0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Asuransi Mobil dan Motor Beroda Empat Listrik Lebih Mahal Dari Asuransi Mobil Konvensional?

Mobil merupakan salah satu jenis kendaraan yang sering diasuransikan, sebab memiliki nilai yang cukup tinggi. Bukan hanya kendaraan beroda empat konvensional, beberapa perusahaan asuransi bahkan juga sedang berbagi asuransi mobil listrik, yang kabarnya akan mempunyai premi yang lebih mahal dari asuransi mobil konvensional.

Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal dari Asuransi Mobil Konvensional?

Terlebih, adanya planning pemerintah Indonesia, dalam mendatangkan kendaraan ramah lingkungan atau mobil listrik ini, membuat perusahaan asuransi turut mengembangkan produk asuransi kendaraan beroda empat listrik. Bahkan, dilansir dari Kompas.com, pemerintah Indonesia, telah menargetkan 400.000 unit mobil listrik, guna mengisi pasar otomotif di tahun 2025.

Meski baru dijadwalkan perkembangannya, produk asuransi kendaraan beroda empat listrik sendiri masih belum terbentuk secara konkrit. Itu artinya, produk tersebut masih dalam tahap perbincangan. Terlebih ketika ini, peminat kendaraan beroda empat listrik di Indonesia juga masih minim, bahkan populasinya masih sungguh sedikit.

Produk Asuransi Tidak Ikuti Perkembangan Otomotif tapi Melihat Kebutuhan Konsumen

Seperti yang telah dibilang sebelumnya, bahwa mobil listrik hingga ketika ini cuma memiliki peminat yang masih minim, sehingga keperluan pelanggan akan asuransi mobil listrik juga belum begitu terlihat.

Hal tersebut dikarenakan produk asuransi tidak mengikuti perkembangan otomotif, yang terus berganti, namun dilihat dari kebutuhan pelanggan mereka. Itu artinya, jikalau seruan atas asuransi mobil listrik meningkat, maka perusahaan asuransi mungkin akan memberikan pelayanan tersebut.

(Baca Juga: Asyik, Mobil Listrik Bebas Pajak Barang Mewah!)

Mobil Listrik Juga Perlu Perlindungan

Meski baru planning dan belum dimulai, produk asuransi mobil listrik dipercaya bisa menawarkan ceruk pasar yang bagus bagi industri. Pasalnya, kendaraan listrik tergolong kendaraan beroda empat listrik, tetap membutuhkan derma asuransi. Hal tersebut dikarenakan, kendaraan beroda empat listrik juga tetap memiliki risiko.

Selain itu, asuransi kendaraan beroda empat listrik dan asuransi mobil konvensional juga tidak jauh berbeda. Pasalnya. setiap produk asuransi yang dibentuk, pastinya harus mengacu pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI). Di mana besaran premi sampai manfaat derma yang hendak diterima, dari kendaraan listrik mungkin tidak jauh berbeda dengan lainnya.

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Mahal

Namun, sepertinya akan ada perbedaan struktur ongkos dari asuransi kendaraan listrik, di mana diketahui akan lebih mahal dari premi asuransi kendaraan kebanyakan. Hal tersebut dikarenakan, mahalnya harga baterai pada mobil listrik.

Perlu kamu pahami, bahwa harga baterai mobil listrik adalah setengahnya dari harga mobil tersebut. Makara, setengah harga kendaraan beroda empat listrik berasal dari baterainya. Itulah mengapa premi asuransi kendaraan beroda empat listrik disangka akan lebih mahal, dibandingkan premi kendaraan beroda empat konvensional.

Penanganan Mobil Listrik Tidak Bisa Dipegang Sembarang Mekanika

Selain baterai yang menjadi komponen termahal di dalam mobil listrik, hal yang menciptakan premi asuransi kendaraan beroda empat listrik mahal juga dikarenakan, unsur kendaraan beroda empat listrik didatangkan eksklusif dari luar negeri dan mobil listrik harus dikerjakan oleh mekanika profesional.

Pasalnya, hanya teknisi tertentu atau yang memiliki keahlian khusus, yang diperbolehkan untuk mengatasi kerusakan pada mobil listrik. Bahkan, rencananya beberapa perusahaan asuransi, sedang menyiapkan bengkel khusus kendaraan beroda empat listrik.

Sehingga, bisa jadi premi asuransi kendaraan listrik dan mobil konvensional mampu setara. Namun, hal tersebut dilihat kembali dari keadaan kerusakan kendaraan beroda empat itu sendiri.

(Baca Juga: 5 Mobil Listrik Terbaik di Dunia dengan Performa Juara)

OJK Bisa Ditunjuk Sebagai Pembuat Panduan untuk Asuransi Mobil Listrik

Seperti yang dimengerti, selama ini penetapan tarif premi asuransi kendaraan bermotor dikelola Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lewat Surat Edaran OJK No. 6/SEOJK.05/2017. Peraturan tersebut menerangkan ada dua jenis asuransi mobil yang diperjualbelikan di Indonesia, adalah All Risk/Comprehensive dan Total Loss Only (TLO).

Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa, OJK juga yang hendak melahirkan panduan untuk asuransi kendaraan listrik, termasuk mobil listrik. Nah, pada asuransi kendaraan konvensional yang telah ditetapkan OJK, kedua jenis asuransi tersebut ternyata mempunyai manfaat yang berlawanan berdasarkan pertanggungannya.

  • Asuransi All Risk

Asuransi kendaraan ini memberi pertanggungan kepada segala risiko, mulai dari kerusakan ringan, berat, hingga kehilangan.

  • Asuransi TLO

Asuransi kendaraan yang memberi pertanggungan atas kehilangan (pencurian) atau kerusakan dengan syarat nilai kerugiannya lebih dari 75 persen dari harga mobil.

Namun biasanya, dalam menghitung premi asuransi mobil, baik All Risk maupun TLO, mampu dilakukan dengan cara mengalikan harga kendaraan beroda empat dengan persentase (rate) premi asuransi. Sebagai catatan, besaran rate tidak sama untuk setiap daerah dan kategori.

Nah, kemungkinan, produk asuransi kendaraan listrik pun tidak berlainan jauh dengan ketentuan asuransi di kendaraan konvensional. Akan namun, mungkin akan ada sedikit perbedaan di beberapa hal.

Itulah sedikit info terkait asuransi mobil listrik, yang mungkin akan tren dan sangat diharapkan di abad mendatang. Kalau sekarang, apa kendaraanmu telah diasuransikan?

Mobil listrik saja perlu santunan, apalagi kendaraan beroda empat konvensional? Yuk, asuransikan kendaraan kesayanganmu, supaya terlindungi dari berbagai macam risiko kerusakan.

Ajukan asuransi kendaraan di perusahaan yang sempurna pilihanmu, cuma di CekAja.com!