai 12 hingga 60 bulan.

Sebaiknya, pengajuan santunan baik lewat dukungan online peer to peer lending ataupun melalui Kredit Tanpa Agunan dari perbankan, mesti dikerjakan dengan bijak dan hati-hati. Pinjaman semestinya diajukan cuma pada saat benar-benar diharapkan.

Ada baiknya juga bagi mahasiswa untuk membicarakan persoalan keuangan dan harapan untuk mengajukan dukungan kepada orang renta. Karena mungkin orang bau tanah mampu memperlihatkan penyelesaian ataupun jalan keluar terbaik terkait persoalan keuangan yang dihadapi.

Namun untuk mahasiswa yang telah terbiasa berdikari dan sudah mempunyai penghasilan sendiri, tetap harus memiliki perkiraan matang sebelum mengajukan derma. Agar pinjaman tersebut nantinya tidak mengusik keadaan keuangan kedepannya.