0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Bagan Tata tips Wakaf Yang Benar Beserta Serba-Serbinya

Kamu pasti pernah mendengar istilah wakaf. Tapi, apakah kau sungguh-sungguh sudah paham akan bagan tata cara wakaf yang benar? Makanya, simak dahulu postingan berikut ini yang bakal dibahas CekAja lebih detil perihal wakaf dan metode melakukannya.

Skema Tata Cara Wakaf yang Benar Beserta Serba-serbinya

Mengenal Maksud dari Wakaf

Dalam hukum Islam, wakaf tergolong sedekah jariyah yang dalam bahasa Arab disebut ‘waqf’, yaitu menahan, membisu, atau berhenti. Jika ditelusuri lebih dalam, maksud dari kata-kata tersebut ialah tidak diperjual-belikan atau diwariskan.

Ini mempunyai arti wakaf yaitu menawarkan sebagian harta milik diri sendiri terhadap orang lain yakni forum wakaf atau nadzir, guna diambil faedah kebaikannya.

Secara hukum, pemahaman wakaf menurut UU Nomor 41 tahun 2004 adalah tindakan aturan oleh pihak yang melaksanakan wakaf, di mana ia menyerahkan sebagian benda atau aset berharganya untuk kebutuhan ibadah, atau bahkan kesejahteraan biasa dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan syariat Islam.

Jenis-jenis Wakaf

Wakaf sendiri mempunyai berbagai macam yang nantinya akan digunakan selaku standar dalam bagan tata cara wakaf. Dan adapun jenis-jenis dari wakaf tersebut seperti yang dilansir dari banyak sekali sumber, yakni:

  • Berdasarkan Peruntukannya

Berbicara tentang peruntukan, wakaf dibagi menjadi dua jenis ialah wakaf mahir dan wakaf khairi. Wakaf andal merupakan jenis wakaf yang diperuntukan bagi seseorang atas dasar kepentingan dan jaminan sosial dalam lingkup keluarga maupun saudara terdekat.

Misal, mewakafkan barang-barang mirip buku atau busana pantas pakai terhadap seseorang semoga dipakai dalam waktu usang dan secara bebuyutan.

Sementara wakaf khairi ialah wakaf yang diberikan bagi penduduk luas supaya keuntungannya dapat dicicipi bareng . Ini ialah jenis wakaf yang lazimnya dilaksanakan oleh seseorang atas dasar kepentingan agama.

  • Berdasarkan Jenis Harta yang Dimiliki

Kalau dilihat dari harta yang diwariskan, jenis wakaf yang satu ini terbagi menjadi tiga jenis ialah harta tidak bergerak (hak tanah dan bangunan), harta bergerak selain uang (surat berharga), harta bergerak dalam bentuk duit.

  • Berdasarkan Jangka Waktu

Wakaf lazimnya juga bisa dibedakan dari jangka waktu pemberiannya. Jenis ini terbagi menjadi dua wakaf adalah wakaf yang diberikan kepada orang yang memerlukan untuk selamanya (Muabbad) dan wakaf yang diberikan hanya dalam waktu tertentu (Mu’aqqot).

(Baca Juga: Ini Tata Cara dan Niat Bayar Zakat Fitrah)

Apakah Wakaf itu Berbeda dari Zakat dan Infak?

Secara biasa , wakaf dapat diartikan selaku derma sebagian harta kepada pihak lembaga wakaf atau seseorang untuk diambil manfaatnya. Dari klarifikasi ini, mungkin muncul pertanyaan dibenakmu jika wakaf itu sama dengan zakat dan infak, atau bahkan berlainan namun dimana letak perbedaannya?

Ya, sebetulnya wakaf itu berbeda dengan zakat dan infak, meskipun ketiganya ini memiliki maksud yang serupa, yaitu memperlihatkan sebagian harta kepada orang lain. Perbedaannya terletak dari aturan maupun jangka waktu pemberiannya sendiri.

Zakat ialah tunjangan harta atau bisa dibilang menyumbangkan harta yang dimiliki, dan ini termasuk wajib dalam rukun Islam. Pasalnya, zakat mempunyai hukum dan aturan tersendiri perihal jumlah harta yang mesti diberikan terhadap orang lain. Berbeda halnya dengan wakaf yang sifatnya sunnah.

Sementara itu, perbedaan wakaf dengan infak mampu dilihat dari jangka waktu manfaatnya, yang mana infak memiliki jangka waktu singkat adalah ketika harta tersebut disumbangkan.

Tidak seperti wakaf yang bertahan dalam waktu usang atau bahkan selamanya, dengan catatan harta yang diwakafkan berbentukpembangunan masjid atau hal-hal yang bisa digunakan dalam waktu usang.

Dari hal inilah, nantinya kamu mampu mengenali skema tata cara wakaf yang benar. Sehingga enggak ada lagi salah pandangan diantara ketiga jenis sedekah jariyah tersebut.

Syarat Sah Melakukan Wakaf

Sebelum membahas lebih dalam perihal bagan metode wakaf, kamu juga mesti mengerti apa saja yang menjadi syarat sah saat ingin mewakafkan harta pribadi. Berikut diantaranya:

  • Al-Waqif

Saat akan mengikuti seluruh sketsa tata cara wakaf, hal pertama yang mesti dipahami yaitu kalau harta gres bisa disumbangkan bila ada wakif atau seseorang yang ingin menyumbangkan hartanya. Di mana umumnya seorang wakif itu yakni orang yang cakap, ialah arif sehat, remaja, dan sedang tidak mengalami kebangkrutan.

  • Al-Mauquf

Syarat kedua yang harus dipenuhi sebelum mengikuti bagan sistem wakaf yaitu Al-Mauquf. Al-Mauquf ini mampu diartikan pula sebagai harta yang hendak diwakafkan oleh seorang wakif.

Umumnya patokan harta yang mampu diwakafkan ada empat jenis. Pertama, benda atau aset yang diwakafkan harus berbentukbarang berharga yang mempunyai nilai tersendiri. Yang kedua, benda atau harta yang hendak diwakafkan sepenuhnya ialah milik seorang wakif atau al-waqif.

Ketiga, benda atau harta yang diwakafkan mampu diukur kadarnya dan kalau tidak maka sketsa tata cara wakaf yang dikerjakan tidak sah. Yang keempat, benda atau harta yang diwakafkan mampu berpindah kepemilikan dan tidak menyatu pada harta yang lain atau lazimdisebut muffarazan.

  • Al-Mauquf Alaih

Setelah memenuhi apa saja yang menjadi al-mauquf, selanjutnya syarat yang mesti dipenuhi dikala akan mengikuti skema metode wakaf yakni Al-Mauquf Alaih. Ini yaitu syarat yang menyangkut perihal pihak akseptor wakaf.

Secara lazim, terdapat dua macam orang yang mampu menerima wakaf, yaitu mu’ayyan dan ghairah mu’ayyan. Mu’ayyan adalah seseorang atau sekelompok orang tertentu yang mampu menerima wakaf dan tidak mampu diubah ketentuannya.

Biasanya mu’ayyan ini yakni orang-orang yang masih mempunyai hubungan bersahabat dengan al-waqif.

Sementara ghairah mu’ayyan adalah seseorang atau sekelompok orang tanpa detail terang seperti orang kurang bisa, daerah ibadah, dan yang lain yang mampu mendapatkan harta wakaf dari seorang wakif guna membantu sesama muslim.

  • Sighah

Syarat terakhir yang harus dipenuhi sebelum mengikuti seluruh sketsa sistem wakaf yakni Sighah. Syarat wakaf yang satu ini berafiliasi dengan pernyataan yang diucapkan oleh seorang wakif.

Isi pernyataannya harus memiliki kekekalan waktu karena bila memiliki batas-batas waktu maka wakaf tersebut menjadi tidak sah.

Selain itu, pernyataan yang diucapkan mesti bersifat niscaya dan tidak diikuti dengan syarat-syarat yang dapat membatalkan skema sistem wakaf yang dikerjakan.

Pernyataan tersebut juga harus bisa direalisasikan secepatnya tanpa adanya syarat perhiasan yang mungkin memberatkan.

(Baca Juga: 5 Manfaat Asuransi Syariah)

Skema Tata Cara Wakaf

Kalau kau ingin mewakafkan harta benda tetapi bukan dalam bentuk tanah ataupun bangunan. Berarti kau wajib cek denah metode wakaf ini, di mana biasanya tata cara wakaf dapat dilaksanakan selaku berikut:

1. Pewakaf Wajib Bertemu Pihak Nadzir (Penerima)

Skema metode wakaf yang pertama ialah seorang al-wakif mesti bertemu pihak nadzir atau si penerima harta wakaf tersebut. Pertemuan ini harus langsung disaksikan oleh Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW), yang merupakan pejabat berwenang dan telah dtunjuk oleh Kementerian Agama.

Apabila harta yang ingin diwakafkan tidak menentu jumlahnya, maka pihak penerima tidak diwajibkan hadir. Begitupun sebaliknya, jika benda atau harta yang diwakafkan dapat diukur jumlahnya, maka pihak nadzir wajib mendampingi.

2. Mengucapkan Ikrar Wakaf

Ikrar wakaf biasanya diucapkan oleh seorang wakif dihadapan nadzir. Ini juga ialah poin penting dalam sketsa metode wakaf.

Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 41 tahun 2004, ikrar wakaf adalah pernyataan yang diucapkan oleh seorang wakif baik secara lisan ataupun goresan pena kepada nazir dan dihadapan PPAIW serta dua orang lainnya sebagai saksi, ketika ia akan mewakafkan sebagian harta miliknya.

Nantinya ikrar wakaf yang telah diucapkan tersebut akan ditulis kembali dalam Akta Ikrar Wakaf oleh PPAIW.

3. Penyampaian Akta Ikrar Wakaf Kepada Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia

Setelah membacakan ikrar, denah metode wakaf selanjutnya adalah pihak PPAIW memberikan Akta Ikrar Wakaf tersebut kepada Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Nantinya, akta ini akan diangkut dalam register lazim wakaf oleh BWI.

4. Menyertakan Dokumen Sah akan Harta yang Ingin Diwakafkan

Terakhir, saat akta sudah diangkut dalam register umum, seorang wakif wajib menyertakan dokumen orisinil atas harta yang akan diwakafkan. Dokumen yang dimaksud tersebut dalam bagan metode wakaf ini yaitu akta tanah atau surat berharga yang lain.

Jangan lupa untuk melengkapi dokumen tersebut dengan identitas diri secara jelas dan lengkap yang telah dilegalisir oleh pejabat berwenang.

Skema Tata Cara Wakaf Tanah

Kalau kau ingin mewakafkan harta dalam bentuk tanah, maka tata caranya sendiri adalah:

  • Seorang wakif mengunjungi KUA dan menenteng kelengkapan data berupa identitas diri dan dokumen yang sah atas tanah yang dimiliki.
  • Mengucap ikrar wakaf terhadap nazir dihadapan KUA dan para akseptor wakaf tersebut.
  • Kepala KUA menciptakan akta ikrar wakaf dan juga surat pengukuhan.
  • Kepala KUA memperlihatkan salinan akta ikrar kepada pihak wakif maupun nazhir.
  • Pihak nazhir mendaftarkan tanah wakaf ke Badan Pertahanan Nasional.

Nah itu tadi klarifikasi mengenai skema sistem wakaf. Ketika ingin mewakafkan harta, kau mesti memenuhi berbagai syarat yang diminta, salah satunya yakni sedang dalam keadaan sehat.

Maka dari itu, penting bagimu untuk mempertahankan kesehatan dengan menjaga pola hidup dan penuhi asupan nutrisi pada badan.

Dengan begitu, kamu mampu melakukan sedekah jariyah yang satu ini saat waktunya tiba. Tapi, menjaga kesehatan tubuh dari dalam saja tak cukup loh.

Kamu juga mesti terlindugi dengan komplemen asuransi kesehatan sebagai bentuk proteksi dari risiko sakit atau meninggal yang mampu mengganggu kondisi finansial.

Beberapa produk asuransi kesehatan yang diketahui memiliki derma menyeluruh dan paling disarankan adalah Asuransi Cigna, Asuransi Ciputra Life, dan PFI Mega Life. Di mana kawasan mengajukan asuransi tersebut?

Jawabannya ya niscaya di CekAja.com. Lewat CekAja, kau mampu mengajukan salah satu diantara produk asuransi tersebut, dan jika masih ragu pun kau bisa membandingkannya terlebih dulu di CekAja. Makara enggak perlu repot lagi mengakses laman perusahaan asuransi tersebut.

Yuk, usikan asuransi kesehatan di CekAja.com dan dapatkan penawaran menawan salah satunya premi setahun irit dua bulan!