0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Banyak Jenisnya, Berikut Pemahaman & Pengobatan Asuransi Komersial

Asuransi ialah sebuah produk bantuan yang berfungsi meminimalisir kerugian atau resiko yang muncul yang dialami akseptor asuransi. Produk sumbangan yang ditawarkan perusahaan asuransi ini banyak ragamnya mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan hingga properti. Keberagaman produk bantuan ini diperlukan mampu menghadirkan rasa aman dan pertolongan faktual bagi tiap peserta.

Banyak Jenisnya, Berikut Pengertian & Manfaat Asuransi Komersial

Karena jenis asuransi di Indonesia tergolong banyak, sebagai akseptor kita dilarang teledor menentukan. Membeli polis asuransi bukan hanya didasarkan pada faedah yang disediakan melainkan juga metode pengelolaannya, sebab hal ini akan memiliki efek pada besar pemberian yang hendak diberikan. Setidaknya ada dua jenis asuransi yang beredar di industri asuransi Indonesia yakni asuransi sosial dan asuransi komersial.

(Baca juga: Merasa Impulsif? Ini Cara Menutup Kartu Kredit yang Aman)

Secara garis besar asuransi sosial merujuk pada program tunjangan yang ditawarkan oleh pemerintah, sementara asuransi komersial adalah produk asuransi yang dijual oleh swasta.

Asuransi sosial punya misi sosial mensejahterakan dan melindungi kepentingan penduduk , sementara asuransi komersial berusaha mencari untuk dari penjualan produk asuransi.

Pengertian Asuransi Komersial

Lantas apa pemahaman pasti dari asuransi komersial ini dan bagaimana ciri maupun manfaat yang diberikan? Secara harfiah asuransi masuk dalam jenis-jenis asuransi berdasarkan tujuan operasional.

Asuransi komersial ialah asuransi yang bermaksud melindungi finansial pesertanya namun di segi lain secara bersamaan juga ditujukan untuk mencari laba bagi pemegang saham maupun investor.

Keuntungan ini nantinya akan dibagikan terhadap investor dan juga diputar untuk pengembangan perusahaan asuransi. Sementara asuransi sosial adalah jenis tunjangan yang diberikan pemerintah baik secara resmi maupun dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk menjamin pemberian finansial seluruh warga negara Indonesia.

Ini yaitu bentuk layanan sosial dari pemerintah semoga setiap warganya menerima pertolongan finansial optimal dari resiko sakit dan maut.

Salah satu teladan asuransi sosial ialah asuransi kesehatan dan jaminan hari renta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan program pensiun dan hari tua pegawai negeri sipil atau angkatan bersenjata yang dikontrol oleh PT Taspen (Persero) dan PT Asabri (Persero).

Beda Asuransi Komersial dengan Asuransi Sosial

  • Dilihat dari Sifat Kepesertaan

Asuransi komersial tidak pernah memaksa calon pesertanya untuk membeli polis. Semua bersifat sukarela karena ingin terlindungi. Tidak ada paksaan untuk berbelanja premi tertentu, semua opsi diserahkan kepada penerima supaya diadaptasi dengan keadaan finansial mereka.

Sementara pada asuransi sosial, sifat kepesertaan ini wajib hukumnya tidak terkecuali. Karena itu setiap warga negara tidak bisa menolak untuk menerima polis dan dipaksa membayar premi meskipun produk perlindungannya mungkin tidak pernah digunakan

Sesuai undang-undang Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS, program JKN adalah suatu asuransi sosial yang diamanatkan dalam pasal 1 angka 3 Undang-undang nomor 40/2004 perihal SJSN yang menyatakan bahwa asuransi sosial adalah sebuah mekanisme pengumpulan dana yang bersifat wajib yang berasal dari iuran guna memberikan pemberian atas risiko sosial ekonomi yang menimpa akseptor dan anggota keluarganya.

  • Dilihat dari Pengambilan Keuntungan

Jelas asuransi komersial dibentuk selain untuk menawarkan produk pertolongan juga diharapkan bisa menciptakan keuntungan yang mampu dipakai sebagai biaya operasional perusahaan.

Keuntungan didapat dari premi yang dibayarkan penerima setiap bulan. Karena alasan inilah mengapa harga premi asuransi komersial lebih mahal dibanding asuransi sosial. Layaknya bisnis pada umumnya, asuransi komersial ini harus balik modal. Sesuai UU no. 2 th 1992 asuransi komersial merupakan salah satu dari jenis perjuangan perasuransian.

Sementara asuransi sosial tidak bermaksud mencari laba, seluruh ongkos premi yang dibayarkan tiap penerima murni untuk pengadaan keperluan akseptor. Karena dikelola oleh pemerintah, asuransi sosial tidak memerlukan ongkos operasional. Karena itu premi yang dipatok juga lebih hemat biaya.

Sesuai UU no. 2 th 1992 tentang perjuangan perasuransian, asuransi sosial ialah acara dari jenis asuransi kerugian atau asuransi jiwa. Pemerintah Pun menawarkan jaminan tinggi agar asuransi sosial tetap berlangsung dengan baik dan diawasi eksklusif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga setiap penerima dapat terlindung secara optimal.

  • Dilihat dari Manfaat yang Ditawarkan

Umumnya asuransi komersial tidak menanggung semua jenis klaim, artinya ada beberapa pengecualian yang dipraktekkan. Bahkan untuk jenis penyakit bawaan umumnya tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi. Selain itu beberapa produk juga menerapkan “dana hangus” sehingga akseptor mutlak kehilangan uangnya tanpa pernah mengajukan klaim.

Sedangkan asuransi sosial manfaatnya lebih komprehensif atau menyeluruh. BPJS contohnya, menanggung nyaris semua jenis penyakit berat meski premi yang mesti dibayar sungguh terjangkau, rata-rata lebih hemat biaya dibanding asuransi swasta yang dibanderol mulai dari Rp 200 ribuan/bulan.

Selain itu jangka waktu asuransi yang disediakan juga berbeda. Kalau asuransi sosial diproyeksikan berkesinambungan atau terus menerus dalam jangka panjang. Sementara asuransi komersial memiliki batas waktu pertanggungan sesuai kesepakatan yang telah dibuat.

  • Dilihat dari Penyelenggara

Asuransi komersial yang berdiri sendiri sudah terang penyelenggaranya adalah perusahaan swasta, tetapi ada pula swasta yang bekerjasama dengan pemerintah maupun BUMN, contohnya ialah AXA Mandiri. AXA ialah perusahaan asuransi swasta sementara Mandiri adalah milik pemerintah.

Keduanya memberikan produk asuransi jenis baru. Sedangkan asuransi sosial tubuh penyelenggaranya yakni BUMN. Tidak boleh ada campur tangan pihak swasta terlebih menjadi milik swasta

  • Dilihat dari Sisi Pengawasan

Baik asuransi sosial maupun komersial bergotong-royong berada dibawah payung OJK. Namun sebelum dibawah pengawasan OJK keduanya pasti telah membentuk aturan bisnis sendiri.

Nah ada beda antara keduanya, jikalau asuransi sosial dari mulai penyeleksian tenaga kerja sampai tata cara kerja, pembentukan dan pendiriannya berdasarkan undang-undang tersendiri. Sementara asuransi komersial pembentukan, pelatihan dan pengawasan dilaksanakan oleh menteri keuangan.

Keunggulan Asuransi Komersial

Asuransi komersial memang membebani pesertanya untuk membayar premi yang cukup tinggi dan biaya manajemen yang juta tidak murah. Namun, disamping beban ongkos tersebut ada sejumlah keunggulan yang cuma dapat Anda nikmati jikalau membeli polis asuransi komersial. Berikut diantaranya:

1. Jumlah Pertanggungan Lebih Besar

Hal paling mencolok yang membedakan antara asuransi sosial dan komersial ialah jumlah pertanggungan yang lebih besar dan luas. Jika asuransi sosial menghalangi berbagai macam jenis obat yang mampu didapatkan secara gratis, asuransi komersial malah meng-cover hampir semua keperluan rawat inap dan rawat jalan pesertanya. Semakin besar premi yang dipilih semakin besar bantuan yang bakal didapat.

Selain itu uang pertanggungan atau pertolongan akhir hayat yang diberikan juga lebih besar dibanding asuransi sosial. Kalau asuransi sosial misalnya BPJS hanya menawarkan sumbangan ajal terbesar di angka Rp 200 Juta, asuransi komersial mampu menunjukkan dalam angka miliaran. Tentu saja semua diadaptasi dengan jumlah premi yang dipilih dan kurun pertanggungannya.

2. Menanggung Peserta di Luar Negeri

Salah satu hal yang tidak mungkin dikerjakan asuransi sosial namun mampu ditanggung asuransi komersial yakni membiayai perawatan medis ketika penerima berada di luar negeri.

Beberapa perusahaan asuransi ada yang menetapkan kalim dengan sistem cashless tetapi lebih banyak menggunakan sistem reimburse. Perusahaan asuransi komersial juga melakukan pekerjaan sama dengan banyak rumah sakit di luar negeri sehingga tiap akseptor tak perlu cemas saat jatuh sakit atau mengalami kecelakaan di mancanegara.

3. Ada Pembagian Keuntungan

Beberapa perusahaan asuransi bahkan menjanjikan pembagian laba dalam jangka beberapa tahun sekali untuk peserta khusus. Sementara asuransi sosial murni menjadi pembiayaan sosial sehingga tidak menunjukkan keuntungan lain kepada pesertanya selain bantuan umum dari asuransi.

Meski besar laba yang dibagi tidak seberapa, namun cukup membuat pesertanya merasa tidak merugi membayar premi tinggi selama beberapa tahun.

4. Produk Perlindungan yang Lebih Banyak

Asuransi sosial memang terbilang lebih hemat biaya, namun produk pemberian yang ditawarkan biasanya terbatas. BPJS contohnya cuma mempunyai 2 produk asuransi yakni kesehatan dan ketenagakerjaan.

Sementara kalau membeli asuransi di perusahaan swasta kita akan disodorkan dengan banyak pilihan pertolongan seperti asuransi kesehatan, pendidikan, properti, kendaraan dll. Bahkan untuk produk asuransi kesehatan saja masih dipecah menurut sumbangan penyakit tertentu misalnya asuransi DBD dan asuransi penyakit kritis.

5. Klaim yang Lebih Praktis

Dibanding asuransi sosial, produk perlindungan yang ditawarkan perusahaan swasta mempunyai metode klaim yang diakui lebih gampang apalagi yang sudah menerapkan tata cara cashless. Peserta hanya perlu menggesek atau memberikan kartu kepesertaan di rumah sakit  (untuk asuransi kesehatan), sesudah itu peserta pribadi mendapatkan perawatan medis.

Beda dengan asuransi sosial yang dikenal ribet dalam masalah administrasi. Karena untuk melakukan pendaftaran pasien saja dibutuhkan beberapa dokumen seperti KTP dan KK. Itupun prosesnya sangat panjang dan menguras waktu. Dengan asuransi komersial penerima dapat lebih menghemat waktu dan tenaga.

Jenis-Jenis Asuransi Komersial

Asuransi komersial yang dikontrol perusahaan swasta lazimnya terbagi dalam dua jenis adalah asuransi konvensional dan syariah. Keduanya memberikan faedah dan pemberian yang serupa, pembedanya adalah versi bisnis yang ditawarkan.

  • Asuransi Konvensional

Konsep asuransi konvensional ini yaitu mengalihkan resiko tertanggung kepada perusahaan asuransi. Ketentuannya, akseptor mengeluarkan uang premi secara terstruktur dan perusahaan asuransi akan memperlihatkan ganti rugi ketika pemegang polis mengajukan klaim.

Premi yang dibayar tergolong laba dari premi yang diputar di instrumen investasi sepenuhnya menjadi hak milik perusahaan. Setiap perusahaan asuransi yang menggunakan metode konvensional ini bebas memakai dana dari para penerima tanpa batas, selama untuk tujuan pengembangan perusahaan.

Asuransi Konvensional menerapkan metode dana hangus, yang membuat akseptor tidak bisa meminta kembali premi yang telah dibayar terhadap perusahaan kendati tidak pernah mengajukan klaim

  • Asuransi Syariah

Yakni jenis asuransi yang dilaksanakan dengan metode syariah. Dasar bisnisnya adalah risk sharing antara para nasabah sementara perusahaan asuransi berfungsi selaku perantara saja. Dana yang diberikan kepada peserta setiap klaim diajukan berasal dari rekening bareng . Yakni rekening yang berisi premi bulanan yang dibayarkan para peserta.

Setiap keuntungan yang dihasilkan dan pengelolaan dana asuransi akan dibagikan kepada tiap penerima secara merata. Sementara instrumen investasi cuma mesti terang kehalalannya.

Yang membedakan asuransi syariah dengan konvensional yakni adanya Dewan Pengawas yang berfungsi mempertahankan perusahaan asuransi tetap melaksanakan usahanya sesuai syariat Islam.

Itulah jenis-jenis asuransi komersial yang ada di industri asuransi. Asuransi komersial memberikan sejumlah keuntungan bagi pesertanya. Maka pilihlah yang menawarkan Anda faedah paling optimal.