0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

Agar Gak Cemas, Yuk Selektif Dalam Memilah Isu Dikala Corona Melanda

Penyebaran virus novel corona diprediksi oleh beberapa ahli bakal berakhir di bulan Juni tahun ini. Jika itu benar terjadi, artinya seluruh dunia masih harus berperang selama 2 sampai 3 bulan ke depan. 

Biar Gak Panik, Yuk Selektif Dalam Memilah Informasi Saat Corona Melanda

Hingga saat ini, jumlah korban yang terjangkit virus tersebut telah meraih 723.700 orang.

Selain itu, masih ada korban lain yang tidak tercatat, adalah mereka yang terkena efek dari berita bohong masa Covid-19 masih mewabah.

Jumlah tertinggi penderita Covid-19 dikala ini berada di Amerika Serikat (AS). Setidaknya sekitar 143 ribu orang terjangkit virus novel corona.

Di Indonesia sendiri, jumlah penderitanya juga terus bertambah signifikan. Meskipun tidak sebanyak AS ataupun Cina, namun sekitar 1.285 orang dilaporkan positif terserang virus novel corona.

Sementara untuk jumlah orang yang berhasil sembuh, sebanyak 64 orang dilaporkan pulang dari rumah sakit dalam keadaan sehat.

Jika dilihat secara global, jumlah korban yang sukses pulih di seluruh dunia mencapai 152 ribu.

Artinya persentase kesembuhannya bisa mencapai 21% dari total jumlah orang yang terjangkit.

Penyebaran virus novel corona memang menenteng kegelisahan. Banyak orang yang tidak terserang juga bisa sakit loh karena corona.

Mereka ini kebanyakan terjangkit sisi psikologisnya balasan derasnya pemberitaan negatif tentang corona.

Hal tersebut dinamakan gangguan psikosomatik alias keadaan badan yang terganggu balasan anggapan.

Nah buat kamu yang sedang work from home (WFH), supaya tidak terjangkit psikosomatik simak 3 kiat jitu berikut.

(Baca juga: Cek Situs Informasi Penyebaran Corona Real Time)

1. Ambil berita dari sumber yang terpercaya

Berseraknya berita tentang Covid-19 di media umum membuat cemas banyak orang. Padahal berita tersebut terkadang belum diverifikasi kebenarannya.

Bahkan ada juga informasi yang tidak mampu diverifikasi. Karena ternyata sumber gosip yang digunakan bukanlah dari sumber resmi.

Namun sebab luasnya cakupan auedience media info, membuat info yang belum terperinci itu telah tersebar ke khalayak.

Sayangnya, cepatnya distribusi isu tidak disambut juga dengan cepatnya penyaringan informasi. Akibatnya terjadi gelagapan teknologi.

Banyak orang yang akhinya “termakan” oleh info tersebut dan menjadi panik.

Informasi yang di media umum biasanya diawali dengan Info dari Kapolri, atau Info dari Dokter.

Informasi tersebut sengaja menyematkan nama seorang tokoh atau profesi yang mempunyai keterkaitan dengan topik bohong yang akan disampaikan.

Gunanya untuk memberikan bahwa seperti gosip tersebut benar. Maka biasakanlah untuk menyaring isu dan melakukan cross check ke berbagai sumber.

Misalnya kamu bisa langsung cek di televisi ataupun di akun resmi, apakah benar Kapolri ataupun Dokter yang dimaksud memberikan pernyataan tersebut.

Karena mampu jadi info yang disampaikan melalui media sosial, tidak disajikan secara sarat . Tujuannya biar audiencenya terkecoh.

2. Biasakan untuk membaca secara utuh berita yang disampaikan

Kebanyakan orang terbiasa melihat dari judulnya saja. Padahal untuk mampu menangkap maksud dan berita yang dimaksud kamu harus membacanya secara utuh, tidak cukup hanya dari judulnya saja.

Ambil informasi dari sumber yang terpercaya - Biar Gak Panik Yuk Selektif Dalam Memilah Informasi Saat Corona Melanda

Hal itu dimaksudkan agar tidak terjadi mispersepsi. Karena bisa jadi isi yang ada dalam info tersebut bukanlah seperti judulnya. Judul dibuat sebagus mungkin untuk mengembangkan minat pembaca.

Budayakan untuk membaca secara sarat . Karena dengan begitu, kau sudah ikut membantu mencerdaskan penduduk .

(Baca juga: Biar Dompet Gak Boncos di Musim Corona, Tinggalkan 5 Kebiasaan Ini)

3. Ada 305 hoaks terkait corona

Hingga ahad kemudian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan terdapat 305 info hoaks seputar corona yang sudah teridentifikasi.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa terdapat banyak sekali isu yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya dan telah disantap oleh penduduk .

Oleh sebab biasakan untuk membaca dari berbagai platform informasi. Jangan percaya dengan isu yang bergulir di media umum hingga media-media nasional menginformasikannya.

Apalagi, media bekerja menurut arahan etik dan senantiasa melaksanakan check and balance. Jadi isu yang ada di media bisa dijamin kebenarannya.

Budayakan membaca dengan baik. Lalu kamu sebarkan dengan baik pula. Selain itu, sebarkan gosip yang positif untuk membangun optimisme bangsa ini.

Nah sambil berselancar di dunia maya, kamu juga bisa menambah penghasilan kamu.

Caranya yakni dengan mengumpulkan berita untuk mengawali perjuangan secara mampu berdiri diatas kaki sendiri. Butuh modal? Jangan ragu, olok-olokan saja bantuan di aplikasi Kredivo ataupun JULO, lewat layanan CekAja.com