0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Bahaya Mpasi Dini Pada Bayi Yang Wajib Diketahui Orangtua

Bahaya MPASI dini, tampaknya perlu dimengerti oleh setiap ibu. Sebab, apabila tidak diperhatikan secara seksama, justru akan menimbulkan resiko fatal bagi si kecil. Jelas, hal tersebut tidak ingin terjadi, bukan?

Bahaya MPASI Dini pada Bayi

Menurut WHO, perlindungan MPASI pada bayi idealnya gres bisa dijalankan dikala si bayi menginjak usia 6 bulan. Karena di bawah usia tersebut, bayi dianggap masih belum bisa mencerna masakan berat, dengan tekstur bernafsu. Sehingga, asupan terbaik untuk mereka hanyalah ASI dan susu formula.

Lalu, apa jadinya? Bayi berkemungkinan untuk mengeluarkan reaksi mirip perut kembung, mencret, sembelit, diare, sampai alergi masakan. Maka dari itu, dalam rangka memperbesar ilmu untuk kita semua, di dalam potensi kali ini kita akan membicarakan perihal ancaman MPASI dini pada bayi yang perlu orang tua pahami. Yuk disimak tolong-menolong.

Apa itu MPASI Dini?

Apa itu MPASI Dini - Bahaya MPASI Dini pada Bayi yang Wajib Diketahui Orangtua

Bagi yang belum tahu, MPASI ialah kependekan dari Makanan Pendamping ASI atau dikala bayi sudah waktunya untuk memakan kuliner lain, selain ASI dan susu formula, mirip nasi, bubur, dan sejenisnya.

Biasanya, MPASI ini gres bisa diberikan oleh bayi ketika sudah menginjak 6 bulan. Sedangkan dikala orang renta justru menunjukkan MPASI di usia 5 bulan, barulah kita menyebutnya dengan perumpamaan MPASI dini.

Namun dikala ini, tampaknya sudah mulai banyak orang renta yang melakukan MPASI dini ini pada bayi mereka dengan berbagai alasan.

(Baca Juga: Tahap Perkembangan Bayi)

Ada yang berargumentasi alasannya adalah suatu paksaan yang mewajibkan untuk memperlihatkan kuliner padan sebelum waktunya, namun ada pula yang alasannya adalah argumentasi medis. Nah, kalau kau menunjukkan MPASI dini dikarenakan argumentasi medis, hal ini terperinci dibenarkan, asalkan menerima arahan yang tepat dari dokter.

Akan tetapi, bila kamu menunjukkan MPASI dini di luar alasan tersebut, sebaiknya jangan dilaksanakan karena ancaman MPASI dini sungguh riskan pada keselamatan bayi.

Bahaya MPASI Dini pada Bayi

Bahaya MPASI Dini pada Bayi - Bahaya MPASI Dini pada Bayi yang Wajib Diketahui Orangtua

Bahaya MPASI dini memang perlu dimengerti oleh setiap orang tua, guna mencegah terjadinya risiko pada bayi. Mungkin banyak diantara kau yang mengajukan pertanyaan, mengapa bayi baru mampu diberikan MPASI saat berusia 6 bulan? Tentu dibalik pertanyaan tersebut ada penjelasan logik yang menyertai..

Pemberian MPASI pada bayi berusia 6 bulan ini diusulkan oleh WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) demi menjaga kesehatan bayi. Sebab, di usia 6 bulan inilah bayi sudah memiliki metode pencernaan yang matang, sehingga tubuh menjadi lebih siap dalam menerima masakan padat.

Namun sayangnya, banyak orangtua yang cenderung masih mengabaikan tanpa perduli dengan risiko yang berkemungkinan untuk terjadi kedepannya. Dilansir dari aneka macam sumber, terdapat beberapa ancaman MPASI dini yang bisa terjadi pada bayi, diantaranya adalah ialah:

1. Rentan Terkena Penyakit

Bahaya MPASI dini yang pertama harus diketahui yaitu bahwa bayi akan rentan terkena aneka macam jenis penyakit. Sebab, dikala bayi berhenti mendapatkan ASI yang sebaiknya, maka secara tidak eksklusif imunitas atau metode kekebalan badan mereka juga turut menurun.

Sehingga, hal tersebut justru akan membuka kesempatan besar untuk berbagai jenis basil masuk ke dalam tubuh si kecil, utamanya ketika MPASI yang disiapkan kurang bersih.

Selain itu, banyak penelitian pula yang mengungkapkan bahwa derma ASI langsung pada bayi dapat melindungi mereka dari banyak sekali penyakit, seperti pernapasan, nanah indera pendengaran, dan penyakit terusan pencernaan seperti diare.

2. Diare dan Sembelit

Bahaya MPASI dini berikutnya yaitu bahwa bayi rentan pula terkena diare dan sembelit. Hal tersebut dikarenakan, bayi berusia di bawah 6 bulan belum mempunyai tata cara pencernaan yang baik, terutama untuk mengolah masakan padat.

Karenanya, kalau si kecil diberikan MPASI sebelum waktunya, maka akan mengakibatkan risiko gangguan pencernaan, mirip diare, sembelit atau konstipasi, sampai timbulnya gas.

3. Produksi ASI Berkurang

Ternyata, bahaya MPASI dini tidak cuma berpengaruh kepada bayi, melainkan juga untuk sang ibu. Semakin sering bayi menyantap kuliner padat, maka semakin tinggi pula kemungkinan bayi untuk tidak meminta susu lagi kepada sang ibu. Nah, bila ibu tidak mengimitasi frekuensi bayi menyusu dengan memerah, maka produksi ASI juga dapat menurun.

4. Invaginasi atau Intususepsi

Menurut dr. Meta Hanindita yang merupakan seorang dokter spesialis anak, mengutarakan bahwa invaginasi atau intususepsi ialah salah satu kondisi ancaman MPASI dini yang terbilang paling gawat.

Karena, keadaan ini membuat sebuah segmen usus masuk ke dalam bab usus lainnya sehingga menyebabkan aneka macam problem kesehatan serius, yang mana bila tidak secepatnya ditangani, maka dapat menyebabkan kematian.

Walaupun penyebab penyakit ini belum dikenali secara niscaya, tetapi hipotesis paling berpengaruh adalah alasannya adalah bantuan MPASI yang terlalu cepat pada bayi.

5. Meningkatkan Risiko Alergi Makanan

Bahaya MPASI dini selanjutnya yang mampu terjadi pada bayi adalah meningkatnya risiko alergi kepada kuliner. Di usia 4-6 bulan, kondisi usus bayi masih terbuka, yang mana dikala itu antibodi dari ASI, masih melakukan pekerjaan untuk melapisi organ pencernaan bayi.

Hal ini juga dapat memperlihatkan kekebalan pasif, serta meminimalisir terjadinya penyakit dan reaksi alergi, sebelum penutupan usus terjadi.

Sementara itu, produksi antibodi di badan dan penutupan usus justru terjadi dikala bayi meraih usia 6 bulan.

6. Obesitas

Bahaya MPASI dini yang terakhir yakni meningkatnya risiko obesitas pada bayi. Dilansir dari situs HaiBunda.com yang mana juga mengutip dari Cleveland Clinic, pertolongan MPASI dini bisa menimbulkan resiko anak mengalami obesitas.

Mengapa? Karena masakan padat tidak mempunyai gizi yang cukup apabila ketimbang ASI. Karenanya, makanan padat justru dapat menurunkan nutrisi yang baik tetapi dengan jumlah kalori yang lebih tinggi.

Sehingga, hal tersebut menciptakan bayi berkemungkinan besar mengalami obesitas. Oleh alasannya itu, tetap direkomendasikan untuk tidak memberikan MPASI sebelum bayi menginjak usia 6 bulan, guna mempertahankan kesehatan mereka.

Syarat Memberikan MPASI Dini

Syarat Memberikan MPASI Dini - Bahaya MPASI Dini pada Bayi yang Wajib Diketahui Orangtua

Setelah mengenali ihwal bahaya MPASI dini pada bayi, sekarang saatnya kamu juga turut mengetahui perihal syarat yang harus dipenuhi jika orang renta ingin memberikan MPASI dini.

Diungkapkan oleh dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, yang merupakan seorang dokter spesialis anak, jika bayi mengalami perkembangan yang condong lambat atau tidak adanya kenaikan berat tubuh, maka dukungan MPASI di usia 5 bulan boleh dilakukan.

(Baca Juga: 9 Jenis Imunisasi untuk Bayi)

Akan tetapi, bila bayi masih berusia di bawah 4 bulan, ada baiknya kalau diberikan donor ASI perah (ASIP) atau tambahan susu formula saja. Sedangkan untuk bayi yang menerangkan perkembangan yang baik serta peningkatan berat badan yang stabil, maka tetap disarankan untuk menawarkan MPASI di usia 6 bulan.

Idealnya, bayi berusia 0-3 bulan harus memiliki berat badan setidaknya 600 gram hingga 1 kilogram. Sedangkan untuk bayi berusia 4-6 bulan, berat tubuh setidaknya mesti mencapai minimal 450 gram.

Jika bayi berusia 0-4 mengalami peningkatan berat tubuh yang kurang, maka seharusnya dituntaskan dengan memperlihatkan ASIP setidaknya sebanyak 600 cc, menyesuaikan dengan keperluan ASI bayi, yaitu 150 cc per kilogram berat tubuh.

Lindungi Si Kecil dengan Asuransi Kesehatan

Selain mengenali ancaman MPASI dini pada si kecil sekaligus syarat yang perlu ditaati ketika ingin menawarkan MPASI untuk bayi di bawah usia 6 bulan, kamu selaku orang bau tanah juga tampaknya perlu menunjukkan perlindungan komplemen dengan mempunyai asuransi kesehatan.

Sebab, bayi di usia segitu bayi memang condong lebih rentan alasannya memiliki sistem kekebalan badan yang belum berpengaruh. Karenanya, datangnya asuransi kesehatan mampu memberikanmu fasilitas jika sebuah ketika bayi mengalami problem kesehatan yang memerlukan tindakan medis secepatnya.

Bingung menentukan asuransi kesehatan terbaik? Jangan khawatir! Karena CekAja.com hadir untuk memberikanmu pemberian. Melalui CekAja.com, kamu mampu melaksanakan perbandingan ihwal jenis asuransi manakah yang dirasa paling sesuai dengan keperluan dan kesanggupan.

Tak hanya itu, proses pengajuan bahkan dilakukan sepenuhnya secara online sehingga kamu tak perlu meluangkan waktu untuk ke luar rumah.

Maka dari itu, yuk lindungi keluarga kecilmu dari berbagai risiko penyakit dan kondusif dalam segi finansial cuma dengan asuransi kesehatan di CekAja.com.