0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Asah Kreativitas Anak Dengan Mainan Edukatif Tradisional Penting, Yuk!

Di zaman yang serba terbaru mirip ketika ini, kau sebagai orang bau tanah mampu asah kreativitas anak dengan mainan edukatif, yang kini banyak dijual di toko buku atau pun toko mainan. Tetapi, rasanya akan lebih mengasyikkan jika anak juga di asah kreativitasnya memakai mainan edukatif tradisional.

Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini, Yuk!

Sebab selain mengasyikkan, asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional juga dapat membantu anak mengenal kebudayaan, serta melestarikan mainan-mainan tradisional yang telah ada sejak dahulu dan telah menjadi ciri khas suatu kawasan.

Oleh alasannya itu, pada peluang kali ini, CekAja.com akan mengulas delapan mainan edukatif tradisional yang bisa asah kreativitas anak khusus untuk kau. Simak bahu-membahu, yuk!

Kenapa Mainan Edukatif Sangat Penting untuk Anak?

Sebelum membahas lebih jauh perihal mainan edukatif tradisional, ada baiknya kamu mengetahui apalagi dulu pentingnya mainan edukatif bagi anak.

Karena sesuai dengan namanya, mainan edukatif ialah mainan yang mampu memperlihatkan edukasi bagi anak.

Sehingga, anak tidak cuma bermain saja, tetapi juga mencar ilmu hal-hal gres lewat mainan edukatif tersebut.

Jika melihat definisi menurut Mayke Sugianto. T dalam Badru Zaman yang dilansir dari asikbelajar.com, bahwa mainan edukatif atau alat permainan edukatif (APE) ialah suatu permainan yang memang dirancang khusus untuk kepentingan pendidikan.

Umumnya, mainan edukatif ini dipakai oleh bawah umur TK atau yang berada pada rentang usia berkisar 3-6 tahun.

Mainan edukatif sendiri dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan faktor-faktor pertumbuhan anak, baik secara motorik, sensorik, pengetahuan, tingkah laku, sampai keterampilan.

(Baca Juga: Sederet Ide Mainan Edukasi Anak yang Asah Motorik dan Kreativitas)

8 Mainan Edukatif Tradisional yang Asah Kreatifitas Anak

Jika berbicara ihwal mainan edukatif, sebetulnya banyak sekali jenisnya. Mulai dari bermain tugas, menggambar dan melukis di media kaos, membuat gelembung pelangi, sampai membuat rumah bongkar pasang.

Namun rasanya mainan-mainan tersebut telah terlau sering dipakai oleh banyak orang bau tanah, untuk asah kreatifitas anak. Akan lebih baik apabila kini kamu mulai asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional.

Karena seperti yang dikenali, berbagai permainan tradisional yang mampu asah pertumbuhan dan kreatifitas anak. Lantas, apa saja mainan edukatif tradisional tersebut? Berikut ulasannya!

1. Congklak

Congklak - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Bagi kamu generasi 90-an pasti tahu permainan tradisional yang satu ini. Bagaimana tidak, pasalnya congklak menjadi permainan tradisional yang sungguh populer pada kurun itu.

Permainan tradisional yang umumnya dimainkan oleh bawah umur wanita ini, mempunyai banyak sebutan sesuai dengan daerahnya masing-masing. Seperti misalnya di Lampung, permainan ini dikenal dengan nama dentuman lamban.

Kemudian di Sulawesi diketahui dengan nama makaotan, dan di Jawa sendiri permainan ini mempunyai penamaan yang bermacam-macam, mulai dari congklak, dakonan atau pun dakon.

Untuk bisa memainkan permainan yang satu ini sangat gampang, kau hanya memerlukan papan lengkung berbentuk sampan.

Di mana, papan tersebut memiliki 14 lubang kecil serta 2 lubang besar yang sejajar dan saling berhadapan.

Dengan bermain permainan ini, secara tidak langsung otak kiri anak akan terlatih dan nalar anak akan semakin meningkat .

Sebab, permainan ini mewajibkan anak untuk menjumlah jumlah sisa biji congklak yang dimilikinya.

Tidak cuma itu, kemampuan berbahasa, sosial dan motorik anak pun ikut berpengalaman saat bermain congklak.

Hal tersebut dikarenakan anak niscaya berinteraksi dengan lawan mainnya, selaku bentuk latihan untuk kemampuan berbahasa dan sosial.

Sedangkan untuk kemampuan motoriknya sendiri ditunjukkan saat anak secara tidak eksklusif mengambil biji-biji congklak dari papan.

2. Petak Umpet

Petak Umpet - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Nyatanya, kau juga mampu asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional petak umpet.

Permainan ini, mempunyai konsep yang mana terdapat satu pemain yang mesti “jaga tiang” dan berhitung mundur dikala pemain yang lain berupaya untuk bersembunyi.

Jika hitung mundur telah akhir dikerjakan, maka pemain (yang “jaga”) tersebut mesti mencari pemain lainnya yang bersembunyi. Kegiatan bersembunyi ini secara tidak eksklusif melatih daya kreativitas anak.

Sebab, anak diharuskan untuk membuat taktik supaya tidak mudah tertangkap oleh pemain (yang “jaga”).

Selain itu, permainan petak umpet ini juga melatih kesanggupan bersosialisasi anak, alasannya belum dewasa tersebut pasti akan saling berinteraksi satu sama lain. Lebih dari itu, permainan ini pun mengajarkan arti tabah, teliti dan waspada.

3. Gobag Sodor

Gobag Sodor - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Siapa diantara kau yang tidak tahu gobag sodor? Permainan tradisional yang satu ini mampu dikatakan sebagai permainan edukatif paket lengkap, alasannya adalah tidak hanya asah kreativitas anak, tetapi juga melatih kecerdasan dan kesanggupan kerja sama dalam tim.

Kemampuan kolaborasi tersebut ditunjukkan saat anak bareng tim nya, mencari serta memilih taktik apa yang mau dipakai untuk mampu mengungguli permainan.

Melalui gobag sodor ini, anak juga akan lebih banyak bergerak, sehingga anak akan lebih aktif dan sehat.

Dengan begitu, dapat diambil kesimpulan bahwa asah kreativitas anak dengan permainan edukatif tradisional yang satu ini menjadi cara yang tepat yang bisa kau kerjakan untuk anak.

4. Kasti

Kasti - asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional ini

Permainan keempat ada kasti yang bisa asah kreativitas anak. Permainan tradisional ini acap kali dijadikan sebagai materi dalam pelajaran olahraga.

Untuk mampu memainkan permainan yang satu ini, ada beberapa perlengkapan yang perlu kamu rencanakan mirip bola kasti dan tongkat pemukulnya yang berbentuk seperti stick baseball.

Melalui permainan ini, secara tidak pribadi mengembangkan kemampuan kinestetik anak. Tidak cuma itu, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan sobat bermainnya pun semakin berpengalaman saat sedang bekerja sama menyukseskan permainan.

5. Bentengan

Bentengan - asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional ini

Permainan edukatif tradisional kelima yang bisa asah kreativitas anak yakni bentengan. Untuk mampu bermain bentengan, kamu perlu membentuk dua buah grup apalagi dahulu. Setelah itu, setiap grup wajib mempunyai markas yang berupa tiang “benteng”.

Masing-masing grup nantinya akan sama-sama menyusun seni manajemen untuk bisa merebut dan mengungguli benteng milik lawan dengan cara menyentuhnya. Grup yang mampu menjamah tiang musuh apalagi dahulu menjadi pemenangnya.

Proses menyusun taktik tersebut menjadi salah satu proses yang membantu anak melatih kecerdasan sosial anak.

6. Engklek

Engklek - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Selain lima permainan di atas, kamu juga bisa lho asah kreativitas anak dengan permainan edukatif tradisional yang satu ini.

Meski engklek jarang sekali dimengerti dan dimainkan oleh belum dewasa di masanya, namun permainan ini menunjukkan berbagai manfaat bagi anak.

Beberapa faedah tersebut di antaranya, yakni kemampuan kinestetik dan motorik anak menjadi semakin terlatih.

Sebab, di permainan ini anak-anak akan lebih banyak bergerak, mirip berlari, melompat, jongkok, dan lain sebagainya.

Permainan ini mampu dimainkan kapan saja, baik pagi, siang ataupun sore hari. Namun, akan lebih mengasyikkan bila dilakukan di pagi hari.

Karena, selain udara yang masih segar, kamu pun bisa sekaligus berolahraga dan terkena panas matahari pagi yang baik untuk tubuh.

7. Layang-layang

Layang layang - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Siapa di antara kau yang sampai ketika ini masih bermain layang-layang? Permainan yang satu ini mampu dibilang permainan yang timeless dan mampu dimainkan oleh semua orang tanpa menatap usia.

Namun, untuk mampu bermain permainan ini, kau harus berlatih terlebih dulu untuk mampu menerbangkan layang-layang dengan tepat. Sebab, menerbangkan layang-layang tidak semudah nampaknya.

Kadang kurun, layang-layang yang sukses kamu terbangkan tersangkut di pohon atau pun bersangkutan dengan layangan lainnya.

Dengan begitu, secara tidak eksklusif suasana layaknya “persaingan” hadir ditengah permainan.

Maka dari itu, tidak heran jika bermain layang-layang bisa melatih dan meningkatkan kecerdasan emosional anak.

Pasalnya, anak diharuskan untuk mencar ilmu sabar dan berhati-hati ketika bermain biar layang-layang miliknya tidak mudah rusak atau pun putus.

Tidak hanya itu, anak pun akan semakin tertantang daya kreativitasnya untuk membuat sendiri layang-layang miliknya dengan menghiasnya sesuai dengan keinginan.

8. Mobil-mobilan

Mobil mobilan - Asah Kreativitas Anak dengan Mainan Edukatif Tradisional ini

Permainan edukatif yang terakhir ialah kendaraan beroda empat-mobilan. Mungkin sebagian di antara kamu berpikir, bahwa mainan kendaraan beroda empat-mobilan yang dimaksud yaitu kendaraan beroda empat mainan yang bisa didapatkan dan dibeli di toko mainan.

Namun, kendaraan beroda empat-mobilan yang hendak dibahas di sini berlawanan. Karena, untuk asah kreativitas anak dengan permainan edukatif tradisional, anak tentu seharusnya membuat mobil-mobilannya sendiri.

Anak mampu membuatnya dari banyak sekali jenis materi, mirip kayu, pelepah pisang sampai kulit buah jeruk bali.

Selain itu, kamu juga memerlukan bahan pendukung seperti lidi kayu dan karet selaku penghubung dan perekat.

Jika kamu menggunakan pelepah pisang, kau mampu membentuk bahan tersebut apalagi dulu sesuai dengan versi yang kamu inginkan.

Setelah itu, kamu mampu sambungkan satu persatu bagiannya menggunakan lidi kayu dan direkatkan menggunakan karet. Bagaimana, sungguh gampang bukan?

Dengan menciptakan mobil-mobilan ini, anak tidak cuma berpengalaman daya kreativitasnya saja. Tetapi juga meningkatkan kemampuan khayalan, kecerdasan motorik dan kinestetik

(Baca Juga: Mengenal Metode Pendidikan dan Mainan yang Cocok untuk Anak Autis)

Manfaat Mainan Edukatif Tradisional untuk Perkembangan Anak

Pada pembahasan sebelumnya, kamu sudah mengenali delapan mainan edukatif tradisional yang bisa asah kreativitas anak.

Dari mainan-mainan tersebut, sebetulnya kau bisa menerima banyak faedah, yang di antaranya ialah:

  • Mampu menstimulasi kemajuan anak dari segala faktor, salah satunya kesanggupan motorik
  • Meningkatkan kecerdasan intelektual anak
  • Melatih daya kreativitas anak
  • Melatih dan membuatkan kesanggupan anak dalam bersosialisasi
  • Meningkatkan kecerdasan emosi anak
  • Melatih kesadaran anak dalam sisi spiritual
  • Mengembangkan nilai sopan santun dalam diri anak
  • Mengajarkan dan melatih anak untuk bijak dalam memanfaatkan kekayaan alam yang ada disekeliling
  • Dan lain sebagainya.

Bagaimana, sangat banyak bukan faedah yang mampu anak dapatkan? Kamu tidak hanya asah kreativitas anak dengan mainan edukatif tradisional saja, namun kamu juga menerima segudang faedah lainnya.

Oleh alasannya itu, agar perkembangannya mampu terus berlangsung dengan baik, kamu perlu menjaga dan melindungi anak biar senantiasa sehat.

Terlebih, di tengah-tengah suasana pandemi virus corona mirip saat ini, bila daya tahan badan tidak baik, maka badan mu sangat rentan untuk terkena virus dan sakit.

Untuk itu, jaga senantiasa kesehatan dengan mengonsumsi sayur, buah, minum air putih yang cukup akan kian baik jika kau juga melindungi diri dengan asuransi kesehatan. Apabila kau belum mempunyai asuransi kesehatan tenang saja.

Pasalnya, sekarang kamu mampu mengajukan asuransi kesehatan dengan gampang dan cepat cuma di CekAja.com.

Di mana, CekAja.com ialah perusahaan financial technology yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Makara, tunggu apalagi? Ajukan sekarang, yuk!