0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Apa Pengobatan Berjemur Sinar Matahari Pagi? Cek Ulasannya Di Sini!

Paparan sinar matahari pagi dianggap sebagai waktu yang sempurna untuk berjemur. Hal ini bukan tanpa argumentasi mengenang bahwa tubuh manusia memerlukan vitamin D yang didapat dari sinar UVB alias ultraviolet B. Tidak hanya itu saja, faktanya masih ada banyak lagi manfaat berjemur sinar matahari pagi. Apa sajakah itu?

Manfaat Berjemur Sinar Matahari Pagi

Mitos vs Fakta Mengenai Matahari Pagi

Tak bisa disangkal, paparan sinar matahari memang mempunyai manfaat bagi insan, salah satu yang paling terkenal yaitu tubuh menerima vitamin D.

Namun disisi lain pula, sebagian orang menganggap jikalau panas matahari justru memiliki efek yang buruk bagi kesehatan kulit.

Nah agar enggak salah persepsi, berikut CekAja bagikan mitos vs fakta tentang manfaat berjemur sinar matahari pagi mirip yang dirangkum dari aneka macam sumber.

  • Paparan sinar matahari lebih baik di atas jam 11 pagi

Anggapan mirip ini jelas saja salah, dan justru berakibat fatal untuk kulit kamu.

Soalnya menurut beberapa pakar kesehatan, berjemur di atas pukul 11 pagi justru menghancurkan kulit dan menimbulkan risiko terkena kanker kulit makin meningkat.

Jadi, seharusnya jika kau ingin mendapatkan manfaat berjemur sinar matahari pagi kerjakan saat pukul 10 dengan usang waktu 15 menit.

  • Menggunakan lotion yang mengandung SPF

Ini adalah fakta yang seharusnya tidak boleh terlewat oleh kamu saat berjemur di bawah terik matahari.

Produk sun protection factor atau SPF bekerja efektif untuk melindungi kulit dari imbas jelek sinar matahari.

Jika menggunakan lotion dengan kandungan SPF 24, maka kulitmu akan terlindungi dari matahari sebesar 97 persen.

Sementara untuk lotion yang mengandung SPF 50 ke atas, akan memberikan tunjangan sampai 98 persen.

  • Perubahan permanen pada kulit bila terkena sinar matahari dalam waktu lama

Faktanya kulit mampu mengalami perubahan secara permanen balasan berjemur di bawah terik sinar matahari dalam waktu yang lama.

Hal ini dikarenakan kulit mengandung pigmen melanin, yang dihasilkan oleh melanosit, dimana fungsinya untuk memilih warna kulit seseorang.

Ketika kulit mengalami pergantian warna menjadi lebih gelap, ini mempunyai arti terdapat banyak pigmen melanin dalam tubuhnya.

Sementara kalau kulit putih atau sedikit lebih pucat, maka dapat dipastikan tubuhnya hanya memproduksi pigmen melanin dalam jumlah yang sedikit.

Namun yang perlu diingat ketika sel melanosit yang menciptakan pigmen melanin rusak, akan terjadi gangguan pigmentasi yang bisa saja mempengaruhi sebagian area kulit atau bahkan menyerang semuanya.

(Baca Juga: Biar Dompet Gak Boncos di Musim Corona, Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini)

“The Sunshine Vitamin” dari Matahari

Menurut laman Healthline, vitamin D yang dibuat oleh tubuh manusia ketika terpapar sinar ultraviolet B dari matahari akan melakukan pekerjaan efektif untuk menyerap kalsium dan fosfor. Dua mineral yang sangat penting bagi kesehatan tulang insan.

Itulah argumentasi mengapa banyak pakar kesehatan mengusulkan untuk berjemur dikala matahari sedang terik, yakni pukul 10 pagi.

Untuk kurun sekarang ini, mungkin hanya sebagian orang saja yang tetap melakukan kegiatan rutin berjemur di pagi hari.

Padahal, keperluan vitamin D untuk badan insan rata-rata berkisar 15 mikrogram per harinya.

Dan khusus orang yang berusia di atas 65 tahun, memerlukan setidaknya 25 mikrogram vitamin D.

Jika kebutuhan mikrogram ini tidak dipenuhi secara sempurna, kemungkinan terjadinya problem kesehatan bisa sungguh besar.

Seperti penyakit osteoporosis, obesitas, radang sendi, gagal jantung, bahkan kanker usus besar.

Sejumlah Manfaat Berjemur Sinar Matahari Pagi

1. Meningkatkan fungsi otak

Selain diketahui bagus untuk kesehatan tulang, rupanya faedah berjemur sinar matahari pagi juga menghipnotis kinerja otak.

Hal ini alasannya paparan matahari dapat meningkatkan fungsi kognitif, kesanggupan otak untuk membentuk dan memproses asumsi.

Tidak hanya itu saja, beberapa observasi juga menyampaikan sinar UVB yang terdapat pada matahari memicu pertumbuhan sel di hipokampus, salah satu bagian dari otak besar yang letaknya di lobus temporal, untuk mengontrol dan menyimpan berbagai memori.

2. Mengurangi risiko kanker

Percaya atau tidak, namun berdasarkan beberapa penelitian yang beredar paparan sinar matahari di dikala pagi hari dapat meminimalkan resiko seseorang terkena kanker payudara, prostat dan beberapa jenis kanker yang lain.

Hal ini lagi-lagi alasannya vitamin D yang menjadi sumber kunci bagi kesehatan tubuh.

Jumlah yang dianjurkan oleh masing-masing pakar kesehatan supaya manfaat berjemur sinar matahari pagi lebih optimal dikala pukul 10 pagi dengan usang waktu hingga 10 menit. Dan dikerjakan setidaknya tiga kali dalam sepekan.

Selain memenuhi kebutuhan vitamin D dari sinar matahari, kamu juga disarankan untuk mengonsumsi kuliner-masakan bergizi, mirip ikan tuna, salmon, telur, susu, dan sereal.

Meski imbas yang diberikan vitamin D untuk tubuh tergolong baik, tetap saja kau dihentikan mengonsumsinya secara berlebihan.

Pasalnya, dalam tingkat serius vitamin D justru menciptakan kerusakan fungsi organ, seperti ginjal dan paru-paru.

3. Efektif menurunkan darah tinggi

Manfaat berjemur sinar matahari pagi yang berikutnya yakni menurunkan tekanan darah. Fakta ini didapat sesudah banyaknya observasi yang dilaksanakan.

Dimana partisipan dengan penyakit darah tinggi diminta untuk berjemur selama kurang lebih 20 menit di bawah paparan sinar matahari.

Hasilnya, senyawa nitric oxide yang dilepaskan ke dalam pembuluh darah, efektif menolong menurunkan tekanan darah tinggi segera, sesudah sinar matahari masuk ke dalam pori-pori kulit.

Enggak hanya menurunkan darah tinggi saja. Seperti yang dikutip dari Wolipop Detik, berjemur di pagi hari juga dapat mempengaruhi umur seseorang, tergolong pula menurunkan risiko terkena serangan jantung dan stroke.

4. Memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah

Jangan takut gosong dikala berjemur di bawah terik matahari!

Soalnya sinar UVB yang juga menjadi sumber vitamin D pada matahari yang diandalkan efektif untuk menangkal penyakit kardiovaskuler.

Penyakit ini terjadi balasan adanya gangguan pada pembuluh darah dan jantung.

Untuk mencegahnya, kau mampu mempergunakan sinar matahari sewaktu pukul 10 pagi.

Karena di waktu tersebut, tubuh memproduksi vitamin D secara optimal untuk menolong mengaktifkan senyawa nitrit oksida, dan menurunkan risiko penumpukan plak serta kadar kolestrol di dalam badan.

Selain itu, vitamin D yang didapat dari hasil produksi badan ketika berjemur di terik matahari juga menolong otot jantung untuk lebih terstruktur memompa darah, serta meminimalkan peradangan akhir penumpukan lemak berlebih.

5. Memperbaiki dan memajukan mutu tidur

Terakhir faedah berjemur sinar matahari pagi ialah meningkatkan mutu tidur.

Hal ini dikarenakan buatan hormon melatonin di dalam tubuh mengalami rangsangan yang cukup signifikan, setelah terpapar matahari pagi.

Melatonin yaitu hormon yang terdapat dalam tubuh dimana fungsinya sendiri untuk mempertahankan siklus tidur manusia.

Hormon ini secara alami dibuat secara otomatis diantara pukul 11 malam sampai 3 dini hari.

Namun semakin bertambahnya usia, maka kesanggupan tubuh untuk menciptakan hormon melatonin ini justru menurun.

Makanya banyak peneliti yang mengusulkan biar insan memanfaatkan sinar matahari pagi, untuk membantu menutup produksi hormon melatonin di waktu pagi hari dan kembali sampai matahari terbenam lagi.

Tujuannya tidak lain agar badan mengetahui bahwa saat berjemur di bawah terik matahari yaitu citra yang terang, untuk tidak tertidur dan bukanlah malam hari.

Sehingga, proses biologis yang berpatok pada siklus 24 jam atau lebih diketahui ritme sirkadian kembali wajar dan ini juga kuat pada mutu tidurmu.

Nah, itulah kelima faedah berjemur sinar matahari pagi. Ingat, senantiasa sempatkan badan untuk menerima vitamin D setidaknya tiga kali dalam seminggu.

Ingin tambah perlindungan diri? Gampang loh!

Kamu hanya perlu ajukan asuransi kesehatan yang kini tersedia lengkap cuma di CekAja.com