0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Antisipasi Diri Sebelum Ramadhan Di Tengah Wabah Covid-19

Bulan Ramadhan pada tahun ini mungkin akan menjadi yang terberat sepanjang sejarah. Karena mesti dijalani di tengah pandemic penyebaran virus corona (COVID-19).

persiapan diri sebelum ramadhan

Akibatnya, umat muslim tidak mampu melakukan ritual keagamaan secara normal di bulan rahmat ini seperti tidak bisa melaksanakan shalat tarawih berjamaah di masjid, buka bareng , I’tikaf di masjid, silaturahim, dan aktivitas yang lain di luar rumah.

Akan tetapi, hambatan yang ada akibat penyebaran virus corona tersebut bukan kendala untuk tetap menyambut bulan suci Ramadhan dengan gegap gempita serta merencanakan diri untuk menyambutnya.

Agar ibadah di bulan Ramadhan nanti berjalan dengan hikmat, ada beberapa kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam menyambut hadirnya bulan suci Ramadhan:

Bertaubat

Sebagai insan, pasti tidak akan pernah luput dari salah dan khilaf yang berujung pada dosa. Oleh alasannya adalah itu, perlu menyucikan diri dengan bertaubat sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.

Mungkin kita sering melewatkan shalat lima waktu, bergosip, menyakiti hati orang lain, mendzolimi orang lain, dan tindakan tercela yang lain. Segala tindakan tersebut perlu ditinggalkan dan diganti dengan aktivitas yang jauh lebih baik dengan melakukan taubat.

Taubat yang perlu dikerjakan ialah sebenar-benarnya taubat. Dengan berkomitmen untuk tidak lagi mengulangi kesalahan dan dosa yang serupa di kemudian hari.

Perlu keteguhan hati untuk mengakui segala kesalahan dan khilaf. Serta kesepakatan diri yang berpengaruh untuk memperbaiki amal perbuatan di kemudian hari. Agar bisa menjadi insan yang lebih baik lagi.

Memperbaiki dan mengembangkan kualitas ibadah

Ini masih berhubungan dengan poin taubat. Apabila kita sudah berkomitmen untuk taubat, maka hal pertama yang harus dijalankan adalah memperbaiki kualitas ibadah dan meningkatkannya.

Bila sebelum Ramadhan shalat lima waktu masih sering bolong, jarang membaca Quran, tidak sering bederma, atau bahkan pada tahun-tahun sebelumnya sering meninggalkan puasa Ramadhan, maka menjelang Ramadhan tahun ini acara dan kualitas ibadah perlu semakin diperbaiki.

Kemudian, acara ibadah juga perlu ditingkatkan. Misal sebelumnya kita cuma terbiasa melakukan shalat wajib 5 waktu, maka perlu ditingkatkan dengan ditambah shalat sunnah mirip tahajud, dhuha, dan shalat Sunnah yang lain.

Terlebih lagi dikala Ramadhan ada shalat tarawih yang semestinya diusahakan untuk dijalankan hingga hari terakhir Ramadhan. Pada bulan Ramadhan acara membaca Quran juga mampu ditingkatkan dan diperbanyak. Sehingga setelah final Ramadhan akan makin sudah biasa untuk membaca Alquran.

Saling maaf memaafkan kesalahan dengan sesama

Kita niscaya pernah melaksanakan kesalahan yang menciptakan orang lain sakit hati. Sebelum hadirnya bulan Ramadhan, ada baiknya kita meminta maaf kepada orang yang pernah kita sakiti.

Karena saat ini kita tidak mampu bertemu secara fisik, undangan maaf bisa dilakukan lewat telepon ataupun video call. Sehingga bisa tetap bertatap tampang.

Selain itu, kita juga perlu memaafkan kesalahan orang lain yang mungkin pernah menyakiti kita. Karena dengan memaafkan mampu menciptakan hati dan jiwa menjadi lebih lapang.

Dengan saling maaf memaafkan kita mampu memasuki bulan suci Ramadhan dengan keadaan suci lahir dan batin. Karena tidak menyimpan dendam dan marah kepada orang lain.

Membayar utang puasa

Apabila kamu mempunyai utang puasa pada Ramadhan sebelumnya entah sebab sakit ataupun karena tiba bulan dan argumentasi syar’i lain yang diperbolehkan untuk membatalkan puasa, maka sebelum masuk ke bulan Ramadhan berikutnya, utang puasa tersebut harus dibayar terlebih dulu. Dengan mengganti puasa di hari lainnya atau disebut puasa Qadha sesuai dengan jumlah hari puasa yang batal.

Kewajiban mengeluarkan uang puasa ini tercantum di dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 184 yang memiliki arti:

(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kau ada yang sakit atau dalam perjalanan (kemudian beliau berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari lainnya.

Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati melakukan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Memanjatkan do’a jelang Ramadhan

Menjelang bulan ramadan, memperbanyak doa dan amal salah sangat direkomendasikan. Doa mampu menjadi media komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Doa yang dimaksudkan di sini adalah memohon kepada Allah SWT untuk dikarunia umur panjang, sampai berjumpa dengan bulan bulan mulia.

Pada persiapan menyambut ramadan, ada baiknya untuk berdoa kepada Allah SWT semoga dipertemukan dengan bulan ramadan semenjak enam bulan sebelumnya dan selama enam bulan selanjutnya juga berdoa supaya puasanya diterima oleh Allah SWT.

Berikut doa untuk menyambut bulan ramadan:

Allahumma Sallimni Ila bulan rahmat wa Sallim li bulan pahala wa Tasallamhu Minni Mutaqabbalan

Artinya:

“Ya Allah, antarkanlah aku sampai hingga Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 264)

Menyambut Ramadhan dengan riang besar hati

Bulan Ramadhan ialah bulan ampunan yang penuh ampunan. Pada bulan ini Quran diturunkan. Pintu-pintu taubat dibuka dan juga ada malam lailatul qadar yang lebih baik dari 1000 bulan. sehingga menjadi waktu yang sempurna untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Apabila umat muslim mengetahui keutamaan dan keutamaan bulan Ramadhan, niscaya berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan.

Namun, bulan Ramadhan hanya datang satu kali dalam satu tahun ialah pada bulan kesembilan dalam kalender hijriyah. Selain itu, kita belum pasti juga bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan pada tahun berikutnya.

Oleh alasannya adalah itu, seorang muslim seyogyanya mampu menyambut bulan Ramadhan dengan kondisi riang bangga dan sarat suka cita. Karena masih diberi kesempatan oleh Allah untuk bertemu bulan Ramadhan pada tahun ini.

(Baca Juga: Penting! 10 Persiapan Puasa ketika Corona yang Perlu Dilakukan)

Selain itu, kita juga diusulkan untuk berdo’a semoga mampu kembali dipertemukan dengan bulan Ramadhan di tahun selanjutnya.

Walaupun bulan Ramadhan tahun ini harus dijalani dalam kondisi yang memprihatinkan karena virus corona, tetapi bukan menjadi alasan untuk menyambut Ramadhan dengan kesedihan.

Semoga bulan Ramadhan bisa menjadi jalan dari dihapusnya wabah penyakit tersebut dari tampang bumi. Allah juga telah menjanjikan di dalam Quran bahwa setiap kesusahan pasti akan selalu disertai dengan kemudahan. Setiap peristiwa pasti ada pesan tersirat yang terkandung di dalamnya.

Oleh alasannya adalah itu, mari jadikan bulan Ramadhan tahun ini menjadi bulan Ramadhan terbaik yang pernah kita kerjakan dan mengisinya dengan acara ibadah yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Memperdalam ilmu agama

Ramadhan juga menjadi waktu yang sempurna untuk berguru dan memperdalam ilmu agama. Dengan memperdalam ilmu agama, bisa kian mendekatkan kita pada Allah swt.

Misalnya, bila kau belum mampu membaca Alquran dengan baik dan benar, maka tidak ada salahnya dan tidak usah aib untuk mencar ilmu mengaji di bulan Ramadhan. Sehingga setelah Ramadhan usai, bacaan Alquranmu mampu menjadi lebih baik dan tanpa kendala.

Saat ini banyak fasilitas dan sistem untuk memperdalam ilmu agama baik lewat buku-buku, menghadiri majelis kajian, ataupun lewat video keagamaan.

Namun, dalam mempelajari ilmu agama mesti didampingi dengan guru agar tidak salah langkah dan salah menafsirkan pemikiran agama yang mungkin dipelajari sendirian. Karena salah menafsirkan maksud dari perintah dan pedoman agama juga bisa menciptakan kita menyimpang dari maksud dan tujuan yang sebetulnya Allah perintahkan.

Belajar agama bisa dimulai dari yang paling dasar mirip belajar fiqih mulai dari bab bersuci ihwal tata cara wudhu dan yang lain. Lakukan semuanya secara bertahap.

Satu hal yang perlu dipahami yakni berguru agama bukan untuk menjadi yang paling tahu dan paling benar serta menilai orang lain yang belum tahu itu salah dan berdosa. Niatkan diri dalam mencar ilmu agama untuk memperbaiki kadar keimanan dan ibadah kita semoga mampu menjadi lebih baik, bukan untuk menghakimi orang lain yang belum baik. Karena orang yang belum paham agama justru harus kita bimbing dengan dakwah yang baik.

Melatih diri berpuasa di bulan Sya’ban

Aktivitas lain yang perlu dilakukan menjelang Ramadhan adalah dengan mencar ilmu dan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban.

Salah satu cara untuk merencanakan jiwa dan spiritual untuk menyambut Ramadhan yakni dengan jalan melatih dan memperbanyak ibadah di bulan sebelumnya, sekurang-kurangnyadi bulan Sya’ban ini mirip memperbanyak puasa Sunnat.

Memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban merupakan sunnah Rasul Shalallahu ‘alaihi Wassallam. Aisyah ra, ia berkata, “Aku belum pernah menyaksikan Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassallam berpuasa sebulan sarat kecuali bulan Ramadhan, dan saya belum pernah menyaksikan Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassallam berpuasa sebanyak yang beliau lakukan di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, dari Usamah bin Zaid r.a dia berkata, saya mengajukan pertanyaan, “Wahai Rasulullah, aku belum pernah melihatmu berpuasa pada bulan-bulan lain yang sesering pada bulan Sya’ban”.

Beliau bersabda, “Itu yakni bulan yang diabaikan oleh orang-orang, yaitu antara bulan Ra’jab dengan Ramadhan. Padahal pada bulan itu amal-amal diangkat dan dihadapkan kepada Rabb semesta alam, maka saya ingin amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Nasa’i dan Abu Daud serta dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah).

Mari bantu-membantu menyiapkan diri menyambut Ramadhan agar bisa menjadi ladang amal dan pahala. Sehingga sesudah Ramadhan nanti kita bisa menjadi langsung yang jauh lebih baik lagi.