0 produk di keranjang belanja Anda
No products in the cart.

9 Tradisi Tahun Gres Islam Di Indonesia, Mulai Dari Yang Unik Hingga Sakral

Tradisi tahun gres Islam di Indonesia sejatinya berlawanan-beda dari kawasan ke wilayah yang lain. Sebab, Indonesia yang notabene sebagai negara kepulauan memang memiliki segudang perbedaan yang tak mampu dihindarkan.

Berbeda wilayah, maka berbeda pula budaya atau tradisi yang dianut, termasuk dalam hal memperingati tahun baru Hijriah yang jatuh pada hari Kamis, 20 Agustus 2020. Lalu kira-kira, apa saja sih tradisi tahun baru Islam di Indonesia? Yuk kita simak tolong-menolong.

Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia

Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa tradisi tahun gres Islam dari berbagai tempat yang ada di Indonesia, sebagaimana berikut ini:

1. Yogyakarta – Mubeng Beteng

Tradisi tahun gres Islam di Indonesia yang mau kita bahas pertama berasal dari Yogyakarta, yang diberi nama Mubeng Beteng atau Lampah Mubeng.

Tradisi ini umumdilaksanakan dengan para abdi dalem Punokawan, Keprajan, dan prajurit keraton yang mengeliling benteng keraton di malam hari dengan mengenakan busana adat Jawa peranakan, namun tanpa menjinjing keris dan tidak beralas kaki.

(Baca Juga: Rekomendasi Buku Filsafat Islam Terbaik)

Pada dikala menjalani ritual, para peserta tidak boleh berbicara satu sama lain, dan cuma diperbolehkan untuk memanjatkan doa permohonan keselamatan lahir dan batin serta kemakmuran bagi diri sendiri, keluarga, dan bangsa.

Disisi lain, tradisi Mubeng Benteng ini juga dijadikan sebagai fasilitas penilaian terhadap segala perbuatan di tahun kemudian. Unik banget ya!

2. Solo – Kirab Kebo dan Pusaka

Tradisi tahun baru Islam di Indonesia berikutnya berasal dari Solo. Sebagai salah satu kerajaan Islam, Kasunanan Surakarta hingga saat ini masih menyelenggarakan tradisi dalam rangka menyambut tahun gres di bulan Muharram, diantaranya ialah Kirab Kebo Bule Kyai Slamet dan Pusaka.

Bukan hanya sekedar tradisi, acara ini pun juga nyatanya bisa menawan bersemangat masyarakat lokal dan turis yang tengah berkunjung.

Di dalam tradisi Kirab, benda pusaka peninggalan Dinasti Mataram, mirip tombak, keris, dan sebagainya, diarak sembari dikawal oleh Kebo Bule.

Sedangkan untuk Kebo bulenya itu sendiri, merupakan hewan kesayangan susuhunan (sunan). Tak hanya itu, kerbau juga dianggap selaku lambang rakyat kecil, terutama petani. Sehingga, hal ini dibutuhkan mampu menawarkan kemakmuran untuk rakyat di tahun gres.

Bahkan pada ketika menjalani tradisi, penduduk juga berebut untuk menyentuh kotoran dari kerbau ini lho, alasannya adalah diandalkan bisa menenteng berkah.

3. Pati – Barik’an

Ada tradisi khusus yang dilestarikan oleh penduduk Pati dalam menyambut Tahun Baru Islam hingga dikala ini, ialah yaitu Barik’an.

Tradisi ini mencakup acara kenduri bersama, yang mana warga setempat akan membawa nasi serta lauk dari rumah untuk didoakan, sebagai bentuk rasa syukur atas berkah yang diberikan oleh Allah SWT sekaligus memohon keamanan.

Nah, sesudah memanjatkan doa, maka aktivitas dilanjutkan dengan menggelar makan bareng sembari saling bertukar lauk satu sama lain, guna mengembangkan kerukunan dan saling menyayangi antar warga. Sungguh kegiatan yang begitu hangat.

4. Bengkulu – Upacara Tabot

Tradisi tahun baru Islam di Indonesia selanjutnya berasal dari Bengkulu, yang mana sekaligus menjadi wadah untuk mengenang kepahlawanan dan kematian Husein bin Ali Abu Thalib, cucu dari Nabi Muhammad SAW, di medan perang Karbala, Irak.

Pada awalnya, upacara satu ini dibawa oleh penyebar agama Islam di Punjab, India, ke Indonesia dikala kurun penjajahan Inggris.

Upacara Tabot mengandung 2 faktor, yakni aspek ritual dan faktor non ritual. Nah, untuk aspek ritual, upacara cuma mampu dilakukan oleh keluarga dengan garis keturunan tertentu yang telah memenuhi sejumlah syarat tertentu juga. Sedangkan untuk faktor non ritual, aktivitas mampu diikuti oleh masyarakat lazim dengan bebas.

Namun, masyarakat setempat percaya bahwa jika mereka tidak melakukan tradisi ini, maka musibah dan peristiwa akan tiba.

Saat ini, upacara tabor menjadi bazar khusus di bulan Muharram yang digelar oleh pemerintah Provinsi Bengkulu dengan dimeriahkan oleh berbagai perlombaan, mulai dari tari kreasi, rebana, hingga pukul gendang bagi bawah umur.

5. Jawa Barat – Tradisi Bubur Suro

Dalam rangka menyambut tahun baru Islam, masyarakat Jawa Barat memiliki suatu tradisi yang diberi nama tradisi Bubur Suro. Serupa dengan Upacara Tabot di Bengkulu, tradisi Bubur Suro ini juga dilaksanakan guna memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad dikala perang.

Pada tanggal 10 Muharram, penduduk setempat akan merencanakan bubur merah dan bubur putih yang disuguhkan secara terpisah, atau yang dikenal sebagai bubur Suro ini.

Kemudian, bubur yang sudah jadi akan dibawa ke masjid terdekat berbarengan dengan hidangan yummy lainnya.

6. Garut – Pawai Obor

Tradisi tahun baru Islam di Indonesia berikutnya berasal dari daerah Garut. Sesuai dengan namanya, sesudah pelaksanaan sholat Isya sampai malam, warga Garut akan berkeliling di beberapa jalanan protokol sambil menjinjing obor.

Walaupun rute yang diambil cukup jauh, banyak masyarakat dari kelompok muda yang umum antusias dalam mengikuti aktivitas.

Tak hanya itu, iringan sholawat yang turut didukung oleh bunyi tabuh bedug menciptakan pawai obor semakin meriah.

Setelah pawai final digelar, maka selanjutnya akseptor akan mendengarkan ceramah dari ulama lokal di halaman Masjid Agung Garut.

7. Magetan – Ledug Suro

Di Magetan, dalam rangka menyambut tahun gres Islam, warga lokal akan menyelenggarakan suatu tradisi bernama Ngalub Berkah Bolu Rahayu, yang diandalkan mampu membawa rejeki.

Nah, Ledug Suro ini akan dikerjakan satu minggu sebelum jatuhnya tahun gres Islam dan tahun baru Jawa.

Acara akan dimulai dengan lomba lesung bedug yang disertai oleh masyarakat sekitar serta dimeriahkan dengan berbagai program seru yang lain, seperti tari tradisional, jalak lawu, wayang kulit, reog, dan masih banyak lagi.

Setelah itu, program akan diakhiri dengan kirab atau munculnya roti bolu berupa lesung dan bedug di tengah kota Magetan.

Bukan cuma sebagai tradisi biasa, Ledug Suro ini juga dikerjakan sebagai bentuk syukur penduduk lokal terhadap Allah SWT atas berkah dan rejeki yang telah diberikan.

8. Sukabumi – Ngadulag

Tradisi tahun gres Islam di Indonesia selanjutnya berasal dari Sukabumi yang diberi nama Ngadulag. Bukan hanya dalam menyambut tahun gres Hijriah saja, tradisi ini juga sekaligus dimanfaatkan untuk melestarikan seni rampak bedug.

Karenanya, tradisi Ngadulag ini mampu pula diartikan sebagai lomba kesenian dalam menabuh bedug. Pada nantinya, kontes akan dibarengi oleh penduduk dari aneka macam kecamatan di Sukabumi.

Nah, selain sebagai aktivitas yang faktual, kontes bedug nyatanya juga dipilih alasannya merupakan salah satu kesenian yang bisa mencerminkan Islam.

Ketika kontes, masyarakat akan dibagi menjadi beberapa tim yang terdiri dari masing-masing orang dengan kiprahnya, adalah selaku pemukul bedug, pemukul kohkol (kentongan), serta pemukul alat-alat perhiasan lainnya. Para penerima yang menampilkan irama paling unik akan keluar menjadi pemenangnya.

9. Jawa – Ngumbah Keris

Tradisi tahun gres Islam di Indonesia yang akan kita diskusikan terakhir berasal dari Jawa, yakni Ngumbah Keris atau mencuci keris.

Biasanya, tradisi ini hanya dilakukan di bulan-bulan suci dan dianggap sakral. Sementara itu, bulan Suro nyatanya dianggap sebagai bulan keramat yang mampu menyertakan kekuatan ghaib pada keris.

Hanya saja, tradisi tahun baru Islam di Indonesia satu ini justru memanggil banyak perdebatan dan kontroversi, yang berhubungan dengan faedah mencuci keris itu sendiri.

Tak cuma itu, aktivitas ini juga dianggap musyrik bagi bagi umat Islam alasannya terlihat mirip menuhankan keris dan mempercayai bahwa barang mati dalam memberikan kekuatan ghaib.

(Baca Juga: 21 Julukan Kota di Indonesia)

Makara, itulah beberapa tradisi tahun baru Islam di Indonesia yang dianggap unik. Selain menjadi salah satu program penyambutan, tradisi ini nyatanya juga mampu menarik minat para turis lho, untuk bisa mencicipi sensasi berlawanan dari peringatan tahun gres Islam.

Nah, apakah kau kepincut untuk mampu berkunjung ke tempat-daerah yang gres saja kita sebutkan di kala yang mau datang? Jika jawabannya iya, maka jangan lupa untuk segera mengajukan kartu kredit.

Sebab, hadirnya kartu kredit dinilai bisa memperlihatkan fasilitas bagi para penggunanya dalam hal melakukan transaksi, utamanya ketika traveling.

Tak hanya itu, banyaknya promo dan diskon yang disediakan oleh kartu kredit juga menciptakan pengeluaran selama perjalanan menjadi lebih hemat dan murah. Lalu, bagaimana jika belum punya kartu kredit?

Jangan khawatir! Karena CekAja.com hadir untuk membantumu. Bagi kau yang masih resah untuk memilih kartu kredit manakah yang paling cocok dengan keperluan dan gaya hidup, kau bisa memakai fitur perbandingan yang ada di situs resmi CekAja.com.

Nah, sesudah memperoleh jenis kartu kredit yang diinginkan, gres deh kau cuma tinggal mengklik tombol “Ajukan Sekarang”.

Seluruh proses pengajuan akan dijalankan secara online, sehingga kau tidak butuhrepot menyediakan waktu ke luar rumah, apalagi di tengah pandemi yang masih mewabah sampai ketika ini.

Bahkan, setiap kartu kredit yang telah disetujui bisa eksklusif dikirimkan ke alamat yang kamu lampirkan di form pada ketika membuat pengajuan lho.

Mudah banget kan! Jadi, tunggu apa lagi? Yuk segera ajukan kartu kreditmu hanya di CekAja.com.