0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Asuransi Untuk Binatang Ternak Sapi, Dan Bagaimana tips Kerjanya?

Sapi ialah aset yang sangat berguna jika kita beternak binatang mamalia satu ini. Ada banyak faedah yang mampu ditemukan dari peternakan sapi, dari susu sapi yang diperah, sampai daging yang dapat dimakan. Oleh sebab itu, tak aneh bila banyak orang yang memilih mengasuransikan hewan ternaknya guna melindungi dari banyak sekali risiko yang mengancam, salah satunya yakni ternak sapi.

Asuransi Untuk Hewan Ternak Sapi, dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Peluang perjuangan ternak sapi menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan mengenang keperluan konsumsi terus berkembangdari hari ke hari. Selain itu, bukan cuma memadai keperluan konsumsi saja, kini industri kuliner pun semakin meningkat . Berbagai produksi makanan dari sapi juga sungguh bervariasi. Hal inilah yang membuat harga sapi cukup tinggi. Terlebih jika sapi yang diternak ialah sapi indukan.

Oleh sebab itu, apabila terjadi risiko seperti ajal sapi pastinya menjadi salah satu kerugian yang cukup besar bagi peternak. Sebab, harga satu ekor sapi cukup mahal. Mengingat harganya yang mahal dan investasi yang dihasilkan juga cukup besar, maka asuransi binatang ternak sapi yaitu hal yang perlu dipertimbangkan bagi peternak.

Selain kematian, pencurian ternak sapi yang mampu terjadi juga menjadi salah satu risiko yang cukup berat. Jika tidak dilindungi dengan asuransi, maka kehilangan sapi akhir dicuri yakni pukulan yang cukup besar bagi peternak sapi. Pasalnya, peternak mesti berbelanja lagi sapi semoga mampu meneruskan bisnisnya, jumlah duit yang diperlukan pun tidak sedikit. Kaprikornus, membeli asuransi hewan ternak sapi merupakan salah satu upaya sumbangan kepada usaha ternak.

Asuransi Hewan Ternak Sapi

Asuransi binatang ternak, khususnya sapi, ialah salah satu produk asuransi pinjaman dari pemerintah, pihak yang mengadakan adalah Jasindo Agri. Adapun korporasi satu ini memberikan pertolongan pada petani, peternak dan nelayan agar bisa mendapatkan kenyamanan dan keselamatan dalam menjalani kegiatan usaha. Sehingga, mereka mampu memusatkan fokusnya dengan pengelolaan usaha tani maupun peternakan dengan maksimal dan menguntungkan tentunya.

Salah satu produk asuransi ternak sapi dari Jasindo disebut dengan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Asuransi ini akan menunjukkan proteksi bagi peternak sapi yang bisa mendapatkan bahaya risiko seperti akhir hayat sapi karena penyakit, kecelakaan, kehilangan akibat pencurian, maupun ajal balasan beranak. Karena merupakan salah satu program yang disokong oleh pemerintah, premi asuransi ternak sapi ini sangat terjangkau.

Harga Premi Asuransi Hewan Ternak Sapi

Harga premi Rp 200 ribu, dengan sumbangan pemerintah premi yang dibayarkan hanya Rp 40 ribu saja. Sementara nilai pertanggungan maksimal ialah Rp 10 juta per ekor sapi. Akan namun, perlu dimengerti bahwa peternak sapi yang mampu menerima asuransi ini yaitu peternak pembibitan atau pembiakan sapi, maupun peternak dengan skala kecil yang sudah diatur undang-undang.

Sementara kriteria sapi ternak yang dilindungi yakni sapi indukan atau sapi betina dengan usia sekurang-kurangnyasatu tahun dan mempunyai identitas yang jelas seperti eartag, cap bakar, maupun kartu ternak. Sapi harus ditentukan dalam kondisi yang sehat. Selain itu, perlu kamu pahami, ganti rugi diberikan sesuai harga pertanggungan dikurangi hasil penjualan daging kalau sapi dilaksanakan potong paksa.

Sebelumnya, dimengerti bahwa data yang diperoleh dari Kementan memberikan, jumlah kepesertaan asuransi ternak sapi di tahun 2016 ialah 20.000 ekor. Pada tahun 2017 penerima berkembangjadi 92.176, tahun 2018 menjadi 21.130 dengan total 133.306 ekor sapi yang ikut asuransi. Dengan memiliki asuransi ini, peternak pun tetap mampu meneruskan perjuangan dengan membeli kembali indukan sapi, jikalau mengalami berbagai risiko seperti ajal, penyakit atau kecelakaan dan risiko yang lain.

Adapun untuk sapi bibit harga preminya berbeda, yakni dibanderol  Rp 300 ribu dengan nilai pertanggungannya Rp 15 juta. Jangka bantuan asuransi satu tahun dan langsung dimulai sehabis pembayaran premi asuransi dikerjakan. Program ini juga disosialisasikan kepada peternak maupun petani lewat instansi terkait di kabupaten maupun kota provinsi.

Namun, perlu dimengerti bahwa ada beberapa risiko lain yang tidak dijamin oleh asuransi  hewan ternak sapi ini seperti ajal sapi balasan wabah Anthrax, Septicemia Epizootica, Johne’s Disease, Tuberculosis, Anaplasmosis, Leucosis. Selain itu pemusnahan sapi alasannya terjadinya wabah atas perintah yang berwenang, kematian sapi balasan kelalaian peserta asuransi, pegawai atau petugas kandang dalam pengelolaan pemeliharaan ternak juga tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Perlindungan juga tidak akan dijamin apabila dalam keadaan balasan penjarahan, pemogokan, perselisihan karyawan, pertempuran, sampai pemberontakan.

Klaim Asuransi Ternak

Untuk bisa melakukan klaim asuransi ternak sapi ini, ada beberapa mekanisme yang mesti disertai. Selain itu, jangan lupa untuk merencanakan dokumen klaim yang diharapkan. Peternak juga mesti segera menghubungi dokter binatang maupun tenaga teknis yang sudah ditunjuk dinas lokal.

Setelah itu, klaim mampu disetujui jika premi asuransi ternak rutin dibayarkan. Selain itu syarat yang lain ialah kematian atau kehilangan ternak sapi terjadi saat jangka waktu pertanggungan berlangsung. Jangka waktu biasanya satu tahun sejak terjadi penerbitan polis asuransi ternak sapi.

Lengkapi dokumen klaim yang diharapkan, jangan lupa hubungi dokter hewan maupun petugas teknis yang sudah ditunjuk sebelumnya bila terjadi akhir hayat pada sapi. Namun, jikalau yang terjadi yakni kehilangan, maka pemilik polis mesti segera melaporkan kehilangan ternak tersebut ke kantor polisi terdekat.

Dokumen klaim yang dibutuhkan untuk klaim asuransi ternak sapi ialah fotokopi polis asuransi ternak sapi, informasi program kehilangan maupun surat informasi kematian sapi yang telah ditandatangani pejabat dinas peternakan dan kesehatan binatang di kabupaten atau kota setempat. Selain itu, melengkapi surat tersebut dengan hasil visum dokter atau petugas teknis. Untuk maut karena sakit dan peternak sempat memasarkan dagingnya atau melaksanakan potong paksa, maka jumlah klaim yang akan diterima menyusut dengan jumlah hasil perolehan (pemasaran) yang diterima peternak.

(Baca Juga: Ini Kualifikasi Yang Wajib Dimiliki Agen Asuransi)

Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, asuransi ternak sapi ini yaitu acara dari Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana (PSP) Kementerian Pertanian. Apabila ternak sapi mati, maka polis asuransi mampu dicairkan dan peternak akan menerima nilai pertanggungan Rp 10 juta per ekornya. Namun supaya proses klaim tanpa gangguan, peternak wajib melampirkan beberapa dokumen diantaranya surat pernyataan dari dokter binatang.

Undang-Undang Nomor 19 tahun 2013 perihal Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (UUP-3) pasal 37 menyebutkan bahwa Pemerintah berkewajiban untuk melindungi perjuangan tani yang dijalankan petani atau peternak dari kerugian akhir gagal panen dalam bentuk asuransi. Nah, peternak sapi pun terlindungi dengan adanya asuransi hewan ternak sapi ini.

Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua peternak bisa mendapatkan manfaat derma ini. Polis asuransi ternak sapi cuma diberikan untuk pelaku perjuangan penggemukan maupun pembibitan sapi, sapi potong maupun sapi perah. Selain itu, peternak sapi mesti bergabung dalam kalangan ternak aktif dan mempunyai pengelola lengkap. Peternak sapi juga harus bersedia menerapkan administrasi pemeliharaan ternak yang baik (Good Farming Practices And Good Breeding Practices).

Untuk sapi yang terlindungi asuransi adalah sapi potong maupun sapi perah dengan jumlah minimal yang diasuransikan meraih empat ekor untuk satu pemohon, individual , koperasi maupun perusahaan. Sapi terlindungi mulai usia 8 bulan sampai empat tahun. Perlu kau ketahui, dalam teknis pelaksanaan asuransi ternak ini, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 19,2 miliar untuk subsidi asuransi binatang ternak sapi.

Asuransi untuk Petani dan Nelayan

Selain asuransi hewan ternak sapi, Jasindo juga memiliki beberapa produk asuransi yang lain untuk petani mirip Asuransi Usaha Tani Padi. Asuransi ini akan memberikan bantuan kepada risiko gagal panen yang disebabkan banjir, kekeringan, penyakit, dan serangan organisme lapangan. Premi yang dibayarkan hanya Rp 180 ribu, namun menerima subsidi dari pemerintah Rp180 ribu dan dukungan pemerintah 80 persen sehingga yang dibayarkan menjadi Rp 36 ribu.

Selain itu, niai pertanggungan yang hendak diberikan cukup besar, dengan maksimal pertanggungan 6 juta per hektar, Kriteria petani : Petani penggarap atau petani pemilik lahan optimal 2 hektar dengan persyaratan lahan irigasi atau tadah hujan yang bersahabat dengan sumber air.

Selain itu, lahan irigasi atau tadah hujan diharuskan yang bersahabat dengan sumber air. Padi yang telah melewaktu 10 hari tanam akan mendapatkan ganti rugi. Selain itu, intensitas kerusakan berada di seluruh petam alami atau 75 persen, jadi luas kerusakan yang mau mendapatkan klaim adalah 75% pada tiap petak alami

Asuransi Nelayan

Asuransi nelayan dari Jasindo ini juga memberlikan bantuan untuk nelayan dari risiko akhir hayat aat melakukan kegiatan penangkapan ikan maupun di luar acara tersebut. Nelayan akan mendapat santunan kecelakaan selain melaksanakan acara penangkapan ikan. Syaratnya, nelayan mesti mempunyai kartu nelayan yang masih berlaku, rekening tabungan dan memakai kapal penangkapan ikan berskala paling besar 10 Gross Tonnage dan berusia optimal 65 tahun.

Selain program pemerintah, asuransi Jasindo juga memberikan pertolongan asuransi non program pemerintah. Perlindungan perjuangan pertanian ini mencakup asuransi usaha ternak sapi, perjuangan tani jagung, asuransi nelayan mampu berdiri diatas kaki sendiri dengan memberikan perlindungan kepada peternak sapi dari bahaya resiko akhir hayat balasan beranak, penyakit dan kecelakaan serta kehilangan akibat kecurian. Selain itu, produk asuransi ini juga memberikan pemberian kepada petani dari bahaya resiko gagal panen sebagai balasan risiko banjir, kekeringan, penyakit dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman. Asuransi ini juga akan menunjukkan pinjaman untuk nelayan dari bahaya resiko meninggal dunia pada ketika melaksanakan acara penangkapan ikan maupun di luar aktivitas tersebut.

Mengajukan Asuransi

Demikian yaitu asuransi hewan ternak sapi yang mampu kau usikan, apabila kau memiliki usaha ternak sapi khususnya pembibitan sapi. Ingat, cuma sapi betina atau sapi indukan saja yang akan diberikan santunan oleh polis asuransi. Makara, pastikan kamu sudah mempunyai syarat yang diberikan oleh perusahaan asuransi terkait.

Selanjutnya, jika hewan ternak saja bisa menerima asuransi untuk mengganti kerugian finansial, maka pemilik hewan ternak sapi pun bisa memiliki asuransi jiwa biar mendapatkan tunjangan yang optimal. Saat ini, mengajukan asuransi bisa dikerjakan dimana saja dengan mudah, yakni melalui online.

Kamu bisa mengajukan asuransi dengan gampang lewat online di Cekaja.com untuk menerima opsi produk asuransi yang terpercaya. Agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuanmu, bandingkan produk dari setiap asuransi untuk mendapatkan hasil yang terbaik.