0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Awas, Wfh Mampu MembuatJebol Kantong, Pakai KTA Dari Bank Permata Aja

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di hampir setiap daerah resmi diperpanjang. Rata-rata perpanjangan dilaksanakan selama dua pekan. Dengan demikian kebijakan work from home (WFH) dan belajar di rumah yang diberlakukan perusahaan dan juga lembaga pendidikan pun diperpanjang.

hemat dan pelit _ investasi - CekAja.com

Di satu sisi, kebijakan ini dinilai baik untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Begitu juga dengan pengeluaran biaya angkutanbagi karyawan atau pelajar yang dinilai mampu berhemat.

Tetapi, di sisi lain, kerja di rumah mesti diwaspadai karena berpeluang membikin nanah budget. Apa saja biaya-biaya yang diprediksi bakal membesar?

(Baca juga: Biar Tak Boros di Era Digital, 5 Kebiasaan Ini Harus Dikurangi)

1. Biaya konsumsi masakan dan minuman

Jika sebagian karyawan ada yang mendapatkan makan, minum dan makanan ringan gratis di kantor, maka saat WFH, ongkos ini ditanggung sarat oleh karyawan yang bersangkutan.

Tahu sendiri kan bagaimana saat kerja di rumah kondisinya beda banget sama di kantor.

Dikit-dikit ke dapur, buka kulkas. Atau dikit-dikit cek Gofood atau Grabfood pesan makanan favorit.

Beruntung sih bagi warga muslim dikala perpanjangan PSBB ini bertepatan dengan bulan mulia. Kaprikornus, kebiasaan makan dan ngemil di siang hari mampu ditekan.

Masalahnya, kerja di rumah saat bulan mulia juga banyak yang dilakukan di malam hari. Ya sama aja, ngemil dan pesan minuman boba atau kopi mah gak bakal bolos.

Nah, sebaiknya waspadai deh kebiasaan makan, minum dan ngemil saat kerja di rumah.

Jangan terlalu keseringan ya supaya dompet gak terkuras. Inget ya sebentar lagi bulan pahala. Harus banyak-banyak berhemat.

2. Kuota internet dan pulsa

Penggunaan kuota internet dan pulsa telepon di abad pandemi Covid-19 ini pasti niscaya meningkat.

Apalagi buat yang kerja dan mencar ilmu di rumah. Mereka yang melakukan pekerjaan kantoran sebagian besar telah tentu menggunakan kuota internet.

Begitu juga pelajar atau mahasiswa yang diberi tugas untuk presentasi via aplikasi tertentu.

Seperti dilaporkan CNN Indonesia, penggunaan internet selama WFH melambung 13 persen sampai 15 persen. Hal tersebut dicatat oleh penyuplaijasa seperti IndiHome dan Biznet.

Lonjakan juga berlaku bagi yang kurang dekat dengan kuota internet terutama generasi para sepuh yang lebih memakai pulsa telepon dan sms untuk alat komunikasinya.

Di kala pandemi ini mereka lebih sering berkomunikasi dengan kerabat, sobat, sampai sobat dekat memakai pulsa telepon.

Oleh alasannya itu, semoga tidak bengkak pengeluaran kuota internet dan ongkos pulsa, lebih baik penggunaannya dibatasi.

Mari lebih bijak menggunakan kuota internet dan pulsa untuk hal-hal yang lebih produktif. Boleh sesekali internet atau telponan buat hiburan. Tapi jangan keseringan.

3. Biaya layanan streaming

Gak bisa disangkal lagi bahwa layanan streaming mulai menggerus kehadiran TV kabel. Ini dibuktikan dalam survey CNET.

Seperti dilaporkan Tirto, pengguna TV kabel beralih ke streaming mencapai 37 persen. Selain itu, ongkos langganan TV kabel juga lebih tinggi dibandingkan dengan streaming.

Maka jangan heran jika dikala ini bermunculan layanan TV streaming macam Netflix, Hooq, Iflix, HBO, Viu dan banyak lagi.

Operator-operator streaming semakin memanjakan para pecinta film di dikala pandemi corona yang mengharuskan mereka WFH dan juga mencar ilmu di rumah.

Ya mau gimana lagi, dibandingkan dengan berkeliaran gak terang di luar, lebih baik nonton film sambil rebahan di rumah. Tapi yang jangan sehari penuh waktu kau dihabiskan buat nonton streaming.

Usahakan selingi dengan aktivitas produktif. Kalau terus-susukan melototin TV streaming, gak baik juga buat kesehatan. Dan pasti gak baik buat keuangan.

4. Biaya listrik dan PAM

Biaya yang bakal membesar selama kau kerja dan berguru di rumah yakni listrik dan air PAM.

Bagaimana tidak, hampir semua keluarga seharian berada di rumah pasti akan menghipnotis penggunaan listrik dan air PAM.

Bayangin deh bila setiap anggota keluarga punya gadget yang mewajibkan diisi dayanya setiap waktu.

Belum penggunaan AC yang lebih tinggi daripada hari-hari biasa. Belum penggunaan alat elektronika yang lain macam setrika, penanak nasi, hingga televisi.

Begitu juga dengan penggunaan air PAM. Sudah ditentukan bakal membesar alasannya adalah sepanjang hari kamu berada di rumah dan lebih sering menggunakan air untuk mandi, cuci tampang, basuh tangan dan aktivitas di kamar mandi yang lain.

So, meski di rumah aja, mari lebih bijak memakai listrik dan air PAM. Gunakan saat perlu dan penting saja.

Misalnya, matikan AC dan memanfaatkan ventilasi jendela atau kamu lebih sering bekerja dan berguru di halaman rumah untuk mendapatkan udara alami dibandingkan dengan AC.

Itu hanya satu acuan saja. Cara ekonomis lainnya bisa kamu lakukan dengan cara kau sendiri. Minimal cabut semua colokan listrik yang tidak terpakai. Berani menjajal ?

(Baca juga: Fakta Mengapa Es Krim Viennetta Dicari Saat Ini)

Lebih Hemat Dengan KTA Bank Permata

Selain itu, kamu bisa melakukan penghematan dengan meminimalkan pembayaran yang memakai dana pribadimu. 

Mengapa? Karena dana pribadimu masih bisa dialokasikan ke sektor lain yang lebih bersifat keperluan dasar. Nah untuk mencukupi kebutuhan bekerjamu, kamu mampu mendapatkan Kredit Tanpa Agunan dari Bank Permata

Sifatnya yang mampu dicicil maksimal 5 tahun, menciptakan kau gampang untuk mengontrol dan mempersiapkan keuangan keluarga.

Urusan suku bunga tidak perlu cemas, yang diberikan oleh Bank Permata ialah bunga yang kompetitif. Proses pencairannya juga cepat, hanya 1 hari dengan maksimal perlindungan Rp300 juta

Akses CekAja.com untuk mendapatkan fasilitas finansial yang lain sesuai dengan kebutuhanmu.