0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Agar Tidak Serangan Jantung Dikala Bersepeda, Amati Beberapa Hal Berikut Penting!

Agar tidak serangan jantung dikala bersepeda, maka kau diharuskan untuk mengikuti beberapa tips kondusif apalagi dahulu, guna menghindari hal-hal yang tidak diharapkan. 

Dapat dikatakan bahwa, terjadinya serangan jantung dikala bersepeda bukanlah hal yang gila. Bahkan, peristiwa satu ini memang kerap dialami bahkan sebelum bersepeda itu sendiri menjadi aktivitas yang hits di kelompok penduduk .

Meski begitu, tidak dapat dibantah juga bahwa bersepeda merupakan olahraga yang mempunyai segudang manfaat, khususnya untuk menurunkan resiko penyakit kronis, mirip diabetes tipe 2 dan stroke. 

Dilansir dari situs alodokter.com, sebuah studi menunjukan bahwa bersepeda sekitar 32 kilometer per minggu, dapat meminimalkan resiko terkena penyakit jantung hingga 50 persen, jikalau ketimbang mereka yang tidak bersepeda.

Sementara itu, melakukan acara bersepeda setiap 30 menit per hari, ternyata bisa disamakan dengan hasil yang setara, saat kau mengikuti kelas aerobik sebanyak tiga kali seminggu. 

Akan tetapi, melaksanakan kegiatan bersepeda dengan cara yang salah juga mampu meningkatkan resiko untuk beberapa penyakit, seperti penyakit jantung.

(Baca Juga: Tips Pemanasan Sebelum Bersepeda)

Oleh alasannya itu, biar tidak serangan jantung dikala bersepeda, kamu tetap perlu mengikuti beberapa protokol kesehatan terlebih dulu, seperti yang hendak kita bahas kali ini.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Bersepeda

1. Ketahui Kemampuan Fisik

Dokter spesialis Jantung di RS Jantung Binawaluya, dr. Dian Larasati Munawar, SpJP mengungkapkan bahwa sebenarnya, bersepeda itu sendiri merupakan salah satu olahraga yang disarankan. 

Hanya saja, sebelum bersepeda alangkah baiknya kalau kau memperkirakan kesanggupan fisik terlebih dulu. Sebab, hal tersebut juga bisa digunakan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mirip terkena serangan jantung.

Pada prinsipnya, olahraga apapun itu tidak akan menyebabkan serangan jantung. Namun yang sering terjadi yakni, saat seseorang tidak tahu bahwa dia memiliki riwayat penyakit jantung. 

Sehingga, mereka tetap pribadi melaksanakan olahraga dengan intensitas berat, yang pada risikonya justru mengembangkan resiko penyakit jantung itu sendiri.

Maka dari itu, untuk orang-orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, lebih disarankan untuk menyingkir dari olahraga yang bersifat kompetitif, mirip bulu tangkis, voli, bersepeda rombongan, dan lain-lain. 

Sebaliknya, lakukanlah olahraga ringan yang tidak membahayakan, mirip senam atau jalan sehat.

2. Melakukan Tes Kesehatan

Agar tidak serangan jantung ketika bersepeda, maka diusulkan untuk melakukan tes kesehatan apalagi dahulu sebelum melakukan kegiatan olahraga. 

Biasanya, pemeriksaan di rumah sakit dilakukan dengan melalui treadmill test, untuk mengetahui tingkat stamina seseorang, apakah ada gangguan irama jantung, serta gangguan penyempitan darah.

Selain itu, orang yang melakukan treadmill test juga akan diminta untuk berlangsung di atas treadmill tersebut, supaya dokter mampu mengawasi keadaan jantungnya. 

Pada nantinya, dari tes itulah kita bisa mengetahui sekiranya jenis olahraga apakah yang paling sesuai dengan badan dan berapa lama ia bisa melakukan olahraga itu, termasuk usulan apakah orang tersebut mampu untuk melakukan olahraga bersepeda atau tidak.

3. Perhatikan Intensitas Olahraga

Agar tidak serangan jantung dikala bersepeda, maka pastikanlah bahwa intensitas olahraga yang dilaksanakan tidak terlampau berat.

Ketika sudah terdapat unek-unek di dada, mirip merasa ngos-ngosan dan lainnya, maka segeralah berhenti dan jangan memaksakan diri. 

Selain itu, Dian juga mengatakan bahwa orang yang mempunyai penyakit jantung maupun penyakit bawaan lainnya, seperti diabetes dan hipertensi, ada baiknya jikalau mengerjakan pemeriksaan kesehatan apalagi dulu, sebelum mulai melaksanakan acara olahraga, termasuk bersepeda.

Orang-orang yang telah usang tidak berolahraga namun ingin kembali memulai olahraga juga dianjurkan melakukan tes kesehatan, utamanya untuk laki-laki yang sudah berusia di atas 45 tahun dan wanita yang sudah berusia di atas 55 tahun.

4. Lakukan Pemanasan

Dalam jenis olahraga apapun, melaksanakan pemanasan sangatlah penting, utamanya semoga tidak serangan jantung ketika bersepeda. 

Akan namun, tampaknya banyak orang yang memiliki pemahaman keliru terkait pemanasan atau stretching sebelum olahraga. 

Pemanasan yang terkadang dilakukan oleh orang yaitu dengan melaksanakan peregangan badan atau gerakan ringan pada aneka macam anggota tubuh, mirip tangan, kaki, pinggul, dan lainnya, layaknya senam.

Namun, pemanasan yang bagus semestinya dijalankan dengan mulai melaksanakan olahraga secara perlahan terlebih dahulu, sehingga jantung mempunyai waktu yang cukup untuk bersiap jika dihadapi dengan acara olahraga yang lebih berat. 

Agar tidak serangan jantung saat bersepeda, maka kerjakan pemanasan dengan mengayuh sepeda secara perlahan apalagi dahulu, dan jangan langsung mengayuhnya dengan begitu cepat.

Kayuh sepeda secara perlahan hingga kondisi jantung sudah dalam kondisi stabil. Selain itu, jikalau kamu gres pertama kali bersepeda, usahakan untuk tidak eksklusif mengambil jarak jauh.

Mencegah Serangan Jantung Saat Bersepeda

Agar tidak serangan jantung ketika bersepeda, maka Jantung harus dilatih secara bertahap sehingga tidak ‘kaget’ alasannya adalah pribadi diforsir, terutama dikala bersepeda jarak jauh. 

Dilansir dari konta.co.id, Dian Zamroni, selaku Dokter Spesialis Jantung di Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, mengungkapkan bahwa beberapa gejala permulaan serangan jantung yang kerap terjadi ketika berolahraga, dalam hal ini adalah bersepeda.

Adapun kondisi ini biasanya terjadi dan ialah variasi antara faktor bawaan (jenis kelamin, usia, keturunan), riwayat penyakit, dan kerja jantung yang melampaui kemampuan.  

Nah, tanda-tanda tersebut biasanya akan dimulai dari rasa nyeri di dada. Sata itu, dada akan terasa sakit serta berat, seperti ditindih. 

Kemudian, menjalar ke lengan kiri hingga ke punggung, sesak napas, mengeluarkan keringat hambar, persepsi menjadi gelap, dan sehabis itu pingsan. 

Tetapi, sebelum hingga ke sana, lazimnya penderita juga telah mengalami gejala lainya, alasannya adalah anutan darah ke jantung yang terganggu. Pada saat itu, maka dia akan secara otomatis merasa sesak dan sakit dada.

Umumnya, tanda bahwa jantung telah mulai kecapekan, serta tidak mendapatkan supply darah yang sebaiknya dibutuhkan, tidak jauh berlainan saat seseorang merasa lelah balasan olahraga lainnya.

Tanda-tanda itu seperti dada yang terasa berat, hingga nafas yang tersengal-sengal. Oleh karena itu, harap berhati-hatilah.

(Baca Juga: Asuransi Kesehatan untuk Penyakit Jantung)

Guna menangkal biar tidak serangan jantung saat bersepeda, ada baiknya kalau tidak memaksakan diri bila badan sudah terasa letih. 

Namun, ketika bersepeda dengan berkelompok, kerap kali kita tidak bisa untuk mengimbangi. Tetapi, terpaksa untuk mengikuti agar tidak tertinggal di belakang. Padahal bergotong-royong keadaan tubuh tidak mampu melakukan itu.

Kaprikornus, direkomendasikan apabila dada telah terasa sesak, segeralah berhenti dan beristirahat, karena bisa menawarkan dampak yang berbahaya. 

Nah, selain senantiasa mempertahankan kesehatan biar tidak serangan jantung saat bersepeda, menawarkan perlindungan tambahan mirip asuransi kesehatan juga tak kalah pentingnya lho. 

Sebab, hadirnya asuransi kesehatan akan memberikanmu perlindungan dalam hal finansial kalau suatu saat kamu membutuhkan biaya pengobatan atau penanganan rumah sakit atas persoalan kesehatan yang dialami.

Terutama, untuk kamu yang mempunyai riwayat penyakit jantung, alasannya adalah ada beberapa asuransi kesehatan yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan check up dan kontrol kesehatan rutin lho. 

Belum memiliki asuransi kesehatan? Jangan pula cemas. Karena, CekAja.com hadir untuk memberikanmu pemberian. 

Selain bisa dipakai untuk melakukan pengajuan asuransi, CekAja.com juga mampu melaksanakan perbandingan, ihwal acara asuransi manakah yang sekiranya paling cocok dengan keperluan, dan kemampuan dalam mengeluarkan uang premi. 

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk segera ajukan asuransi kesehatan hanya di CekAja.com.