0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Alat Deteksi Corona, Akankah Asuransi Menanggung?

Wabah virus Corona semakin mencemaskan tamat-selesai ini. Kenaikan jumlah orang yang terinfeksi juga naik semakin drastis. Dari update per 23 Maret 2020 sudah terkonfirmasi ada 308 ribu lebih masalah. Dari jumlah yang sangat banyak itu di dunia nyaris 95% mengalami gejala ringan saja. Dan cuma sekitar 5% yang mengalami kondisi kritis. Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan sembuh telah ada lebih dari 95 ribu masalah. Untuk kasus dengan kematian diperkirakan ada 13.069 kasus di seluruh dunia. Virus ini memang berasal dari kota Wuhan China, namun di sana pasien yang sembuh telah aneka macam. Bahkan untuk pertama kalinya China tidak mengalami penambahan perkara nanah virus Corona. 

alat-alat deteksi corona

Keadaan berbanding terbalik dengan wilayah di luar China. Virus Corona ini makin andal menyebar ke nyaris semua negara di dunia. Saat ini jumlah penderita alasannya adalah virus ini paling banyak berada di Italia. Bahkan simpulan-tamat ini angka kematian di Italia menjadi yang tertinggi memecahkan rekor angka maut di China, daerah virus itu berasal. Indonesia juga tidak luput dari serangan wabah virus Corona ini. Tercatat telah ada 579 orang yang konkret terinfeksi virus Corona, yang sembuh ada 30 orang dan meninggal dunia ada 49 orang. Lonjakan pasien yang terinfeksi membuat pemerintah mesti cepat tanggap dalam menanggulangi kasus wabah virus Corona ini. 

Penyebaran virus Corona

Beberapa kebijakan pemerintah sudah diluncurkan dalam mengatasi dilema ini. Mulai dari liburnya belum dewasa sekolah, kantor dan kawasan wisata ditutup, hingga tawaran melakukan pekerjaan dari rumah. Ini berkhasiat untuk menekan penyebaran virus Corona. Penetapan ODP dan PDP pun semakin banyak seiring dengan banyaknya orang-orang yang melaksanakan perjalanan keluar negeri atau melaksanakan kontak eksklusif ke penderita faktual infeksi virus Corona. Nah bila kita merasa sudah melakukan salah satu hal diatas maka sebaiknya kamu isolasi diri kamu sendiri selama 14 hari. Jika selama 14 hari terdapat gejala-tanda-tanda yang mengarah ke penyakit pandemi ini kamu harus melakukan serangkaian tes untuk mengenali apakah konkret atau negatif jerawat virus corona. Beberapa orang mulai menanyakan bagaimana mekanisme tes Corona itu? Apa saja alat-alat deteksi Corona itu? Apakah nantinya asuransi akan menanggung biayanya?  

(Baca Juga: Cek Harga Tes Corona di Berbagai Balai Pengobatan)

Karena jikalau tidak dikerjakan tes, penduduk cuma menebak nebak saja keadaan mereka dan naasnya bila tak menawarkan gejala namun ternyata nyata. Tentu ini yang ditakutkan, sedangkan kalau telah melaksanakan tes, maka kita mampu lebih waspada dan sadar dengan kondisi kita. Jikalau faktual maka akan melakukan isolasi, dan bila negatif maka akan makin memberlakukan hidup sehat lagi.

Dengan banyaknya pertanyaan seputar tes ini maka kita akan menjajal membantu menerangkan alat-alat deteksi Corona dan rangkaian tesnya hingga asuransi apa saja yang mampu menanggungnya. Yuk kita simak penjelasannya berikut ini.

Ketika kamu ingin melakukan tes Corona memang bisa dilakukan secara berdikari atau hasratsendiri tanpa rujukan dokter. Apalagi jikalau kau merasa ada riwayat perjalanan ke luar negeri di mana itu merupakan negara terjangkit atau telah melaksanakan kontak pribadi dengan penderita nyata bengkak virus Corona. Serangkaian tes yang mau kau jalani meliputi beberapa alat. Alat-alat deteksi Corona yang digunakan oleh media antara lain:

Termometer

Termometer adalah alat untuk mengukur suhu badan insan. Suhu tubuh manusia cukup umur normal berdasarkan observasi yaitu sekitar 37°C tapi ini akan naik turun seharian atau tidak tetap. Suhu tubuh juga bisa dipengaruhi alasannya adalah cuaca panas, sesudah berolahraga atau berpakaian tebal akan mengembangkan suhu tubuh insan. Termometer analog atau digital akan menunjukkan data yang positif wacana suhu badan. Nah salah satu indikasi terjangkit penyakit Covid-19 alasannya virus Corona ini yakni demam. Namun tidak semua demam juga ditentukan terinfeksi virus Corona. Demam yakni prosedur badan untuk menemukan penyusup yang masuk ke badan dan tubuh jadinya akan berupaya untuk memajukan suhu badan demi melawan penyusup tersebut. Skrining thermal mirip ini memang bukan menjadi landasan yang besar lengan berkuasa menyampaikan orang terinfeksi Corona. Tapi ini bisa menjadi langkah pertama untuk mendeteksi apakah akan dilakukan tes atau tidak. Karena jangan sampai kita kecolongan ya, merasa baik baik saja tetapi ternyata suhu tubuh tak wajar .

X-Ray

Pemeriksaan selanjutnya ialah pemindaian paru-paru memakai X-Ray. Karena virus Corona menyerang metode pernapasan maka dilakukan pemindaian paru-paru beserta terusan pernapasannya ini. Gejala serius dari penyakit ini adalah adanya pneumonia yang bisa ditunjukkan oleh hasil X-ray paru-paru. Dengan mengetahui hasil X-ray paru kita mampu menyaksikan apakah ada kerusakan atau peradangan pada tata cara pernapasan. Namun perlu di ingat ya bahwa hasil X-ray paru-paru tidak mampu mendeteksi apakah dalam tubuh ada virus Corona atau tidak. Alat-alat deteksi Corona seperti X-Ray ini cuma menjadi penunjang saja. Jadi sebisa mungkin kerjakan tes lanjutan jika kamu mendapati paru paru tidak normal, alasannya adalah ini akan semakin menunjang hasil pemeriksaan.

Blood test

Cek darah juga menjadi serangkaian tes untuk tes deteksi virus corona. Darah akan diambil dan di tes untuk dikenali apakah ada racun dalam tubuh, fungsi organ berlangsung baik atau tidak sampai kesehatan secara menyeluruh. Alat tes darah ini juga dipakai untuk menunjang kondisi dari pasien yang diduga terinfeksi virus Corona. Kaprikornus silahkan pergi ke rumah sakit yang menjadi tumpuan penanganan pandemi ini dan lakukanlah cek darah semoga karenanya lebih akurat.

PCR 

Tes menggunakan alat-alat deteksi Corona mirip PCR ini yang paling efektif untuk mendeteksi adanya virus Corona dalam tubuh atau tidak. Metode ini tingkat akurasinya sungguh tinggi. Namun pengerjaannya perlu waktu 3-4 hari. Usapan dari hidung atau tenggorokan diambil untuk dites. Jaringan yang diambil ini akan di bacakan RNA nya apakah ada yang identik dengan versi virus Corona ini. Jika ada yang identik maka orang tersebut dibilang kasatmata terinfeksi virus Corona.  

Rapid Test

Rapid test menjadi hal yang sungguh dinanti sebab kini pemerintah mencoba untuk melakukan opsi tes massal dalam menanggulangi wabah virus Corona. Pada rapid test ini dibutuhkan untuk mengenali hasil investigasi tidak selama menggunakan PCR. Memang rapid test bermaksud untuk tes massal dengan hasil yang cepat. Alat ini memiliki tingkat sensitivitas yang rendah. Alat ini juga menggunakan sampel darah untuk diuji. Waktu yang diperlukan bagi alat rapid test ini cuma 15-20 menit untuk mengetahui apakah terpapar virus atau tidak. Pemerintah mengklaim sudah memesan lebih dari 500.000 alat tes ini. Namun rapid test ini mampu menawarkan hasil “false negative” dimana yang bekerjsama konkret malah memperlihatkan hasil negatif. Sedangkan yang nyata mungkin ialah pasien yang telah sembuh. Ini disebabkan rapid test hanya berdasarkan pada antibodi yang dihasilkan badan dikala ada virus terdeteksi. Pasien yang sudah sembuh sudah niscaya membentuk antibodi untuk virus Corona itu dan itu akan terlihat selaku faktual di rapid test.

Rapid Test di Toko Online

Setelah Presiden mengumumkan akan berbelanja alat rapid Test untuk tes massal jerawat virus Corona ini tiba-datang di pasar e-commerce Indonesia ramai, karena ada yang menjual alat rapid test ini mulai dari harga Rp1 juta. Penjelasan yang disebutkan hanya mengatakan bisa menampilkan hasil hanya dengan waktu 2-10 menit. Sayangnya tidak ada penjelasan lanjut perihal alat ini. Keaslian dan efektivitasnya juga masih disangsikan. Tindakan semacam ini tentu sungguh disayangkan, seolah membuka lahan bisnis di tengah tragedi. Seperti halnya masker dan hand sanitizer yang harganya meroket pun telah menciptakan penduduk mengelus dada. Tapi alangkah baiknya masyarakat yang memang sedang panik dan sebagian mungkin merasa cemas, janganlah berbelanja rapid test di sembarang tempat, jikalau mau tes, ya bisa tes saja ke rumah sakit, kan kesannya lebih bisa dipertanggungjawabkan. Jangan alasannya malu melakukan tes, maka kau memilih tes di rumah dan membeli alat rapid tes sendiri. Ingatlah bahwa Corona bukan aib, justru bila kita terbuka, maka kita akan menolong lebih banyak orang.

Biaya tes virus Corona

Nah itu dia alat-alat deteksi Corona yang digunakan oleh medis selama ini. Ketika akan melaksanakan serangkaian tes tentu membutuhkan ongkos. Ada banyak kabar tentang ongkos untuk tes virus Corona ini. Beberapa menyebutkan bila tes mesti mengeluarkan uang mulai dari Rp250.000 sampai Rp750.000. Ada pula yang menyebutkan akan dibayar oleh negara. Kaprikornus mana nih yang benar? Daripada gundah yuk simak penjelasan di bawah ini.

Pengecekan untuk tahu apakah kita terpapar virus Corona atau tidak memang masih dikabarkan menelan ongkos yang banyak. Namun itu akan didanai oleh negara. Tak hanya oleh negara, klaim asuransi pun akan menanggung ongkos pengecekan ini. Selama ini memang asuransi dikatakan mampu menanggung biaya perawatan bagi yang terjangkit virus Corona ini. Tentu saja sesuai dengan ketentuan masing-masing asuransi. Rata-rata pihak asuransi merekomendasikan untuk mengambil polis komplemen untuk infeksi virus Corona ini dan  klaim dijalankan selama era tertentu dari permulaan tahun sampai bulan Maret ini. 

(Baca Juga: Sabun atau Hand Sanitizer? Mana yang Lebih Efektif?)

Makara asuransi akan membayarkan biaya untuk tes Covid-19 ini. Misalkan saja asuransi kesehatan Prudential yang mengatakan bahwa semua biaya tes Covid-19 akan ditanggung hingga dengan biaya rawat inap kalau harus rawat inap. Prudential juga akan menanggung tes bagi nasabah yang memegang polis PRUWorks. Sudah banyak asuransi kesehatan yang memberikan dukungan perhiasan bagi nasabah yang terinfeksi virus Corona ini. Karena memang banyak masyarakat yang mempertanyakan hal ini, bahkan untuk BPJS pun masyarakat berharap pemerintah mampu menciptakan kebijakan baru semoga BPJS Kesehatan mengcover pasien Corona.

Dengan mengambil bantuan pemanis ini maka berbagai faedah yang bisa diambil. Asuransi seperti Prudential, Manulife, AIA, FWD dan lainnya memberikan tunjangan mulai dari tes hingga pengobatan bahkan jika hingga meninggal dunia. Jadi secepatnya hubungi perusahaan asuransimu dan pilih sumbangan suplemen untuk virus Corona ini biar kau lebih tenang. Karena bukan belakang layar lagi bahwa perawatan untuk pasien yang terjangkit Corona terbilang mahal. Dengan mengambil asuransi aksesori, maka kalau kemungkinan terburuk terjadi, semua akan mampu dijalani dengan lebih hening, dan tidak memperbesar masalah finansial untuk keluargamu.

Jangan lupa mililki asuransi kesehatan untuk kamu dan juga keluarga untuk menghadapi bahaya virus yang terus menyebar! Miliki sekarang di Cekaja.com.